Kanya, 22 tahun, perempuan tegar dalam menjalani hidup yang tidak bersahabat. Masa remaja yang menyakitkan karena perceraian kedua orang tuanya yang berimbas kepada dirinya yang takut untuk jatuh cinta hingga berakibat membuatnya menutup hati untuk para lelaki yang ingin menjadi kekasihnya.
Bersahabat baik dengan Rangga, 27 tahun, yang merupakan tetangga juga teman masa kecilnya. Rangga menyimpan cinta dihatinya untuk Kanya. Dan Kanya menutupi perasaan cintanya kepada Rangga.
Mereka menyimpan rapat apa yang ada di hati mereka demi menjaga sesuatu yang mereka anggap jauh lebih baik dari hubungan apapun, yaitu persahabatan.
Akankah suatu saat mereka bisa saling membuka dan menyatakan isi hati mereka? atau cukup menjadi rahasia di hati saja?
Hanya waktu yang akan menjawab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Rosalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback : Ulang Tahun Kanya
Flashback.
"Kak, bulan depan aku ulang tahun ke 18. Kakak sudah pulang kan? Soalnya setelah itu aku bakal ke UK, aku jadi kuliah di Cam*ridge. Kakak harus pulang. Kalau enggak aku bakal marah banget sama kakak!"
Rangga tersenyum membaca chat yang masuk di layar leptopnya. Gadis kecil yang dulu mengisi hari-harinya tak terasa beranjak dewasa.
Rangga membalas pesan gadis itu.
"Kakak usahakan, tapi kakak ga bisa janji. Kalau urusan kakak beres. Kakak akan segera pulang. Tapi kalau masih belum juga, kakak minta maaf. Pokoknya kakak usahakan yaa" jawab Rangga menggantung.
Sebenarnya tidak banyak lagi yang diurus Rangga. Dua Minggu lagi Rangga sudah menjadwalkan dirinya untuk pulang ke negaranya. Tapi ia tidak langsung pulang ke kota X, melainkan ke kota Y dulu. Untuk melihat dan mempelajari salah satu perusahaan papanya di kota tersebut. Papanya meminta Rangga untuk belajar menangani dan mengendalikan perusahaan nya disini. Sebelum akhirnya menyerahkan perusahaannya di kota X. Ayah Rangga memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti Industri, perdagangan jasa dan pariwisata.
Rangga akan memberi kejutan spesial untuk gadis itu. Ia sudah mengatakan ke ayah bundanya untuk merahasiakan kepulangannya.
Sudah satu Minggu ini Rangga tidak menghubungi ataupun membalas satu pun pesan dari Kanya. Ia sengaja melakukan hal itu untuk membuat gadis itu kesal.
Bunda Rangga sudah mengabarkan nanti malam ada acara ulang tahun Kanya yang dihadiri sahabat dekat dan keluarga Kanya termasuk papa dan mamanya. Papa dan mamanya sengaja meluangkan waktu untuk merayakan hari kelahiran mereka. Walaupun sudah berpisah, kedua orang tuanya sepakat akan tetap memperioritaskan hal-hal yang berhubungan dengan anak semata wayang mereka.
Rangga menatap kado kecil yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari dan dibelinya saat masih di Amerika. Menaruhnya di atas kursi mobil disamping kemudi. Rangga melajukan mobilnya menuju kota X untuk memberi kejutan di ulang tahun Kanya.
Suasana Cafe D**** malam itu sangat terlihat berbeda dari sebelumnya. Halaman Cafe di hias dengan indah dan mewah dengan nuansa silver dan pink. Cafe di dekorasi atas pesanan mama Kanya. Tak lupa satu band lokal di undang dan di bayar untuk memeriahkan ulang tahun Kanya. Walaupun undangan yang hadir hanya keluarga dan sahabat terdekat Kanya.
Kanya yang terlihat cantik dengan dress yang simpel dan makeup minimalis, dan rambut yang dibiarkan tergerai tampak begitu gelisah. Berkali - kali ia melihat ponselnya. Ia mencoba menghubungi seseorang. Tapi panggilan tidak terhubung. Sudah beberapa hari ini orang yang diharapkan hadir di pestanya justru menghilang. Kanya mendekati Tante Karin untuk mencari informasi.
