Kebahagiaan tidak selamanya abadi begitu juga dengan kehidupan manusia, Rindu menikah diusianya yang ke-18 tahun dengan seorang duda yang berusia 41 tahun.
Perbedaan umur lebih dari 20 tahun membawanya kepada kehidupan yang cukup bahagia hingga pada suatu hari semua kebahagiaan itu berakhir.
Akankah kebahagiaan itu datang lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chika chiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu 19
Happy Reading 💞💞
Suasana para supir angkot sahut sahutan, ada yang berteriak-teriak serta ada juga yang mengomel serta mengumpat saat jalan mereka terhalang sehingga calon penumpang yang menjadi target berpindah ke lain hati (angkot maksudnya).
Cuaca belum begitu terik sehingga jalanan menjadi rame karena dipenuhi banyak orang yang berjalan kaki, dari yang berolahraga, mencari sarapan pagi serta tak sedikit pula para mak-mak daster yang berbelanja sayur mayur. Suasana yang riuh adalah ciri khas pasar.
Kendaraan roda dua itu kini berhenti di depan toko, mereka sudah sampai di toko. Tiga orang karyawan menatap Pram dan Rindu seakan meminta penjelasan tapi Tak ada satupun yang berani bersuara karena saat ini Pram kembali bersikap dingin tanpa basa basi.
"Geng, buka pintu fordingnya" Pram menyerahkan sederet anak kunci ke salah satu karyawan yang ia panggil.
Sugeng pun meraihnya serta tanpa basa basi langsung melanjutkan tugasnya. Setelah pintu terbuka kedua karyawan lainnya sibuk menata dan melakukan tugas keseharian mereka begitupun dengan Sugeng tentunya.
Beberapa menit berlalu mereka sudah selesai dan kini mereka bersiap menyiapkan beberapa orderan yang dicatat di memo yang Pram sodorkan tapi sebelumnya Pram meminta mereka untuk berkumpul sebentar.
"Perkenalkan ini istri saya" ujar Pram sekejap memperkenalkan istrinya kepada ke tiga karyawannya.
Ketiga Karyawannya kaget mendengar perkataan bosnya pasalnya mereka belum tau bosnya sudah menikah. Yang mereka tau mereka bekerja dengan bosnya yang seorang duda akut.
"Yang masih muda itu namanya Didi, kalau yang kurus berkumis namanya Ryan. Dan ini Sugeng yang sekaligus menjadi supir untuk antar barang ke customer ataupun ke lokasi proyek bangunan" ujar Pram memperkenalkan sekilas para karyawannya.
"Istri saya akan membantu di toko juga mulai sekarang, kalian tolong kerjasamanya oke!! " lanjut Pram dan di sambut senang oleh ketiga karyawannya.
"Siap pak bos" ucap didi nyengir.
"Wah selamat ya pak bos udah punya pasangan, semoga langgeng sampai maut memisahkan aminnnnnnnn. " ucap Sugeng mendoakan sang bos.
Ryan pun tak mau Ketingalan "Selamat menempuh hidup baru pak bos semoga awet selalu,, tenang aja pak bos Ryan siap laksanakan semua tugas dari Pak bos. Semangat Ryan ikut bahagia juga mendengar kabar bahagia pak bos ini.
Ryan adalah karyawan ke dua Pram yang sudah menemani ia beberapa tahun dan Pram selalu membantu masalah ekonomi keluarganya ketika mereka membutuhkan sehingga Ryan betah mengabdikan diri setia berkerja jujur dan tak kenal kata curang. Begitu pun tak lain juga Sugeng juga sama.
Berbanding dengan Didi yang masih baru bekerja, masih butuh waktu untuk mengenalnya lebih jauh.
" Wahh,,,, kalau gitu kita makan enak donk pak bos. Ditunggu traktirannya nih pak bos, hari baik bukan baik buat rayain nih pak bos kan kita gak kondangan pak bos" seru Didi, dasar bocah ingusan tapi yang lain setuju kali ini dengan Didi. Kalau urusan gratisan memang kompak dan sehati semua.
" Ya sudah, nanti malam sehabis tutup toko saya traktir kalian semua makan malam di tempat biasa" Pram mengiyakan permintaan para karyawan, sekali kali nyenengin mereka ada arti tersendiri bagi Pram. Lagian juga mereka belum pernah merayakan hari baik itu.
Sontak ketiga karyawannya berteriak heboh dan bahagia mendengar ucapan Pram.
"Kembali bekerja, kalau pekerjaan kita cepat selesai kita bisa cepat pulang" Pram kembali menunjukkan sikap kepemimpinannya. Lalu para karyawan memulai kembali aktivitas keseharian mereka lagi seperti menyiapkan bahan orderan sampai mengirimkan ke alamat pembeli.
