NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Mengubah Takdir / Masalah Pertumbuhan / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.4
Nama Author: anas seanor

Sean Arman seorang pemuda sederhana yang hidupnya di rubah oleh takdir hingga menjadikanya orang hebat yang mampu berdiri di atas kejayaannya

Dia yang memulai kehidupannya dari bawah menjadikanya sosok pria yang rendah hati, dan hidupnya sektika berubah saat Ibundanya (Kartina) yang seorang ratu bisnis menemukan dirinya yang sudah hilang selama puluhan tahun

Namun saat kehidupanya itu mulai berubah, ketenanganya pun di uji oleh masalah masalah yang mulai berdatangan menghampiri nya,

Bisakah Sean Arman menaklukan semua maslah masalah yang datang padanya? simak saja cerita selengkapnya


Cerita ini hanya fiktip belaka dan hanya karangan Author, jika ada kesamaan tokoh atau alur cerita dengan novel lain itu murni faktor ketidak sengajaan (karya pertama, jadi mohon di maklum jika banyak kekurangannya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anas seanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bareng

Setelah Lena membayarnya, mereka pun segera keluar dari toko pakaian itu, dan mereka masuk lagi ke dalam mobil

"Agam, apa kamu lapar?, kita cari tempat makan dulu" ucap Sean,

Mereka sedari tadi siang memang belum makan, dan sekarang kesan Sean pada Agam sedikit berubah karena kejadian tadi, pikiranya salah yang menganggap Agam hanya seorang supir, tapi dia tetap bersikap seperti sebelumnya

"Baik" ucap Agam

Setelah beberapa saat Agam melajukan mobilnya lagi, Merekapun tiba di seuah tempat makan, agam memilih Restoran yang lumayan mewah, karena bagai mana mungkin dengan mobil yang semahal itu dia mencari tempat makan di pinggir jalan, bukan masalah akan melukai harga diri, hanya saja menyesuaikan keadaan saja,

Sean juga tidak banyak menuntut soal tempat, dan mereka pun segera turun dari mobil dan langsung berjalan masuk kedalam restoran itu

Sean dan Lena berjalan berdampingan di belakang Agam, dan beberapa pasang mata pun langsung melihat ke arah datangnya Sean yang kepalanya masih di perban dan wanita cantik yang ada di sampingnya, meskipun Lena hanya memakai celana jeans dan kaos putih yang pas di badan, tapi auranya itu memang sangat cantik, berbeda dari Lena yang biasanya Sean Lihat di Rumah Makan

Sontak mereka pun jadi perhatian beberapa pengunjung lain di sana, mereka langsung menuju meja kosong untuk 4 orang, dengan meja persegi yang tidak terlalu besar, mereka duduk di kursi yang sangat empuk dan nyaman, Lena dan Sean duduk bersebelahan, sedangkan Agam hanya bersebelahan dengan kursi kosong

Desain interior restoranya bergaya minimalis dan elegan, tapi tidak menghilangkan kesan mewahnya, Lena tidak henti hentinya memandang sekeliling dengan tatapan kagum, mungkin ini kali pertamanya dia masuk ke restoran mewah "Tempat makanya menakjubkan sekali kak" ucap Lena,

"Iya" jawab Sean singkat, tidak di pungkiri Sean juga kagum melihat ruangan mewah ini, karena Sean juga kali pertamanya singgah di restoran mewah, hanya Saja Sean tidak terlalu menunjukanya seperti Lena

Pelayan pun segera menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu, Sean dan Lena sempat bingung mau pesan apa, selain pilihannya sangat banyak mereka juga tidak terlalu paham dengan bahasanya, 'tidak ada yang pake bahasa daerah kah?'

Sementara Agam sudah terbiasa dengan tempat seperti ini, jadi melihat Sean dan Lena yang kebingungan itu, Agam pun menyarankan menu yang lebih biasa di lidah mereka, seperti menu daging Steak dengan kentang, Sean dan Lena pun setuju dan mereka pun memesannya

Sean sangatt ingin tertawa terbahak dengan kedesoanya ini, ini sangat berbeda dengan di rumah makan tempat dia bekerja sebelumnya, 'dunia ini memang benar benar berputar' gumam Sean, kemarin dia masih melayani, sekarang dia yang di layani,

Setelah pesanan mereka datang, Merekapun mulai makan dengan kaku, walaupun tidak terbiasa makan dengan garpu dan pisau, tapi mereka tetap menghabiskan makanannya, "Ini sangat enak kak" ucap Lena.

