WARNING!!
MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN PELAJARAN HIDUP LAINNYA. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.. 🙏🙏
Hai Pencinta Pelangi Setelah Hujan (PSH) season 1.. Allhamdulillah akhirnya di awal Ramadhan Tahun ini release..
*
Aku adalah Rizkiya.. mereka menyapaku Kiya, sedari kecil aku sudah harus berjuang untuk kehidupanku, orang tua dan keluarga juga ikut memberi dukungan hingga support yang luar biasa untukku..
Aku Menjalani hari-hariku penuh perjuangan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk 'Berubah' .. Namun ternyata perubahan pada diriku mengarahkan diri ini Kalam kemelut cinta yang begitu membuat hatiku hancur...
🌷🌷
Aku Adalah Rizky, Kehidupanku sangat sempurna, tak ada yang tidak bisa aku raih di dunia ini.. Orang tuaku dan keluargaku selalu bangga padaku meski di belakang mereka aku banyak melakukan hal bodoh.. Hingga ketika jalan hidupku membawaku dalam sebuah pelajaran hidup yang kemudian merubahku..
⭐⭐⭐⭐
Apakah Cobaan yang akan kami hadapi?
Mari Beri dukungan kalian yaa 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 18
Kiya merebahkan tubuhnya di atas kasurnya usai membersihkan diri dan hendak beristirahat.
Kiyya mengingat ucapan Agam, seketika ia mengingat Zhiva yang menghilang secara mendadak sejak siang tadi..
Kiya meraih ponselnya guna melakukan panggilan grup, Ichal bergegas mengangkat pangilan itu semntara butuh beberapa waktu untuk Zhiva menerima panggilan itu.
Zhivv... Lo kemana sih? dari siang gue tunggu.
Protes Kiyya membuat Zhiva terkekeh secara terpaksa.
Sorry ki, gue tadi ada tugas kelompok mendadak. ponsel gue mati kehabisan paket data.
Yakin Lo?? kok gue ga yakin ya..
Celetuk Ichal membuat Kiya segera menyambar perkataan Zhiva.
Padahal gue kangen sama suasana kantin, kaya pertama kita dulu kuliah...
yaudah si, masih ada esok...
Lo happy banget ya ki, akhirnya bisa keluar kandang.
Happy dong, dengan perubahan baru gue saat ini.. kalo kalian sendiri gimana??
gue jelas happy, tapi gue capek jadi bodyguard Lo di kampus, gila yaa pesona Lo ngalahin Byana yang hits pada jaman itu... hahaha
eh iya dia kemana sekarang ya?
Ada, dia kost Deket kampus...
Percakapan itu hanya di dominasi oleh Kiya dan Ichal hingga akhirnya Ichal menegur Zhiva agar ikut bercakap dan tidak diam dalam panggilan saat ini.
Eh zhivooong... emang agam pernah titip salam buat Kiya??
HAH? Agam??? engga deh.
Zhiva menjawab dengan sedikit kegugupan.
Tadi dia nyamperin kita zhiv di kantin, dia nyapa gue.. anehnya dia bilang dia sempat cari gue.. benar atau engga gue sih masa bodo..
Lucunya dia bilang sudah nitip salam sama Lo zhiv...
Engga kok...
Zhiva kembali membantahnya .
Zhivv bukan Lo sama Agam pernah satu kelas saat dia mengulang mata kuliah bawah???? Semester lalu, iya kan semester lalu??
Iya sempat...
Singkat Zhiva menjawab
Wahh gue ketinggalan info ya?
Lo sibuk perawatan di luar negeri, pas pulang jadi Barbie hahahah
Guys sorry, mama gue telfon.. kita sambung besok yaa.. byee..
Zhiva mematikan sambungan telfonnya membuat Ichal dan juga Kiya yang bingung dengan sikap Zhiva akhirnya mengakhiri panggilan itu.
Kiya sejenak berfikir, Apa dirinya memiliki kesalahan sehingga Zhiva sedikit berubah sejak dua Minggu lalu, dimana kiya kembali ke Bandung setelah dua bulan berada di negeri sebrang untuk berlibur bersama keluarganya.
Kiyya mencoba berfikir positif Kala itu. Tak ingin berburuk sangka pada sikap Zhiva yang dirasa berubah.
Kiyya kemudian memilih untuk beristirahat demi mengembalikan kebugaran tubuhnya.
*
Pagi hari tiba, Kiya bersiap dengan pakaian yang casual modern.. Tampil cantik menjadi sebuah modal kepercayaan Kiya saat ini.
Seperti biasa, Kiya berangkat menuju kampusnya usai menyantap sarapan sehatnya.
Kiyya kembali menjadi pusat perhatian saat mobil sport putihnya memasuki kawasan kampus. Mobil seharga dua miliar itu terparkir rapih berjejer dengan mobil menengah lainnya.
Kiyya berjalan sambil memainkan ponselnya, mencari tahu keberadaan kedua sahabat nya yang selalu menemani kiya, terlebih Ical adalah teman satu kelas Kiyya..
Hingga akhirnya, tubuh Kiyya sedikit terhuyung saat tubuh kekar menabraknya..
"akkh..." keluh Kiyya.
"Untung aja ga jatoh" ucapnya pelan.
"Maaf .. Maaf yaa " kata seorang pria.
"Gue buru-buru, ada kelas pagi" kata orang itu sambil berlari menuju kelas dan membuat Kiya menyungingkan bibirnya.
