(Novel kedua ku, kisah sederhana dan cinta manis 3 pasang anak manusia)
Bintang adalah seorang mahasiswa tingkat akhir disebuah kampus bergengsi dikotanya. Kehidupannya sangatlah sempurna. Ia memiliki keluarga yang hangat, paras yang tampan dan gagah, tubuh atletis dan tinggi. Memiliki kekasih super cantik seorang primadona kampus. Bintang juga menjabat sebagai ketua BEM dikampusnya, jabatan yang sangat bergengsi bagi mahasiswa sepertinya. Ia juga merupakan anak orang kaya bahkan kampus tempatnya menuntut ilmu adalah milik orangtuanya. Namun bagaimana jika ada 3 perempuan yang tergila-gila padanya dan membuat porak poranda hidupnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Jadilah Pemilik Hati Ku
...Please kalau gak suka jangan kasih ⭐ 1 dan komen buruk...
...Please kalau gak suka skip aja please...
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Laras tengah menangis tersedu-sedu. Sudah berjam-jam lamanya Laras menangis dan meratapi nasibnya yang malang. Walau pun Karto berjanji akan menceraikan istri-istrinya namun dihati Laras telah bersemayam kuat Bintang. Ia sangat mencintai pria itu, namun situasi yang harus ia hadapi saat ini juga tidak bisa ia abaikan.
Bisa saja ia bersikap egois dan meminta Bintang membawanya kabur lalu bagaimana nasib kedua orangtuanya nanti. Jika mereka kabur bersama-sama, tentu polisi akan dengan mudah menemukan mereka ber 3. Ia pun juga bingung darimana mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Laras kembali menangis mengingat tidak ada pilihan selain menikahi juragan Karto.
Tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pelan dijendela. Awalnya Laras ketakutan namun terdengar suara seseorang yang sangat ia rindukan. Dengan segera Laras berlari dan membuka jendela kamarnya. Jantung Laras kembali berdetak kencang, didepannya berdiri pria yang sangat ia cintai. Laras kembali menangis terisak-isak saat melihat Bintang.
"Mas" ucap Laras pelan, ia sungguh merindukan Bintang. Bintang dengan cekatan menaiki jendela dan memasuki kamar Laras. Ia segera memeluk sangat erat tubuh gadis itu, Laras juga melakukan hal yang sama. Ia menghirup dalam-dalam aroma maskulin sang kekasih hati, sungguh Laras sangat mencintai Bintang dengan seluruh jiwa raganya.
"Mas, aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Laras dengan suara bergetar. Seluruh dunianya menjadi cerah kembali saat Bintang berada disisinya, ia pun memiliki semangat hidup saat pria ini memeluk erat tubuhnya.
Bintang pun tersenyum, ia segera melerai pelukan mereka dan melumat mesra bibir sang pujaan hatinya. Bintang menyusuri seluruh bibir Laras dengan lembut dan penuh kerinduan. Bintang benar-benar tak melepaskan Laras, ia melumat, menyesap dan menghisap bibir gadis itu tanpa henti membuat tubuh Laras bergetar hebat. Gadis itu terbuai, hati nya berbunga-bunga. Bintang pun melepaskan ciuman nya dan mengecup lembut kening Laras membuat hati Laras makin menggilai Bintang.
"Sayang aku mencintaimu, sangat mencintaimu Ara. Menikahlah denganku sayang, jadilah milikku, ibu dari anak-anakku. Aku mohon Ara, jadilah pemilik hatiku dan dampingi aku selamanya hingga ke surga Tuhan" ucap Bintang sangat lembut membuat tubuh Laras merinding, ia menangis terisak-isak. Laras sangat terkejut, ia bahagia, sangat bahagia hingga tidak mampu berkata-kata. Laras memeluk sangat erat tubuh pria itu dan menganggukkan kepalanya berulang kali membuat hati Bintang bahagia. Senyum manis terkembang diwajah tampannya. Mereka kembali saling memeluk dengan sangat erat.
"Apa yang kalian lakukan ?" hardik sang ayah membuat Laras dan Bintang kaget. Mereka segera mengurai pelukan dan melihat Bayu tengah berdiri dengan wajah memerah.
Pria itu terbangun dari tidurnya saat mendengar suara-suara dari kamar Laras. Ia pun curiga dan segera berjalan dengan pelan menuju kamar anak gadisnya. Bayu membuka pintu dan terkejut saat mendapati Laras tengah berpelukan erat dengan pria asing yang tidak ia kenal. Bayu pun sangat marah.
