NovelToon NovelToon
PARTNER OF JUSTICE

PARTNER OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Pemain Terhebat / TKP / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:92
Nilai: 5
Nama Author: Eun_Byeol

Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.

Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.

PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

APAKAH INI PEMBUNUHAN BERANTAI?

Hyejin dilarikan ke rumah sakit sementara Kim Beom Seok di tahan di kantor kepolisian Daejeon dan dimintai keterangan tentang pembunuhan yang telah ia lakukan selama ini.

"Kya tatap aku dan jawab pertanyaan ku! Kenapa kau membunuh Cho Ji Woo dan Han Yuna? Bukankah ia kekasihmu?" Tanya Da Eun yang tengah menyelidiki nya.

Kim Beom Seok hanya diam tanpa mengatakan apapun dan hal itu membuat emosi Da Eun menjadi lebih tinggi terlepas setelah Kim Beom Seok menikam Hyejin.

"Brakkk" suara meja yang di gebrak Da Eun

"Kya… jawab aku!! Kau tuli? Ha? Kenapa kau membunuh Cho Jiwoo dan Han Yuna? Kenapa? Apakah ini pembunuhan berantai ha?" Da Eun menggebrak meja itu karena emosinya tidak bisa terkontrol lagi.

"Kya.. aishh yang benar saja kau… mari kita luruskan oke? Kau akan menyewa pengacara bukan? Kalau begitu silahkan dan menggunakan hak diammu bukan?ah baiklah.. emm tapi tunggu saja sampai kau terbukti bersalah dan akan ku pastikan kau dipenjara dengan orang yang sama seperti psikopat apa kau mengerti ha?" Da Eun meneriaki nya dengan penuh emosi dan membuat petugas lainnya menghampirinya dan menyuruhnya untuk keluar dari ruangan interogasi.

"Aishhh…" "dumm plak.." Da Eun marah dan akhirnya menonjok tembok kantornya sampai tangannya berdarah dan membuat semua orang takut dengan nya.

"Kya.. kalian cepat hubungi pengacaranya dan jangan sampai dia lolos! Apa kalian mengerti?" Da Eun memberikan perintah pada semuanya dengan bentakan yang membuat semua hanya bisa menjawabnya tanpa melihatnya.

"Ya pak.." jawab mereka semua.

Setelah mengatakan hal itu, Da Eun bergegas untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Hyejin.

Sesampai di rumah sakit, Da Eun melihat Hyun Woo yang masih saja menemani Hyejin yang belum sadar dan Da Eun juga melihat bahwa baju Hyun Woo memiliki banyak noda darah karena ia tadi langsung menggendong Hyejin untuk masuk ke ambulans.

"Tuan Hyun Woo.." Da Eun mengapa nya dengan memanggil namanya.

"Ah ya.. anda datang pak kepala Kim?" Hyun Woo yang terlihat habis menangis mencoba untuk mengusap sisa air matanya.

"Yaa.. bagaimana keadaan Hyejin? Apakah ada perkembangan?" Da Eun berusaha bertanya kepadanya.

"Ya dia akan segera sadar kata dokter, dan walaupun ia kehilangan banyak darah tetapi untungnya dia kuat dan dapat bertahan sampai ia bisa diselamatkan di rumah sakit." Jelas Hyun Woo pada Da Eun.

"Ah begitu? Apakah anda tidak ingin mengganti baju anda atau minum jika anda mau akan saya belikan?" Da Eun menawarkan hal tersebut karena melihat Hyun Woo yang terlihat berantakan.

Tak lama kemudian Pak kepala Oh Jun Myeong datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Hyejin, ia sangat mengkhawatirkannya karena sudah menganggap Hyejin seperti putri nya sendiri.

"Hei Hyun Woo-ah bagaimana keadaan Hyejin? Apakah dia baik-baik saja? Apakah ada luka serius?atau dia memerlukan operasi?" Tanya kepala Oh Jun Myeong yang sangat khawatir.