Sean hanya tersenyum kepada Lena, entah kenapa dia juga tidak banyak bicara

Selesai makan, Sean pun segera membayar tagihannya, di agak tercengang juga dengan tagihanya, 'semahal ini kah' pikir Sean, tapi dia tetap bersikap biasa di permukaan,

Selesai makan mereka pun keluar dari restoran, Lena terus senyum senyum saj dari tadi "Huh, benar benar pengalaman yang tidak akan Lena lupain se'umur hidup.

Makasih kak Sean, Lena senaaaaaaang sekali hari ini, Lena pikir ini hari terburuk untuk Lena, tapi sepertinya ini adalah hari terbaiknya Lena" ucap Lena

"Ya sukur lah, akhirnya kamu tersenyuma juga, tidak sia sia kamu ikut aku, aku hampir putus asa membuatmu tersenyum tadi" ucap Sean

Merekapun segera melanjutkan perjalanan mereka lagi untuk ke Rumah Sakit,

Setibanya di rumah sakit mereka bergegas ke bangsal yang Sean tempati sebelumnya, ruangan itu tetap kosong seperti sebelum Sean pergi, tidak ada pasien yang masuk lagi

Di ruangan sebesar ini hanya ada 3 tempat tidur saja, jadi sangat leluasa dengan jarak ranjang satu dan yang lainya lumayan cukup jauh, Sean langsung bergegas untuk mandi, karena 2 hari dia tidak mandi, badanya tidak nyaman,

Lena juga bergegas mandi, karena ada 3 kamar mandi juga di sini , handuk dan alat mandi juga tersedia di dalam, jadi mereka pun mandi bareng (tapi terpisah tentunya)

Agam tidak ikut kedalam, dia seperti biasa hanya tunggu di luar, tidak lama Sean keluar dengan sudah mengenakan pakaian yang tadi di belinya, dia mandi hanya badan saja sedangkan kepalanya masih tidak boleh terkena air, dia solat, dan setelah itu Sean rebahan lagi di kasurnya rawat nya, sekarang hari juga mulai malam

Tidak lama ada beberapa Perawat masuk untuk pemeriksaan ruangan, dan Perawat mendapati Sean tidak memakai impusanya,

"Bapak, kenapa impusanya di lepas, ini tidak boleh di lepas," ucap perawat itu, dia Perawat ganti dan bukan yang bertugas tadi siang, jadi dia mana tau kalau Sean tidak di ruangannya dari tadi dan malah sudah keliling kota siang tadi,

Dia pun harus di ikat lagi ketiang dengan tali impusan, meskipun dia merasa sudah baikan, tapi iTu mungkin prosedur Rumah Sakit,

'ya terima saja lah'. setelah selesai pemeriksaan suster itu pun segera keluar,

Yang Sean heran, Lena yang dari tadi mandi belum juga keluar dari kamar mandi, dan sudah hampir setengah jam semenjak dia masuk,, Sean pun sedikit khawatir

"Len, apa kamu masih di dalam?" tanya Sean memastikan

Lena yang di dalam pun menyahut

"Iyah, ada apa?, Lena belum selesai" ucap Lena

"Oh, tidak, lanjutkan saja" Sean heran, apa yang Lena lakukan selama itu di kamar mandi, Sean mandi paling lama hanya 10 menit,

Dan setelah beberapa saat Lena pun akhirnya keluar dengan sudah mengenakan pakaiannya, Lena sekarang mengenakan piama satin panjang berwarna biru tua, yang terdapat motif kepala Tedi bear, dengan handuk yang melilit di kepalanya juga, itu sungguh pemandangan yang langka bagi Sean

Sean memandangnya dari tepat tidur pasien dengan terpesona, (aku.. terpesona)

Jarang jarang Sean bisa melihat seorang gadis yang baru selesai mandi yang sungguh menggairahkan 'tidak salah kalau ada orang yang menyebutkan wanita itu paling menarik saat mereka baru selesai mandi' pikirnya

Sean jadi membayangkan kalo dia itu istrinya di masa depan dengan situasi seperti itu apa yang akan Sean lakukan, tapi Sean langsung tersadar dari lamunanya itu. Dia mengibas ngibaskan tanganya di depan mukanya, mengusir pikiran itu jauh jauh 'pikiran apa sih ini '

Lena pun memperhatikan Sean yang bertingkah aneh itu "Kak Sean, kenapa kamu begitu melihat Lena?" tanya Lena,

