NovelToon NovelToon
Married With Dosen

Married With Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:214k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosyda19

Ini kisah tentang mahasiswi yang menikah dengan dosen di kampusnya. dosen muda dan tampan tetapi memiliki sikap dingin sekaligus menyebalkan dan sialnya Hamra, nama mahasiswi tersebut, menyukai dosen itu.
Dosen baru yang tanpa permisi telah mengobrak-abrik hati dan pikiran Hamra.
Banyak hal yang tak terduga terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosyda19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Pengantin Baru?

Tepat pukul empat dini hari Azan sayup-sayup suara mengaji dari masjid membuat seorang perempuan terbangun dari tidurnya. Namun, ia merasa aneh saat akan bangun ia merasakan perutnya terasa berat.

Ia melihat ke bawah ke arah perutnya ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya seketika ia berteriak sehingga

membangunkan sang pria yang tidur di sebelahnya.

“Kenapa teriak-teriak sih de subuh-subuh gini?” tanya sang pria. Bukannya menjawab perempuan itu malah berteriak dan menanya balik.

“Kok ada bapak disini, di kamar aku peluk-peluk segala lagi. A..... aku gak pake kerudung bapak jangan lihat?! Ih... kok aku gak pake baju” teriak Hamra semakin heboh.

“Kita kan udah nikah kemarin, masa kamu lupa.”

“Lah jadi itu bener? Aku kira cuma mimpi. Terus kenapa aku gak pake baju, bapak juga?” Hamra merasa heran dengan keadaan ia sekarang.

“Ini nyata sayang. Masa kamu lupa sih waktu semalam ngapain aja.”

Ketika kata sayang terucap pipi Hamra langsung memerah dan Arka sangat menyukai itu. Hamra akan  mengenakan kerudungnya. Namun, langsung di cegah oleh Arka.

“Gak usah di kerudung sayang kalau cuma kita berdua di kamar. Kan sudah sepakat kemarin malam, coba deh inget-inget."

Flashback on.

Setelah mengerjakan sholat isya dan shalat dua rakaat yang Hamra sendiri tidak tahu itu shalat sunnah apa. Arka meminta Hamra untuk membuka mukenanya.

“Tapi aku malu, A”

“Gak apa-apa, kan Aa suami ade gak akan dosa. Biar Aa yang buka ya,” pinta Arka tidak ada jawaban dari Hamra yang langsung diartikan iya oleh Arka.

Namun, ketika Arka akan membuka mukena Hamra sang pemilik mukena itu mundur menghindari Arka.

"Jangan sekarang dehhh, ya ya ya," tawar Hamra yang di balas gelengan oleh Arka. Tidak menyerah Hamra menampilkan wajah memelasnya agar Arka luluh dan tidak jadi membuka mukenanya tapi ya namanya Arka dia juga kekeh dengan pendiriannya itu.

Akhirnya Hamra hanya bisa pasrah toh Arka adalah suaminya nanti yang ada ia akan berdosa jika menolak permintaan suaminya itu.

Dengan mengucapkan bismillah Arka membuka mukena Hamra, dan terpampang lah rambut Hamra yang panjangnya sepinggang dan terurai indah. Hamra menunduk hingga wajahnya tertutupi oleh rambutnya.

Arka mengangkat pelan kepala Hamra sambil berucap. “Mulai sekarang kalau di kamar atau cuma kita berdua kamu gak usah malu untuk buka jilbab mu ya.” Hamra mengangguk dengan wajah yang sudah memerah membuat Arka reflek mencium pipi kanan Hamra yang malah membuat Hamra membeku.

Arka membacakan doa sembari tangannya berada di puncak kepala Hamra setelah selesai ia mencium kening Hamra, lalu kedua bola mata Hamra lalu terus turun dan berlanjut ke kegiatan yang sudah menjadi kewajiban mereka.

Pliss aku ngetiknya gemeteran takut terlalu vulgar:( tolong aku masih jomblo:(

Flashback off.