Mendengarkan ucapan Pak kepala Oh Jun Myeong Hyejin sadar dari pingsannya dan langsung menyapa mereka semua.

"Pak kepala oh kenapa anda datang ke sini jauh-jauh?" Tiba-tiba Hyejin menanyakan hal itu dan membuat mereka terkejut termasuk Da Eun yang langsung menanyakan keadaan Hyejin secara langsung dengan ekspresi wajah yang khawatir.

"Oh Hyejin-ah apa kau baik-baik saja?" Da Eun langsung menghampiri Hyejin dan melupakan Hyun Woo dan pak kepala oh yang ada di situ.

"Ya saya baik-baik saja.." Hyejin menjawabnya dengan tersenyum.

Pak kepala Oh mencoba menyingkirkan Da Eun yang berada di dekat Hyejin dan langsung bertanya padanya.

"Kya kau.. kenapa kau sampai di tusuk oleh gaejasik itu ha? Apa kau tidak memikirkan semua orang yang menyayangimu? Bagaimana kau bisa membuat ku sangat khawatir begitu uch yang benar saja,.." Pak kepala Oh sangat kesal pada Hyejin tetapi juga sangat mengkhawatirkannya.

Da Eun yang terkejut karena di dorong oleh kepala oh langsung bertanya padanya.

"Permisi.. siapakah anda?" Da Eun bertanya pada Pak kepala Oh dan membuat Hyun Woo dan Hyejin terkejut.

"Sunbae… akh ini… ini adalah.." ucapan Hyejin dipotong oleh Da Eun.

"Kenapa? Saya bertanya kepada anda.. jadi mohon di jawab ya?" Da Eun terus bertanya-tanya dan membuat kepala oh merasa tidak percaya bahwa ia menanyakan hal tersebut.

"Wah yang benar saja.. Kya kau yang siapa berani-beraninya kau mendekati putri ku?" Ucap Pak kepala Oh pada Da Eun dengan muka kesal.

"Pak kepala Oh dia adalah.." ucapan Hyun Woo juga terpotong oleh pak kepala Oh.

"Kya kau Jangan ikut campur! Aku hanya ingin berbicara dengan badebah ini.. kenapa kau mendekati putriku?" Pak kepala Oh semakin kesal melihat ekspresi wajah Da Eun yang menurutnya sangat tidak sopan.

"Putri? Bukankah Hyejin yatim piatu? Kenapa anda mengaku-ngaku?"Da Eun juga merasa kesal pada kepala oh.

"Kya cukup apakah anda berdua mau berantem di sini dengan melihat saya kesakitan ha?" Ucap Hyejin untuk melerai mereka berdua.

"Sunbae benar aku yatim piatu dari kecil tetapi beliau adalah orang tua angkat saya yang menganggap saya sebagai putri kandungnya sendiridan juga beliau adalah kepala kantor kepolisian Incheon, dan pak kepala Oh perkenalkan dia adalah senior sekaligus Kepala kepolisian Daejeon." Lanjut Hyejin.

"Ya? Orang tua angkat? Ah maaf kan saya pak kepala karena saya terlalu emosional…" Da Eun mendengar hal tersebut langsung membungkukkan badannya 45 derajat karena tidak tahu bahwa beliau adalah ayah angkat Hyejin.

"Apaan ini? Kenapa saat kau mendengar bahwa aku ayah angkat Hyejin langsung bersikap sopan ha?" Pak kepala Oh melihatnya dengan sinis.

"Arghh cukup hentikan pak kepala Kim dan pak kepala Oh karena ini di rumah sakit dan juga Hyejin Sunbae sedang sakit jadi hentikan perdebatan kalian ya?" Ucap Hyun Woo sembari melerai mereka berdua agar masalah nya tidak semakin panjang.

"Ah ya.. kita sebaiknya berbaikan bukan pak kepala Oh?" Da Eun tersenyum canggung.

