NovelToon NovelToon
Karma

Karma

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Bad Boy
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ollie Gaharu

"Gue ngga pernah menyesal atas dosa ini, jika karmanya adalah lo."
Ganapatih Bibisana, Laki laki rupawan mapan dan bebas. Di usianya yang sudah
memasuki 34 tahun masih betah bermain main dengan banyak wanita yang dia temui.
Cinta adalah kata yang paling menggelikan untuknya sebelum, akhirnya dia
menjalani Karma karena merusak gadis kecil polos bernama Humeera. Keponakan calon tunangannya.


"Dasar tua bangka pemaksa, dasar brengsek, tapi semua umpatan itu kalah besar dengan pesonanya yang menghipnotis, akhhhh......dia menodai pikiran suciku." Humeera Ugraha, gadis polos lugu berusia 20 tahun yang terlanjur jatuh hati pada sang calon suami tantenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollie Gaharu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lingkaran

Merasa baikan?

Satu pesan dari Ganapatih diabaikan oleh Meera. Meera bahkan melempar ponselnya ke sembarang arah. Dia sedang recovery namun Gana si tua bangka tetap saja mengganggunya, bahkan dia bertindak seolah - olah peduli pada Meera. Meera bukan tak suka, dia hanya takut terlena.

"Sayang, minum obatmu yah," Yuura datang ke kamar putrinya membawa nampan berisi obat dan beberapa potong buah.

"Mah....Pahit....." Meera merajuk manja

"Iya Mamah tau, tapi obatnya harus diminum sampai habis loh kata dokter. Bersyukur kan udah bisa keluar rumah sakit, harus nurut kata dokter yah" bujuk Yuura

"Meera ngga bisa nelennya, obatnya gede - gede banget Mah,"

"Eitsss....Mamah udah gerusin jadi bubuk semua obatnya. Tinggal kamu telan krn mamah udah campurin air. Habis glekk langsung mam buah, hilang deh pahitnya."

Tak ada alasan lagi bagi Humeera untuk menolak minum obat, Mamahnya selalu punya banyak cara untuk membuatnya menyerah dan pasrah. Sedari kecil Meera tak suka minum obat, apalagi harus berurusan dengan jarum suntik. Namun sialnya dia harus opname karena DBD yang membuatnya takluk oleh dua hal mengerikan tersebut.

"Aaaa....buka mulutnya yang besar,"

"Eughhh Glekkk...."

Meera menelan obatnya kemudian buru- buru mengunyah potongan apel guna menguar rasa pahit di mulutnya.

"Pinternya putri kecil Mamah," Yuura bersorak senang karena sikap baik Meera.

"Sekarang tidurlah, Putri kecil Mamah harus segera sembuh yah. Mamah Papah mau kasi kejutan kalo Meera segera sembuh." Ucap Mamah Yuura sembari membenarkan selimut yang membalut tubuh Meera

"Kejutan apa Mah?"

"Bukan kejutan namanya kalo dikasi tau." Yuura mengecup kening Meera lalu meninggalkannya.

Meera mencoba memejamkan matanya namun bayang - bayang Gana datang tanpa bisa dicegah. Akhhhh lelah rasanya harus mengikuti permainan lelaki aneh tersebut.

Drrrtttt.....

Drrttttttttt......

Meera mencari - cari ponsel yang dilemparnya tadi, hingga akhirnya dia bisa menggapai benda pipih tersebut. Nama "Ibis" muncul di panggilan.

Meera mencoba abai, namun lagi - lagi panggilan vidio itu mengganggunya.

Apa???

Meera menjawab dengan nada angkuh, wajah seseorang yang dia benci sekaligus dia rindukan terlihat teduh di seberang sana

Sudah minum obat?

Gana menampakkan wajah rupawannya.

Sudah!!!!

Kalau begitu tidurlah

Gana masih berbicara dengan lembut

Lalu kenapa meminta vidio call?

Sleep call, loe tidur yah...gue temenin loe

Meera terdiam, pernah beberapa kali dia meminta sleep call pada Gana namun terang saja lelaki itu menolaknya. Lalu sekarang iblis itu muncul dan bersikap manis.