Setelah mengingat itu semua secara otomatis wajah Hamra memerah dengan segera ia menenggelamkan seluruh badannya di bawah selimut, Arka yang gemas dengan tingkah Hamra dengan sengaja menggoda istri kecilnya itu, entah dengan menarik selimut atau mencolek pinggang Hamra yang tertutupi selimut.

Merasa kasihan dengan istrinya yang berada di balik selimut Arka menyudahi acara menggoda Hamra, lebih baik ia mengajak Hamra untuk mandi karena sebentar lagi azan subuh berkumandang.

"Udah gak usah malu mandi dulu sebentar lagi azan subuh atau mau mandi berdua?" Namun tetap saja Arka suka menggoda Hamra karena baginya melihat wajah Hamra yang sedang blushing membuatnya gemas.

"Bapak dulu aja yang mandi," jawab Hamra seketika ketika mendengar kata mandi bareng.

"Bapak lagi manggilnya."

"Eh... salah aa maksudnya. Sana aa dulu yang mandi aku malu ke kamar mandinya masa harus pake selimut ke kamar mandinya,nanti aku siapin perlengkapan shalatnya," ucap Hamra, Arka memilih mengalah jika ia menggoda Hamra lagi yang ada nanti ia akan telat shalat berjamaah di masjid.

Setelah Arka keluar Hamra dengan segera memakai pakaiannya yang berserakan walau sedikit sakit ia tetap memaksakan lalu Hamra menyiapkan baju, sarung, peci, dan sajadah Arka untuk shalat berjamaah di masjid. Lima belas menit kemudian Arka masuk ke dalam kamar menggunakan kaos dan handuk yang menutupi dari pinggang sampai lutut lalu dengan buru-buru Hamra mengambil pakaian ganti dan handuknya lalu melesat ke kamar mandi Hamra masih malu jika berhadapan dengan Arka.

Seusai sholat Arka membaringkan tubuhnya di kasur karena cuaca sangat dingin, sedangkan Hamra ia menuju dapur untuk membantu bundanya memasak.

Tepat pukul setengah tujuh Hamra telah selesai memasak. Hamra menaiki tangga menuju kamarnya dan Arka untuk membangunkan suaminya itu. Jangan di tiru ya udah subuh tidur lagi.

“A bangun, sarapan dulu.” Hamra menepuk pelan pipi Arka agar Arka terbangun.

“Hm...” Arka hanya berdehem tidak ada tanda-tanda membuka mata.

“Bangun A udah siang udah jam setengah tujuh, ngebo banget sih.”

“Lima menit lagi,” pinta Arka. Hamra mendiamkan Arka setelah lima menit Hamra kembali membangunkan Arka.

“Udah lima menit, ayo bangun.” Kali ini Arka langsung terbangun dan langsung mencium sudut bibir Hamra membuat Hamra membeku dan lambat laun wajahnya memerah.

Sebelum mendapat serangan dari Sang Istri Arka berlari keluar kamar tepat ketika pintu tertutup.

“Pak Arka!” teriak Hamra sambil berlari mengejar Arka.

“Apa sih Ca pagi-pagi udah berisik?” tanya  Devan sesampainya Hamra di ruang makan. Hamra menatap orang yang ada di ruang makan tapi tidak ada Arka.

“A Arka dimana?” Bukannya menjawab pertanyaan dari Devan, Hamra malah balik bertanya.

“Di tanya kok malah nanya balik, dia di kamar mandi,” gerutu Devan tapi ia tetap menjawab pertanyaan adiknya itu.

Niat ingin memberi balasan kepada Arka harus diurungkan.

Tak lama Arka datang dan duduk di sebelah Hamra dengan sigap Hamra menyiapkan nasi beserta lauknya di piring Arka begitu pun dengan Bunda yang menyiapkan makan untuk Ayah.

“Yang jomblo mah apa atuh,” ujar Devan melihat ayah dan adik iparnya ada yang melayani.

“Makanya nikah, Van,” ucap Ayah Hamra dingin.

“Kalau udah ada calonnya juga udah Devan ajak nikah, Yah,” balas Arka.