"Tan, Kak Rangga di mana? Kok ga bisa di telepon ya?" Tanya Kanya.
"Tadi pagi katanya udah nyempe. Cuma ada urusan di Y. Katanya nanti kalo sempat dia nyusul kesini." Terang Tante Karin bundanya Rangga sambil tersenyum.
"Gitu ya Tan, iya deh!"
Kanya kembali ke sahabat - sahabatnya, Fani, Sisil dan Dira.
"Kenapa Nya? Kok elu gelisah!" Tanya Fani yang memperhatikan sahabatnya itu.
"Paling nungguin pangeran berkuda datang" celetuk Dira dan Sisil sambil tertawa.
"Emang kak Rangga udah pulang dari Amerika?" Tanya Fani.
"Kata Tante Karin sih gitu. Padahal aku udah ngabarin dari satu bulan lalu. Tapi ga tau deh." Jawab Kanya.
"Kanya! Acaranya kita mulai sekarang yuj!" Panggil mamanya.
Kanya mengangguk. Ia berjalan kearah mamanya diikuti ke tiga sahabatnya itu.
Mama membuka acara selaku tuan rumah. Mengucapkan terima kasih kepada yang hadir dan menyampaikan doa dan harapan untuk anak semata wayangnya yang diamini semua yang hadir. Memulai acara dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun di iringi nada yang lembut dari band yang diundang mama. Setelah itu meniup lilin. Kanya mengucapkan make a wish di dalam hati sebelum meniup kue ulang tahunnya. Semua bertepuk tangan saat Kanya selesai meniup lilinnya. Lalu tiba-tiba suasana di cafe menjadi gelap. Aliran listrik tiba-tiba padam. Masing-masing mengeluarkan ponselnya agar ada cahaya yang menerangi. Papa Kanya meminta semua yang hadir untuk tidak bergerak dari posisinya lalu memanggil pengelola cafe untuk mengecek lampu yang tiba-tiba padam. Tak selang lama lampu kembali menyala. Betapa kagetnya Kanya melihat sosok yang tiba-tiba berdiri di hadapannya. Ia histeris dan langsung melompat memeluk Rangga.
"Kak Rangga!!!!" Teriak Kanya.
Rangga tertawa membalas pelukan Kanya.
"Happy Birthday anak kecil!" Ucap Rangga sambil mengacak pelan rambut Kanya.
"Kirain ga dateng, hiks!" Kata Kanya hampir terisak.
Rangga mempererat pelukannya, ia membisikkan sesuatu di telinga Kanya.
Gadis itu tertawa. Dan menggandeng Rangga menuju tempat pemotongan kue nya.
Ke dua orang tua mereka hanya geleng-geleng kepala melihat keakraban kedua anak mereka. Mereka memaklumi kelakuan anak mereka yang memang sudah sangat dekat karena selalu bersama. Mereka berdua memang seperti layaknya saudara kakak adik yang amat dekat satu sama lain.
Kanya memotong kue nya. Potongan pertama untuk papa-mama nya. Potongan ke dua untuk kak Rangga, dan selanjutnya Kanya memberikan untuk Tante Karin dan suaminya, juga untuk sahabat-sahabatnya.
Acara dilanjutkan dengan makan-makan. Tampak suasana akrab karena yang datang hanya kerabat dekat dan sahabat Kanya.
Setelah itu satu persatu tamu pulang. Tante Karin dan om Alexander menghampiri Kanya.
"Kanya, Tante sama om pamit dulu yaa. Selamat ulang tahun sayang, semoga tercapai semua harapan kamu, dan kuliahnya juga lancar" doa Tante Karin tulus sambil cipika-cipiki dengan Kanya.
"Doa yang sama sayang semoga kamu sukses" kata om Alexander sambil memeluk anak sahabatnya yang sudah seperti putrinya sendiri.
"Makasih om, Tante, Kanya ga akan pernah lupa kebaikan dari om sama Tante. Makasih buat semuanya" ucap Kanya tulus.
Tante Karin tersenyum sambil mengusap lengan Kanya. Ia menatap putranya yang berada di samping Kanya.
