setelah kembali dengan wajah baru, nama Jeha kini berubah menjadi Jehana, dia ingin membalaskan dendamnya kepada keluarg Luic, apakah itu akan berhasil?...
Seperti apa kehidupan pernikahan yang akan di jalani Alvira setelah menikah dengan Leon, peria dingin yang yang tak segam memukul siapa pun yang mengusikya.
Apakah Cinta Alvira dan Leon akan bersatu?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran
"Maaf Nona" Ucap Alva sambil melihat ke arah gadis yang baru saja melewatinya.
Alva tersenyum sendiri melihat ke arah gadis yang baru saja memarahinya.
"Siapa dia?..." ucap Alva dalam hati sambil berjalan kembali masuk ke dalam Aprtments Vira.
Alva duduk di sopa sambil tersenyum sendiri hingga Vira datang menghampirinya lalu berkata!!...
"Kak, Alva kenapa?... seyum -seyum sendiri kaya gitu kesambet ya." ucap Vira meledek.
"Enak saja kalau bicara, tadi itu kaka bertemu seorang gadis cantik berpenampilan tomboi di sini." ucap Alva sambil melihat ke arah Vira.
"What,kaka suka dengan gadis tomboi." ucap Vira sedikit kaget mendengar ucapan kakaknya karna setau Vira.
Alva itu lebih menyukai gadis yang berpenampilan Elegant.
"Ngak tau gue, tapi sumpah cewe ini cantik dan cute." ucap Alva sambil tersenyum sendiri.
"Kakak ketemu dia dimana?..." tanya Vira.
"Di depan pintu Apartments kamu, kakak menabraknya." ucap Alva sedikit sedih.
"Oh, sungguh pertemuan yang sangat buruk." ucap Vira dengan wajah ingin tersenyum.
"Jangan gitu dong, bantuin aku untuk cari tau siapa gadis itu ya, ya, ya." ucap Alva sambil menaikkan alisnya.
"Emmm', bantuin ngak ya." ucap Vira sambil memaingkang jari telungjuknya di pipi seblah kirinya.
"Ih, jahat banget sih, sama kakak sendiri harus mikir -mikir dulu, mau lihat kakak punya pasangan ngak, atau Vira lebih suka lihat aku jomlo terus." Ucap Alva sedikit cengen ke pada adiknya Vira.
"Baik lah, besok Vira bantuin cari tau, tapi sekarang kakak teraktirin aku makan, Vira lapar kak,di sini belum ada persedian bahan makanan, Vira belum sempat belanja." ucap Vira menjelaskan.
"Baik lah,kita mau makan di mana?.. pesan atau keluar makan di resto?..." ucap Alva kepada Vira.
"Keluar saja ya kak, sekalian Vira mau belanja ke supermarket untuk mengisi kulkas Vira yang masih kosong.
"Oke, Let's get out." ucap Alva sambil berjalan keluar dari Apartments Vira.
sementara Vira masuk ke dalam kamar mengambil tas yang berisi dompet dan hape dan tak lupa kunci mobil Vira.
Sesampai di lobi Apartments, Alva menunggu Vira yang baru ke luar dari pintu lif.
"Kak Alva jahat banget sih tinggalin Vira." ucap Vira sambil memanyungkang bibirnya.
"Ngak usah di tunggu kamu itu sudah besar, ngak akan ada yang berani nyulik kamu, walaupun ada kamu kan tinggal membangtingnya." ucap Alva dengan nada meledek.
"Iss, kak Alvaaaa." ucap Vira sambil melihat ke arah sang kakak dengan pandangan ini menguliti wajah kakaknya.
"Oke, oke, kakak nyerah." ucap Alva sambil menaikkan tangannya.
"Ni kunci mobilnya,kakak yang nyetir mobilnya ya." ucap Vira sambil menyerahkan kunci mobilnya ke pada Alva.
"Oke princessnya Alva perintah akan saya segera laksanakan." ucap Alva sambil mencubit pipi Vira.
Dan tampa sepengetahuan mereka seorang wartawan sedang meliput kegiatan Vira dan Alva,mulai dari makan malam hingga,ke supermarket hingga Alva bermalam di Apartments Vira.
Sesampai di depan sebuah Restaurant mewah yang bernama.
Shish Mahal sebuah restaurant India yang berada di pusat kota Singapura.
Vira memesan Laksa sementara Alva memesan Roti cennai dan kari ikan, setelah memesan makanan.
Vira dan Alva sesekali bercanda sambil memegan tangan satu sama lain, itu membuat reporter yang mengikuti Vira jadi tersenyum kesenangan.
aku gk setuju kalau Leon meninggal 😭