Mutia Syakila
Seorang gadis desa yang berparas cantik dan di juluki kembang desa, ia berumur 20 tahun, mempunyai adik perempuan satu , namun orang tuanya bercerai saat ia masih SMA. sesuatu yang sangat mengharuskan jika anak perempuan pertama pasti menjadi tulang punggung keluarga, apalagi ayahnya memiliki sakit jantung.
Ia bekerja siang malam untuk menhidupi keluarga dan pengobatan ayahnya. Dan cobaannya tidak sampai disitu, karena ia bertemu dengan sorang lelaki Yaitu Rangga aditiya yang membawa cinta sekaligus luka bagi mutia
Bagaimanakah kelanjutannya, ???
#Tinggalkan jejak setelah membaca yaa para readers tercintah🤗❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecupan singkat
refleks mutia menutup kedua matanya, rangga yang melihat itu hanya tersenyum gemas, lalu rangga mengeluarkan sebuah liontin dan memasangkannya pada mutia, mutia kaget dan buru-buru membuka matanya, ia kira rangga akan menciumnya tapi ternyata untuk memasangkan sebuah kalung, mutia maraba kalung itu dan melihatnya, kalung yang bersimbol hati di taburi berlian di sekelilingnya, jangan ditanya perasaannya, sudah pasti mutia sangat bahagia, bahkan ia tidak berhenti tersenyum.
"rangga?"
"Hmm?"
"ini untukku?" tanya mutia dengan mata yang berbinar
"aku sudah memakaikannya padamu, itu tandanya ini untukmu" ucap rangga dengan lembut
"terimakasih" ucap mutia lalu langsung menghambur memeluk tubuh kekar rangga.
"Sama-sama cinta" jawab rangga , mereka berpelukan erat, mata mereka menyinarkan kebahagiaan menandakan bahwa keduanya saling mencintai dan seolah tak ingin berpisah, sesekali rangga mencium pucuk kepala mutia, malam ini mereka bercanda tawa di bawah hamparan bintang-bintang.
Karena malam semakin larut dan udara semakin dingin, rangga memakaikan jasnya pada mutia.
" Kamu mau pulang ke kosan apa ke rumah?"
"aku ke kosan aja"
Semenjak mutia bekerja di apertemen rangga, mutia berinisiatif untuk mencari kosan yang dekat dengan apertemen rangga, karena rumahnya yang agak jauh, hingga susah untuk mencari kendaraan umum karena rumahnya di perdesaan.
tidak butuh waktu lama, akhirnya mobilpun berhenti di depan apertemen murtia,
"Makasih yah, udah nganterin" ucap mutia dengan malu-malu
"sama-sama, jangan lupa langsung tidur, jangan begadang, gak baik" sambil mengelus rambut mutia
"iyah, yaudah bay" ucap mutia hendak turun, namun pergerakannya terhenti ketika rangga menahan tangannya.
"ada ap..." Cupppp, mutia membulatkan matanya ketika rangga memberikan kecupan sekilas di bibirnya, jujur ini pertama kalinya ia menerima kecupan dari seorang pria, pipinya merona pertanda bahwa ia malu, rangga hanya tersenyum melihat mutia
"i love you" ucap rangga masih berada tepat di wajah mutia bahkan napasnya terasa di wajah mutia
"i love you to" ucap mutia dengan lembut, lalu rangga menjauhkan dirinya ke tempat semula.
" yaudah kamu masuk, udah malem, takut sakit"
"iyah" lalu mutia keluar dan langsung lari masuk ke kamar kosnya.
Mutia menutup pintu dan langsung berjingkrak-jingkrak bak anak kecil yang di belikan mainan oleh ibunya .
"Astagaa.... aku senang sekalii hmm" ucap mutia menghempaskan diri di kasur kecilnya dan memeluk guling sambil membayangkan ia berpelukan dengan rangga.
Malam ini adalah momen paling membahagiakan untuknya dan momen paling tak terlupakan., mutia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai mutia langsung merebahkan diri memakai selimut dan memeluk boneka kesayangannya, sesekali ia meraba kalung pemberian rangga sampai ia terlelap dalam tidurnya
Apertemen rangga.
Rangga merasakan hal yang sama ia tidak bisa tidur karena terus terbayang-bayang wajah mutia yang cantik, sambil sesekali ia tersenyum, Sungguh konyol bukan? itulah yang terjadi ketika seseorang sedang merasakan jatuh cinta.
Rangga tidak bisa tidur malam ini, ia terus membayangkan ketika mutia memejamkan matanya ketika ia mendekatkan wajahnya.
"Pasti ia berfikir aku akan menciumnya hihii".... rangga tertawa sendiri mengingat itu
Sampai tiba-tiba dering posel membuyarkan semua lamunannya
rangga langsung mengambil ponselnya di atas nekas
ia membuang kasar nafasnya saat melihat yang menghubunginya adalah kakeknya
"halo kek"
"Rangga, besok kakek akan kesana. kamu jangan kemana-mana"
"kakek mau apa kesi..."
tut tutttt tuttt
sambungan telepon terputus secara tiba-tiba, rangga menghempaskan dirinya di kasur dengan kasar
" Apa kakek akan membicarakan pertunangan ku dengan jeni" gumam rangga