“Makanya cari sana bukannya ngurusin kafe terus,” ujar Bunda menohok mendengar itu Hamra menahan tawanya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Devan, bukannya takut Hamra malah semakin menggoda abangnya itu.

“Kafe juga harus diurusin lah bun, kan buat memberi nafkah anak dan istri Devan nanti.

“Minggu depan udah bawa calon ke rumah ya, Van. Kalau nggak nanti bunda jodohin sama anak temen bunda,” ucap Bunda Hamra bermaksud menggoda putra sulungnya itu.

“Idih... bunda kira nyari jodoh gampang apa,” sewot Devan.

“Lah... aku aja yang baru semester dua udah punya suami, Bang,” ucap Hamra mengompori.

“Diem kecebong anyut,” ketus Arka.

"Atau abang mau aku jodohin sama temen aku itu lohh," goda Hamra

Arka yang dari tadi menyimak percakapan keluarga barunya itu sekarang mulai paham darimana datangnya Hamra yang jago menggoda, bukan menggoda dalam artian negatif.

“Arka gimana tidurnya, nyenyak? Mohon maaf ya kamar Ica kecil,” tanya bunda karena sedari tadi Arka tidak mengeluarkan suaranya.

“Alhamdulillah nyenyak bunda. Gak kecil kok bunda, cukup,” jawab Arka sopan ia masih canggung untuk berinteraksi dengan keluarga barunya ini.

Sarapan pun berjalan hangat karena celotehan lebih tepatnya perdebatan antara Hamra dan Devan.

***

Siang ini Arka akan membawa Hamra untuk tinggal dirumahnya. Acara pamitan diiringi oleh tangisan kedua wanita yang berbeda generasi itu.

“Kamu harus sering-sering main kesini ya, minimal seminggu sekali,” pinta Bunda Hamra.

“In syaa Allah, bun, kalau diizikan oleh Arka,” jawab Hamra sambil melirik Arka dengan mata sembabnya.

“Kapan pun kamu mau sayang,” ujar Arka langsung mendapat sorakan dari keluarga istrinya.

“Kami pamit bun, yah.” Arka menyalami Ayah dan Bunda Hamra yang diikuti oleh Hamra.

“Ayah titip putri manja ayah,” bisik Ayah Hamra saat Arka menyalaminya.

Arka memasukkan barang-barang mereka ke dalam bagasi mobil, lalu mereka menaiki mobil. Arka mengklakson sebagai tanda ia pamit.

***

Bener-bener part ini buat aku salah tingkah sendiri, kejadian yang di alami Arka dan Hamra bukan pengalaman pribadi ya karena aku masih sendiri hehe itu asli karena aku sering baca buku jadi tahu sedikit apalagi saat pengajian atau pelajaran di sekolah dulu atau di kampus ada pelajaran IPA dan Fiqh.

1
teudwrdh
the best thor,senyum2 sendiri
Ninie Zika
ko udhan che
Ninie Zika
baper 😘
Ninie Zika
keren jd baper akut bacanya 😘
Fitri
lanjut 💪 kereeen 😍
KarniaWS09
setelah sekian lama akhirnya up. ampe lupa alurnya jdi ulang baca deh..
Trina Susanti
bibit pelakor tendang aja thor
Egik
lanjut thur jangan lama kalo up
Nuri 73749473729
lanjuut ukhtor
Euis Lindawati
lanjut ukhtor
samitha
lanjut ukhthor
jung je woo
lanjut ini aja ukhthor
Sadboy
seru ih , kenapaa ga dilanjut
Dinia Astuti
maaf maksu saya arka salah tulis
Dinia Astuti
kok tidak diperlihatkan pemeran Aria, hamra dan kawannya hamra, kenapa ga dilanjutkan lagi sih ceritanya
Sarie Sheila Subarkah
aku bacanya senyum2 ndiri.. bagus thorr... semangat!!!
dwihadi
sama Thor ,,aku jg senyum senyum sendiri bacax😊😊
Meivira Dian Pragita
kok ngak up thor
Aila Farhati
lanjut
Apa Siapa
Lanjuuut kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!