NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Dosen Killer

Terpaksa Menikahi Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:38.2k
Nilai: 5
Nama Author: jannah sakinah

Karena kedua orang tuanya penyuntik dana terbesar di kampusnya, Lexa pun menjalani masa pendidikannya dengan sesuka hatinya. Gadis yang memiliki nama lengkap Clara Lexa Viviana ini kerap sekali membuat ulah dan membuat kedua orang tuanya pusing menghadapinya. Karena tak tahan mendapatkan laporan terus menerus dari pihak kampus dan Orang-orang, kedua orang tua Lexa pun memilih menjodohkan Lexa dengan Elvin Zayyan Bagaskara yang tak lain ialah anak dari sahabatnya sekaligus dosen terkiller di kampus Lexa.

Elvin yang terlahir sebagai anak pertama memiliki watak yang keras dan tegas. Bahkan para adik dan keluarganya segan terhadapnya disebabkan dirinya yang sangat berwibawa dan dewasa. Selain berprofesi sebagai dosen, Elvin juga berprofesi sebagai direktur utama di perusahaan keluarganya. Apakah Elvin mampu menghadapi Lexa yang terlahir sebagai anak bungsu dan anak perempuan satu-satunya yang selalu di manja oleh keluarganya?

Cerita ini 100% Munir fiksi📌

Ig: Jannah Sakinah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jannah sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Sesampainya di Mall, ketiganya langsung menaiki Lift menuju Bioskop yang berada di lantai tertinggi Mall itu. Lexa tak melepaskan gandengannya di lengan Elvin membuat Monica muak melihat keromantisan pasangan bau kencur di depannya, tepatnya pernikahannya lah yang masih bau kencur. Elvin memesan tiga tiket sedangkan Lexa dan Monica menunggu di kursi yang sudah di sediakan di dalam sana.

Seperti tidak ada kejadian, Lexa dan Monica pun berbicara seperti biasanya dan pura-pura tertawa di saat salah satunya bercanda. Keduanya bangkit dari duduknya setelah melihat Elvin selesai memesan tiketnya. Mereka datang ketika film akan segera di putar sehingga ketiganya tidak menunggu dalam waktu yang lama.

"Ayo, filmnya sudah mau tayang," ucap Elvin yang di pahami Lexa dan Monica.

Ketiganya pun pergi ke ruang bioskop lalu memasukinya dan mencari tempat duduk yang mereka pesan. Lexa yang sangat posesif dengan Elvin tak membiarkan satu wanita pun duduk di samping suaminya. Ia meminta Elvin duduk di kursi paling ujung, sedangkan dirinya duduk di antara Elvin dan Monica.

Lagi-lagi Monica hanya bisa mendengus kesal melihat Lexa yang tak memberikannya celah untuk berdekatan dengan Elvin. Monica yang badmood pun menonton film di depannya dengan wajah datar. Monica memakan Popcorn miliknya dengan kasar. Tanpa sadar Lexa tertawa kecil dengan tubuh yang sedikit gemetar. Karena Lexa menghimpit Elvin terus, Elvin pun merasakan getaran tubuh Lexa.

"Kenapa?" Tanya Elvin terlihat penasaran dengan ekspresi datarnya.

"Nggak apa-apa sayang," ucap Lexa membuat Monica meliriknya sekilas dengan tatapan tak suka.

Di bioskop, bukannya menikmati film di depannya, Lexa justru sibuk mengganggu Elvin dan memberikan perhatian padanya. Lexa benar-benar seakan membuat keberadaan Monica seperti nyamuk yang tak punya harga diri. Bahkan Lexa dengan senang hatinya menyuapkan popcorn dan minuman ke mulut Elvin. Elvin merasa senang dengan perhatian Lexa walaupun ia tau itu hanya formalitas belaka saja.

