Tiara, dia gadis cantik jelita. hidupnya sederhana, tinggal bersama ayahnya.
Keseharian nya dia habiskan di binatu. tempat usahanya, walau kecil, tapi cukup lancar, pelanggannya pun sudah banyak.
Hidupnya berubah saat bertemu pria tampan, bertubuh atletis, sebut saja pria tampan itu David.
Di balik penampilannya yang macho, wajahnya yang tampan, jasnya yang mahal dan rapi, David mempunyai segudang misteri dalam hidupnya. Hingga tidak ingin berdekatan dengan wanita manapun. Kecuali Tiara.
Tiara mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam. Tiara bagaikan secercah harapan.
Mampukah David menguak misteri masa lalunya? Apakah dia bisa menemukan apa yang sedang ia cari?
Cari jawaban cerita David di dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapan Belas
Tiara melihat jam di rumahnya. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Sedangkan Ayah nya masih saja panas dan pilek. Bahkan karena terlalu panas, ayah nya sampai mengingau dengan suara keras. Sehingga membuat Tiara panik.
Sebenarnya ayah nya tadi sore sudah minum obat dari Tiara. Memang obat itu tidak seperti obat, yang biasanya di minum ayah nya. Tapi karena di warung sebelah ada nya obat itu, maka Tiara terpaksa membeli obat itu.
'Mungkinkah obat yang ku berikan pada ayah nggak cocok?'
Pikir Tiara. Ia dari tadi sudah bolak balik mengganti kompres ayah nya, tapi panas nya tidak juga turun.
"Ayah aku mau keluar dulu ya? Mau cari obat buat ayah. Aku akan membeli nya di apotik kompleks ruko seberang jalan"
"Ini.... Sudah terlalu malam Tiara"
"Nggak pa pa ayah, aku akan pakai motor aja, biar cepat. Tubuh ayah panas banget, aku nggak kuat lihat ayah menderita"
"Maaf kan ayah ya nak, sudah merepotkan mu. Hati hati di jalan, ayah nggak bisa mendampingi mu"
Ucap ayah nya lirih.
"Iya ayah, aku akan berhati hati"
Tiara lalu keluar rumah. Tiara terkejut, ketika akan mengeluarkan motornya, ternyata ban motor bagian belakang motor Tiara kempes. Tiara yang sedang terburu buru, akhirnya memilih jalan kaki saja.
'Mungkin butuh waktu 10 menit, tapi nggak masalah deh, walau harus jalan kaki aja. Jalan yang cepat, biar cepat sampai'
Batin Tiara.
Tiara tetap cantik di malam hari. Tiara memakai kemeja putih, dan memakai rok selutut berwarna hijau tua. Rambut nya yang halus, hitam, dan panjang nya se punggung, ia biarkan tergerai cantik.
Saat itu keadaan di sekitar ruko di tempat Tiara sudah banyak yang tutup. Terkadang ada pemilik toko yang mematikan seluruh lampu nya, termasuk lampu depan toko nya. Sehingga keadaan menjadi gelap.
Ketika berjalan di kegelapan, Tiara agak berlari, ia takut bertemu hantu atau apalah yang sejenisnya. Tiara juga agak takut, bila bertemu dengan para pemuda yang nongkrong di pinggiran ruko yang sudah tutup.
Tiara beberapa kali, bertemu kumpulan pemuda yang sedang nongkrong. Dan ketika Tiara lewat. Mereka bersiul siul menggoda Tiara.
"Cantik..... Mampir dulu dong. Mau kemana sih... Kok buru buru amat"
Ada juga yang mengatakan...
"Loh kok jalan sendirian? Aku temenin ya?"
Atau....
"Eh berhenti dulu ngomong nya teman teman.
Lihat dulu, ada iklan yang lewat tuh..."
Begitulah ucapan ucapan para pemuda itu. Tiara tidak meladeni mereka. Dia memilih terus berjalan saja.
Akhirnya Tiara lega. Ia sampai di apotik yang ia tuju. Apotik itu terkenal dengan harga yang mahal. Karena buka selama 24 jam.
Tiara lalu membeli beberapa obat, obat panas, batuk, pilek. Setelah selesai, Tiara segera pulang.
Tiara celingak celinguk di jalan raya. Ia berharap bisa menemukan tukang ojek. Namun hingga lima menit, Tiara tidak juga melihat ada tukang ojek lewat.
Sebenarnya ia agak takut jalan sendirian melewati kegelapan dan para pemuda pemuda yang sedang nongkrong. Tapi, Tiara tidak punya pilihan selain bejalan kaki untuk kembali ke rumah nya. Lagi lagi sesuai dengan dugaan Tiara, pemuda pemuda itu menggoda Tiara lagi.
