"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
interogasi part2
Suasana pantry itu begitu sepi dan lenggang, hanya terdengar suara dengung dari belakang kulkas pantry. Pelukan Nadia terlepas perlahan serts tangannya masih berada pada kedua bahu Nayshi, matanya berbinar-binar memancarkan rasa campur aduk dengan riang meletup-letup.
" Sumpah Nayshii! ini beneran gila! Keenan Zaydan?! " bisik Nadia dengan suara tertahan agar tidak terdengar yang lainnya. "CEO yang dingin kayak kulkas dua pintu itu secret admirer? yang kalo rapat cuma bilang, revisi, oke, kirim laporan dengan wajah datar. "
Nayshi mengangguk pelan, menyunggingkan senyum tipis seraya merapihkan Bunga daisy ditangannya. " Iya Nad, semalem Gue aja rasanya pengen pingsan saking ga percaya.
Nadia menarik kursi pelastik di meja pantry dengan tatapan antusias siap mendengarkan cerita Nayshi. " Pokoknya Lu harus cerita sekarang! Kenapa Pak Arvin sama Bu Clara bisa kerja sama? "
Nayshi ikut duduk dihadapan Nadia, lalu Ia letakan buket bunganya dimeja. Ia dengan senyum manis mengingat kejadian manis semalam. " Kalo Lu tanya kenapa mereka bisa kerjasama yaa karena mereka temen deket saat kuliah. Tapi kenapa Gua bisa dijebak? yaa karena Bu Clara bilangnya Gua dijemput sama supirnya, dan ternyata itu supirnya Keenan. Saat Gua sampai diruangan hanya ada dekorasi marun dan daisy, dan Pak Keenan nongol dari belakang. "
" Gila efforts bangett!!!!. " Nadia menutup mulutnya dan matanya terbelak lebar. " Terus Lu langsung ditembak? "
" Engga, Dia hanya minta izin. " sahut Nayshi dengan pipi yang merona, teringat jelas bagaimana mana momen semalam.
" Izin apa? " desak Nadia dengan tubuhnya condong kedepan menempel ke meja.
" hmm.. izin buat mencintai Gua dan mengenal Gua lebih dalam. " ucap Nayshi dengan menundukkan kepalanya, tatapan malu dan pipi merah merona.
" Aaaaa!!!! terus Lu jawab apa Nayshi Nirwana?!! " tanya Nadia gemas sambil menepuk-nepuk tangan Nayshi.
" Yaa Gua kasih Dia kesempatan. "
" Harus dikasihlah! Gila kalo engga! " seru Nadia heboh. " Coba bayangin Nayshi!!!! CEO kaya raya, gantengnya pake banget terus effort nya tuh nge-efrort banget,dan jahat kalo Lu nolak. By the way Dia anter pulang ga? "
Nayshi mengangguk, namun ntah kenapa ekspresi wajahnya tiba-tiba mendung, dan jari jemarinya memainkan satu sama lain. Ia teringat bagaimana Nadia excited saat mendengar akan ada kerja sama dengan Zaydan group, bahkan Ia yang membayangkan ketampanan Keenan.
Nadia yang tadi senyum-senyum dan terkekeh kecil, merubah ekspresinya menjadi bingung melihat ekspresi Nayshi yang tiba-tiba berubah. " Nay, kenapa Lu? tiba-tiba mendung gitu. "
Nayshi menatap Nadia dengan ekspresi bersalah yang tak bisa disembunyikan. " Jujur Gua sebenernya ga enak cerita ini sama Lu. "
" Ga enak kenapa sih? " tanya Nadia bingung.