Meera masih terdiam meski belum sepenuhnya mengantuk namun energinya tak sebanyak itu untuk berdebat dengan Gana. Perlahan dia mulai panik saat Gana membuka kancing kemejanya satu per satu.

Ehh..wait wait....

Ckk...gue baru pulang kerja Nemo...gue mau bersih - bersih dulu

Ya udah matikan dulu, om kan bisa vidio call lagi setelahnya

Gana tersenyum melihat reaksi Meera, baginya Meera adalah salah satu obat terbaik di dunia. Meera lucu dan polos, dan itu sudah cukup bisa membuatnya menghilangkan penat.

Gue temenin loe bobok, masak loe ngga mau temenin gue mandi?? Loe harus tau terima kasih jadi cewek.

Tapi kan...aku ngga minta om temenin bobok koq. Om sendiri yang........

Meera gagu, sumpah demi apapun Meera hilang akal. Matanya tak berkedip saat melihat penampakan surgawi di seberang telponnya. Yah...Gana tiba - tiba nampak polos dibawah guyuran shower. Catat....Polos tanpa sehelai benang. Dia nampak sexy dan panas.

Meera menggigit bibir bawahnya, sesuatu terasa membakar tubuhnya namun bukan demam seperti beberapa hari lalu. Ini panas yang berbeda, tubuh atletis itu selalu berhasil membuatnya bergairah. Belum lagi adengan Gana yang dipenuhi dengan busa sabun. Owgh God.....wanginya bahkan tercium oleh Meera. Bang saddd memang Gana gila.

Gana mendekati ponsel menampakkan tubuhnya yang semakin terpampang jelas. Butiran air masih menghiasi sekujur tubuhnya.

Loe masih disana kan?

Meera tak menyahut, tak juga dia berkedip melihat benda perkasa yang sudah mengacung tegak. Bahkan tanpa sadar Meera menelan salivanya kasar. Dengan gerakan slow motion Gana menyapu tubuhnya dengan handuk, seolah sengaja membuat Meera semakin terbakar. Ckkk...gadis polos yang mesum.

Ehemm....aku..aku mau bobok

Meera mengambil kesadarannya.

Heum, gue juga. Kita bobok sama - sama yah.

Bara berjalan menuju ranjangnya. Dia menenggelamkan tubuhnya dibawah selimut. Ponselnya masih tetap terhubung dengan Meera.

Om ngga pake pakaian?

Ngga, gue suka tidur telanjang

Gana tersenyum mesum mendengar pertanyaan polos Meera.

Yaaa...ya udah, tutup mata om

Meera gugup, dia mulai menutup matanya dengan ponsel yang mengarah ke hadapannya.

Nemo....jangan sakit lagi yah

Iya...

Meera....loe nurut yah, loe ngga boleh macem - macem

Tak ada jawaban, sepertinya Meera sudah tertidur. Gana tersenyum melihat wajah memikat di seberangnya. Cantik dan lembut dengan nafasnya yang beraturan. Gana tak bisa menampik....dia menyukai sosok kalem dengan sisi manja Meera. Namun sebentar lagi dia harus menikah, seketika tangannya mengepal dibalik selimut.

Humeera...gue sayang sama elo. Selamat bobok yah...Klik.

Gana mematikan ponselnya mengira gadisnya telah tertidur, Namun dia salah besar. Ternyata Meera hanya pura - pura tertidur. Meera terisak menekan dadanya. Apa yang dia dengar tidak salah kan? Kata seindah "sayang" terucap di waktu yang tidak tepat.

Meera bimbang, hatinya sudah terpaut jauh dengan Gana, seolah - olah meera adalah pemiliknya. Namun di sisi lain, pernikahan Gana dan Tantenya sebentar lagi akan dilangsungkan. Bahkan persiapannya sudah mencapai 50%. Tak ada kemungkinan untuknya dan Gana. Ini seperti lingkaran, berputar - putar mengikuti waktu tanpa bisa berhenti di satu titik. Ngga jelas dimana ujung pangkalnya. Ingin berhenti tapi hati tak bisa menepi. Meera berdoa dalam hatinya, semoga Tuhan memberinya jalan keluar.

"Sayang...Meera sayang....bangun yuk."

