Sekuel Star on A Dark Night
Satya Efrain Scott
Seorang pengusaha besar sekaligus ketua Klan Mafia besar di Inggris, yang sejak kecil pindah bersama Ayahnya ke Inggris karena perpisahan kedua orangtuanya, meninggalkan ibu dan kedua adiknya.
Namun Satya memutuskan kembali ke Indonesia setelah kematian Arya, adik kandungnya.Tidak disangka, kepulangannya ke Indonesia membuatnya terjebak pada perasaan cintanya pada kekasih adiknya dalam waktu yang cukup lama.Bahkan perasaan itu masih bertahan sampai perempuan itu menikah. Satya memutuskan menikah dengan sahabat kecilnya. Tapi ternyata istrinya pun bukan jodohnya. Dirinya justru terikat dengan seorang Ratu Mafia yang sudah menghancurkan kehidupannya. Akankah Satya jatuh cinta pada Ratu Mafia yang sangat dibencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zas Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 Hati yang Mengingkari
Malam ini di salah satu ballroom hotel mewah di Kota Bandung yang kebetulan adalah milik Satya, berlangsung acara pertunangan antara Samuel dengan Vanny yang dihadiri orangtua, keluarga besar, sahabat, dan semua kolega Samuel, Vanny, juga kolega orangtua mereka.
Vanny dan Samuel terlihat sangat bahagia, terlebih saat semua orang yang hadir ikut berbahagia dengan apa yang dirasakan Vanny dan Samuel, kecuali satu orang tentu saja.
Kevin saat ini hanya duduk bersama Nieva di meja berbentuk bulat berkapasitas 6 orang, masih ada 4 orang tamu yang belum hadir di meja VVIP itu. Sedangkan Bryllian & Vara, Daniel & Danila, juga Brandon & Sharon sudah menempati meja VVIP di sebelah kanan meja Kevin.
Kevin hanya bisa menatap nanar ke arah stage di hadapannya. Vanny yang terlihat begitu cantik dengan rambut panjangnya yang indah tergerai, gaun putih yang panjang menjuntai, serta senyuman yang menambah kadar kecantikannya, kembali mempesona Kevin yang mati-matian berusaha melupakannya selama ini.
Pandangan mata Kevin dan Vanny bertemu selama beberapa detik, namun Vanny segera mengalihkan pandangannya ke arah Samuel yang saat itu memandangnya dengan senyum penuh cinta dan kekaguman.
Kevin masih saja memandang wajah Vanny dengan pikiran menerawang pada kenangannya bersama Vanny, sampai sebuah sentuhan lembut di lengannya dan senyuman manis, kembali menariknya ke dunia nyata.
“Kevin, are you okay?”
Senyum terpaksa mengembang di wajah Kevin yang sendu menahan kesedihan.
“Yeah.. I’m okay.”
Nieva tentu saja tahu kalau Kevin sedang tidak baik-baik saja. Nieva sadar dan mengerti, apa yang dilakukan oleh Kevin padanya 3 hari yang lalu, bukanlah karena Kevin menyukainya, tapi karena Kevin sedang membutuhkan seseorang untuk menghibur dirinya, karena telah benar-benar kehilangan Vanny.
Saat menyadari kenyataan ini, awalnya Nieva merasa marah, karena Kevin terlihat sedang menjadikannya pelampiasan. Namun Nieva berusaha melupakan kejadian itu, karena rasa terima kasihnya terhadap Kevin, yang telah membantunya menemukan alamat keluarganya. Lagipula setelah kejadian itu, Kevin meminta maaf karena menyadari perbuatannya yang begitu kurang ajar terhadap Nieva.
Nieva mendekatkan bibirnya ke telinga Kevin dan membisikan sesuatu.
“Apa kamu ingin pulang?”
Sekali lagi Kevin tersenyum, meskipun masih dengan senyum terpaksanya, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Nieva.
“Tidak Nieva, aku akan tetap disini. Maafkan aku karena memintamu menemaniku malam ini. Aku merasa, kalau aku tidak akan sanggup, jika datang sendiri.”
“Tidak apa-apa Kevin, aku mengerti perasaanmu. Saat ini kamu sedang membutuhkan teman yang baik sepertiku.”
Kevin terkekeh mendengar apa yang dikatakan Nieva, sedangkan Nieva menarik nafas lega, saat melihat Kevin dengan tawanya.
Namun ternyata interaksi diantara Kevin dan Nieva tidak luput dari perhatian Vanny, yang tiba-tiba merasa dadanya diremas begitu kuat saat melihat pemandangan itu.
