Namaku Lin Mey, Putri dari seorang Kaisar, Kekaisaran Lin, ibuku bernama Xin Xia Fei, dari Klan Xin.
Pernikahan Politik, itu biasa terjadi, karena kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari Pernikahan itu.
Ibuku adalah wanita Genius, Ahli dalam Alkemis dan Formasi, tapi semuanya di rahasiakan dengan baik, setelah aku berumur 7 tahun, ibuku mulai melatih ku.
Kediaman kami yang terbilang jauh dari Istana, dimanfaatkan ibuku melatih ku.
Keberadaan ibuku sangat tidak disukai oh siapapun, termasuk ayahku, karena hanya Politik.
Dia tidak pernah datang melihatku, hanya jika ada acara Formal baru aku dan ibu bertemu dengannya.
Saat Umurku 10 tahun, entah ada masalah apa, tiba-tiba aku dan ibuku di kembalikan ke Klan dan status kami di cabut.
Kami tiba di Klan, terlihat suasana sudah kacau, ternyata Klan ibuku sudah di hancurkan, dengan tuduhan memberontak.
Ibuku tetap tenang, dan kemudian dia membawaku ke Hutan.
Penasaran lanjutannya... ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18. Pengganggu
Hana sudah mengembalikan bekas makanan mereka ke dalam Cincin Surgawinya, tinggal teko berisi teh terbaik yang berada di atas meja.
Hana juga, bercerita banyak hal tentang kehidupannya di Reinkarnasi kali ini yang penuh penderitaan, kedua orang tua yang melahirkan dia saat ini, membuangnya saat berumur 3 tahun dan saat di perkosa oleh ayah biologisnya Daniel.
Lin Mey sangat marah saat mendengar cerita kehidupan Hana, tapi Hana berkata, itu urusannya.
Hana sudah tau, kedua orangtuanya saat ini sudah menjadi lebih kaya, bahkan Perusahaan mereka sudah berada di jajaran 10 besar, dan termasuk orang kuat, di Indonesia.
Kedua kakak laki-nya sudah menjadi CEO di Perusahaan mereka masing-masing, kakak perempuan persis di atasnya sudah memiliki perusahaan sendiri di bidang Perhiasan, dan saat ini produknya menjadi sangat populer, dia juga lulusan terbaik dari sekolah desain dari Perancis.
Hana mengetahui keluarganya saat dia akan keluar dari Panti Asuhan, ibu panti memberikan daftar keluarganya dan alamatnya, dengan harapan agar Hana bisa kembali ke keluarga nya.
Tapi sayang, Hana tak berniat kembali, dia mencari kehidupan nya sendiri, hingga berakhir di perkosa dan dan diselamatkan oleh ayah angkatnya.
Lagi asyik mereka bercerita, terdengar ketukan pintu dari seorang stafnya.
"Ada apa? tanya Hana saat membuka pintu.
"Maaf Bu, ayah anda mencari anda", ucap staf itu.
"Terimakasih, antarkan Ayahku keruangan dan buatkan minuman kesukaannya serta bawakan kami brownies dan kue kering", Perintah Hana.
"Baik Bu, mohon tunggu sebentar, jawab staf itu.
"Apakah ayah angkat mu tidak memiliki anak? tanya Lin Mey.
"Menurut ayah, dia pernah memiliki, tapi hanya seminggu ibu meninggal putrinya juga ikut meninggal, dan kalau masih hidup, putrinya hanya selisih 3 tahun lebih dari Yun er, jawab Hana.
"Kelihatan nya dia sangat menyayangi mu dan Luo er , ucap Lin Mey.
"Dia merawat ku dari saat hamil 3 bulan, dia sangat menghargai Yun er, dia menemani Yun di awal Daniel lahir, semua ayah yang kerjakan, teringat waktu dia sambil bersenandung mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan membantu Yun er merawat Luo er.
Terkadang tengah malam dia masuk kamar Yun er saat Luo er menangis dan mengganti popoknya, tapi sedikitpun ayah tidak berbuat hal-hal yang tidak pantas, makanya Yun er sangat menyayangi ayah angkat ku, cerita Hana.
"Itu namanya laki-laki sejati, apalagi dia tidak mau menikah lagi saat istri dan putrinya sudah tidak ada, ayahmu juga begitu, Padahal ayahmu adalah Jenderal Besar, dan seorang Tuan Muda, makanya ibumu sangat menyayanginya, pesan ibu, biarpun dia hanya Ayah angkat, tapi kamu harus berbakti kepadanya, rawat dia dengan tulus,.
