NovelToon NovelToon
Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

ig : tri.ani.5249

Hidup ini berjalan sering kali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, Allah lah yang paling tahu tentang kita dan akhir cerita kita. Aisyah Ratna, seorang agdis belia yang memimpikan bisa menikah dengan seorang pria yang sholeh yang akn membimbingnya, tapi sebuah takdir malah mempertemukan dengan pria arrogant yang jauh dari mengenal agama.
Hatinya begitu hancur saat seseorang yang bernama Kevin Alexander tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan meminangnya. Apakah hidupnya akan bahagia setelah menjadi istri seorang Kevin Alexsander? Bisakah ia melupakan cintanya pada seorang pria anak ustad bernama Fahmi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curhatan Aisyah

Nadin seharian ini berada di rumah, Aisyah begitu senang melihat Nadin dan baby El

kembali. Hari ini tidak ada jam kuliah, tapi Bianka berencana ke ruahnya untuk

mengerjakan tugas kelompok. Sambil menunggu Bianka Datang, Aisyah menghabiskan

waktunya dengan mengajak baby El jalan-jalan.

Aisyah membawa baby El kemanapun ia pergi, baby El seperti menjadi primadona di

lingkungan tempat tinggalnya, pesona baby El berhasil membuat siapapun yang

melihatnya akan tertarik untuk sekedar mengajaknya berbicara atau mencubit

pipinya, senyum bayi itu begitu menggemaskan persis seperti namanya, Elan, anak

yang menyenangkan, penuh cinta.

Aisyah mengajak baby El ke taman dekat rumah, menikmati pemandangan dan udara sejuk.

Tiba-tiba seseorang duduk di sampingnya tanpa permisi membuat Aisyah menggeser

duduknya. Aisyah melirik pada seseorang di sampingnya itu, sepertinya ia sangat

mengenalinya.

“Tuan Alex!” pria itu memakai kaca mata hitamnya. “Apa yang tuan Alex lakukan di sini?”

“Aku hanya ingin melihat baby El, boleh kan?”

“jangan macam-macam ya!” menurut Aisyah pria di sampingnya itu sangat mencurigakan, ia

takut jika pria itu akan merampas dan membawa lari baby El.

Alex membuka kaca matanya. Ia menatap aisyah membuat Aisyah segera menundukkan

pandangannya, “Jangan takut, aku tidak akan merampasnya. Aku hanya ingin

bermain dengannya saja!”

Melihat ketulusan di wajah pria arrogant itu membuatnya tidak tega. Aisyah pun akhirnya

bersedia menyerahkan baby El pada Alex. Ia melihat hal yang berbeda dari pria

itu, saat bersama baby El ia berubah menjadi penyayang.

Sesekali Alex juga mengajak Aisyah untuk bermain bersama dengan mereka, mereka persis seperti keluarga kecil yang bahagia.

Tanpa di sadari oleh mereka ada mata yang sedang mengawasi mereka, ia mengambil foto

kebahagiaan mereka bertiga.

***

Ternyata si pengambil foto itu adalah orang suruhan nenek Widya. Orang yang sengaja

nenek Widya kirim untuk mengawasi cucunya.

Nenek Widya tersenyum senang saat melihat foto itu, “Aku tidak perlu berusaha keras

lagi, ternyata mereka sudah sangat dekat!”

cakep nggak nih keluarga? bikin iri kan

***

“Tuan Alex, kami harus pulang. kak Nadin pasti sudah menunggu!” sudah satu jam mereka

di taman, membuat Aisyah cemas. Alex pun menyerahkan baby El pada Aisyah.

Aisyah pun segera membalik badannya tapi ia kembali urungkan.

“Assalamualaikum!” ia lupa memberi salam sebelum pergi, walaupun tidak akan di jawab setidaknya ia sudah memberikan salam itu.

“terimakasih!”

Bukan jawaban salam yang di dapat tapi ucapan terimakasih, setidaknya itu sudah lebih

baik dari pada tidak sama sekali. Aisyah pun segera meninggalkan alex yang

masih berdiri di tempatnya ,menatap punggung gadis itu dengan tatapan yang

sulit di artikan.

Akhirnya Aisyah dan baby El sampai juga di rumah nadin, kedatangan mereka langsung di

sambut oleh Nadin.

“Tadi dari mana saja sama unty Ais, sayang?” Tanya Nadin saat baby El sudah pulang

bersama Aisyah. ia segera mengambil baby El dari gendongan Aisyah.

