NovelToon NovelToon
Prahara Cinta Dua Saudara

Prahara Cinta Dua Saudara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dosen / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sensen_se.

Siapa sangka, jika pesona dingin seorang dosen mampu memikat hati dua perempuan kakak beradik.

****

Bryan Atmaja, dosen muda yang tampan selalu ketus dan dingin terhadap orang asing. Namun begitu lembut dan penuh kasih terhadap orang-orang yang dia sayangi.

Andin Mulia Pratiwi gadis polos sederhana yang tidak pernah mengenal cinta. Ia dijadikan asdos oleh dosen ganteng bernama Bryan Atmaja, yang pernah mencintai sahabatnya. Andin tidak percaya ketika cinta itu telah berlabuh untuknya.

Dewi Permata Putri, kakak kandung Andin juga jatuh cinta dengan Bryan sejak pandangan pertama. Bagaimana kisah segitiga itu berlangsung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TRAGEDI

Andin tersadar, ternyata bukan sekedar ilusi semata. Tapi ini sebuah kenyataan. Andin bergegas turun dari motor, ia tidak berani menatap dosen itu.

Andin menundukkan kepala, ia berjalan masuk ke rumah. Bryan mengerutkan kening, ia melepas helm lalu mengekori Andin masuk ke rumah.

"Andin!" panggil Bryan menghentikan langkah gadis itu.

Andin menoleh, "Iya?" sahutnya.

Bryan berdiri di depannya lalu melepaskan helm dari kepala Andin. Kedua mata Andin menatap ke atas.

"Ma ... maaf, Pak. Terima kasih sudah mengantar. Saya mau ganti baju dulu," pamit Andin berjalan cepat ke rumahnya.

Bryan terkekeh geli melihat tingkah Andin yang begitu menggemaskan di matanya. Apalagi ditambah rona merah pada kedua pipinya semakin membuatnya terkesima.

"Mungkin harus menunjukkan dengan perilaku dulu, bukan sekedar kata-kata," gumam Bryan pelan.

Bryan lalu kembali ke motornya, menunggu Andin sembari memainkan ponselnya. Andin benar-benar telah menyita sebagian hati dan pikirannya.

Andin terkejut ketika keluar dari rumahnya. Dia pikir, Bryan hanya mengantarnya pulang tapi ternyata menunggunya untuk berangkat bersama.

"Kok Bapak belum berangkat?" tanya Andin memeluk beberapa buku.

"Nungguin kamu," sahut Bryan memasukkan ponsel di saku jasnya.

"Ayo!" imbuhnya lagi.

Andin lalu naik ke motor dan mengenakan helmnya. Dia bersembunyi di balik punggung kekar Bryan, menyembunyikan senyum haru dari bibirnya.

"Pak, saya takut diserang fans garis keras Bapak," seru Andin ketika Bryan mulai melajukan motornya perlahan.

"Kenapa? Biar mereka semua tahu, kalau aku cuma mau kamu," pekik Bryan menoleh melirik ke belakang. Keduanya bersuara lantang karena suaranya terbawa angin.

"Kenapa saya?" tanya Andin bingung.

"Kamu itu unik, lucu dan di dekatmu jantungku selalu bertabuh kuat!" tandas Bryan.

Andin menelan saliva yang terasa keras. Dalam hatinya bertanya-tanya apakah Bryan serius dengan semua ucapannya? Atau hanya bualan semata. Entahlah hanya Tuhan yang tahu.

Bryan kembali menarik tangan Andin, meletakkannya di dadanya, "Rasakanlah, setiap detaknya selalu menyebutkan namamu," ucapnya pelan menolehkan kepala sekilas, namun masih fokus melajukan motornya.

Andin tertarik ke depan. Dia mendengar dan merasakan dentuman suara jantung, bahagia? Tentu. Tapi Andin tidak sepercaya diri itu. Dia masih belum cukup yakin, pantas atau tidaknya ia bersanding dengan dosen tampan itu.

...----------------...

Hari-hari berlalu, Bryan terus menunjukkan perhatiannya pada Andin. Dia ingin meyakinkan Andin terlebih dahulu. Bryan terus memberikan banyak tugas untuk Andin, tentunya hanya alasan saja agar Bryan selalu berada di dekat Andin.

Dalam kebersamaannya itulah Bryan tidak menyia-nyiakannya. Meski sesekali Bryan menjahili Andin, namun ia lebih banyak memperlihatkan keseriusannya.

Dewi masih tidak menyerah, dia terus gencar mendekati Bryan. Meski sering menerima penolakan, tapi gadis itu kepala batu. Dia masih terus berusaha meraih hati Bryan.

Di suatu malam, Bryan mengantar Andin pulang. Kala itu Dewi baru pulang kerja, dia ingin mengajak makan malam Bryan. Dewi menghubunginya ketika sudah sampai di depan bangunan apartemen Bryan, namun tidak ada jawaban.

"Sial! Kenapa sih, dia selalu menolak ajakanku!" geram Dewi membanting setir mobil.

Dewi terkejut kala hendak menyalakan mesin mobil, matanya menangkap motor Bryan. Satu hal yang membuatnya geram, Bryan tidak sendiri. Melainkan memboncengkan seorang perempuan.

Dewi mengikutinya dari belakang sambil menahan kecemburuan. Bryan mengendarai motornya santai, sambil bersenda gurau dengan Andin.

Seperti biasa, Bryan selalu melingkarkan lengan Andin pada perutnya. Sesekali memegangnya di saat jalanan yang rata. Dewi mengikutinya dengan jarak yang cukup jauh. Sampai dia kehilangan jejak karena tertahan lampu merah.