Suatu saat, kamu boleh berterus-terang tentang jati dirimu, pelan-pelan saja, dan berikan Cincin ini kepadanya, dan akan kembali kepadamu saat dia tiada, berikan Pill umur panjang ini dan dia akan hidup 100 tahun lagi asal tidak ada yang merenggut nyawanya, dengan paksa, ucap Lin Mey.
"Terimakasih Bu, ucap Hana.
"Ayah mari masuk, ajak Hana.
"Kakek darimana, Niel cari saat mau kesini tapi kakek tidak ada bersama mobil kakek, ucap Daniel.
"Kakek lagi pergi dengan kakek Yong mu yang cerewet itu, ucap pak Hartono.
"Oh, pasti main catur dan pasti dia kakek kalahkan", balas Daniel.
"Hahahaha, Niel benar, kakek Yong mu itu selalu kalah, karena ceroboh ", jawab Pak Hartono.
"Hehehehe, pasti ngamuk dia, hingga Kakek kabur, benarkan, Jawab Daniel yang sudah tau kebiasaan teman akrab pak Hartono yang di panggil kakek Yong oleh Daniel.
"Ayah, kenalkan ini, Namanya Meylin Winata, teman Hana, ucap nya.
"Maaf Nona, saya Hartono ayahnya Hana dan kakeknya Daniel, ucap Pak Hartono.
"Saya Meylin Winata, teman Hana, senang bertemu dengan anda Tuan, sudah lama saya mencarinya dan akhirnya bisa bertemu, saat melihat video acara pembukaan toko miliknya", balas Lin Mey tenang.
"Kalau begitu, bapak minta maaf kalau sudah mengganggu reuni kalian berdua, sekarang Nak Meylin tinggal dimana? Tanya pak Hartono.
"Di Jawa Tengah Pak, tapi besok pagi saya mau ke China, ada urusan disana, jawab Lin Mey jujur.
"Ya sudah kalau begitu, bapak datang hanya mau kasih tau, bentar lagi bapak mau ke acara teman di Daerah Kedoya dan mungkin pulang agak malam, ucap Pak Hartono.
"Sama siapa ayah kesana? tanya Hana.
"Sama Idris, adik sepupumu, anaknya adik ibumu paling kecil.
"Oh, Tolong bawakan kue untuk bibi Ningrum dan Pak lek, ucap Hana.
"Mereka lagi pulang kampung, Saudara Pak Lek mu ada hajatan, baru berangkat tadi diantar Idris, ucap Pak Hartono sambil beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan Hana dan Lin Mey serta Daniel.
"Ya sudah, mari kita ke Mall, ibu ingin membelikan kamu dan Daniel apapun yang kalian berdua mau", Ucap Lin Mey.
"Apa Luo er mau ke Mall dengan nenek? Ucap Lin Mey.
"Hehehehe, mau Nek, Niel mau beli sepatu Roda, ucapnya bahagia sambil menggenggam tangan Lin Mey.
"Tapi jangan nenek di sana oke, panggil saja ibu,ucap Lin Mey.
"Oke, nenek Dewi Agung, ucap Daniel sambil membungkuk.
"Hahahaha, kamu ini bisa membuat nenek bertambah umur, Ucap Lin Mey tak kalah bahagia, dan menggenggam erat tangan kecil Daniel dan Hana, lalu keluar dari ruangan VVIP itu.
"Halo Hana, bagaimana dengan keputusannya, ujar Zaki, pria yang terus menerus mengganggu nya dengan meminta Hana untuk menerima cintanya.
"Mohon maaf, jawabannya tetap sama, tolong jangan saya lagi, Jawab Hana.
Bukan tanpa alasan Hana menolaknya, Zaki sendiri adalah pria pemalas, dan hanya mengandalkan harta keluarganya, sudah begitu play boy.
"Hana, aku sudah bertobat, berikan kesempatan padaku, ucap Zaki.
"Pergilah, jangan rusak suasana bahagia ku, apa kamu mengerti, tegas Hana.
"Oh apakah karena kamu sekarang sudah sudah ada yang memberimu uang untuk membuka toko kecil ini, berapa milyar yang orang itu berikan kepadamu? ujar Zaki meremehkan Hana di hadapan Lin Mey.