"Ishhh jika bukan karena di rumah sakit dan kalau bukan Hyejin yang sakit akan ku patahkan tangan mu.." ucap pak kepala Oh yang sinis pada Da Eun.

"Benar.. Hyun Woo-ah kapan aku bisa pulang? apakah kau bisa menanyakan pada dokter?" Tanya Hyejin pada Hyun Woo.

"Ya saya akan menanyakan nya.." ucap Hyun Woo dengan bergegas menuju ke ruangan dokter.

"Sunbae bagaimana dengan pelaku nya? Apakah dia mengakui nya?" Hyejin menanyakan tentang pelaku itu terus menerus.

"Kya jangan terlalu memikirkannya kau harus fokus pada pemilihan mu sendiri.." ucap Da Eun pada Hyejin.

"Kali ini aku setuju dengan mu.. kau harus segera sembuh agar kau mendapati pelaku itu sendiri! Apa kau mengerti?" Tanya Pak kepala Oh pada Hyejin.

"Ya ayah.." Hyejin menjawabnya dengan tersenyum.

Mendengar Hyejin memanggil orang dengan sebutan ayah membuat Da Eun merasa iri dan bahagia.

"Hyejin Sunbae hari ini kau boleh langsung pulang jika benar-benar sehat..." Hyun Woo yang datang dari kejauhan memberitahu Hyejin jika boleh langsung pulang jika tidak ada keluhan apapun.

Akhirnya Hyejin pulang dan diantar kan oleh Kepala Oh dan Hyun Woo.

Dan Da Eun berencana untuk mengunjunginya jika mereka berdua telah pergi meninggalkan Hyejin sendiri.

Da Eun memutuskan untuk kembali ke kantor terlebih dahulu untuk melihat perkembangan pelaku tersebut apakah dia mengatakan sesuatu atau hanya berdiam diri saja.

Sesampainya di kantor kepolisian Daejeon,

"Wakil kepala Nam.. apakah ada perkembangan?" Tanya Da Eun pada nya.

"Ti-ti-tidak ada pak kepala Kim.." jawabnya dengan gugup dan takut jika Kim Da Eun marah.

"Kenapa dia tidak mengatakan apapun apakah dia menunggu seseorang untuk mengatakannya?" Da Eun mencoba menebak-nebak.

Mereka bertiga hanya bisa saling menatap satu sama lain karena takut pada Kim Da Eun yang jika marah maka emosinya sangat luar biasa.

Tiba-tiba Dae Hyun datang ke kantor kepolisian Daejeon.

"Oh Sunbae, halo saya Kang Dae Hyun dari Badan Kepolisian Soul."Dae Hyun menyapa semuanya terlebih dahulu.

"Ya selamat datang.." ucap mereka semua.

"Sunbae apa kau menemukan jam tangan itu? Saat menangkap nya?" Tanya Dae Hyun tiba-tiba.

"Kenapa? Apakah diminta oleh Badan kepolisian Soul?" Tanya Da Eun padanya.

"Bukan begitu hanya saja aku perlu menganalisa nya sebentar untuk jaga-jaga karena dari yang ku tahu jam tersebut memiliki sebuah kamera di dalamnya jadi siapa tahu jika ada kamera di dalamnya dan merekam semua kejadian pembunuhan tersebut,." Ucapnya dengan penjelasan.

"Begitukah? Kalau begitu petugas Choi ambilkan jam tangan Kim Beom Seok dari kotak barang bukti!" Pinta Kim Da Eun pada petugas Choi.

Dan ia langsung memberikan jam tangan nya pada Dae Hyun untuk di analisa.

"Kya cepat kau kabari aku!" Ucap Da Eun padanya.

"Ya.. kalau begitu saya permisi…" pamitnya pada semuanya.

"Ya semoga hari anda menyenangkan.." ucap petugas Park.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!