"Ah?, tidak barusan ada nyamuk, aku hanya mengusirnya" ucap Sean

"Masa sih?, sepertinya di sini tidak ada nyamuk, jangan-jangan, kak Sean ngelamunin Lena ya?, kak Sean nakal ih" ucap Lena asal, sekarang Lena sudah berada di kasur tengah yang di sebrang Sean, dia duduk di atas kasur dan menghadap ke arah Sean, dia pun mengeringkan rambutnya dengan handuk

Sean tidak bisa menyangkalnya karena tebakan Lena memang tepat 'apa gadis ini punya indra ke enam, bisa-bisanya dia menebak pikiran ku?' Sean pun menghela napas

"Len apa kamu yakin mau tidur d sini?" tanya Sean

"Yakin,, memangnya kenapa kak?, tidak boleh?, di sini kan kosong, sayang juga kalau tidak di tempatin," jawab Lena

"Bukanya gitu, kita satu ruangan, kamu juga bukan pasien, apa kamu tidak risih kah?" ucap Sean

"Kenapa harus risih, tidak ada siapa siapa juga, ranjang kita juga berjauhan, juga ada tirai ini tutup saja, jadi bisa di bilang kita di ruangan masing masing, iya kan iya kan?" ucap Lena

"Ya ya, mungkin kamu benar,," sean melihat memang ada tirai yang bisa di tutup buka untuk pembatas ruangan di masing masing tempat tidur

"Tentu saja, aku memang selalu benar" ucap Lena

"Juga, kalau pun kak Sean berniat macam macam, Lena juga sepertinya gak bakal risih" ucap Lena bercanda

Mendengar candaan dari Lena itu Sean malah merasa panas dingin sendiri, "Ah sudalah, cepat tidur lebih awal, besok kak Sean antar kamu pulang" ucap Sean berbalik dan memunggungi Lena

"Iya iya baik, selamat tidur kak Sean" Lena pun menarik tirai pembatas di sekeliling tempat tidurnya, dia berbaring dan perlahan dia pun tertidur di sana

Setelah beberapa saat, Sean pun berbalik lagi dan melihat ke arah tirai yang sudah tertutup, dan dia sudah tidak bisa melihat Lena lagi,

Diapun malah merasa sulit sekali untuk tidur, dia hanya terus berguling kesana kemari , mungkin Sean sebenarnya masih ingin melihat gadis ini lagi, tapi setelah beberapa waktu, Sean pun akhirnya tertidur juga

...~°~...

1
falea sezi
kasian rania
falea sezi
cwok plin plan kasih jodoh lain la buat rania cwok skg kaya jd sombong sok sok an milih dia cwek
then_must_nanang
ayo lanjuttt..... ceritanya..... gak masalah istri 2, yg penting disupport istri pertama.
then_must_nanang
lho kan sudah punya cincin kebal, kok tumbang juga
then_must_nanang
Luar biasa
then_must_nanang
suka dg ceritanya... menghibur, semoga kedepannya gak ada cerita sedih atau intrik - intrik...
herna 701
menarik,.....
Arsen
gk bahaya ta....gk bljr management perusahaan dlu. tau² langsung pimpin perusahaan..
Temu Riyadi
bagus
Daffa Bhayangkara
mau bgt punya istri kaya lena, knp lena ga buat aku aja sih:) beruntung bgt sean bisa dapet istri kaya lena
Ajis Mawansyah
pak Arman terlalu egois dan rakus ingin memiliki kedua nya sekali gus baru menikah mala ingin nikah lagi len pun sama juga tdk memikirkan perasaan sesama jenis nya
Ajis Mawansyah
terlalu rakus ingin memiliki kedua nya
Ardina L
ini novel kedua yg aq baca, pemerannya ada yg termakan omongan sendiri, ditmpat lain ada yg berlari disekitaran tempat parkir sambil buka baju, dan ini meamgkak dipelatarn parkir hehe, lanjut kak ceritanya bagus
Masri Sisri
sean,, 🤩
Herman Herman
mantap
Veronica Maria
noh bpknya rania ngeliat dr harta jg. kalau tau sean anak org kaya trs mepet2. hadehh
Veronica Maria
jiah rania2. blom apa2 dah ngelarang2 sean ktmu lena. gmn kalo lo tau dia anak yg punya perush ? dasar cewe aneh
Veronica Maria
kalau cmn mau di saat sdh senang ya keliru besar ei
Veronica Maria
tinggalin aja rania
Lisa Lisa
à
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!