💞
"Sayang,,,, gimana hari ini?? capek? hmm" tanya Pram mendekati Rindu yang sedang duduk di sofa tamu sibuk menyusun beberapa nota orderan sesuai dengan yang Pram ajari caranya.
"Mas" gumam Rindu tersenyum manis melihat Pram berjalan mendekati dirinya.
"Hmm,, gimana? "
"Apanya mas? "
"Suka disini bantuin mas apa di rumah aja? " tanya Pram menjatuhkan dirinya duduk disebelah istrinya.
"Sepertinya mas akan repot dah" Jawab Rindu membuat Pram mengerutkan kedua alisnya tak mengerti.
"Aku akan sering membantu mu di toko mas, ini sangat menyenangkan, aku suka" balas Rindu berbinar.
"Iyalah?" tanya Pram menyakinkan.
"Hmm, setidaknya ini lebih baik daripada di rumah hanya diam saja menunggu mu pulang" ucap rindu manja.
Lalu mereka terkekeh berdua, bahagianya Pram kini sudah lengkap. Ternyata tidak buruk juga mempunyai istri yang masih muda, mereka lebih menurut tanpa banyak bertingkah belum lagi sikap manja mereka yang membuat sebagian kaum adem merasa bangga karena merasa dibutuhkan. Itulah pemikiran Pram saat ini.
"Sayang ini sudah siang, waktunya makan siang sayang, mau makan apa tar kita pesan saja" ucap Pram yang menetap jam yang sudah menunjukkan jam 11.50 pantes saja perutnya mulai merasa lapar.
"Ikut mas aja, tapi mas bukannya di sebelah ada warung nasi padang gimana beli aja disebelah biar gak kejauhan belinya! " ucap rindu, dia ingat tadi sebelum masuk ke toko dia sempat melihat sekeliling area itu dan pandangan juga menangkap ruko sebelah toko mereka.
"Mau nasi padang aja gak mau yang lain lagi hmmm? " tawaran Pram, mungkin masih ada yang istrinya inginkan.
"Es teh tawar aja mas"Jawab Rindu.
" Udah gitu doank? "
"Hmm,,,,, " Rindu.
"Ya udah mas yang ke sebelah beliin ya! " Ucap Pram yang kemudian bangkit dari duduknya .
Beberapa saat Pram kembali membawa 2 gelas minuman di tangannya.
"Mas, koq itu pakai gelas bukannya biasa dibungkus? " tanya Rindu heran, biasanya jika Pram membelikannya makanan selalu dibungkus.
"Hmmm, iya nih,." jawab Pram meletakkan cup minuman itu di atas meja serta ikut membantu Rindu merapihkan beberapa kertas memo lainnya.
"Makanannya mana mas? " tanya Rindu lagi karena tidak melihat adanya bungkusan lainnya lagi.
"Ada, tar di anterin sama si udanyaa, sayang. Duduk manis aja!! " jawab Pram santai dan Rindu hanya menganggukkan kepala mengerti.
"Aku ke toilet sebentar ya mas" ucap Rindu lalu bergegas ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat Rindu kembali makanan sudah ada di atas meja dengan 2 porsi nasi putih ditemani beberapa piring kecil lauk-pauk menu padang yang terlihat sangat menggoda imam belum lagi bakwan udangnya yang seperti kerupuk yang super garing nyesss.
Rindu menghampiri Pram. "Mas cuci tangannya dulu gihh, kotor tangan mas itu tar sakit perut"
"Iya sayang, sini duduk dulu. Itu ada rendang sama telur balado kesukaan mu mas cuci tangan dulu oke" lalu Pram bangun dari duduknya menuju kamar mandi untuk mencuci tangan.
Setelah selesai mencuci tangan mereka pun makan dengan nikmat menikmati kebersamaan siang itu. Walaupun ada gangguan sebentar-sebentar karena adanya telpon masuk yang melakukan pemesanan barang.
Begitulah kesibukan rakyat jelata yang jauh dari kata bukan kerja kantoran. Dan ruangan mereka menikmati makan siang pun bukan ruangan vip, hanya ada kipas angin baling-baling helikopter yang menyejukkan.
Belum lagi beberapa bau yang bercampur menjadi satu membuat aroma ciri khas ruangan itu menjadi nilai tersendiri bagi mereka. Bukannya tidak mau di sekat untuk ruangan pribadi tapi Pram lebih suka langsung berinteraksi dengan customer dan karyawan serta bisa langsung memantau tanpa adanya penghalang.
Bersambung..........
udah aku masukin fav yaa
Semangat terus kak🤛🤛
senior galak hadir maaf lama gak mampir.
Semangat
Ditunggu karya barunya ya 🤗
“Silence” hadir bersama “Cinta dan Dendam” 🥰