Pertemuan yang tak di sengaja dalam sebuah pesawat. Hingga menimbulkan ketertarikan dan akhirnya menghadirkan benih cinta di hati seorang pria tampan
Arley Mahardika Altezza pada seorang
gadis cantik Attilah Nasya Ardilla (Ana).
Sementara sang Presdir mempunyai kekasih yang telah dijodohkan dengannya karena balas budi.
Kisah cinta mereka semakin rumit setelah di ketahui ternyata mereka adalah kakak dan adik, sementara mereka telah melakukan hubungan terlarang.
Bagaimana kisah cinta Presdir tampan bersama adiknya ini selanjutnya?
Mampir dan Ikuti yaah...🙏
Dukung author...🙏
dengan memberi like, rate, hadiah, vote, komentar biar author tambah semangat untuk up terus 😊
Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia. Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
"Tidak perlu berteriak keras begitu Arley. Kau tidak perlu marah seperti itu padaku." Savira balik menyentaknya.
Savira tiba tiba tertawa.
"Kenapa? Kau tidak suka aku menyebut wanitamu itu rendah?" menatap lekat mata Arley.
Arley mengusap wajah dan rambutnya kasar.
"Sebaiknya keluar dari ruang kerjaku Savira,"
katanya tegas, lalu segera berbalik membelakangi Savira.
"Apa kau mengusirku?"
"Aku tidak mau berdebat terus Savira. Sebaiknya kau pulang, aku akan segera ke ruang meeting."
"Kau tetap tidak mau jujur padaku tentang wanita yang bersamamu di hotel?" Savira kembali mengalihkan pembicaraan pada wanita yang di curiganya.
"Sudah ku katakan aku tidak bersama dengan siapa pun Semalam." kata Arley kembali dengan suara keras. Menatap geram.
"Lalu untuk apa kau masuk ke dalam kamar hotel itu? Tatap aku Arley! Jangan menghindari tatapanku." Savira tidak mau kalah.
"Itu bukan aku, jangan menuduhku buruk. Aku tidak suka. Apa ada bukti kau melihat diriku di kamar itu?" kembali Arley menyentak.
"Aku hampir melihat wajahmu Arley, tapi seseorang telah menghapus bukti keberadaan mu di kamar itu." dengus Savira.
"Dengar Arley, aku selalu tau di saat kau membohongi ku dan menyembunyikan sesuatu. Aku tahu kau punya wanita simpanan. Jika aku sampai mendapatkannya, aku akan buat perhitungan dengannya. Aku tidak akan mengampuninya. Kau milikku, dan kau pun sudah tahu kalau kau sudah punya kekasih. Jadi jangan coba bermain gila di belakang ku." kata Savira menekan kata katanya.
Semalam dia kehilangan jejak Arley. Seharusnya Arley ada di kamar itu, karena orang orangnya melihat Arley masuk setelah Riko keluar. Mereka menunggu sampai arley keluar bersama seorang wanita. Setelah mereka ikuti sampai di parkiran, mereka kaget. Bukan wajah Arley lagi, tapi wajah orang lain yang memakai pakaian sama dengan Arley.
Ternyata Arley telah mengelabui mereka. Hal itu membuat Savira geram, karena dia kehilangan jejak Arley dan kehilangan bukti yang nyata. Dan saat mengecek kamera cctv yang di depan kamar hotel Riko, ternyata sudah terhapus.
Pintu di ketuk, masuklah Heru yang tadi sudah keluar karena tidak ingin melihat pertengkaran di antara mereka.
"Tuan, maaf mengganggu. Saya hanya ingin menyampaikan meeting akan segera di mulai."
Heru datang di waktu yang tepat. Memang sengaja dia datang untuk menjauhkan bosnya dari wanita ini. Dia tahu keduanya akan bertengkar dan Arley tidak tahan berlama-lama dengan Savira.
"Aku akan segera ke sana. Dan kau Savira, pulanglah." kata Arley.
"Baik, aku akan pergi. Aku menunggu mu untuk makan malam, dan kali ini kau tidak bisa menolak." kata Savira tegas, lalu segera melangkah menuju pintu dan keluar dengan kekesalan yang mendalam.
Arley menendang sembarang arah dengan geram.
"Apa kau sudah memastikan cctv-nya sudah terhapus Heru?"
"Iya tuan, tidak ada yang perlu anda cemaskan."
"Jangan sampai Vira mengetahui Ana Heru, kau sudah tau orang seperti apa Savira." kata Arley menatap asisten kepercayaannya ini.
Savira orang yang sangat nekat dan bahkan bisa membunuh jika ada yang berani mengganggu hidupnya, apalagi sampai ada yang berani mengambil miliknya.
Dan Arley bukannya takut akan hubungannya bersama Ana di ketahui Savira. Tapi yang di khawatirkan adalah Savira akan menyakiti Ana. Semalam dia berhasil membawa Ana keluar dari kamar hotel Riko dengan bantuan dua orang suruhan Heru. Seorang lelaki dan wanita yang berpakaian sama dengan dirinya dan Ana. Karena dia sudah tahu banyak mata mata Savira yang di perintahkan mengikutinya.
Setelah ke dua anak buahnya yang berperan sebagai dirinya dan Ana pergi dari kamar hotel dan di ikuti oleh orang Savira...Dia segera keluar membawa Ana. Tapi sebelumnya mereka berganti pakaian.
Dengan di bantu oleh Heru dan joy mengeluarkan mereka berdua dari hotel itu.
Heru dan Joy juga mengambil uang di dalam tas yang di sembunyikan Riko. Juga menghapus rekaman cctv yang terpasang di luar dan dalam kamar Riko. Heru dan Joy masih sempat menyalin rekaman cctv yang terjadi di dalam kamar. Selanjutnya Arley membawa Ana ke rumah pribadinya yang tidak di ketahui oleh Savira.
"Tuan, Savira sudah pergi dengan mobilnya" kata Heru begitu mendapat pesan dari Joy.
"Kita tetap harus waspada Heru, kau tahu banyak mata dan telinga Savira tersebar di tempat ini."
"Saya mengerti tuan."
"Dan Heru...terimakasih atas batuan mu tadi. Kau bergerak dengan cepat."
Heru menundukkan kepala.
"Pergilah lebih dulu ke ruang meeting. Aku mau melihat Ana sebentar. Aku khawatir dia mendengar suara perdebatan kami tadi."
"Baik tuan." Heru segera melangkah keluar dan menutup pintu kembali dari luar.
...Bersambung....
Jangan lupa dukungannya ya... 🙏
plisss buat season 2 nya