"Eughhhh...." Meera menggeliat, matahari sudah masuk dari sela tirai

"Enak yah boboknya." Yuura mengecup putrinya

"I..iya Mah." Bohong...Meera berbohong. Bahkan dia baru tidur lewat tengah malam.

"Gapapa, biar cepet sembuhnya."

"Mamah ngga kerja?," Meera membenahi duduknya

"Ngga...Mamah temenin Meera sampai sembuh dulu."

"Terima kasih Mah,"

"Eh Mah....Meera penasaran sama kejutan yang Mamah bilang semalem. Meera sudah sembuh jadi boleh kan kejutannya sekarang?" Meera membujuk

"Kamu emang paling bisa yah...." Yuura mencubit kecil hidung Meera.

"Kejutannya adalah....Papah sudah mengijinkan Meera untuk pacaran.....

"Yah???? maksudnya????" Meera cengo

"Kemarin Yosha menemui Papahmu di kantor. Dia dengan gantle meminta ijin untuk mendekatimu. Akhhhh....anak itu manis dan pemberani. Papah dan Mamah merasa kalian sangat cocok jadi Papah Mamah memutuskan untuk memberikan kalian ruang dan kesempatan untuk dekat. Yah...pacaran gitu." cerocos Yuura.

"Hah?" Meera bertambah cengo

"Lagian Yosha itu berasal dari keluarga baik - baik dan terpandang. Dia juga termasuk pemuda baik - baik. Mamah rasa kalian akan sangat cocok." tambah Yuura

"Tapi Mah...Meera ngga punya fikiran untuk sejauh itu dengan Kak Yosha. Meera ngga tertarik sama sekali." tegas Meera

"Apa???" gantian Yuura yang cengo

"Sudah sedekat itu tapi kamu ngga suka Yosha? Meera...kamu sepertinya masih sakit nak." Yuura memeriksa dahi putrinya

"Meera ngga sakit Mah, hanya Meera benar - benar cuman menganggap Kak Yosha sebagai keluarga kita

"Aduhhhh gimana donk ini, Mamah fikir kamu suka sama Yosha. Tapi ngga apa - apa...ini mungkin salah Mamah Papah yang selama ini tidak mengijinkan kamu pacaran jadi ada semacam ketakutan untuk kamu menyukai laki - laki. Pelan - pelan aja yah pasti nanti kamu suka koq. Kamu hanya harus terima sikap baik dari Yosha." Yuura mengerjap centil

"Mamah....huffff.....akhhhh Mamah ngga ngerti....

Meera turun dari ranjang dan menghentakkan kakinya sebelum menuju kamar mandi. Dia terlihat sangat kesal.

"Loh...koq jadi ngambek sih?"

1
Nita Apsari
Episode 45,46,47 bikin aku mewek
octa❤️
semangat menjemput karmamu y gan..
🤭
Ollie Gaharu: Hai Kak....terima kasih yah. Bole minta vote kan??
total 1 replies
Ophy60
Naami....jangan membuat masalah baru.
Ollie Gaharu: Bandel yah Naami
total 1 replies
Ophy60
Benar kata Gana.Dari dulu Kamu kurang berjuang Bhima.Tidak ada orang tua yg tidak menyayangi anaknya.
Ollie Gaharu: Yuk kasi dukungan ke Bhima, sampai dimana dia berani berjuang demi cinta dan calon buah hatinya??
total 1 replies
neng ade
play boy juga nih si Gana.. entah beneran jadi apa ga nanti bertunangan sama Naami
neng ade: oh iya thor 🙏😁😍
total 4 replies
Ophy60
Akhirnya sama2 selingkuh...
Ollie Gaharu: Parah kan Ini yah???
total 1 replies
neng ade
aku hadir thor 🙏❤️
Ollie Gaharu: Terima kasih Kakak
Semoga suka yah
total 1 replies
Nita Apsari
Aghhh keren Meera,
Ollie Gaharu: Asal jangan goyah lagi nie Meera
total 1 replies
Nita Apsari
Laki-laki ini akan jadi saingan Gana
Ollie Gaharu: Laki - laki memang harus punya rasa bersaing yah wkwkwkwkwk....
total 1 replies
Anonim
gemilang
Anonim
karya baru yg hot 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!