"Ayah" Laras pun tercekat, seketika ia sadar dengan kenyataan hidup yang harus ia hadapi. Sesaat ia sempat sangat bahagia sampai melupakan situasi sebenarnya yang harus ia jalani. Laras pun melepas genggaman tangan Bintang dan menatap pria itu dengan hati perih.
"Mas..." Laras kembali menangis. Ia tidak sanggup berkata-kata.
"Siapa pria itu Ara ?" tanya Bayu dengan mata memerah. Bintang maju mendekati Bayu dan menyalim tangan pria itu dengan sopan.
"Maaf pak saya tidak sopan dan berani memasuki kamar anak gadis bapak. Kedatangan saya kemari ingin menikahi Laras" ucap Bintang tegas dan tanpa keraguan.
Bayu pun terkaget. Ia berusaha mencerna semuanya dan melihat Laras tengah menangis pilu sambil memandang penuh cinta pada pria itu. Bayu pun menyadari sesuatu. Ia memperhatikan anak muda ini sangat tampan dan gagah, sangat cocok dengan anak gadisnya. Bayu sudah bisa menebak jika mereka berdua saling mencintai melihat sikap keduanya seperti pasangan yang tengah mabuk kepayang.
"Silahkan duduk dulu anak muda" ucap Bayu melunak sambil menunjuk kursi diruang tamu, Laras dan Bintang kemudian duduk bersebelahan. Tak lama Hanum pun keluar, ia heran melihat ada pria asing yang tidak ia kenal.
"Bu, duduk dulu sini" ucap Bayu pada istrinya. Hanum pun menurut dan ia hanya diam melihat mereka sedang terlibat percakapan yang serius.
"Nama kamu siapa dan dari mana ?" tanya Bayu
"Nama saya Bintang pak, asal saya dari Jakarta. Kedatangan saya kemari ingin menikahi Laras namun saya telah memulainya dengan cara yang salah. Maafkan saya pak, buk" ucap Bintang dengan wajah tertunduk. Hanum pun kaget, ia menatap sang suami namun Bayu menyuruhnya untuk diam dulu.
"Apa kau menerima lamaran pemuda ini nak ?" tanya Bayu pada Laras membuat gadis itu menatap Bintang dengan sendu. Ia pun menganggukkan kepalanya pelan.
"Ta...tapi juragan Karto ?" Laras pun bingung.
"Jangan pikirkan juragan Karto nak, ayah ingin kau hidup bahagia bersama pilihan hatimu. Jangan jadikan kami beban"
"Tapi Laras tidak mungkin membiarkan ayah dan ibu masuk penjara" Laras sudah menangis terisak-isak.
"Maaf pak ada apa dengan juragan Karto ? Apa ia memaksa menikahi Ara ?" tanya Bintang penasaran. Bayu pun mengangguk pelan.
"Semuanya karna kebodohan kami nak" ucap Bayu sendu.
"Ada apa pak ? Tolong cerita, saya yakin semua ada jalan keluarnya" ucap Bintang dengan tulus membuat Bayu memandang cukup lama pada pria itu.
Bayu kemudian mulai bercerita semuanya dari awal bagaimana juragan Karto telah berkali-kali meminta Laras menjadi istrinya sampai pada kejadian hilangnya kalung berlian yang menjadikan mereka sebagai tertuduh dan dengan terpaksa menerima pinangan juragan Karto. Bintang pun mengepalkan tangannya kuat, ia yakin hilangnya kalung berlian adalah jebakan Karto untuk menjerat orang tua Laras.
"Bapak tidak usah khawatir, uang 300 juta itu biar saya yang bayar pak jadi juragan Karto tidak bisa memaksa Laras menerima pinangannya dan mereka juga tidak bisa memasukkan bapak dan ibu ke penjara" Bayu, Hanum dan Laras kaget luar biasa.
"Nak uang 300 juta itu sangat banyak, kami tidak mampu membayarnya nanti padamu" Bintang pun tersenyum.
"Saya memberikannya pada Bapak ikhlas, tolong jangan dianggap sebagai hutang" ucap Bintang sementara Hanum dan Laras sudah menangis terharu.
"Nak, apa yang membuatmu mau berkorban begitu besar untuk keluarga kami ? Kami ini hanya orang miskin tidak pantas bersanding dengan orang kaya sepertimu" ucap Bayu khawatir. Bintang kembali tersenyum.
"Pak saya mencintai Laras dunia akhirat dan akan menjaganya seumur hidup. Tolong izinkan saya membuktikan semua janji yang saya ucapkan dengan menghalalkan Laras pak" ucap Bintang lembut, Bayu pun mengangguk dan tersenyum. Entah mengapa hatinya terasa lega, seolah semua bebannya telah hilang dari pundaknya.
...****************...
semangat thoorr!!!!;)