Kila gadis yatim tomboy yang terpaksa menikah muda karena keluarganya terlilit hutang. Berawal dari Ayahnya yang sakit sakitan membuat Ibunya meminjam uang kepada temannya.
Dengan jaminan ketika anaknya sudah lulus SMA atau sudah umur 18 tahun ia harus bersedia menikah dengan anak laki-lakinya. Karena terpaksa Ibunya Kila menyetujui nya demi sang Ayah sembuh.
Namun Tuhan berkehendak lain, tepat setelah sang Ayah melakukan operasi beberapa menit kemudian ia menghembuskan nafas terakhir nya tanpa berpamitan kepada sang anak dan istri.
Disisi lain Kila harus menikah kepada laki laki yg lebih dewasa darinya yaitu berumur 28 tahun namun demi membayar hutang orang tuanya dia terpaksa menikah dengan laki-laki tersebut.
bagaimana ceritanyaaa,,,,,??
ikutin terus ya ceritanya
jangan lupa komen dan like ya 😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti humairah Azzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17
maaf kalau typo bertebaran dan menggangu kalian membaca
Tapi jika Kila tidak meminta maaf pasti tidak akan ada habisnya. Dan bisa saja Andi tidak membawa nya pulang dan kata kata menginap pasti akan terjadi. Gengsi Kila lebih besar dari pada maaf nya tapi dia ingat kata kata ibunya'Gengsi tidak membuat mu kaya justru akan membuat mu merana' seperti nya kata kata ibunya itu sangat pas seperti yang ia alami.
Kini Andi tengah berada di ruang kerjanya. Ia sambil bekerja sedikit sedikit. Walaupun dia bos di kantor nya...namun dia tidak enak juga kalau dia terus terusan bolos dan semua kerjaannya ia berikan kepada sekertaris nya. Sekertaris nya juga pasti memiliki kesibukan, jadi untuk mengurangi beban sang sekertaris ia membantu nya dengan bekerja di rumah.
****
Sedangkan diruang tamu Kila sedang merana memikirkan apakah dia akan meminta maaf? atau tidak? terus kalau dia meminta maaf apakah Andi akan memaafkan nya?.
Kila mengumpulkan keberanian nya dan mengecilkan gengsi nya. Kini Kila telah berada di depan pintu ruangan kerja Andi
"Huh bismillah" sebelum mengetuk pintu ia membaca bismillah agar gengsi nya tidak kembali membesar karena bisikin setan.
Saat Kila ingin mengetuk pintu Kila berbalik kebelakang. Entah kenapa keberanian yang ia kumpulkan kan tadi menghilang dan kini ia menjadi takut dan deg degan.
"Haduh aku kok jadi takut gini si" ucap Kila sendirian sambil berjongkok entah kenapa kakinya menjadi lemas.
"Huh" Kila membuang nafas nya lewat mulut dan kembali berbicara
"Ketuk,enggak, ketuk,enggak.... Haduh ketuk enggak ya."
"Huh" Kila membuang nafas nya lagi. Kemudian berbicara lagi
"Oke kita ketuk dan meminta maaf... berani berbuat maka berani bertanggung jawab " ucap Kila dan mengumpulkan keberanian nya lagi yang tadi sempat hilang
tuk
tuk
tuk
"Pasti si bocil tuh, tapi dia ngapain...apa ngajak pulang?" Ucap Andi
setelah itu Andi melihat jam tangannya untuk melihat jam
"Astaga udah hampir jam 3"
"Ya masuk" ucap Andi dari dalam...lalu ia fokus lagi melihat ke leptopnya
"O-om" ucap Kila gugup
"astaga aku kok jadi gugup gini si, macem pencuri yang sedang di interogasi" ucap Kila dalam hati
"Hem" ucap Andi yang masih fokus melihat ke leptopnya
"O-om marah ya sama aku... da-dari tadi om diem aja. Se-sejak aku ngelempar om" lagi lagi Kila gugup
"Haduh lidah sialan kenapa gugup lagi si" ucap Kila dalam hati
Andi mengerutkan keningnya, marah? karena apa dia marah? terus tadi katanya Kila melempar nya?kapan Kila melempar nya?
