Alesya Ramania Syahreza, anak seorang pengusaha kaya yang cukup terkenal di kotanya.
Dia merupakan gadis yang sangat centil dan cerewet, tapi ia juga menjadi idola di kampus karena kecantikannya.
Alesya sangat sulit dia atur, bahkan dia sering melakukan hal hal yang seharusnya tidak ia lakukan.
Sampai pada akhirnya papahnya mencarikan supir untuk mengawasinya, awalnya Alesya tidak mau karena ia merasa tidak bebas kalau memiliki seorang supir.
Tapi setelah melihat supir yang begitu tampan ia pun langsung mau, dan pada akhirnya mereka jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manja
Sesampainya di depan lobby rumah sakit, Sean pun langsung turun dari mobil, dan membukakan pintu untuk Alesya, ia tidak tega melihat Alesya yang kesakitan ia pun menggendong Alesya kembali.
Sean berjalan melewati lorong rumah sakit, ia langsung menuju ke loket untuk mendaftarkan nama pasien, ia terlebih dahulu mendudukan Alesya di kursi tunggu. "Sebentar ya aku daftar dulu".
Setelah selesai mendaftar Sean ikut duduk di samping Alesya. "Bertahanlah".
Alesya hanya mengangguk pelan.
Beberapa saat kemudian dokter pun memanggil nama Alesya, Sean langsung membantu Alesya menuju ke ruang periksa.
Sesampainya di ruang periksa, Alesya langsung di baringkan di atas beed hospital, dokter pun segera memeriksanya.
Setelah selesai di periksa dokter segera mencatat resep obat yang harus di beli, ia pun menyerahkannya pada Sean. "Ini pak resep obatnya, dan ingat ya pasien harus di jaga pola makan nya, dan jangan terlalu banyak makan pedas pedas". Jelas dokter tersebut.
Sean mengangguk, dan menerima resep tersebut. "Iya dok terimakasih".
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut, Sean kembali mendudukan Alesya di ruang tunggu. "Tunggu sebentar aku mau tebus obatnya dulu". Ia pun langsung bergegas untuk menebus obat.
Beberapa menit kemudian Sean kembali, ia membantu Alesya untuk berjalan keluar dari rumah sakit.
****
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, Sean pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kau ini sudah tau punya penyakit maag, kenapa kau tidak makan dari pagi!". Ucap Sean sambil terus fokus mengemudi.
"Aku hanya tidak nafsu". Masih sedikit lemas.
Alesya terus mengedarkan pandangannya keluar jendela, mata nya pun tertuju pada restoran ramen yang berada di seberang jalan, ia menepuk nepuk lengan Sean. "Aku mau ramen pedas, berhentilah!".
Sean tidak menghiraukan Alesya, ia tetap fokus melajukan mobilnya.
Alesya merasa kesal karena Sean tidak mau menuruti permintaannya. "Kenapa tidak berhenti!".
"Kau tidak ingat tadi dokter bicara apa, nona tidak boleh makan pedas pedas".
Alesya mengrecutkan bibirnya, ia menyandarkan punggungnya di kursi, sambil melirik Sean dengan sinis dan mulutnya yang terus komat kamit tidak jelas.
Tapi tiba tiba ia tersenyum lebar, dan menatap Sean dengan genit. "Kau ini dokter apa supirku sih?". Alesya pun memeluk Sean dari samping dan menyandarkan kepalanya di pundak Sean. "Sepertinya kau sangat perhatian denganku honey".
"Ekkhemm!!". Sean hanya berdehem.
Alesya pun kembali ke posisi awal, tapi tak mengalihkan pandangannya dari Sean. "Ya sudah lah, nanti aku minta di buatkan sup saja sama bibi".
Beberapa menit kemudian mereka pun telah sampai di halaman rumah, Sean langsung turun dan membukakan pintu. "Ayo turun".
Alesya tersenyum genit. "Aku mau di gendong lagi".
Sean menghela nafasnya kasar. "Nona ayo cepat turun, ini sudah malam".
Alesya pun turun dari mobilnya, ia langsung menggandeng lengan Sean. "Ayo".
"Saya mau memasukan mobil dulu ke garasi".
"Biarkan saja disitu, nanti satpam rumah akan memasukannya". Ia menarik lengan Sean dan masuk kedalam rumahnya.
Sean berusaha melepaskan genggaman Alesya di lengannya. "Lepaskan nona, saya mau tidur".
"Temani aku makan dulu, aku kalau makan sendirian suka tidak habis". Rengek Alesya.
"Minta di temani bibi saja".
Alesya menyandarkan kepalanya di pundak Sean, dan terus bersikap manja. "Aaaa tidak mau, kasian bibi dia kan pasti lelah".
"Saya juga lelah, dan saya ingin istirahat!".
Dengan kesal Alesya melepaskan Sean. "Ya sudah sana!".
"Ini obatnya, nanti jangan sampai lupa di minum". Sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi obat.
Alesya menyilangkan tangannya di depan perut. "Tidak mauu!!".
"Pokoknya harus diminum, biar aku tenang".
Alesya kembali tersenyum dan memandang wajah Sean. "Emmm honey, kau sangat perhatian denganku".
"Bukannya begitu, aku tidak mau saja nanti kau menggangguku lagi saat aku tidur".
"Oke". Sambil mengambil plastik obat yang ada di tangan Sean.
Sean pun langsung beranjak menuju kamarnya, sedangkan Alesya memanggil bi Rukma untuk membuatkannya sup.
Setelah sup sudah siap, ia pun langsung melahapnya hingga tersisa sedikit. Katanya kalau makan sendirian tidak habis, ehhh ini malah nambah berkali kali😂.
Alesya mengelap mulutnya dengan tisu, ia sudah sangat merasa kenyang, ia pun langsung berdiri dari duduknya, dan beranjak meninggalkan ruang makan, menuju ke kamarnya.
Sesampainya ia di kamar, ia duduk di tepi ranjang dan meminum obatnya, setelah itu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan matanya.
aku nyicil baca dan like y thor, aku simpan jd favorite
salam dari aku dan mntan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
bisa aja cri visualnya
7clike buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..