‘Ternyata kamu sudah menemukan perempuan yang bisa membuatmu tersenyum lagi. Apa yang dikatakan Danila tentangmu yang tidak bisa melupakanku, ternyata salah. Kini kamu sudah menemukan seseorang yang bisa membuatmu tersenyum lagi. Aku tidak boleh egois kan, kamu tidak mungkin menungguku selamanya.’ Batin Vanny.
Sementara itu, seorang laki-laki tampan dan gadis cantik, baru saja memasuki pintu ballroom, sehingga menarik perhatian banyak pasang mata. Tentu saja bukan hanya karena wajah mereka yang rupawan, tapi juga karena wajah mereka yang beberapa hari ini viral di social media juga acara gosip di televisi, setelah photo dan video kebersamaan mereka, beberapa kali tersebar di dunia maya.
Sejak kejadian di perjalanan dari Kawah Putih yang mengejutkan Sasa, memang ada yang berubah dari hubungan keduanya. Kini mereka semakin dekat, meskipun Satya mengatakan kalau saat ini dia sedang tidak ingin berada dalam suatu hubungan. Meskipun hal itu sangat mengecewakan untuk Sasa, tapi Sasa tidak berniat menyerah. Sasa sudah bertekad untuk meluluhkan hati Satya, meskipun sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Satya menghampiri dan menyapa sahabat-sahabatnya, Bryllian, Vara, Brandon, Sharon, Daniel dan Danila yang terlihat begitu senang melihat Satya bersama dengan gadis cantik yang beberapa hari ini digosipkan sebagai kekasihnya.
"Satya, apa kamu tidak berniat mengenalkan kekasihmu pada kami?"
Bryllian memandang Satya dengan menyunggingkan senyum jahilnya, namun tangannya masih setia melingkar di pinggang Vara, seolah menegaskan kalau Vara hanya miliknya.
'Bryllian & Zivara, kalian benar-benar pasangan romantis. Semoga kelak aku dan Satya bisa seperti kalian.' Doa Sasa dalam hati.
"Ini Sasa..Dia.."
"Tidak usah menjelaskan siapa dia, kami tahu semua hal tentang kekasihmu ini. Dia begitu terkenal saat ini."
Perkataan Danila mengurungkan niat Satya untuk menjelaskan bahwa Sasa adalah sahabat kecilnya. Satya tidak mempermasalahkan jika sahabat-sahabatnya menganggap Sasa adalah kekasihnya.
Sasa lalu menerima uluran tangan dari Sharon, Brandon, Danila, Daniel, Bryllian dan Vara secara bergiliran, seraya menyebutkan namanya.
"Saya Saya.. Senang bertemu kalian semua."
"Kita juga senang Sa.. Kamu hebat bisa menaklukan gunung es seperti Satya. Akhirnya Satya punya kekasih juga. Tapi kamu benar-benar cantik, aku yakin Satya tidak akan melepaskan kamu."
Perkataan Vara disambut anggukan dan senyum dari semua yang mendengarnya. Vara merangkul bahu Sasa tanpa canggung, seolah sudah lama saling mengenal. Sasa memandang Vara dengan tatapan kagum seraya tersenyum manis.
'Zivara memang cantik, lembut dan ramah.. Pantas saja jika Satya susah melupakannya.' Batin Sasa.
"Doakan aku ya Zivara, agar aku bisa membuatnya tergila-gila padaku."
Semua orang seketika tertawa mendengar perkataan Sasa yang begitu terbuka. Sedangkan Satya hanya menggeleng kepalanya pelan, melihat tingkah Sasa yang tidak diduganya.
"Sudah, ayo kita duduk Sa.."
Satya dan Sasa duduk di meja yang sama dengan Kevin dan Nieva, setelah dipersilahkan oleh salah satu staff Wedding Organizer yang stand by sejak Satya dan Sasa datang.
Nieva sedikit tidak nyaman dengan keberadaan Satya yang saat ini duduk berseberangan dengannya. Tatapan mata Satya yang tajam kini mengarah kepada Nieva yang seketika mengalihkan pandangannya, untuk menghindari tatapan mata Satya yang begitu mengintimidasi.
Kevin yang menyadari ketidaknyamanan Nieva, segera menggenggam sebelah tangan Nieva yang ada di atas paha Nieva, dan tersenyum begitu manis untuk menghilangkan kegugupan Nieva. Sesaat Nieva terkesima dengan apa yang dilakukan Kevin, namun segera ditepisnya pikiran aneh yang saat ini muncul dalam pikirannya.
