Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Acara Pernikahan
Zaka menghentikan mobilnya tanpa mematikan mesinnya , dia celingukan mencari asal suara ....jalan yang ia lalui sekarang memang tidak terlalu terang...karena sepertinya lampunya sudah redup sinarnya.
Tiba - tiba ada yang muncul di pintu mobilnya , " Mas....tolong saya ". orang itu pura - pura lemah seperti habis terjatuh , ia mengetuk- ngetuk pintu mobil Zaka.
Zaka menoleh sebentar, tapi saat itu juga dengan cepat Zaka mengegas mobilnya meninggalkan Irna yang kebingungan.
Ya , gadis yang muncul tiba - tiba itu adalah Irna. Mungkin karena Irna berdandan terlalu tebal membuat Zaka berpikiran bahwa yang ia lihat adalah penampakan.
" Sial....malah ketemu mbak kunti , Astagfirullahaladzim .....". Zaka melajukan mobilnya cukup cepat sambil mengelus dadanya .
Irna menghentakkan kakinya kesal , " Kok malah pergi sih , mana udah dandan secetar ini masa enggak di lihat sama sekali, apa dia kira aku setan, menyebalkan , sia - sia aku menunggunya dari tadi ". Irna pun melangkah pulang.
" Gimana caranya bisa berkenalan dengannya , rumah dan tempat kerjanya saja aku tidak tau , jangankan itu , namanya juga aku belum tau ,apa aku tanya sama Ningsih saja ya ".
" Ahh tidak , pasti Ningsih akan curiga dan meledek aku , aku suruh orang sajalah " .
Tapi ,sepertinya usaha Irna untuk mencari tau tentang Zaka benar - benar sia - sia , karena ia tidak dapat informasi sedikitpun dari orang yang di bayarnya.
Hingga acara pernikahan Zaka dan Sri akan segera di gelar.
" Katanya dapat orang kaya , eh ternyata cuma nikahan sederhana saja ". cibir Bu Yati. Ia begitu puas ketika Sri hanya akan mengadakan akad nikah secara sederhana di rumahnya.
Padahal tanpa Bu Yati tau , Bunda Isma dan Zaka sudah menyiapkan resepsi pernikahan yang mewah buat Sri.
Bu Yati memang tidak tau , karena dia memang tidak di undang .
" Kamu mau kemana Ir ?".
" Mau keluar sebentar Ma ".
" Pakai baju bagus dan dandan bagitu jangan bilang kamu mau ke acara pernikahannya Sri ". tebak Bu Yati tepat sasaran.
" Kalau iya memangnya kenapa Ma ?". Irna lebih baik mengaku, ia masih penasaran dengan calon suaminya Sri .
" Mau ngapain Ir , kita kan enggak di undang ,jangan bikin malu , lagi pula apa yang mau dilihat pernikahannya orang miskin Ir , paling juga cuma tenda doang tanpa hiasan , Mama yakin ....makanan yang di sediakan juga makanan sederhana , bisa jadi sayur asem sama ikan asin ". Bu Yati tergelak dengan ucapannya sendiri.
Mama tidak tau saja , tenda pernikahan Sri sungguh bagus dekorasinya , mewah , karena aku dengar Sri menggunakan perias pengantin dati kota yang terkenal itu .
Padahal harganya mahal , apa calon suami Sri benar- benar orang kaya ya......aku harus datang ke sana , waktu itu boleh aja dia kabur , tapi kali ini dia pasti akan terkesima melihat kecantikan aku....
Irna merasa sudah sangat cantik kali ini, dan bisa menarik perhatian calon suami Sri....syukur - syukur ia langsung membatalkan pernikahan itu.
" Kita ??? Mama aja kali yang enggak di undang , aku mah di undang, lagi pula Ma , aku kesana bukan buat Sri , tapi calon suaminya yang bernama Zaka itu, siapa tau dia terpesona dengan kecantikan aku Ma ".
" Tapi Ir , kalau Sri gagal menikah nanti dia ganggu adik kamu lagi ".