Nayshi dengan helaan nafas berat. " Lu tuh kan yang bilang Dia itu sosok laki-laki idaman. " ucap Nayshi dengan suara yang hampir tenggelam dengan keheningan pantry. " Dari awal Lu yang paling heboh bahas kerennya Dia, gantengnya Dia. Tapi malah Gua yang, hmm... dapet perhatian Dia. Jujur Gua merasa bersalah, dan takut kita akan canggung. "
Nadia justru terkekeh mendengar ungkapan Nayshi. " Hahahaha! Nay, Gua cuman kagum aja sama Pak Keenan, dan layaknya kayak Idola. Murni kagum karena visual dan pencapaiannya. "
Nadia meraih tangan Nayshi. " Tapi Pak Keenan jatuh hati sama Lu, karena kerja keras, dan ketulusan Lu. "
Nadia dengan tatapan tulus. " Gue bahagia lihat Lu bahagia. Lagian juga kalo Gue suka sama Dia udah pasti bertepuk sebelah tangan, dan paling penting Lu yang paling berharga. "
Mata Nayshi seketika berkaca-kaca mendengar ungkapan Nadia yang sangat tulus, dan sebulir air mata lolos membasahi pipinya. " Lu beneran ga marah sama Gua Nad? "
Nadia membuang nafas kasar dan menggenggam tangan Nayshi. " Ya engga lah Nay! " ucap Nadia gemas seraya mengusap air mata Nayshi. " Gua seneng bangettttt, Nay. Gue seneng Lu bisa meluluhkan dinginnya kulkas dua pintu! buang jauh-jauh rasa bersalah Lu. "
Nayshi tersenyum lega, rasak sesak di dadanya menguap sepenuhnya, dan Ia memeluk erat tubuh Nadia. " Makasih Nadiaa sahabat terbaik kuuu. "
Nadia terkekeh dengan penuturan berlebihan Nayshi. " Iya, iyaa. Tapi ada syaratnya. "
Nayshi melepaskan pelukan itu, dan kembali dengan wajah serius. " Apa? "
" Biasa aja mukanya. " tegur Nadia dengan terkekeh kecil. " Lu harus cerita kelanjutannya, tanpa dipotong-potong. "
Nayshi tertawa kecil, dan tingkah salting nya kembali. " Dia anterin Gua pulang, dan mampir sejenak untuk nemuin orang tua Gua. "
" Serius! Langsung nemuin orang tua Lu? " tanya Nadia dengan melongo tak percaya sekian kalinya. " Terus Dia ngomong apa sama orang tua Lu? "
" Dia salaman sama kedua orang tua Gue, dan dengen gentle nya Dia minta Izin untuk kenal dan cinta Gua secara terang-terangan. " ucap Nayshi dengan pipi merah merona mengingat momen manis itu.
Nadia bertepuk tangan. " Keren banget emang CEO Zaydan group! Gentle-nya nge-gentle banget. Terus tanggapan orang tua Lu gimana? " tanya dengan antusias dan rasa penasaran yang membara.
" Nyokap Gua heboh banget, sampe bilang mantu idaman. untungnya nyokap ngomong bisik-bisik jadi yaa ga malu-malu banget. " jawab Nayshi menahan malu.
Nadia terkekeh dan membayangkan kejadian tersebut. " Hahaha! kebayang sih Nay. Kalo bokap Lu? "
" Kalo Bokap mengakui keberanian Dia, dan sebelum Dia pulang, Dia kasih buah segar ke Nyokap sama Bokap. " jawab Nayshi dengan pipi yang merah merona.
" Aaaa!!! perfect banget. "
Nadia melihat bunga daisy di hadapannya. " Pantes pagi ini Lu berbinar-binar banget, ternyata sedang di dekat Oleh CEO Zaydan group. " goda Nadia.
Nayshi semakin salah tingkah dibuatnya. " Masa sih Nad?"
" Ga percaya banget. Sebelumnya aura Lu memang keliahatan, tapi tadi jauh lebih kelihatan. "
" By the way boleh ga sih, itu kotak buka sekarang? Gue penasaran, Apa setelah terungkap isinya masih sama atau beda. " lanjut Nadia, Ia sangat penasaran.
" Boleh dong, Gua juga penasaran hehehehe. " sahut Nayshi dengan kekehan kecil sehingga wajahnya semakin matang.
Nayshi membuka kotak itu perlahan dengan menarik pita marun, dan Nadia mengamati dengan seksama.
" Wedehh.. sekarang dibawain bekel plus teh herbal yang ga pernah ketinggalan. " ledek Nadia membuat Nayshi makin-makin.
Saat Nayshi mau menanggapi tiba-tiba dering ponselnya berbunyi, dan terlihat ada yang mengirimnya pesan.
Keenan: Semoga sarapannya datang dengan aman Nona Nayshi. Jika di izinkan nanti malam Aku akan menjemput Nona Nayshi, dan mengajak kesuatu tempat.
Nayshi: Kamu datang aja ke Rumah, dan minta izin langsung ke Mamah dan Papah.
Nayshi melihat pesan itu senyum-senyum. " Akhirnya manusia mati rasa ini, bisa senyum-senyum karena laki-laki. " ucap Nadia dan membuat Nayshi terkekeh.