NovelToon NovelToon
Titip Dia Yaa Allah

Titip Dia Yaa Allah

Status: tamat
Genre:Petualangan / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis desa yang sangat sederhana. Dia berjuang untuk bisa mengangkat derajat orang tuanya dengan bersekolah hingga lulus kuliah. Suatu ketika, dalam sebuah kegiatan bakti sosial Gadis ini dipertemukan dengan sosok ketua pemuda yang bijaksana. Karena pisau dapur ibu si gadis hilang saat bakti sosial, dari situlah awal mula kisah cinta mereka bermula.
Semoga kisah ini menginspirasi kita anak muda dalam menyikapi jaman yang semakin menggila.
baarokallahufik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titip Dia Yaa Allah

Semenjak Amar mengirim pesan singkatnya yang berisi ungkapan isi hatinya, dia sudah tak berani lagi menghubungi gadis itu. Dia tau diri, siapa dirinya, dan siapa gadis itu. Mereka terpaut usia yang jauh, selain itu, latar belakang keluarga dan pendidikan juga membuat Amar timbul rasa minder dengan gadis itu. Tapi hatinya selalu berkecamuk nama gadis itu. Sesekali Amar memimpikan gadis yang sudah lama mengisi hatinya. Gadis ayu yang sangat sederhana, dan tentunya itu yang membuatnya tertarik. Tutur katanya yang lembut dan tak suka bercanda dengan lawan jenis. Jilbabnya yang panjang menutup lekuk tubuhnya yang indah berkibar bagai melambai memanggil dirinya. Senyumannya yang tulus, setiap langkahnya untuk menjalankan amanah, dan pemikirannya untuk selalu memikirkan orang lain. Bahkan, rusaknya kampung tempat dia tinggal pun menjadi beban pikirannya.

"Astaghfirullah, Yaa Allah ada apa denganku ini?" kata Amar mengusap wajahnya dengan kasar. Dia bingung harus bagaimana, entah mulai kapan rasa cinta ini tumbuh, dia tak pernah merasakan kerisauan yang sangat hanya memikirkan sosok wanita.

Amar memang tipe laki-laki penyayang, dia sangat menyayangi ibunya, sejak kecil dia selalu berusaha melindungi ibunya dari kejahatan para laki-laki hidung belang. Selain itu, dia juga berusaha menjaga dan melindungi kedua kakak perempuannya yang keduanya sama-sama cantik, dan banyak pemuda di kampungnya yang jatuh hati pada kedua kakak perempuannya. Setelah kedua kakak perempuannya menikah, Amar kembali garang, saat menjaga Adik peremouan satu-satunya. Adi Amar sangat cantik, wajahnya putih bersih, tubuhnya berisi, bodinya sangat bagus, serta dia sangat pintar, selalu berprestasi di kelasnya. Amar sangat ekstra menjaga adiknya yang sudah banyak laki-laki mengantri untuk meminangnya seusai sekolah. Kini, adiknya pun juga sudah menikah, ibunya sudah semakin tua, sehingga sudah jarang bekerja keluar. Amar semakin galau, kini dia telah menemukan gadis yang selama ini dia rindukan. Gadis yang mengisi hatinya, sekian banyak gadis yang mencoba dekat dengannya, tak ada satupun gadis yang bisa menawan hatinya, hanya gadis sederhana, dari kampung bernama Maryam yang kini berhasil mengisi hatinya.

"Apa aku coba hubungi dia ya? Dia jadi kuliah tidak ya?" Gumam Amar sendirian di kamarnya.

Amar: ("Assalamu'alaikum dek Maryam.")

Amar menanti balasan dari gadis diseberang, berharap gadis itu segera membalas pesan singkatnya.

Maryam: (" Wa'alaikumussalam mas Amar.")

Seketika senyum Amar mengembang, dia berbunga-bunga, tidak menunggu waktu lama dia mendapat balasan pesan dari gadis diseberang.

Amar: ("Apa kabar dek? sudan lama kita tak berkabar. Sekitar enam bulan ya? Dek Maryam Sehat?")

Maryam: ("Alhamdulillah baik mas, Mas Amar gimana, sehat?")

Amar: ("Alhamdulillah, mas juga sehat dek. Oya dek Maryam. Dek Maryam jadi kuliah apa kerja nih?")

Maryam: ("Alhamdulillah, kuliah sambil kerja mas.")

Amar: ("Dek Maryam masih ingat kata-kata mas waktu dulu?")

Maryam: (" Maaf, mas. Yang mana ya?")