ia pikir Kila datang untuk mengajak pulang. Oh Andi sekarang mengingat nya, kenapa Kila menanya seperti. Oke saat nya memainkan peran gitu la pikir Andi, dia berniat untuk mengerjain Kila dengan hanya berkata hem saja
"haduh dia kok diem aja sih?, apa dia masih marah?" tanya Kila dalam hatinya
"O-om, om kok diem si,om masih marah ya? maafin aku dong...aku kan enggak sengaja ngelempar om. Lagian itu aku refleks ngelakuinnya, maafin ya om" ucap Kila sambil memegang dan menggoyang goyangkan tangan Andi
"Hemm" lagi lagi Andi hanya mengucapkan kata kata singkat itu dan ia masih fokus ke leptopnya
"Berarti om udah maafin aku?"
"Hem" lagi dan lagi hanya itu yang di ucapkan Andi
"Kalo om udah maafin aku, jangan ngomong hem hem aja dong,,terus kalo ngomong itu liat aku, ini malah liat ke leptop... Aku berasa ngomong sama tembok tau enggak" kini Kila tidak lagi gugup. Gugupnya itu telah hilang dan kini menjadi kesal karena dari tadi berbicara Andi hanya menjawab hem dan hanya fokus ke leptopnya.
"Hem"
Karena kesel Kila mendorong Andi.. sampai ia jatuh ke lantai
bruk
Kali ini Andi tidak sewot di saat Kila mendorongnya hingga jatuh. Dan itu membuat Kila menyadari kesalahannya untuk sekian kalinya.
"A-aduh om maaf ya,a-aku enggak sengaja...sa-sakit ya om" kini Kila telah gugup lagi
"Haduh aku kok dorong dia lagi si, sampe jatuh lagi...baru aja satu detik yang lalu aku minta maaf, masak udah buat kesalahan lagi si.lo si badan enggak bisa di ajak kompromi, udah tau dia lagi marah,malah lo dorong dia sampe jatuh. Bisa bisa beneran enggak pulang ni aku gara gara lo badan"ucap Kila dalam hati sambil mengutuki kecerobohannya
"Dasar bocah baru aja sedetik yang lalu dia minta maaf ,eh ini malah di ulangin lagi...bisa bisa kalo gue udah nikah sama dia patah tulang gue di buatnya" ucap Andi dalam hatinya
"O-om maafin aku ya jangan diemin aku kayak gini. Aku mau pulang om" dia diem sejenak lalu berkata lagi
"Bisa bisa yang om bilang nginap nanti terjadi upss!!" yah Kila keceplosan
Andi yang tadi sudah melupakan kata kata 'menginap' kini ia ingat lagi karena perkataan Kila
"Oke cil karna lo gue jadi ingat lagi kalo kita ini itu mau nginap...tadi nya gue si udah lupa sama kata kata menginap itu. Tapi karena lo ngingatin jadi yaudalah kota nginap aja. Dan kita enggak bakal pulang sebelum lo gue maafin!!" ucap Andi lalu dia pergi meninggalkan ruang kerjanya
"Haduh bodoh bodoh bodoh" ucap Kila sambil menampar nampar mulut nya
"Lo kok bisa keceplosan si mulut, cobak gimana ni aku mau pulang. Apa aku naik ojek online aja ya...tapi kan aku enggak punya aplikasinya mau download juga aku enggak punya paket... mau gak mau ni aku nginap di rumah ini"
Sementara di depan pintu ada orang yang menguping pembicaraan Kila. Siapa lagi kalau bukan Andi.
"Rasain lo... jahil si jadi orang. Babay bocil gue mau pulang dan lo tinggal disini sendirian eh ralat deng maksudnya sama mang Udin (satpam di rumah Andi)"
*****
"Astaga gue jadi lupa mau kerumah Kila gara gara kebanyakan di kamar si jadi lupa kan. Hari Minggu aja dah gue kerumahnya sekalian minta temenin belanja" ucap Bila sahabat sableng nya Kila untung saja Kila tidak ikutan sableng.
"Apa gue telpon aja kali ya dia, gue kan udah lama enggak telponan sama dia. Sibuk enggak ya dia"
Deringan ke 3 Kila pun mengangkat telepon dari sang sahabat sableng.