"Kau pikir aku seperti kamu, biarpun aku miskin tapi tidak akan pernah melakukan hal seperti yang kamu pikirkan, pergi kamu dari sini, usir Hana.
"Merasa sudah hebat kamu, ingat baik-baik, jika bukan karena ayahku, yang membantu ayahmu, sudah di pastikan rumah kalian di sita oleh Bank, dan sekarang dengan usaha sekecil ini lantas kamu sudah merasa hebat
Jangan berpura-pura jadi wanita baik-baik, harusnya kamu bersyukur karena aku menyukai mu, dasar tidak tahu diri, maki Zaki .
"Maaf Tuan yang terhormat, Hana adalah saudaraku yang belum lama saya temukan, dan uang yang dia gunakan untuk membuka usaha adalah pemberianku, dan sekarang saya tanya sama kamu, apa pekerjaan kamu atau apa usahamu? Tanya Lin Mey menahan emosi.
"Hahahaha, apa kamu tidak tahu, saya cucu dari orang terkaya nomor 4 di Indonesia, saat ini ayah saya CEO dari Elang Mahkota Perkasa Group, Zaki Samudra Tuan Muda dari Keluarga Samudra, dan apakah saya harus bekerja seperti kalian, yang hanya mampu membuka usaha kecil ini ?.
Dengar baik-baik, tanpa bekerja pun, aku tidak akan jatuh miskin, sombong Zaki.
"Baguslah, ternyata kamu dari Keluarga Samudera, aku akui kalian cukup kaya untuk saat ini, tapi kasihan keluarga mu, mendapatkan keturunan yang tidak berguna seperti kamu ! balas Lin Mey menekan kata tidak berguna.
"Peringatan buat mu, ini yang terakhir kamu mengganggu saudaraku, jika di kemudian hari kami seperti ini, ku ratakan keluarga mu, ancam Lin Mey.
"Hahahaha, Nona jangan sembarangan menyinggung orang yang tidak bisa kau sentuh, ucapan kamu, sama saja menghina keluargaku, tapi kali ini aku ampuni asalkan kamu berlutut dan meminta maaf serta menarik ucapan mu", ucap Zaki.
"Hey laki-laki tidak berguna dan beban keluarga, kamu pikir dirimu siapa, menyuruhku berlutut !, Bahkan Leluhur mu tidak pantas menerima hormatku, apalagi manusia tidak berguna seperti kamu! Bentak Lin Mey emosi.
"Mulutmu itu perlu di didik, ucap Zaki dan menyerang Lin Mey.
Plak.. plak.. Terdengar suara tamparan, yang sangat keras hingga terdengar beberapa gigi menyentuh lantai.
Dan seketika terdengar bunyi seperti pohon tumbang... Brak..
Zaki menatap Lin Mey dengan tatapan penuh amarah.
"Dasar lemah dan tidak berguna, hanya di beri tamparan sudah tersungkur, bagaimana bisa Pria sepertimu bersanding dengan saudaraku, hahahaha, jangan lupa pungut gigimu dan pasang lagi pakai obeng, hahahaha, ejek Lin Mey menohok.
Zaki tak bisa membalas ejekan Lin Mey karena menahan sakit.
"Itu peringatan buat kamu, jika kamu masih bertingkah, jangan salahkan saya saat aku datang menghancurkan keluargamu, Ucap Lin Mey dan beranjak dari hadapan Zaki.
"Nenek hebat, bisik Daniel saat berada di gendongan Lin Mey.
Tiba-tiba Lin Mey merasakan ada serangan di belakang nya, dan ternyata Zaki melempar kan pisau roti ke arah Lin Mey.
Tapi sayang dengan cepat Lin Mey bergeser dan menangkap pisau itu dengan tangan kanannya dan melempar kembali ke arah paha Zaki.
Akhhh akhhh, teriak kesakitan Zaki,
Lin Mey menurunkan Daniel dan mendekati Zaki, kemudian mencabut pisau yang tertancap di paha Zaki dengan kasar.
Pergilah ke rumah sakit dan obati lukamu, jika sudah sembuh, silahkan datang cari saya lagi atau undang saya ke ke kalian", ucap Lin Mey dan beranjak menuju mobilnya.
Zaki sendiri sudah tak berdaya, tidak ada satupun yang membantunya, dan akhirnya pengawalnya datang setelah di hubungi Zaki kemudian pingsan.
"Tuan Muda... Tuan Muda