“Baby El benar-benar berhasil menyihir semua warga di sini kak!”

“Kok bisa?”

“Iya …, di mana pun baby El, selalu di kerubuti orang. Masih kecil aja sudah kayak

gitu gimana nanti besarnya kan? Dia benar-benar akan menjadi idola semua

gadis!”

“Iya kah …, ehhhh …, pasti nanti bundanya bakal kalah nih, pokoknya nanti jika ada

cewek yang dekati El, aku akan mengatakan jika baby El hanya milik bunda!”

Nadin terus menciumi putranya itu, baby El memang begitu menggemaskan. Siapapun

yang melihatnya pasti selalu ingin berlama-lama bersamanya.

Setelah menyusui baby El, Nadin kembali menyerahkannya pada Aisyah.

“Hari ini tidak ada acarakan Sya?”

“Tidak kak, Cuma Bianka mau ke rumah kak, ngerjain tugas!”

“Nggak pa pa nih kamu tinggal di sini?”

“Nanti kalau Bianka datang pasti juga telpon!”

“Ya udah kalau gitu kakak selesain pekerjaan kakak dulu ya!”

“Siap!”

Nadin melanjutkan pekerjaannya melipat pakaiannya dan memasukkan satu persatu ke

dalam lemari.

“Bagaimana kuliah mu Sya?” Tanya Nadin sambil terus melanjutkan pekerjaannya.

“Baik kak, bahkan sangat baik!” jawab Aisyah dengan wajah berbinar-binar.

“Ada laki-laki yang sedang kau sukai di kampusmu?”

“Kakak tahu, sebenarnya bukan seperti itu kak, aku hanya mengaguminya saja …, dia

tidak akan melihatku, anak seorang pak kyai!”

“Benarkah? Ada anak pak kyai di kampusmu?”

Aisyah tidak bisa mengatakan jika dia bahkan sudah berjanji akan melamarnya, tapi

sepertinya akan lama lagi karena baru saja ia mengirimkan pesan padanya tidak

bisa pulang dalam satu minggu ini.

“Iya …! Oh iya kak aku pulang dulu ya, sudah siang nih. Ibu pasti mencari ku!”

“Iya baiklah …, salam buat bu Santi ya, maaf belum bisa menemuinya!”

Aisyah tersenyum, ia sudah hampir beranjak dari duduknya saat ia mengingat sesuatu

yang belum sempat ia katakana pada Nadin.

“Kak!”

“Iya?”

Nadin mendongakkan kepalanya, menghentikan pekerjaannya dan menatap Aisyah, ia melihat keraguan di wajah gadis itu.

“Ada apa?” Tanya Nadin lagi.

“Sebenarnya aku tahu siapa yang mengintai rumah kakak selama ini!”

Mendengar ucapan Aisyah, Nadin hanya menghela nafas.

“Aku tahu!” Aisyah terlihat terkejut ,mendengarkan ucapan Nadin, ia memastikan apa yang sedang ia dengar.

“Kakak tahu?”

“Iya!”

“lalu?’ gadis itu terlihat begitu penasaran dengan Nadin.

“Aku juga belum tahu, aku tidak tahu apa yang ia mau sekarang dengan menemui ku!”

“Ya sudah aku pulang dulu ya kak!’ Nadin pun mengangguk.

“Assalamualaikum!”

“Waalaikum salam!”

Aisyah menatap kembali rumah yang baru saja ia tinggalkan itu, ia menghela nafasnya

berat, “Rumit ya hubungan rumah tangga, ya Allah permudah lah kami jika memang

kami berjodoh!"

Aisyah kembali berjalan menuju rumahnya, ia melihat ibunya sudah istirahat di

kamarnya. Nino juga sedang belajar, kasihan sekali anak itu harus belajar

lebih giat untuk mengejar ketertinggalannya. Aisyah pun memilih menuju ke

kamarnya, ia membuka ponselnya membaca kembali pesan yang semalam di kirim oleh

gus fahmi.

//assalamualaikum warahmatullahi

wabarakatuh, Aisyah …, Maaf menggangu istirahatmu, berulang kali ku coba mengetik sebuah pesan untukmu, tapi aku terlalu takut

membuatmu kembali kecewa. Apa kabar Aisyah? semoga allah selalu melindungimu di setiap langkahmu. –Fahmi//

Walaupun pesan itu selalu ia tunggu, tapi entah kenapa ia merasa ada yang sedang di

pikirkan oleh gus Fahmi, ia belum sempat untuk membalasnya semalam. Ia pun

memutuskan memberanikan diri untuk membalas pesan itu.

