"Kenalkan dia pacarku!"
Tasya menghadiri pesta pernikahan temannya, dia tidak tau jika kedatangannya kepesta tersebut hanya untuk di permalukan oleh sang mempelai wanita yang tak lain orang yang mengundangnya.
Saat pesta itu berlangsung, tiba-tiba ada seorang pria tak di kenal menarik tangannya, pria kaya yang tampan membawanya kehadapan pasangan pengantin baru.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia di Perkenalkan sebagai pasangan pria tidak di kenal tadi.
Bagaimana kelanjutannya? silahkan baca yah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Pisang
Perlahan tapi pasti Tasya membaca selembar demi selembar halaman novel seraya menunggu Rendi kembali, ia mulai terhanyut, benar saja novel yang Rendi berikan benar-benar membuatnya penasaran dan ingin terus menerus membacanya.
Clek....
"Sya... Aku kembali!" Rendi membuka pintu dengan 2 botol minuman kaleng di tangannya, "Tasya! Woi... Aku sudah kembali, apa kau tidak mendengarku?" Tak mendapat sahutan Rendi kembali memanggilnya satu kali.
"Ehh Rend, kau sudah datang! Makanannya mana?" Tanya Tasya menatapnya, "Tunggu sebentar, makanannya masih ketinggalan di luar!" Rendi kembali berlari keluar tapi tak lama dia kembali dengan dua piring penuh buah, apel yang sudah dipotong-potong kecil menjadi beberapa bagian, Ada anggur dan juga ada 2 buah pisang yang sangat panjang dan masih utuh.
"Dari mana kau mendapat ini semua?" Tasya penasaran, "Dari kulkas, ohh iya... Pisangnya belum sempat ku potong-potong, kalau kamu mau makan, ya makan saja!" jelasnya.
"Hm... Tidak masalah, dari tadi kau mengurus ini, mengurus itu, nanti pekerjaanmu tidak selesai! Jadi cepat kerjakan!" omel Tasya.
"Heheh Iya-iya kau sudah seperti istri yang mengomeli suami saja!" Candanya.
"Aku serius, kau cepatlah kerjakan pekerjaanmu! Kalau tidak aku akan keluar sekarang!"
Rendi langsung bergerak cepat duduk di hadapan laptopnya, "Jangan keluar, aku akan kerjakan sekarang! Ohh iya... bagaimana novelnya? Pasti seru kan? Tadi saja kau tidak mendengarku, padahal aku sudah beberapa kali memanggilmu!"
"Ceritanya lumayan!" Jawabnya.
"Ku fikir kau tidak akan suka!" cetusnya, "Semua orang kan bisa berubah termasuk aku!"
Rendi yang mendengarnya tidak bisa berkata apa-apa lagi, Tasya juga sudah mulai melanjutkan bacaannya.
Rendi fokus berkutat dengan keyboard laptop, suara ketikannya benar-benar memuakkan dan itu mengganggu konsentrasi Tasya.
Bibirnya berdecak berhenti membaca lalu menatap Rendi yang begitu serius. Tasya menghela nafasnya saat mulai merasa bosan.
Dia mengalihkan pandangan kearah buah yang ada di atas meja, kebetulan dia ingin sekali makan pisang, Tasya mengambilnya membuka kulit pusing satu persatu, hingga setengah telanjang.
Tanpa dia sadari Rendi sekilas meliriknya, membuat laki-laki itu tiba-tiba tidak bisa berkonsentrasi apalagi saat Tasya mulai menggigit ujung buah pisang yang ada di tangannya sambil sesekali memejamkan mata.
"Emm... Pisang ini benar-benar manis!" Batin Tasya kenikmatan mengunyah buah pisangnya.
Rendi meneguk ludahnya melihat tingkah Tasya, ada perasaan aneh saat wanita itu melahap buah pisang, perasaannya semakin tak karuan saat Tasya memasukkan sebagian pisang langsung kedalam mulutnya.
"Tasya.... " panggil Rendi.
"Hmm... Ada apa?" dia langsung menggigit pisangnya membuat mulutnya penuh.
"Be-berhentilah makan pisang!" suruh Rendi membuat Tasya kebingungan.