"Ah! Sial!" seru Dewi.

Tanpa diduga, tiba-tiba di jalanan yang sangat sepi mereka dihadang beberapa orang bertubuh kekar. Tawa Bryan dan Andin terhenti seketika. Bryan menghentikan motornya, ia menatap tiga orang yang berdiri di depannya.

Andin ikut turun, namun masih memegang erat jas yang dikenakan Bryan. Andin bersembunyi di balik punggungnya.

"Pak," panggil Andin gemetar ketakutan.

"Serahkan barang-barang kalian!" teriak salah seorang pria kekar itu.

Bryan mengepalkan tangannya, matanya menajam, gerahamnya mengetat. Bryan melepaskan tangan Andin memegang kedua bahunya.

"Kamu jangan ke mana-mana, diam aja di sini, okay?" tukas Bryan menangkup kedua pipinya lalu melangkah mendekati tiga orang itu.

Dua orang baku hantam dengan Bryan. Dia sangat lihai dalam melumpuhkan lawan-lawannya. Namun salah seorang berlari mendekati Andin saat ia mencoba menghubungi seseorang.

Orang itu merampas tas juga ponsel Andin dengan kasar. Andin gemetar ketakutan. Bryan yang melihatnya melibas dua orang di hadapannya dengan seluruh kemampuannya.

"Andin!" teriaknya berlari menghampiri.

Orang itu melilitkan lengan pada leher Andin dan menodongkan pisau di depan wajahnya. Andin memejamkan kedua matanya. Bulir air mata mengalir dengan deras.

"Pak," lirih Andin menahan lengan kekar di lehernya.

"Jangan mendekat! Atau aku bunuh dia! Serahkan dulu barang-barang berhargamu!" ancam orang bertubuh kekar itu.

Napas Bryan tersengal-sengal. Kedua tangannya merentang ke depan, menenangkan orang itu agar tidak melukai Andin.

"Ok, lepasin dia." Bryan merogoh kantong menyerahkan ponselnya.

"Dompet!" pekik orang itu lagi.

Bryan mengambil dompetnya dan mengulurkan dua benda itu. Orang itu lalu menghempaskan tubuh Andin membuatnya meringis kesakitan.

Belum sempat menyentuh barang-barangnya, Bryan melakukan perlawanan. Sialnya Bryan di tusuk bagian perut sebelah kiri juga lengan kirinya.

"Pak Bryaaaan!" jerit Andin berderai air mata.

Para begal itu melarikan diri membawa benda-benda berharga Andin dan Bryan. Andin panik seketika. Dia berlari memeluk pria itu dari belakang.

"Pak, ya Tuhan darahnya banyak sekali. Tolong! Tolong siapa pun tolong kami! Tolong!" jerit Andin sampai suaranya serak diiringi ketakutan luar biasa.

"A ... Andin," ucap Bryan merintih.

"Jangan bicara lagi, Pak. Ya Tuhan darahnya semakin banyak keluar." Andin gugup dan semakin panik.

Bryan meraih jemari Andin, memegangnya erat. "A ... Andin, A-ku sa-ngat men-cintaimu," aku Bryan terbata-bata hingga melemah. Sampai pada akhirnya ia tidak sadarkan diri.

"Pak! Bertahanlah. Aku juga mencintaimu, Pak. Berjanjilah untuk bertahan, aku mohon. Aku sangat mencintaimu, Pak. Tolong! Siapapun tolong kami!" teriak Andin menolah-nolehkan kepalanya.

Andin terus memeluk erat tubuh Bryan. Pakaian yang dikenakan Andin turut berlumuran darah. Takut, Andin sangat takut terjadi sesuatu dengan Bryan. Air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya.

Bersambung~

1
De2130
hahaha lucu
elis khen
kok gk lanjut thor?
nobita
masa depan Arman itu Dewi..
nobita
iyaa ini lamaran di rumah sakit.. sepesial buat kamu Andin...
nobita
jadi gemes dehh.. dengan sikap dua sejoli itu...
nobita
kesempatan dalam kesempitan.. Bryan bisa memeluk Andin...
nobita
sampek Bryan gak sengaja nyium punggung tangannya Andin... gak sadar dia... terlalu khawatir berlebihan...
nobita
seperti kisah nyata ini... reel... author emang the best... pemilihan alur ceritanya mantappp...
nobita
yup aku mampir di karyamu yg ke 3
𖣤​᭄☘𝑺ᴇᴎᴤᴇᴎ͠ ⍣ᶜᶦᶠ//@sensen_se: terima kasih banyak kak ❤❤
total 1 replies
Omha Achun
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
bagus
ros
Luar biasa
Fatimah Azzahrak⃟K⃠
Judul menarik isi cerita juga menarik 😭
Fatimah Azzahrak⃟K⃠
Cerita nya bagus ni buat awalan tir
Atiah arini
lanjud bagus
Dayu Dwita
Keren banget
Sarah Harona
ini ceritanya lbih seru dri gandi chaca trimakasih thor semangat
𖣤​᭄☘𝑺ᴇᴎᴤᴇᴎ͠ ⍣ᶜᶦᶠ//@sensen_se: terima kasih banyak sudah mampir kak... mampir juga di karya lainnya yuk ☺
total 1 replies
Sarah Harona
karyamu keren Thor sangat menarik
Sarah Harona
karyamu keren banget Thor
sepriadi sepiisfa
nuhun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!