Suara deheman yang terdengar cukup keras, mengalihkan pandangan Kevin dan Nieva kea rah sumber suara. Terlihat Satya menyilangkan tangannya di depan dada dengan tatapan mata yang masih belum berubah.
Kevin mengulas senyum tipisnya ke arah Satya, lalu beralih dengan senyuman yang sama dan sedikit anggukan ke arah Sasa yang membalas senyumnya seraya menganggukan sedikit kepalanya sengan sangat sopan.
“Apa kabar Satya? Apa kamu tidak berniat mengenalkan perempuan cantik yang ada disebelahmu pada kami? Dia sudah dikenalkan pada yang lain, masa pada kami tidak?"
Satya mengerutkan keningnya dan memasang ekspresi tidak suka pada Kevin yang masih bertahan dengan senyum manisnya.
“Kamu tadi sudah dengar namanya, tidak perlu dikenalkan lagi."
Jawaban Satya yang terdengar sangat ketus hanya ditanggapi kekehan oleh Kevin.
"Mentang-mentang kekasih baru, sampai tidak rela dikenalkan padaku. Apa kamu takut kalau kekasihmu aku rebut?"
Tatapan mata Satya yang semakin menajam justru membuat Kevin menyeringai menampakan senyum jahilnya. Sasa yang tidak mengerti dengan suasana yang mendadak panas itu, segera mengulurkan tangannya ke arah Kevin.
"Saya Sasa.."
Kevin menyambut uluran tangan Sasa lalu menyalaminya sebentar, sampai uluran tangan Sasa beralih pada Nieva.
"Saya Nieva.."
Satya memandang Sasa dengan tatapan mengintimidasi, seolah apa yang dilakukan Sasa adalah sesuatu yang salah. Tapi Sasa tidak peduli, dia malah tersenyum jahil ke arah Satya yang semakin memelototkan matanya.
Remasan di tangan Kevin membuat Kevin menolehkan pandangannya.
“Nieva, apa kamu ingin menikmati udara segar? Sepertinya hotel milik Satya ini, memiliki banyak spot yang bagus dan nyaman untuk bersantai atau berphoto bersama.”
Nieva hanya mengangguk, seolah suaranya begitu sulit untuk keluar saat tatapan mata Satya tidak lepas dari wajahnya.
'Siapa perempuan ini? Kenapa Satya terus saja memandangnya dengan tatapan tajam?' Tanya Sasa dalam hati.
Kevin berdiri dan menarik pelan tangan Nieva yang masih berada dalam genggamannya, agar Nieva ikut berjalan bersamanya,meninggalkan ruangan yang begitu sesak bagi keduanya.
Kevin dan Nieva kini berada rooftop restaurant yang ada di hotel milik Satya itu. Keduanya sudah menikmati banyak makanan di ballroom tadi, sehingga kini Nieva hanya memesan secangkir Caffe Latte dan Kevin memesan secangkir Americano.
Kevin perlahan menyesap americanonya, diikuti Nieva yang menikmati Caffe Latte dengan hiasan bentuk hati diatasnya.
“Nieva, sebenarnya ada apa antara kamu dengan Satya? Sikap kalian begitu aneh. Apa terjadi sesuatu saat kamu berada di mansion Satya?”
Terlihat jelas raut terkejut di wajah Nieva yang seketika memucat. Tentu saja hal ini semakin menguatkan dugaan Kevin terhadap Nieva dan Satya.
"Tidak ada apapun yang terjadi diantara kami.”
“Tapi sikap kalian seolah menunjukan hal yang berbeda.”
“Ti..Tidak Kevin, benar-benar tidak ada yang terjadi diantara kami.”
“Apa kamu menyukai Satya?”
“Tidak Kevin, tolong jangan asal menebak.”
“Apa Satya pernah menciummu?”
“Ti…Tidak..”
“Kamu terus saja mengatakan tidak, tapi kenapa aku merasakan keanehan diantara kalian ya?”
Kevin kembali menyesap americanonya sampai hanya tersisa setengahnya.
“Hmm.. Kevin, bukan Satya yang menciumku.. Tapi… Tapi aku yang mencium Satya.”
"Apaaaa??"
*************************
Image Source : Instagram (Edited)
Hai readers terkasih & Author2 kece tercintah, maafkan aku yang beberapa hari ini ga up, aku lagi sibuk banget di dunia nyata (bukan so' sibuk lho,haha..) Maafin aku ya..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Maaf ya, kalau comment-nya lama dibalas atau belum sempet mampir karena kesibukanku di dunia nyata.
Tapi aku pasti balas dan mampir balik kok..Maaf ya.. 😊
Love u so much.. ❤❤❤
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
(IG : zasnovia #staronadarknight)