Bercerita tentang Diaz seorang arsitek fresh graduate yang baru saja tiba di Jakarta dan bertemu pelukis ternama yang cantik dan dingin (Rosmalia).
Sampai suatu insiden terjadi, Rosmalia kehilangan tangan kanan nya dan itu membuat nya frustasi lalu berhenti untuk melukis.
"Hujan tak sengaja mempertemukan kita untuk suatu alasan. Salah satu nya mungkin aku bisa menjadi tangan kanan mu!"
-Diaz-
Mampukah Diaz membuat Rosmalia kembali merangkai mimpi-mimpi nya, dan membuat nya melukis lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gafiqih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapan belas
Hujan masih saja turun, Diaz yang sudah rapih pun keluar dari apartemen nya. Dengan sweater hitam polos dan celana bahan abu-abu Diaz sudah merasa paling keren sedunia.
Diaz ingin sekali cepat-cepat sampai taman, dan bertemu Rosmalia. Sambil membayangkan senyum indah Rosmalia, dia pun berjalan di bawah payung hitam nya.
Sesampai nya di taman, seperti biasa Rosmalia sudah menunggu di sana. Dengan jaket berwarna pink dan kali ini dia menggunakan topi berwarna putih.
Diaz menghampiri dan menyapa nya, "Selamat pagi penunggu taman."
Mendengar itu Rosmalia pun tak bisa menahan tawa nya.
"Kamu kira aku ini hantu!" Ujar Rosmalia sambil tertawa.
"Enggg... Gak ada sih hantu secantik lo, tapi kalo ratu nya hantu mungkin ada yang cantik," Ledek Diaz.
"Oke, kalau gitu aku bakal hantuin kamu terus!" Sahut Rosmalia.
"Memang itu tujuan gue, di hantuin sama lo terus," Ucap Diaz.
"Kamu bisa gak sih gak ngeselin, setiap kita ketemu!" Ujar Rosmalia.
Diaz pun tertawa dan berkata, "Walaupun ngeselin tapi ngangenin kan?"
Rosmalia pun memalingkan wajah nya.
"Jadi gimana?" Tanya Diaz.
"Aku gak mau ngomong sama kamu, kamu ngeselin," Jawab Rosmalia yang masih memalingkan wajah nya.
"Selain judes ternyata lo itu ambekan ya," Ledek Diaz.
Rosmalia pun tak menjawab dan masih memalingkan muka nya.
"Ros lihat ke sini," Ucap Diaz.
"Gak mau!" Sahut Rosmalia.
"Ros... Please lihat dulu," Ucap Diaz memaksa kali ini.
Rosmalia pun akhir nya melihat ke arah Diaz dan terkejut.
"Nih buat lo," Ucap Diaz sambil memberikan coklat.
"Ini buat aku?" Tanya Rosmalia.
Diaz menganggukan kepala nya, dan kemudian Rosmalia mengambil coklat itu sambil berkata, "Kamu tahu dari mana kalau aku suka coklat?"
"Gue punya segudang informasi tentang lo," Jawab Diaz sambil tersenyum.
"Gak usah sok manis, pasti kamu tau dari Lily kan?" Tanya Rosmalia.
"Ehhh ketahuan ya," Jawab Diaz.
Rosmalia tersenyum dan berkata, "Terimakasih coklat nya."
Hujan pun turun semakin deras, dan mereka bergeser tempat duduk agar tidak terkena cipratan air.
"Kami tahu gak, selain coklat aku itu suka hujan," Ucap Rosmalia.
"Pasti karena kalau menangis gak kelihatan kan," Ucap Diaz.
Rosmalia menggeleng kan kepala nya dan berkata, "Aku suka hujan karena dia tak pernah mengeluh."
"Maksud nya?" Tanya Diaz bingung.
"Iya, hujan tak pernah mengeluh walau sudah jatuh berkali-kali ke bumi tapi dia tetap melakukan itu," Ucap Rosmalia sambil tersenyum.
"Lo mikir sampai sejauh itu?" Tanya Diaz.
Rosmalia mengangguk kan kepala nya.
"Asataga Ros, masih banyak yang lebih penting dari pada lo mikirin hujan yang gak pernah ngeluh!" Ujar Diaz.
"Kamu itu bodoh ya? Setidak nya kamu bisa ambil sisi positif dari hujan." Ucap Rosmalia.
Diaz tertawa dan berkata, "Sisi positif yang gue ambil dari hujan cuma satu."
"Apa?" Tanya Rosmalia.
"Sisi positif nya adalah, gue bisa ketemu sama lo," Ucap Diaz, "kalau saja misalkan waktu itu enggak hujan, gue gak akan pernah ketemu lo dan gak akan pernah kenal sama lo."
Rosmalia tertawa dan berkata, "Kamu itu benar-benar bodoh ternyata."
"Tapi terkadang cowok bodoh itu banyak penggemar nya loh," Ucap Diaz percaya diri.
"Terserah... Aku tidak perduli, kamu tetap bodoh di mata ku," Ledek Rosmalia.
"Sekarang lo udah bisa ngeledek gue ya," Sahut Diaz.