Amar ragu untuk mengirim pesan lagi, dia berfikir sepertinya Maryam tidak menanggapi serius pesan singkatnya beberapa bulan lalu. Pupus harapannya untuk bisa mendapatkan hati gadis itu. Namun, Maryam membalas pesannya, sepertinya Maryan tau maksud dari diamnya Amar.

Maryam: ("Maaf mas. Apa, pesan mas yang dulu pernah bilang ingin kita pacaran itu?")

Seketika mata Amar terbelalak membaca pesan itu, ternyata Maryam masih ingat.

Amar: ("Iya dek, maaf, mas boleh minta jawaban dari dek Maryam lagi?")

Maryam: ("Maaf mas, Maryam tidak ingin pacaran. Kalau mas mau, mas bisa main ke rumah untuk bertemu langsung bapak dan ibu Maryam. Tetapi Maryam masih harus menyelesaikan kuliah Maryam dulu Mas. Itu permintaan bapak ibu. Jika mas Mau, mas tunggu Maryam mas.")

Amar: ("MaasyaaAllah dek, Maafkan mas yang sudah lancang ya. Memang sedari dulu mas juga belum pernah berpacaran, belum pernah merasakan jatuh cinta, mas berharap, Dek Maryam berkenan menerima mas. Berapa lama mas harus menunggu dek?")

Maryam: ("4 tahun mas.")

Amar: ("4 tahun?")

Maryam: ("Iya mas. Maaf jika terlalu lama. Kalau mas tidak sabar, mas bisa kok mencari gadis lain :-) ")

Amar: ("Mas akan menantimu dek. InshaaAllah mas akan sabar menunggumu. Terimakasih dek.")

Malam itu, Amar merasa sangat bahagia, gadis itu membuka peluang untuk dirinya, meski dia harus menunggu 4 tahun. Waktu segitu bukanlah waktu singkat bagi Amar yang umurnya sudah hampir kepala tiga. Namun, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, dia tak akan menyakiti hati wanita yang dia cintai, termasuk Maryam. Dia akan berusaha untuk setia dengan gadis itu, meski rasanya tidaklah mudah. Karena gadis itu bukanlah gadis yang mau diajak pacaran, bermesraan dan jalan bareng sebelum jadi halalnya. Hanha kekuatan do'a yang mampu dia kuatkan untuk menjaga hatinya dan menitipkan do'a untuk hati gadis itu agar gadis itu juga setia dinanti olehnya.

"Titip dia ya Allah." gumam Amar dalan do'anya seusai sholat.

1
Amin Srgfoo
bagus ceritanya sederhana banget
Dede Dewi: terimakasih kak Amin....😍
total 1 replies
Shila Ibnuhasan
sangat menarik
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Dede Dewi
bagus
ari pudyastuti
cerita yg menarik dn penuh makna yg tersirat dr cerita inii
buat author semngt💪💪💪 teruslah berkarya
Dede Dewi: akhirnya mampir juga dan terimakasih atas dukungannya😍😘
total 2 replies
Hera sasuwe
nyimaak yuup
Dede Dewi: terimakasih atas boom like nya kak... semoga kakak senang dengan cerita ini
total 1 replies
Farida Azizah
So Sweet ka' ceritanya...semangattt buat karya baru lagi yaa...
Dede Dewi: kak,saya sudah buat novel baru lho...
total 2 replies
Farida Azizah
like ka'
Dede Dewi: terimakasih kak... simak novel dede yg lain ya
total 1 replies
ptr_25
up lagi kk.
semangattt berkarya 💪🥰🥰
ptr_25
Yuk semangattt 🥰
ptr_25
uuwww tambah seru thor😘😘

- My Teacher Is Mine-
ptr_25
tambah seru thor😍😍
next

- My Teacher Is Mine-
Dede Dewi
maasyaaAllah terimakasih kak
Dede Dewi
maasyaaAllah. terimakasih kak
ptr_25
triple like
ptr_25
My Teacher Is Mine mampir lagi disini bawa 👍merah thor😍😍
semangattt next 💪💪
ptr_25
semangattt up kk💪💪
My Teacher Is Mine selalu mendukungmu 🥰
Dede Dewi: terimakasih kak...
total 1 replies
ptr_25
hadir kk
next💪💪

- My Teacher Is Mine-
ptr_25
next kk
ptr_25
Ijin promo ya kak. 🥰

yuk mampir di karya aku yang berjudul " My Teacher Is Mine" menceritakan kisah cinta murid dan gurunya.

tinggalkan jejak ya kk🥰🥰💙💙💙
pasti aku feedback 😇😇😇
Dede Dewi: inshaaAllah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!