Aisyah segera duduk di kursi kecil di depan meja belajarnya, membaca membali pesan itu

dan mengetikan balasannya, dari layar ponselnya terlihat gus Fahmi sedang

online.

//Waalaikum salam gus Fahmi, maaf jika aku

sudah membuatmu menunggu, aku tidak langsung membalas pesanmu semalam.

Alhamdulillah aku dalam keadaan baik. Gus fahmi bagaimana keadaannya di sana?//

Tak menunggu lama gus fahmi sudah mengetik, pesan pun terkirim dan sampai di kotak pesan Aisyah, dengan cepat aisyah kembali membuka pesan itu.

//Maafkan aku karena tidak bisa menepati

janjiku, aku tidak bisa pulang minggu ini. Maaf jika aku telah membuatmu kecewa

dengan terus menunda waktu dan membuatmu menunggu lebih lama lagi//

“Iya kan …, sudah ku duga, jelas aku kecewa …, lebih baik tidak berjanji jika

akhirnya seperti ini!” jawab aisyah tapi hanya di bibirnya saja, mana berani ia

menjawabnya dalam pesan.

//Insyaallah jika Allah mengizinkan

aku akan pulang dalam tiga minggu ke depan, maafkan aku karena membuatmu terus

menunggu. Semoga setelah ini kita di pertemukan lagi dalam hubungan yang

halal. Tunggulah aku dengan terus mengingat Allah …, selamat istirahat,

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu//

“yah…., kok udahan sih padahal kan aku masih pengen!” hanya dengan saling berkirim

pesan saja sudah berhasil membuatnya berubah baik.

//Waalaikum salam//

Ceklek

Seseorang membuka pintu kamarnya tanpa permisi, “Apaan Sya, kok senyum-senyum gitu?” dia Bianka, sudah menjadi kebiasaan suka nyelonong tanpa permisi.

Aisyah menatap Bianka dan meletakan ponselnya di atas meja, “Assalamualaikum, Bi!”

“Waalaikum salam, Sya! Nih aku bawain laptop, mau ngerjain sekarang apa nanti?” tanya

Bianka setelah duduk di atas tempat tidur Aisyah.

“Sekarang Bi, jangan suka menunda pekerjaan baik jika tidak ingin Allah memberikannya

pada yang lebih berhak!”

“Iya ustadzah …., sendiko dawuh!”

“Ihhh…, selalu ya kalau di kasih tahu!”

Bianka hanya tertawa melihat wajah kesal Aisyah.

Bersambung

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Jangan lupa Follow Ig aku ya

tri.ani.5249

Happy Reading 🥰😘😘

1
Novika Riyanti
Lumayan
Novika Riyanti
Kecewa
Marhaban ya Nur17
udh cerita panjang kali lebar, konflik g ada keluar"nya eh malah ini pake amnesia 😁 cerita basi thor
Marhaban ya Nur17
klo amnesia gw tinggalin neh lapak wkkwwkkw
Marhaban ya Nur17
kecelakaan , koma, amnesia uh males
Marhaban ya Nur17
musibah nya g kelar" thor 😁
Tri ani: sabar kak, semua akan indah pada waktunya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
anaknya raka apa anaknya,,,
Tri ani: eng ing eng ..., tunggu kejelasannya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
pendarahan apa ???
Marhaban ya Nur17
hamil kah tp nanti anaknya siapa ???
Marhaban ya Nur17
asna g hamil tuh thor ???
Marhaban ya Nur17
emang faling miris klo korban pelecehan itu ini yg tertinggal tuh pasti traumanya
Marhaban ya Nur17
salah target apa y asna 🤔
Marhaban ya Nur17
jujur as kau ini jan diem" bae napa
Marhaban ya Nur17
Gus fahmi kah orangnya bang alex
Marhaban ya Nur17
sabar bang wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ujian mau naik kelas wkwwkk
Marhaban ya Nur17
sah
Marhaban ya Nur17
makanya gw faling benci klo kasusu pelecehan
Marhaban ya Nur17
calon adik ipar wkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener raka ama asna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!