"Aku nanti nyusul pulang sama Kanya bun, aku kan bawa mobil sendiri." Ucap Rangga yang paham arti tatapan bundanya.
Bundanya mengangguk dan berlalu dari sana.
Teman-teman Kanya sudah pamit dari tadi. Tinggal Kanya, Rangga, dan Mama papanya yang di sana. Mereka berempat jalan bersama menuju ke parkiran.
"Sekali lagi selamat ulang tahun ya nak! Semoga kamu bahagia dan makin dewasa!" Ucap papa Kanya sambil memeluk putrinya saat mereka sudah berada di halaman parkir.
"Selamat ulang tahun sayang, semoga kamu sehat, bahagia, dan dimudahkan semuanya. Mama sayang kamu!" Ucap mama Kanya gantian memeluk putrinya.
"Makasih ma, pa, buat semuanya. Mama papa masih nginap kan?" Tanya Kanya.
"Maaf sayang, mama ga bisa karena besok ada urusan. Papa juga sama!" Tapi sebelum kamu ke UK papa sama mama bakal luangkan waktu buat kamu. Oiya, kado dari mama dan papa ada di kamar kamu. Semoga kamu suka nak!" Ucap mama Kanya.
"Iya sayang, urusan kamu di sana juga sudah beres, nanti ada orang kepercayaan papa yang bakal bantu-bantu kamu di sana!" Papa pamit dulu ya! "Ucap papa sambil memeluk putrinya.
"Rangga, om titip Kanya!" Kata om Danu papa Kanga kepada Rangga.
"Iya om, nanti Kanya aku antar pulang!" Jawab Rangga santun. Om Danu mengangguk dan menepuk bahu Rangga sebelum akhirnya pulang.
"Tante pamit juga Rangga, tolong jaga Kanya yaa!" kata tante selia.
Rangga mengangguk.
Kanya dan Rangga melambaikan tangan ke papa dan mama Kanya yang berada di mobil yang berlainan. Karena tujuan pulang mereka pun berlainan arah.
Rangga meraih tangan Kanya menuju mobilnya dia membukakan pintu depan disamping kemudi untuk Kanya.
"Kamu mau kemana? Kakak siap antarin!" Tanya Rangga.
"Muter-muter, boleh?"
"Oke! Kita muter-muter yaa" kata Rangga sambil melajukan mobilnya.
"Kakak kapan nyampe? Kok telat datangnya?"
"Nyampe sini baru malem ini, langsung ke tempat acara kamu!"
"Masa?" Tanya Kanya dengan wajah tak percaya.
"Beneran sayaaang! Ga percaya banget!" Jawab Rangga sambil tertawa. Ia mengacak rambut Kanya gemas.
"Ehm, emang beneran si nyampe sini tadi malam. Kalau tiba di indo kapan???" Tanya Kanya lagi.
"Mau tau apa mau tau banget?"
"Pake banyak banget!"
"Hmmm..." Rangga menjeda jawabannya sambil menatap Kanya.
"Apa?"
"Bentar!" jawab Rangga pendek. Ia menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
"Ayooo jawab!!!" Desak Kanya.
"Iyaa,, iya,, kakak sampai di indo dari dua Minggu lalu, tapi kakak harus ke Y untuk belajar di perusahaan ayah!" Terang Rangga sambil menatap Kanya.
"Tuh kan, bener!! Udah lama pulang tapi ga nemuin dan ngabari aku!" Ucap Kanya kecewa.
"Hei,, klo kakak ngabari gak jadi kejutan donk! Kakak Sengaja atur waktu pulang pas kamu ultah! Maaf yaa..." Ucap Rangga. Ia menatap Kanya yang menundukkan kepala.
"Kanya, hei..." Panggil Rangga pelan sambil membelai lembut rambutnya. Rangga menundukkan wajahnya untuk melihat wajah Kanya. Terlihat air matanya yang menetes.
Rangga merengkuh kepala Kanya meletakkan di dadanya. Mengusap bahu Kanya pelan.
"Maaf ya, jangan sedih gitu dong! Kakak janji sebelum kamu ke UK kakak bakal sering-sering pulang, kita
Bersenang-senang" Bisik Rangga.