"Baru pukul tujuh dua puluh" kata Kiyya usai melihat digital jam di tangannya.
Kiyya kembali berjalan menuju kelasnya.
Ternyata kelasnya tengah ramai di penuhi bahasiswa yang sibuk mengerjakan tugas mereka.
Tatapan Kiyya tertuju pada Ichal, dengan jahil Kiyya memberi sentilan pada telinga Ichal.
"aw....." keluh Ichal sambil balik badan melihat Kiyya yang sedang bertolak pingang.
"Heh ibu tiri, dateng-dateng nyentil... gue lagi fokus nugas" kata Ichal sambil melanjutkan tugasnya dengan mencatat sesuatu.
"Tugas apa? gue kok gak Lo kasih tau?" tanya Kiyya kesal.
Lalu pandangan Kiya tertuju pada sosok laki-laki yang baru saja menabraknya.
itu kan cowok yang tadi, oh kita sekelas rupanya.. hemm..
"Tugas pertemuan pertama, Lo kan belum join.. santai aja pura-pura gak tahu" kata Ichal memberi solusi yang lantas di terima begitu saja oleh Kiyya.
Kiyya kemudian duduk di baris pojok kedua. Ia memilih untuk membalas pesan Fely yang nampaknya sudah cukup tenang melepas anak gadisnya untuk bersosialisasi lebih luas lagi.
Dosen datang, sebagai mahasiswa baru, Kiyya memperkenalkan dirinya di hadapan dosen yang baru saja bertemu dengannya.
Di belakang Kiyya duduk seorang pria yang tadi menabraknya, kini fokusnya tertuju pada rambut panjang Kiya sambil membayangkan wajah cantik Kiya yang terekam otaknya sejak pagi tadi.
"Rizkiya, yang tadi sorry ya.." kata Pria itu sedikit berbisik memajukan posisi duduknya.
"It's oke" kata Kiyya singkat.
"Nama gue Bima.. "
"Panggil gue Kiya yaa" kata Kiyya memberi perkenalan diri.
"Cantik"
"Hah????" kata Kiyya yang samar mendengar.
"Engga, fokus nanti dosen marah" kata Bima membuat Kiya menganggukkan kepalanya.
Satu setengah jam mata kuliah berlangsung, Kiyya kembali tertuju pada ponselnya.
"kii, kita tetap disini" kata Ichal memberi tahu Kiya.
"Iya gue baru lihat jadwal nih" kata Kiyya jujur.
"Loh kamu ga pindah Kiya?" kata Bima kemudian.
Kamu??? tadi dia pake bahasa Lo gue deh..." Batin kiya menyadari.
"Oh engga, kita tetap di ruangan ini.. nanti siang baru kita move" kata Kiya menjelaskan.
"Nape Lo Bim?" Sinis Ichal..
"gapapa, cuma menjalin hubungan baik sama mahasiswi baru, ga salah dong?" kata Bima.
"Jangan sampe Lo kemakan omongan siluman buaya ini yaa Ki.." warning Ichal membuat Kiya terkekeh.
"Enak aja Lo!! Lo tuh siluman uler sawah" kata Bumi.
"Biarin Uler sawah, mau Lo gue patok?? rrrrrrr" Ichal mampu membuat Bima merinding dan Kiya tertawa.
"Aku move kelas dulu ya, Kiya.. sampai bertemu yaa" kata Bima penuh pesona membuat Kiya sedikit tertarik pada pesona Bima kala itu.
*
"Gue mau ke toilet ah" kata Kiya sebelum dosen datang .
"Dimana? di lantai ini toiletnya sepi, karena ga se nyaman di lantai lain" kata Ichal memberi tahu.
"Tak apalah, selagi gak bau dan berfuksi baik... gue kebelet" kata Kiyya berdiri sambil membawa tisu dari tasnya.
Kiyya berjalan menuju ujung koridor yang nampak sepi, yaa sepi.. karena perkuliahan jarang terjadi di lantai tersebut jika masih masuk dalam jam pagi.
Kiyya sudah masuk area toilet, sebelum ia masuk kedalam bilik toilet ia menatap wajahnya di cermin besar. Namun pergerakannya terhenti sejenak, Kiyya memasang telinganya dengan baik, mengurangi pergerakannya demi mendapat suara yang cukup jelas untuk ia dengar.
"Ahhhhh... Pelan-pelan" suara seorang wanita dengan sedikit mendesah.
"Tidak bisa, sayang... kamu begitu menggairahkan" Ucap seorang pria yang kontan membuat buku kuduk Kiya merinding hebat..
"Ah.... ahhh....emmmm... " suara itu semakin membuat Kiya ketakutan, namun penasaran..
Dari selah pintu bagian bawah yang cukup besar, Kiya menunduk dan melihat sekilas...
"Astaga" pelan Kiyya melihat kaki seorang pria dengan sepatu ketsnya dan kaki wanita dengan sepatu berhak nya.
Kiyya bergegas meraih tisunya dan berlarian keluar.
"Apa mereka gila melakukan itu di toilet kampus?" gerutu Kiya sambile mengusap keringat dingin di keningnya.
Kiya hendak menuju toilet lain namun pandangannya menangkap seorang dosen masuk kedalam kelasnya membuat dirinya bergegas masuk kedalam kelasnya.
*
*
*
Like
komen
Kalo ada rejekinya boleh kirim bunga kopi atau hati hehe..
❤️❤️❤️
malas baca lebih suka dengan in
buntu ya kehabisan