Rosmalia pun tertawa.
"Stop tertawa seperti itu!" Ujar Diaz.
Rosmalia pun berhenti tertawa perlahan.
"Jadi gimana?" Tanya Diaz.
"Gimana apa nya?" Rosmalia bertanya balik sambil memasang wajah bingung.
"Surprise party nya Lily," Jawab Diaz.
"Astaga, aku hampir lupa!" Ujar Rosmalia.
"Makanya jangan suka ngetawain orang," Sindir Diaz.
"Iya, iya maaf... Kamu ada rencana gak?" Ucap Rosmalia.
"Rencana gue sih standar, kita datang bawa kue buat Lily," Ucap Diaz.
Rosmalia terlihat sedang berfikir dan berkata, "Itu terlalu mainstream, walaupun aku tahu Lily pasti senang."
"Yaudah gitu aja, gue lagi gak ada ide," Ucap Diaz.
"Aku ada ide!" Ujar Rosmalia.
Mereka akhirnya membahas untuk mempersiap kan surprise party untuk Lily. Rosmalia terlihat serius begitu pun Diaz.
Mereka saling memberikan pendapat nya dan mematang kan rencana nya.
Hujan semakin lebat dan jam sudah menunjukan pukul 08:35.
Mereka terlihat sudah punya rencana yang matang untuk pesta kejutan Lily, tapi Diaz terlihat gelisah.
"Kamu kenapa?" Tanya Rosmalia yang melihat Diaz gelisah.
"Hujan nya makin deras, kalau gue jalan walau pun pakai payung pasti basah kuyup sampai kantor," Ujar Diaz.
"Iya juga sih, sekarang juga sudah jam setengah sembilan lewat loh," Sahut Rosmalia.
"Maka dari itu gue bingung sekarang, gue juga gak mungkin ninggalin lo sendirian di sini," Ucap Diaz.
"Tinggal aja gak apa-apa, aku bawa mobil kok," Sahut Rosmalia.
"Astaga Rosmalia... Kenapa gak bilang dari tadi kalau lo bawa mobil," Ucap Diaz kesal.
"Ya kamu gak nanya, kenapa aku yang di salahin!" Ujar Rosmalia.
Diaz pun terlihat kesal dan berkata dengan nada pelan, "Untung aja lo cantik Ros!"
"Apa? Aku gak dengar?" Sahut Rosmalia.
"Udah gak penting, sekarang yang penting lo anter gue ke kantor!" Ujar Diaz.
"Enak aja, kalau mau kamu yang bawa mobil nya!" Balas Rosmalia sambil memberikan kunci mobil nya.
Diaz akhir nya mengambil kunci nya dan membuka payung nya, mereka pun berjalan menuju mobil Rosmalia di bawah satu payung.
***
Mereka pun sudah berada di dalam mobil dan Diaz pun langsung berangkat ke kantor nya.
Bangunan PT. Wica pun sudah terlihat, Rosmalia tampak kagum melihat nya dan berkata, "Kalau dari dekat besar juga ya kantor mu."
Diaz menganggukan kepala nya dan menghentikan mobil nya, Diaz membuka sabuk pengaman nya dan ingin mengambil tas nya yang berada di kursi belakang.
"Kamu turun di sini, gak mau sampai lobby aja?" Tanya Rosmalia.
"Gak usah nanti lo bayar parkir," Jawab Diaz.
"Gak apa-apa masuk aja, aku bawa receh kok." Ujar Rosmalia.
"Bener nih gak apa-apa?" Tanya Diaz meyakin kan Rosmalia.
Rosmalia mengangguk kan kepala nya dan Diaz pun menjalan kan mobil nya sampai lobby.
Sesampai nya di lobby, Diaz berpamitan pada Rosmalia.
"Gue kerja dulu ya, nanti pas jam makan siang gue kabarin," Pamit Diaz.
Rosmalia pun tersenyum dan berkata, "Semangat ya kerja nya!"
Diaz pun mengelus pipi Rosmalia sebelum turun dari mobil dan berkata, "Lo itu bagian dari semangat gue."
Rosmalia yang mendengar itu tersenyum dan memegang tangan Diaz yang sedang mengelus pipi nya.
"Entah kenapa, aku ngerasa bahagia kalau kamu elus pipi ku." Ucap Rosmalia dengan senyum indah nya.
"Gue janji, akan buat lo lebih bahagia dari ini," Ucap Diaz.
Rosmalia mengangguk kan kepala nya dan berkata, "Yuudah, kamu masuk sana udah mau jam sembilan loh."
Diaz melepas kan tangan nya dan turun dari mobil, beberapa orang terpaku melihat Diaz yang turun dari Mini Cooper.
Dengan percaya diri Diaz pun menuju lift dan Rosmalia pun pulang dengan senyuman yang tetap berada di wajah nya.
Wajah Rosmalia berseri-seri seperti sedang melihat surga di depan mata nya.
•••
Dah aku like semua, sama fav dan rete ya..
Salam dari “Eradicate”
Violetta mampir
semangat thor^^
Salam kenal dari "Wanita Di Hidupku" 😍😍😘😘😘😘