Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya tidak membuat Kirania terpuruk dia terus melanjutkan hidupnya seperti sebelumnya.
Hingga saat dia tahu kalau dia hamil dan di usir oleh keluarga angkatnya membuatnya hampir mengakhiri hidupnya. Tapi saat dia mencoba bunuh diri ada seseorang yang menghentikannya dan membuat dia kembali menjalani hidupnya dengan penuh semangat.
Hingga beberapa tahun kemudian dia membuat kesalahan pada atasan di tempat kerjanya dan untuk menebus kesalahannya itu dia dipaksa untuk menikah dengan atasannya itu! bagaimana kelanjutan hidupnya setelah menikah dengan atasannya tersebut apakah bahagia atau menderita?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria tujuh tahun lalu
...🍀Happy Reading🍀...
Kirania keluar dengan wajah yang terlihat kesal karena perkataan Kean tadi dia langsung ke mejanya dan memeriksa berkas yang di tanda tanganinya saat di ruang HRD tadi dan dia melihat di kalimat terakhir yang tertulis di kertas itu kalau dia keluar sebelum satu tahun dengan keinginannya sendiri bukan di pecat dia harus membayar denda sebesar 50 juta.
"Yaallah kenapa tadi aku tidak membacanya secara detail dulu sebelum menandatangani surat ini," Gumam Kirania sambil menghembuskan nafasnya.
"Terlalu semangat karena gajinya yang besar sampai tidak membaca keseluruhan isi berkas ini," Gumam Kirania lagi.
Sekarang mau tidak mau Kirania harus bersabar bekerja dengan majikan yang menyebalkan selama satu tahun meskipun dia malas kalau harus berhadapan lagi dengannya.
Kirania melanjutkan pekerjaannya sesuai dengan yang telah Nikko perintahkan tadi tanpa memikirkan masalahnya dengan Kean dia berharap semoga dia bisa bertahan bekerja dengan atasan yang datar itu.
...***********...
Tidak terasa waktu sudah sore dan sekarang sudah waktunya untuk pulang tapi dia belum bisa pulang sebelum Kean pulang atau dia menyuruhnya untuk pulang.
Sambil menunggu Kean keluar dari ruangannya Kirania memeriksa hasil pekerjaannya karena takut ada kesalahan lagi.
Saat Kirania sedang memeriksa pekerjaannya Kean keluar dari ruangannya Kirania yang mendengar pintu Kean terbuka dia mendongakkan wajahnya dan melihat Kean keluar dari ruangannya pun berdiri tanpa berbicara dan mematikan Komputernya.
Tak lama kemudian Nikko juga keluar dari ruangannya hingga akhirnya mereka berjalan menuju ke lift dengan bersamaan untuk sampai di Lobby.
Setelah sampai di lobby Kirania berpamitan kepada Kean untuk menuju motornya.
"Saya pulang duluan tuan," Kata Kirania membungkukkan setengah badannya.
"Hmmmm," Jawab Kean.
Kirania tidak berbicara lagi dia langsung menuju motornya dan menjalankannya karena sekarang sudah sore dia harus segera pulang ke rumahnya untuk makan malam bersama anaknya.
"Kita pulang sekarang tuan?" Tanya Nikko kepada Kean yang masih melihat Kirania yang mulai menjauh dari dari kantornya.
"Ayo," Kata Kean dia masuk ke mobilnya.
Nikko mengemudikan mobil Kean menuju ke rumahnya dia memang selalu mengantar jemput Kean saat berangkat bekerja atau pulang bekerja.
Kirania sampai di rumahnya saat hari mulai gelap dia mengetuk pintu rumahnya dan saat pintu di bukakan oleh Irma Kirania masuk ke kamarnya untuk mandi dan sholat magrib karena sudah adzan saat dia diperjalanan.
Setelah selesai dengan mandi dan sholatnya Kirania keluar dari kamarnya dia berjalan menuju dapur dia melihat Irma sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Mbak apa Kania dari tadi tidak keluar dari kamarnya?" Tanya Kirania kepada Irma.
"Nona kecil tadi main sambil nonton televisi saat sudah mengerjakan tugas sekolahnya dia baru masuk ke kamarnya lagi sesaat sebelum Non Kiran pulang karena mau mandi sama sholat katanya sebentar lagi juga pasti keluar lagi," Jawab Irma sambil menyimpan makanannya di meja makan.
Dan benar saja beberapa saat kemudian Kania berjalan ke meja makan dengan sudah memakai baju tidur pendek bergambar hello Kitty warna pink.
"Bagaimana tadi di sekolahnya apa ada masalah?" Tanya Kirania kepada Kania saat dia sudah duduk di meja makan.
"Tidak ada masalah Ma," Jawab Kania.
"Syukur lah sekarang makan dulu ya setelah itu sholat isya kita tidur," Kata Kirania.
"Iya ma," Kata Kirania setelah itu mereka bertiga makan malam dengan hening.
