Casandra Putri gadis cantik berusia 24 tahun, tidak menyangka akan bertemu dengan jodohnya seorang pengusaha ternama yaitu Sean Askhara
Bagai manapun kamu menghindari nya kalau memang kamu di takdirkan untuk bersamanya, tetap akan bersama, kamu tidak bisa melawan takdir, karena mungkin sudah takdir kamu untuk bersamanya, dan aku harap kamu bisa menerimanya.
Kalau kalian saling mencintai berjuanglah bersama jangan menyerah begitu saja, percaya lah bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil, semuanya akan indah pada waktunya.
Ucap Noval menasehati Casandra...
Ketulusan Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
kini Sean dan Sandra singgah mengisi perut mereka karena sudah lapar, mereka memilih makan di pinggir jalan sesuai permintaan Sandra.
"Aduh sayang, masak seorang CEO makan di pinggir jalan sih" ucap Sean bercanda.
"Aduh terlalu sombong, malas aku dengarnya" jawab Sandra.
Sean hanya tertawa mendengar hal itu, mereka langsung memilih meja yang kosong dan langsung duduk, Sean dan Sandra langsung memesan nasi goreng karena Sandra ingin makan nasi goreng sedangkan Sean memesan nasi putih dan tongseng ayam.
Mereka berdua makan dengan lahap, karena mereka memang sudah sangat lapar, sehabis makan Sean langsung membayarnya dan mereka berdua langsung melanjutkan perjalanan mereka.
Sedangkan Cindy sangat marah karena di pecat sean, dia melempar semua barang-barangnya yang ada di dalam kamar, dia tidak terima di perlakukan Sean begitu saja.
"Gue tidak terima di perlakukan begini, gua harus balas dendam dan membayar semua perlakuannya pada gue" batin Cindy.
Tante Lusi masuk ke dalam kamar Cindy, dia melihat kamar Cindy yang begitu berantakan, dia menghibur keponakannya itu.
"Sayang tenang saja, tante akan berusaha agar kamu tetap bersama Sean, tante akan berbicara dengan tante Anna agar mereka tidak mendapatkan restu" ucap tante Lusi menenangkan Cindy.
Cindy hanya diam mendengar ucapan tante Lusi, dia percaya apa yang di katakan tantenya itu, karena tante Anna sangat dekat dengan tante Lusi.
🌷🌷
Sesuai dengan janji papa Darmono, pagi ini dia pagi-pagi datang ke kantor anaknya, sampai di kantor Sean belum datang, terpaksa dia menunggu dalam ruangan Sean.
Dia mengelilingi ruangan Sean, dia melihat sebuah foto di atas meja kerja Sean, dia langsung mengambil dan menatap nya, tidak terasa air matanya mengalir, dia mengingat waktu mereka masih bersama, seandainya takdir tidak memisahkan mereka mungkin dia tidak akan di jauhi oleh anaknya.
Tiba-tiba Sean masuk ke dalam ruangannya, dia kaget melihat papanya berdiri di meja kerjanya sambil memegang foto almarhum mamanya.
"Papa... " ucap Sean
"Eh, kamu nak, kamu baru tiba?" tanya papa Darmono sambil meletakkan foto di atas meja kerja anaknya.
"Dari tadi papa di sini? kok tidak menghubungi aku?" tanya Sean pada papanya.
"Belum lama juga nak" jawab papa Darmono langsung duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Sean. Sean juga ikut duduk di sofa.
Mereka berdua akhirnya duduk mengobrol, mereka berdua membahas tentang pekerjaan, ya itu hanya sekedar basa-basi doang, karena tujuan utama papanya adalah membahas hubungannya dengan Sandra.
"Kamu serius dengannya nak" tanya papa Darmono
"Ia pa, Sean yakin dengan pilihan Sean sendiri" jawab Sean mantap.
"Kalau kamu udah yakin dengan pilihan kamu, papa juga akan merestui kamu nak" ucap papa Darmono.
"Terimakasih pa atas restunya" jawab Sean dengan bahagia.
"Apapun papa akan lakukan asalkan kamu bahagia nak".
❤❤
Sedangkan Cindy lagi di perjalanan ingin menuju ke kantor Sean, dia tidak terima di pecat begitu saja, apa lagi dia habis tanda tangan kontrak.
Sesampainya di kantor Cindy langsung menuju ruangan Sean, tanpa permisi dia ingin langsung membuka pintu ruangan Sean, tapi dengan sigap Nandan langsung menghalanginya.
"Loe pindah, gue ada urusan dengan bisa loe yang sombong itu" bentak Cindy pada Nandan.
"Maaf nona Cindy, pak Sean lagi ada tamu" jawab Nandan.
"Gue nggak peduli, yang penting gue harus ketemu dia sekarang juga".
Keributan di luar terdengar sampai ke dalam ruangan Sean, Sean dan papanya langsung keluar ingin melihat apa yang terjadi.
" Ada apa ini?" tanya papa Darmono.
"Maaf tuan nona Cindy ingin memaksa masuk ke dalam tapi saya halangi" jawab Nandan.
"Untuk apa kamu datang di sini? kamu kan saya sudah pecat" tanya Sean pada Cindy.
"Nggak gitu juga kali, gue kan udah tanda tangan kontrak dengan loe" ucap Cindy tidak sopan.
"Nandan urus dia, saya malas berurusan dengan wanita ini" pinta Sean dan langsung kembali masuk ke dalam ruangannya.
"Dasar sombong, lihat ya gue akan bikin perhitungan dengan loe" teriak Cindy pada Sean.
Tapi Sean mengabaikan ucapan Cindy dan langsung menutup pintu ruangan nya, Nandan langsung mengajak Cindy untuk masuk ke dalam ruangannya, sedangkan papa Darmono kembali masuk ke dalam ruangan Sean.
"Dia wanita yang tidak tahu sopan santun" ucap papa Darmono langsung duduk di sofa.
"Ya dia seperti istri papa, yang tidak tahu sopan yang ingin mengatur aku" jawab Sean pada papanya.
Papa Darmono hanya diam karena apa yang di katakan anaknya benar adanya, tidak lama akhirnya dia pamit untuk pulang. karena papa Darmono masih mau lanjut ke kantornya.
Ya papa Darmono memang mempunyai usaha sendiri, dia tidak tergantung pada anaknya, karena perusahaan yang di pegang Sean adalah perusahaan keluarga almarhum mamanya dan sudah di serahkan sepenuhnya untuk Sean.
💕💕💕
Hai.... jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, lewat like, komentar dan love nya🤗 terimakasih 🙏🙏
❤❤❤❤bersambung ❤❤❤❤
semoga saj benar sandra hamil,,,semoga juga dpt kembar jagoan sekalian,,🥰🥰🥰
biar papa Darmono dpt bahagia di hari masa tua nya sekaligus dpt kembar jagoan,,,🤗🤗🤗