("Halo Kil lo ada di mana?")
("Oh gue ada di luar, kenapa?")
("Ini gue mau minta temenin lo belanja hari Minggu besok bisa enggak?")
("Hari Minggu ya hemm tengok nanti ya,kalo gue lagi enggak sibuk gue telpon lo tapi kalo gue sibuk gue juga telpon lo. Soalnya akhir akhir ini gue lagi sibuk")
("Cek elah,sok sibuk lo emang lo ngapain? kerja lo?tapi bukannya lo dapat beasiswa ya?")
("Woyyy jangan asal menyimpulkan aja ya kalo gue kerja, eh iya tentang beasiswa itu gue tolak")
("What!!lo tolak?") ucap Bila sambil berteriak betapa terkejutnya Bila mendengar kalau Kila menolak beasiswa tersebut
("Woyy sante la lo ngomong nya enggak usah pake teriak segala, untung kuping gue bersih sempat kuping gue ada kotoran nya kayak serangga pasti serangga nya juga terkejut tuh. Bisa bisa keluar lagi dia")
("Ya sori la gue kan kaget aja denger nya. Lo harus jelasin sekarang juga")
("Gue enggak bisa jelasin sekarang,hari Minggu aja dah gue jelasin nya. Gue boleh minta tolong gak?")
("Minta tolong apaan lo?")
("Gue kan ada di luar, tolong jemputin gue dong")
("Lo emang ada dimana? biar gue jemput")
("Nah itu dia permasalahan nya. Gue enggak tau ada di mana")
("Wah gila lo ya, minta jemput malah enggak tau ada di mana. gimana caranya gue bisa jemput lo Bambang")
("Yaudalah kalo gitu bay")
Kila langsung memencet tombol merah untuk mengakhiri telepon tersebut.
"Dih gilak dia yang enggak tau ada di mana eh dia juga yang marah emang gilak tu anak" ucap Bila sambil menggeleng geleng kan kepalanya
*****
sedangkan Kila yang masih betah berada di dalam ruang kerja Andi,berbicara sendirian
"Haduh gini amat ya nasib udah gue enggak tau alamat rumah ini gue juga enggak punya paket buat buka google map. Malah tuh om om marah ama gue"
"Uh oke Kila yang manis, lembut, yang enggak gampang marah, yang enggak gampang kesel, ayo dong keluar. Gue lagi butuh lo ni buat merayu tuh om om dengan kata kata manis"
Berulang kali Kila menghirup nafas lalu membuang nya kembali. Di pembuang nafas yang terakhir Kila berbicara
"Oke gue yakin lo pasti udah muncul, sekarang juga kita turun dan ngerayu tuh om om supaya mau di ajak pulang. Malah udah sore lagi"
Saat Kila turun dari tangga dan masih di anak tangga yang keempat Kila melihat Andi berjalan kearah pintu sambil memegang kunci. Kila yakin itu adalah kunci mobil,, dengan cepat Kila turun sambil berteriak memanggil Andi.
Akhirnya sampai juga. Kini Kila berada di luar dan mengedarkan pandangannya mencari Andi. Dan di saat itu juga dia melihat Andi sedang di parkiran rumah dan mau masuk ke dalam mobil dengan cepat Kila berlari dan berteriak.
"Ooooooom tungguin,om mau kemanaaa"teriak Kila sambil berlari
Andi yang mendengar teriakkan itu langsung mencari asal suara tersebut. Dan ternyata di belakangnya ada Kila yang berlari mengejar nya.
.
.
.
**Hai aku kembali lagi. Maaf ya aku jarang up soalnya lagi sibuk banget di dunia nyata, jadi enggak sempat deh mampir buat nulis di dunia halu. Kalian apa kabarnya? sehat sehat semua kan? kalau lagi enggak sehat semoga cepat sehat ya.
Terimakasih buat yang udah setia nunggu cerita ini up. Cerita yang enggak jelas alurnya.bay👋**
tp suka sih ma ceritanya.
ika widya
Babang Andi ama Qila berantem mulu heran dah^_^
Lanjut terus Kak, Semangat 🤗