"Janji?" Kanya menunjukan kelingkingnya. Rangga menyambutnya. Menautkan kelingkingnya di kelingking Kanya.
"Janji!!!" Ucap Rangga.
"Kalo nangis, kamu itu tambah jelek, kapan donk kakak bisa lihat kamu cantik, masa mau jelek mulu!" Gurau Rangga. Ia mengulang kalimat yang tadi ia bisikan di tempat pesta.
Kanya tertawa sambil memukul bahu Rangga.
"Gitu dong, jangan sedih. Kita jalan lagi ya" ajak Rangga.
Kanya menjauhkan dirinya dari Rangga duduk di posisi semula. Ia mengangguk.
"Oke, kita jalan lagi!" Ucap Rangga sambil memperbaiki posisi duduknya. Dan kembali melajukan mobilnya.
Mereka mengelilingi kota, melihat keramaian, apa lagi saat weekend seperti ini. Tempat-tempat makan dan hiburan jauh lebih ramai dari hari biasa.
"Kak, kita ke taman di sana ya? Kalo ga salah ada Danau dan ada pasar malam juga, kemaren aku sempat lihat di sana bareng Fani."
"Boleh" Rangga memelankan laju kendaraannya. Dan mencari tempat untuk memarkir kendaraan nya.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan bersisian.
"Ternyata kalau malam tempat ini bagus juga, banyak lampu taman dan lampu warna-warni" gumam Kanya.
Rangga melihat sekeliling, ia merasa mengenal tempat ini dan bukan pertama kali ia kesini.
Tampak di salah satu sudut taman ada pasar malam, dipinggir danau pedagang kecil berjualan jajanan. Banyak muda mudi yang sedang menikmati suasana dari dermaga-dermaga kecil yang dihiasi lampu di sekelilingnya. Juga kursi-kursi taman yang menghadap danau.
"Kak, beli popcorn yaa?"
Rangga mengangguk, mereka berhenti membeli popcorn. Rangga membayar popcorn yang dibeli Kanya.
Mereka duduk di bangku kosong yang menghadap danau. Tampak di tengah danau segerombolan ABG sedang naik kendaraan air yang bisa memuat beberapa orang didalamnya. Yang dihias sedemikian rupa dengan lampu-lampu kelap-kelip.
"Tega banget sih kak udah dua Minggu pulang, tapi baru sekarang ketemu aku! Mana chat aku, telepon ga pernah diangkat lagi, nyebelin!"
"Kan udah dibilangin mau kasih kejutan!" Jawab Rangga sambil mencomot popcorn di tangan Kanya.
"Emang gak kangen sama aku!"
"Gak!"
"Ya udah sana ga usah balik"
"Hahaha" Rangga tertawa.
"Bulan depan aku berangkat, aku ga tau kapan balik!"
"Kan tiap libur bisa pulang!"
"Belum tau kak, aku mau belajar banyak hal di sana!"
"Apapun pilihan kamu kakak akan dukung! Jangan ragu kabari kakak kalo kamu butuh apapun!"
Kanya menggangguk. Ia mengunyah popcornnya.
"Kakak berapa lama disini?"
"Hanya beberapa hari, setelah itu harus ke Y buat belajar lagi di kantor Ayah"
"Selama aku nanti belajar di sana, aku pasti bakal kangen banget sama kakak, sama semua yang ada di sini. Mungkin di sana aku akan nemuin banyak hal dan melewati banyak hal sendiri. Tapi itu yang aku cari. Aku harap di sana ada perubahan besar yang akan terjadi untuk diri aku."
"Kamu di sana buat belajar, ga usah memikirkan apapun, selesaikan tugas kamu di sana, lebih cepat lebih baik! nanti sekali waktu kakak akan mengunjungi kamu!" Jawab Rangga sambil menatap Kanya.
"Makasih Kak!" Kanya menoleh membalas tatapan Rangga.