Elvin yang tau semua rencana Lexa, hanya mengikuti permainannya, bahkan dia mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mencium Lexa dan mendekap tubuhnya dengan erat. Hal manis yang di lakukan Elvin benar-benar keluar dari konsep rencananya. Lexa sangat kesal Elvin terus mencium dan memeluknya. Bahkan tangannya yang menganggur berada di dalam genggaman tangan Elvin. Ia bahkan tak bisa menarik tangannya itu sebab Elvin sangat erat menggenggamnya.

Monica yang melihat keromantisan Elvin merasa hatinya terbakar. Ia merasa cemburu dengan keberuntungan Lexa yang mendapatkan segala hal yang sangat diimpikannya. Dari keluarga, kekayaan, kasih sayang, Cinta, semua yang ia inginkan didapatkan oleh Lexa. Monica menahan hatinya yang kesal dengan tangan yang terkepal di balik kegelapan. Rahang wanita itu mengeras dengan tatapan lurus ke depan. Ia berpura-pura tidak melihat Elvin dan Lexa agar Lexa tidak merasa menang karena telah berhasil mengalahkannya.

Aku jadi ingin membuang minuman ini ke wajah mereka! Batin Monica yang hanya bisa menahan amarahnya tanpa bisa berbuat apa-apa.

Dua jam berlalu dan Monica bertahan di posisi yang sangat membuat hatinya meronta-ronta seakan ingin keluar. Jika tau kejadiannya seperti ini, ia pasti mengurungkan niatnya untuk ikut pergi bersama Lexa dan Elvin.

Film pun selesai, pintu keluar bioskop di bukan disertai lampu yang menyala. Monica yang sangat kesal memilih keluar terlebih dahulu tanpa menunggu Lexa dan Elvin. Monica harus tetap berpura-pura baik dan berpamitan pada kedua pasangan yang membuatnya kesal tak kepalang.

Awas ya Lexa! Batin Monica lalu segera menghubungi Sean agar segera menjemputnya. Ia sudah muak berlama-lama dengan kedua pasangan bau kencur itu.

Di luar bioskop saat ini, terlihat Lexa tak dapat menahan tawanya hingga memegang perutnya yang bergetar. Ia mendapatkan kabar dari Sean jika Monica sudah pulang bersamanya. Elvin yang melihat kebahagiaan Lexa melipat kedua tangannya di dada. Mata tajam pria itu menatap Lexa dengan lekat.

"Apakah sudah puas?" Tanya Elvin dengan datar membuat Lexa menoleh padanya.

Kenapa Mas Elvin seakan tau rencanaku ya? Batin Lexa penasaran dengan apa yang berada di benak Elvin.

"Apa maksud Mas?" Tanya Lexa mencoba berpura-pura tak mengerti dengan tubuh yang sudah berdiri dengan sempurna.

"Kamu sengajakan membuat Monica kesal," ucap Elvin membuat Lexa melebarkan matanya terkejut dengan pernyataan Elvin.

"Nggak kok, Mas nggak usah sok tau deh!" Lexa mengatakan itu dengan ketus lalu melangkahkan kakinya menuju lift dengan Elvin yang mengikutinya dari belakang.

Bukannya langsung pulang, Lexa justru mengajak Elvin untuk pergi menemaninya berbelanja. Dan tentu saja Elvin yang membayar semua belanjaannya. Lexa sangat kaya dan mempunyai tabungan banyak namun ia bersikap seperti wanita matre di luar sana.

Setelah selesai berbelanja, Lexa dan Elvin pergi ke taman kota untuk berburu makanan ringan yang ada di sana. Walaupun lelah mengikuti Lexa, namun Elvin tak protes dan menganggap semua ini adalah kencan perdananya bersama Lexa.

"Sayang, kenapa kamu menuang banyak saus dan cabai di mangkuk mu?" Tanya Elvin terlihat khawatir Lexa sakit perut karena memakan bakso yang pedas.