Setelah selesai makan malamnya Kirania dan Kania kembali ke kamarnya masing-masing untuk sholat dan dan tidur sementara Irma membereskan meja makan terlebih dahulu.
Saat tengah malam Kania masuk kekamar Kirania secara mengendap-ngendap dia melihat Kirania sedang bergumam dan menangis dengan mata yang terpejam dan keringat di keningnya.
"Tidak tuan, ijinkan saya pergi saya mohon hiks, hiks,"
"Ma, ini Kania mama tenang saja ya tidak akan ada yang menyakiti mama lagi," Kata Kania pelan sambil memeluk Kirania dan mengusap kening Kirania yang berkeringat.
Saat merasakan pelukan Kania, Kirania kembali tidur lagi dengan tenang. Setelah Kirania kembali tenang Kania turun lagi dari ranjangnya dan kembali ke kamarnya hal ini sering terjadi.
Kania mengetahui Kirania sering bermimpi yang sama dari beberapa bulan yang lalu pada malam itu dia ingin mengambil air minum namun saat dia keluar dari kamarnya dia mendengar suara tangisan dan saat mendekati kamar Kirania ternyata Kirania yang sedang menangis sambil tertidur.
...************...
Saat subuh seperti biasa Kirania ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan sholat setelah selesai sholat dia ke dapur untuk menyiapkan sarapan sementara Irma sedang menyapu rumah itu.
"Mbak sepertinya nanti mbak ke pasar saja ya untuk membeli bahan-bahan di kulkas yang sudah habis, Kania Biar Kiran yang antar," Kata Kirania kepada Irma.
"Baik non, jadi nanti Mbak jemput pas pulangnya saja gitu ya?" Kata Irma.
"Iya Mbak," Jawab Kirania.
setelah membuat sarapannya selesai Kirania kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap dia tidak boleh datang telat ke kantornya.
Saat Kirania keluar dari kamarnya Kania sudah menunggunya di meja makan sendiri dia sudah siap dengan seragam sekolahnya. Kania bersikap seolah tidak terjadi apa-apa semalam kepada Kirania.
"Mbak Irma nya mana?" Tanya Kirania kepada Kania.
"Dia lagi buatin susu untuk Kania," Kata Kania.
"Oh iya mama lupa belum buatin susu buat kamu ya," Kata Kirania.
Irma datang dengan membawa nampan yang berisi segelas susu dan dua cangkir teh manis.
"Susunya sudah siap non," Kata Irma menyimpan susu untuk Kania dan teh manis untuknya dan Kirania.
"Makasih ya Mbak tadi Kiran lupa," Kata Kirania.
"Iya sama-sama non," Kata Irma tersenyum kepada Kirania.
"Ya sudah kita mulai sarapan sekarang ya, sudah siang jangan lupa baca doa dulu ya sayang," Kata Kirania kepada Kania.
Beberapa saat kemudian mereka selesai sarapannya Kirania mengajak Kania berangkat bersama karena takut dia kesiangan ke kantornya.
Saat di perjalanan tiba-tiba saja motor Kirania ban nya kempes Kirania pun menghentikan motornya di pinggir jalan.
"Ya kenapa ban motornya kempes sih padahal kan lagi buru-buru," Kata Kirania yang melihat ban motornya kempes.
"Kita pakai bus saja ma," Kata Kania.
"Kalau naik bus nanti panas dan berdesakan kamu tidak akan nyaman kita naik taksi saja mudah-mudahan ada taksi yang lewat," Kata Kirania kepada Kania.
"Tapi kalau naik taksi pasti mahal, nanti uang mama tidak akan cukup buat belanja keperluan yang lainnya kalau kita naik taksi," Kata Kania membuat Kirania terenyuh bagaimana bisa anak sekecil Kania berpikiran seperti itu.
"Sayang, kalau hanya untuk naik taksi saja tidak akan menghabiskan banyak uang kamu tenang saja," Kirania berjongkok menyamakan tubuhnya dengan Kania.
Saat Kirania dan Kania berbicara ada sebuah mobil sport berhenti di depannya dan membunyikan klakson Kirania melihat kearah si empu mobil dia mengerutkan keningnya saat melihat pria yang sedang tersenyum kepadanya.
"Selamat pagi, butuh tumpangan?" Tanya Si empu mobil.
"Tidak perlu tuan, Terima kasih," Kata Kirania.
"Ayo lah aku tidak berniat jahat kepadamu apa kamu tidak ingat aku," Kata Pria yang punya mobil.
"Tidak," Kata Kirania ketus karena dia mengira pria itu sok kenal.
"Tujuh tahun lalu di tengah malam ada seorang wanita yang sedang frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan," Kata pria itu membuat Kirania
membulatkan matanya.
.
.
.
.
.
.
.
...☘Bersambung☘...
**Maafkan atas UPnya yang tidak menentu ini ya all love you more all😘😘
Jangan lupa berikan dukungannya dengan cara like dan komentnya🤗**