Rangga menyadari gadis disampingnya bukan lagi adik kecil nya yang manja dan ngambekan. Dia sudah beranjak Dewasa, pikirannya sudah panjang. Dan satu hal yang membuat nya terpana, gadis ini jauh lebih cantik dari saat terakhir dilihatnya sebelum ia berangkat ke Amerika. Ya, walaupun selama ini sering melakukan panggilan Vidio, tapi saat bertemu langsung Kanya sangat berbeda. Jauh lebih cantik dan mempesona.
"Kak, kok gitu banget ngeliatin aku?" Kanya mengibaskan tangannya di hadapan wajah Rangga.
Rangga tersenyum dan melemparkan pandangan ke tengah danau sebelum akhirnya kembali menatap Kanya.
"Kamu cantik." Katanya tulus.
"Gombal tau, kaya cowok-cowok di sekolahku!" Tawa Kanya.
"Emang kamu sering digombalin?"
"Ehm, di bilang gombal, eh tapi aku kan beneran cantik!makanya sering ditembak cowo di sekolah! Hahaha" tawa Kanya.
"Oiya? Jadi kamu udah ada jadian punya pacar gitu!" Tanya Rangga serius.
"Hmm..."
"Apa?"
"Udah yuk, pulang." ajak Kanya sambil bangkit dari duduknya.
"Jawab dulu!!" Rangga menarik lengan Kanya. Kanya yang tak siap limbung dan jatuh di pangkuan Rangga.
Rangga menatap wajah Kanya yang ada di pelukannya. Jantungnya berdetak kencang!
"Kak Rangga, apaan sih, untung ga jatoh ke tanah!" Kanya bangkit dari pangkuan Rangga. Rangga pun berdiri mengikuti.
"maaf! yuk, pulang!" ucap Rangga. Digandengnya gadis yang sudah membuat jantungnya tak karuan.
------------------...---------------
Rangga mengantar Kanya pulang ke rumahnya. Setelah itu ia kembali masuk ke mobilnya dan menjalankan mobil masuk ke halaman rumahnya. Saat hendak keluar ia ingat, kado Kanya belum ia berikan. Ia meraih kado yang ada di dekat dasbor. Mengunci mobilnya dan berlari ke halaman rumah Kanya.
"Nya, Kanya!" Rangga memanggil dari balik pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu. Ia mengeluarkan ponsel dari saku dan menekan nomor telepon Kanya.
"Nya, kakak di depan, bukain pintu, ada yang kelupaan!"
Tak lama pintu terbuka.
"Masuk kak!" Kata Kanya.
"Kakak lupa ini buat kamu!" Kata Rangga sambil menyerahkan kado mungil di dalam paper bag kecil.
"Ini apa?"
"Kamu lihat aja!"
"Aku buka yaa"
Rangga mengangguk. Kanya membuka paperbag, mengambil kotak kecil dari dalamnya. Kanya membuka kotak itu hati-hati. Isinya jam tangan perak yang sangat cantik dengan hiasan kristal-kristal kecil.
"Kak, ini cantik banget!!! Makasih yaa!!!" Kata Kanya sambil memeluk Rangga.
Rangga membalas pelukan Kanya.
"Sekali lagi happy birthday, semoga kamu selalu bahagia!" Ucap Rangga tulus.
"Makasih kak!" Ucapnya sambil mendongakkan wajahnya menatap Rangga.
Rangga balas menatap Kanya. Dengan lembut ia mengecup kening Kanya.
Kanya terdiam!
Baru kali ini Rangga mengecupnya. Wajah Kanya bersemu menahan malu. Ia mengurai pelukan Rangga.
"Makasih kak! Aku masuk dulu, udah malem!" Ucap Kanya sambil menunduk tak berani menatap Rangga. Rangga menggangguk dan berbalik badan pulang.
----------------------Oooo_oooO-------------------------
Hai, terima kasih sudah membaca karya pertama saya.
Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan dan kekurangan dalam penyajian cerita. penulis masih dalam tahap belajar.
mohon saran dan kritiknya di kolom komentar ya.
Jangan lupa like dan Vote nya.
Terima kasih 😊😊😊
nikahnya ma siapa yah??
lophe lophe akuh padamuuu thoR🥰
lanjut ya thor ceritanya benar benar keren
semangat thor
so sweet baget sih. thor terima kasih cerita bikin baper up lagi ya thor semangat 🙏🙏😊