"Memangnya kenapa? Lagian pisangnya manis banget!" Ungkapnya
"Tapi aku tidak mau kau memakannya!" Rendi bersikap tega
"Tapi aku suka! Kau ini aneh... Memangnya Pisang itu mengandung racun sampai sikapmu seperti itu!" cercahnya.
"A-aku... Ahh tetap saja! Kau tidak boleh makan!" Rendi bangkit dari duduknya mengambil pisang di tangan Tasya juga yang ada di piring lalu berjalan ke arah tempat sampah, Rendi membuangnya di sana.
"Rendi! Kau ini apa-apaan?" Kesal Tasya tak terima
"Sya... Kau makan apelnya saja yah... Apelnya juga manis kok, kalau tidak kau makan anggurnya saja!" bujuk Rendi kembali berjalan ke arahnya.
"Kau jawab dulu, memangnya pisang tadi kenapa? Apa kau memasukkan sesuatu kedalam sana? Iya? Uhhuk-uhhuk!" Tasya panik dengan tebakannya sendiri ia menepuk-nepuk dadanya mencoba mengeluarkan pisang yang baru saja di masuk ke perutnya.
"Hentikan Sya... Sebenarnya aku... Ahh tadi aku lupa mencuci pisangnya sebelum membawanya ke sini jadi aku... Maaf!" Jawabnya setelah mendapat ide yang menurutnya masuk akal.
"Hanya itu? Kau ini berlebihan sekali, ku fikir kau meracuniku! Ahh ...." Tasya memalingkan wajahnya kesal, "Aku khawatir kau akan makan banyak bakteri dan kuman jadi aku mencegahnya, kau makan apelnya saja yah...."
Walaupun masih sedikit kesal, Tangan Tasya meraih garpu mulai mengambil bagian apel diatas piring itu, "Ini bersihkan?" Rendi mengangguk, Tasya memasukkannya kedalam mulut menguyahnya secara perlahan hingga suara kunyahannya terdengar oleh Rendi.
"Bagaimana? Enak Kan?" Tasya mengangguk sambil tersenyum cerah.
***
Malam semakin larut, buah yang ada di piring sudah habis di makan oleh mereka berdua, mata Tasya juga sudah kelelahan membaca novel namun pekerjaan Rendi masih belum usai.
Terkadang Rendi merenggangkan tubuhnya, meski begitu dia harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum pagi tiba, dia memandangi Tasya yang perlahan memejamkan mata, "Sya... Kamu mengantuk? Tidur saja di atas ranjangku!" Suruhnya.
"Kau kan memintaku menemanimu, bagaimana bisa tertidur, tidak apa-apa aku masih bisa bertahan kau bekerjalah, aku tidak akan mengganggumu!" balasnya melebarkan kedua matanya.
Tiba-tiba Rendi menggeser sedikit meja darinya, ia mengusap-usap lantai lalu berbaring tanpa beralaskan apapun, "Ahh... Aku sangat capek! Ingin istirahat sebentar jadi kau istirahatlah juga!"
"Karena kau memaksa, kalau begitu aku akan berbaring di kasurmu!" Tasya berdiri berjalan menuju ranjang, dia segera merebahkan dirinya di atas ranjang Rendi.
Mereka berdua sama-sama menatap langit-langit kamar, Rendi yang ada di lantai dan Tasya yang ada di atas kasur, keduanya merasakan tulang yang ada di tubuh mereka merasakan kerenggangan.
"Rend, aku ingin bertanya!" ujar Tasya, "Kau ingin bertanya soal apa? Berapa jumlah mantanku atau.... " cerocosnya.
"Bukan itu!" sekanya, "aku ingin bertanya kenapa dari awal kau tidak memberitahuku kalau kau tinggal bersama kakakmu?" Tanya Tasya dengan serius.
"Ohh soal itu, awalnya ku fikir aku akan memberitahumu saat sampai di sini, tapi aku lupa! Atau kau berharap kita hanya tinggal berdua saja? Kalau kau mau aku bisa melakukan itu, aku akan membeli sebuah apertemen untuk kita berdua, Bagaimana mana menurutmu?"
di awal mh sikap lu jutek bnget sumpah ehh skrg cereewett minta ampun🤣🤣🤣
kn ktanya lg pda jd TKI ga pulg2
orng tua Rendi trllu egois
Rama belum kenal betul sifat dan kelakuan Nadya
Leon aneh.....