"Nggak apa-apa Mas, aku kan sudah dewasa. Anak-anak dilarang makan pedas," ucap Lexa seakan menyindir Elvin yang tak bisa memakan makanan pedas, tepatnya kurang suka makan pedas.

"Hm," dehem Elvin sangat dingin namun Lexa tak memperdulikannya.

Di saat Lexa menikmati bakso pedas miliknya, tak sengaja matanya melirik penjual balon warna warni yang sangat cantik. Mata Lexa berbinar melihat balon itu membuat Elvin yang tak sengaja memperhatikannya ikut melihat objek yang di lihatnya.

"Mau balon sayang?" Tanya Elvin seakan paham dengan keinginan Lexa. Lexa yang di tanya seperti itu langsung menganggukkan kepalanya. Elvin tersenyum lembut lalu mengelus kepala Lexa. "Ya sudah, biar Mas beli ya," ucap Elvin yang langsung mendapatkan anggukkan kecil dari Lexa.

Lexa mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Elvin benar-benar membeli balon untuknya. Bukan hanya satu, namun semua balon di beli Elvin hingga penjual balon tersenyum penuh syukur karena dagangannya habis.

"Sayang mau," ucap Lexa memanggil sayang ketika ada maunya membuat Elvin hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah dahsyatnya yang super aneh itu.

"Nanti, makan dulu," ucap Elvin dengan tangan yang meninggi agar Lexa tak bisa mengambil balon yang di pegangnya. Lexa memanyunkan bibirnya dan kembali memakan baksonya. Elvin pun ikut menikmati kembali bakso miliknya dengan satu tangan karena satu tangannya lagi memegang balon.

"Sudah Mas," ucap Lexa dengan mangkok bakso miliknya yang sudah kosong. Elvin tertegun melihat itu sebab bingung dengan bakso milik Lexa yang tiba-tiba menghilang.

1
Jannah Sakinah
terimakasih🌸
olip
lnjut
Anbu Hasna
itukan rumahmu juga Arsen, kenapa g dikamar sendiri?
Anbu Hasna
kirain Arsen suka Monica, ternyata ngawasin pelakor biar g macam2 toh...
Jannah Sakinah: Terimakasih 🌹
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up thor
Jannah Sakinah: Siap mbak, in syaa Allah😍❤
total 1 replies
Rindi Ayu
Lanjut thor, semangat ya🌹
Kafiana
Elvin Saranghaeyo💗
Kafiana: Biarin aja thor🤭
total 2 replies
Masya
Luar biasa
Jannah Sakinah: Terimakasih ya🌺
total 1 replies
Masya
Lanjut kak😊
Desi
Suka banget, bagus👊
Jannah Sakinah: Terimakasih ya🌺
total 1 replies
Yusri Dausri
Semangat thor, semoga tambah ramai yang baca🤗
Jannah Sakinah: Aamiin Allahumma Aamiin
Terimakasih ya🌺
total 1 replies
Dafiyah diyanah Atmarini
Luar biasa
Jannah Sakinah: Terimakasih🌺
total 1 replies
Dafiyah diyanah Atmarini
Crazy up kakak author 💪
Dafiyah diyanah Atmarini
Aku singgah thor💙
Jannah Sakinah: Terimakasih ya🌺
total 1 replies
Khadijah Aisyah
Cerita yang aku cari😍
Good Job thor🖤
Jannah Sakinah: Terimakasih 🌺
total 1 replies
Viviana
Uda aku vote dan rate thor jadi semangat ya upnya kalau bisa crazy up💪
Jannah Sakinah: Terimakasih😍🌺
total 1 replies
Lovia
Semangat updatenya thor🌹
Jannah Sakinah: Terimakasih ya🌺
total 1 replies
Lovia
Semangat ya Thor🌹
Lovia
Hahaha Lexa 🤣
Anggita
Suka banget sama karakter para tokohnya
Jannah Sakinah: Terimakasih🌺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!