Tiara agak takut sih. Tapi dia harus bersikap biasa biasa, dan terlihat cuek.
Tiba tiba, ada tiga orang pemuda yang membuntuti Tiara. Tiara gugup dan cemas. Tiga pemuda itu terus mengikuti Tiara. Di kegelapan, pemuda pemuda tersebut semakin mendekati Tiara.
Tiara yang takut, berjalan semakin cepat. Tidak, Tiara terlihat setengah berlari. Dan Pemuda di belakang Tiara juga ikutan berjalan cepat. Pemuda pemuda itu juga berulang kali menggoda Tiara.
Ketika jarak para pemuda itu semakin dekat dengan Tiara. Tiba tiba David muncul.
Dia langsung menggenggam jemari lentik Tiara, dan mengajak nya berjalan lebih cepat.
"Hei mas, mau ngapain kamu sama cewek kami? Dia itu milik kita, kita yang nemuin dia terlebih dulu, jangan main asal serobot dong!"
Ucap pemuda ber rambut warna kuning, sambil memegang lengan David. David pun menghentikan langkah nya, termasuk Tiara. Refleks Tiara bersembunyi di belakang David. Dan Tangan nya menggenggam erat tangan David.
"Dia ini pacar ku"
"Ah halu kamu ini mas, kamu memang terlihat keren, tapi sebenarnya kamu ini sama aja kayak kami. Masak ada, laki laki keliaran, tiba tiba datang dan ngaku ngaku pacar nya dia.
Asal kamu tahu mas, dia ini pela**** yang biasa nongkrong di sini. Dia suka menggoda cowok cowok yang ada di sini"
Ucap pemuda yang lain, gigi nya banyak yang hilang setengah, yang setengah atas masih ada, dan setengah di bawah sudah hilang.
Seperti nya hilang karena kecelakaan. Pemuda tersebut mengamati David yang memang terlihat keren dan gagah. Dan David masih memakai setelan jas nya.
Karena dia baru pulang dari kantor.
David melepaskan genggaman tangan Tiara.
Dia lalu menghadiahkan sebuah tinjuan keras pada pemuda yang sudah mengatai Tiara sebagai pela***. Pemuda itu pun tersungkur.
Bibir nya berdarah.
Teman teman pemuda itu yang tidak terima teman nya di hajar David. Akhirnya ikut ikutan menghajar David. Tapi untunglah, David selama ini rajin melatih otot otot nya, sehingga ia mempunyai kekuatan yang luar biasa. Ia juga suka melakukan Muay Thai, sehingga otot nya lentur dan mudah digerakkan.
Dalam satu menit. David sudah bisa menghajar habis habisan ke tiga pemuda tersebut.
"Aaa...... Udah kak, nanti dia bisa mati"
Tiara berusaha menghentikan David yang masih saja memukuli wajah salah satu pemuda itu. Tiara ketakutan. Baru kali ini, dia melihat langsung di depan mata nya adegan perkelahian.
"Kak.... Udah hentikan. Lihat kak David, ada banyak cowok menuju ke arah kita"
David mendongakkan kepala nya. Dan melihat segerombolan cowok menuju ke arah dirinya dan Tiara. David tahu apa yang akan terjadi jika ia terus berada di sini. Dia lalu berdiri dan menggenggam jari Tiara.
"Ayo lari Tiara"
David dan Tiara pun lari. David berlari menuju mobil nya. Untung hari ini David memakai mobil minibus warna hitam, jadi mobil nya tidak akan mencolok.
Tapi sebelum David bisa menjangkau mobil nya. David melihat gerombolan pemuda semakin mendekati mereka. Ketika berada di tikungan. David memilih menikung jalan dan menarik Tiara dalam kegelapan. Dia tidak punya pilihan selain sembunyi dalam kegelapan.
Bila David memaksa lari ke mobilnya. Gerombolan pemuda tersebut pasti bisa mengejar mereka.
David dan Tiara bersembunyi dalam gang kecil yang gelap. David menyembunyikan Tiara dalam kungkungan tubuh nya. Refleks, Tiara pun juga menyembunyikan wajah nya di dada David yang bidang dan tegap.
Tiara seperti anak kecil yang berusaha mencari kenyamanan di dada ayah nya.
Bersambung.......
Boleh kritik....
Tapi No Bully.....
🙄
belum baca sampe abiss
aku lupa nama tokohnya sich, tp dulu itu ceritanya klw g'salah sicewek mau nyelidikik kasus ayahnya yg dipenjara dan dibantu sm si cowok yg mantan detektif...tp kok malah ilang ceritanya...