" Itu sih gampang Ma , tinggal Mama larang aja pasti Hasan akan memurut, bukannya selama ini Hasan tidak pernah membantah keinginan Mama ".
" Tapi Hasan sekarang mulai berani melawan Mama ..Ir , sampai tidak mau pulang begini ". ucap Bu Yati sendu.
" Urusan Hasan nanti aja di bahasnya ya Ma , aku harus segera berangkat ". Irna tidak lagi menghiraukan Bu Yati yang terus saja memanggilnya.
Irna sudah sampai di rumah Sri , ia langsung mengambil duduk paling depan.
Dari dalam rumah , Ningsih menatap sengit pada Irna. Ia pun mendatangi gadis itu. " Mbak Irna yang cantik, ngapain duduk di sini?".
" Memangnya enggak boleh , yang punya hajat saja tidak masalah kenapa kamu yang komplain ".
Ningsih memutar matanya , " Ck...gini nih kalau bertamu belum sarapan dari rumah , otaknya enggak konek ".
" Kamu ngatain aku Ning ?".
" Mbak - nya coba lihat , ini kan acara walimatul 'ursy , yang di undang bapak - bapak semua , untuk tetangga nanti setelah acara akad selesai, kamu mau ganti kelamin Mbak ". Kesal Ningsih , apalagi para Bapak - bapak sudah mulai berdatangan.
Irna melihat ke kanan dan ke kirinya , ia hanya bisa nyengir saja. " Aku lupa Ning , terus gimana dong ".
" Ya kamu pulanglah !".
" Capek Ning , nanti bedak aku luntur , aku ikut kamu masuk ke dalam ya ". Rengek Irna.
" Enggak , kamu kan enggak di undang , nanti kamu buat kacau lagi ". Ningsih tak bisa bergerak karena tangannya di pegang erat oleh Irna.
" Kita kan tetangga , aku juga teman kalian kan Ning ".
" Teman dari hongkong....ya sudah , kamu duduk di sana saja , awas kalau kamu bikin gara - gara ".
" Janji Ning , enggak akan ". Irna lagi mode penurut. Tak seperti biasanya yang meledak - ledak.
Halaman rumah Pak Umar sudah penuh dengan Bapak - bapak yang memakai peci dan sarung. Tak lama rombongan Zaka datang bersama dengan keluarga besarnya.
Para wanita termasuk Bu Isma di bawa masuk ke dalam rumah. Bu Isma langsung masuk ke dalam kamar Sri.
" Bunda ". Panggil Sri.
" Cantiknya mantu Bunda , Zaka pasti akan terkejut melihat kamu yang secantik ini ". Sri pun hanya tersipu malu di puji oleh calon mertuanya itu.
" Mami cantik sekali , Shena juga mau di dandani kayak Mami, Oma ". Shena mulai merengek .
" Iya iya, Mbak...tolong dandani juga cucu saya, sedikit saja enggak usah tebal - tebal , yang penting enggak tantrum dia ". pinta Bunda Isma.
" Baik Bu ". ucap sang perias tidak mau mengecewakan klien yang membayarnya mahal itu.
Sementara di ruang tamu , Zaka sudah duduk di hadapan Pak penghulu dan Pak Umar , proses ijab qobul akan segera di mulai.
Zaka terlihat begitu terlihat berkali - kali lipat tampannya dalam balutan Jas berwarna hitam dengan peci dan sarung.
Karena itulah , Irna sampai tidak berkedip menatap Zaka dari balik jendela .
Ini mah lebih tampan dari adikku , aku juga mau sama dia , bagaimana bisa Sri selalu di cintai laki - laki tampan....apa dia pake susuk ...
Irna masih larut dalam khayalannya , sedangkan di dalam Zaka sudah mulai mengucapkan ijab qobulnya.
Di tempat lain..
Deg..
" Aku kenapa , jantungku berdetak kencang seperti ini, perasaan aku tidak enak.....apa sudah terjadi sesuatu ya". Hasan berkali - kali mengucapkan istigfar karena entah mengapa, dari sejak semalam hatinya tidak tenang.
Bersambung......
Like dan comment nya ya 😊