NovelToon NovelToon
The Glory Of Revenge

The Glory Of Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Wanita Karir / Menyembunyikan Identitas / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: NATALIA SITINJAK

Gloria Xerxes telah menderita ke tidak adilan dari keluarga barunya setelah ibu kandungnya meninggal, Ayah yang tidak perduli, ibu dan saudara tiri yang kejam telah menyiksa Glorya selama 3 tahun seperti seekor hewan. Suatu hari ketika Glorya berada di ambang kematian, Paman dan Bibi datang berkunjung yang kemudian melihat kondisi mengenaskan Glorya. Bibinya yang murka segera memutuskan untuk membawanya dari keluarga kejam itu, membesarkannya seperti anak sendiri sampai kondisi Glorya kembali pulih.

17 tahun berlalu akhirnya Glorya tumbuh menjadi wanita kuat yang sangat cantik, berkat kemampuan dan kecerdasannya Glorya telah menjadi aktor terkenal yang menjadi idola semua kalangan umur dan mendapat kesempatan untuk membalaskan dendamnya.
"Siapa Kau?! Kenapa Kau Melakukan Ini Kepada Keluarga Kami!!!."
Tersenyum.
"Hahaha... Coba Tebak Siapa Aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATALIA SITINJAK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 12. Serena Mariana.

"Ini tidak benar kalian butuh actor profesional." kata Glorya memberanikan diri untuk berpendapat.

"Mudah bagimu untuk berbicara." Sutradara yang telah duduk pasrah dengan handuk basah di wajahnya bergumam. "Kamu sendiri sudah melihat kalau kami kekurangan dana bahkan untuk produksi film bagaimana lagi dengan menyewa artis profesional? Kamu mau bayar mereka pakai daun?."

"Masuk akal... Tapi bagaimana yah... Nic bilang ini adalah mahakaryanya bagaimana bisa sebuah mahakarya di mainkan oleh amatir yang bahkan tidak bisa menatap kamera."

Mendengar itu Xian yang wajahnya di tutupi handuk basah berteriak. "AAARG- AKU TIDAK TAHU LAGI... Bangunkan aku satu jam lagi nona Xerxes."

"Hahhh... Tentu." Sekali lagi Glorya menghela nafas berat, dia memijat keningnya yang berdenyut. Apakah aku membuat pilihan yang benar. Glorya melepas tangannya dari kening kepala dan melihat ke arah para kru yang saat ini sedang mendapat bimbingan dari Nicolas.

Seharusnya sutradara ini yang memberi nasehat kepada mereka.

Glorya duduk di bangku panjang sambil menyaksikan seluruh kekacauan yang perlahan masih melanda lokasi syuting dalam diam. Oh yampun... Semuanya berantakan. Ini kali pertama dia melihat produksi film dan sudah menebak bahwa film ini akan gagal di awal produksinya.

Aku harus memutar otak untuk membantunya.

Sebelum dia bergerak dari posisinya tiba-tiba percakapan dari Crew wanita yang tidak jauh menarik perhatiannya. "Hei... Kau dengar gosipnya tidak kalau Tamara Redrigo yang mengungkap ke publik kekerasan yang di lakukan Serena kepada kru film yang merias wajahnya."

"Aahh! Aku juga baca itu di berita pagi ini!."

 "... Tamara yah."

Glorya yang sangat jarang membuka ponsel tiba-tiba tertarik dengan topik yang mereka bahas sehingga langsung mencarinya di internet.

Mengetik.

[ Pencarian : Hubungan Tamara dan Serena terkini. ]

Klik.

Begitu selesai mengetik tampilan yang membahas kedua gadis berusia sama itu langsung muncul seperti barisan antrian di beranda ponsel Glorya.

Artikel.

[ Tamara Redrigo membuktikan bahwa actor baru Serena Mariana melakukan kekerasan terhadap kru film di depan banyak orang. ]

[ Tama Redrigo menunjukan bukti kekerasan yang di lakukan oleh Serena Mariana secara berani dan jujur di depan hukum. ]

[ Sikap tegas dan keadilan yang di tunjukan Tamara Redrigo membuat publik memujinya sebagai pahlawan!!!. ]

[ Tarama Redrigo yang kesal dengan tuduhan palsu Serena memutuskan untuk membongkar perselingkuhan yang di lakukan Serena Mariana dengan kekasihnya. ]

"Hmp... Omong kosong." bibir Glorya hampir saja tertawa terbahak-bahak saat melihat isi artikel yang membahas mantan adik tirinya tersebut. Saat Glorya mengetik artikel baru yang memuat gambar adik tirinya dan Serena Mariana, Glorya langsung tertegun. "Cantik sekali." Wanita di sebelah adik tirinya itu terlihat sangat cantik jika di bandingan adik tirinya yang bisa dikatakan cantik.

Mengetik.

[ Penelusuran : Serena Mariana ]

Klik.

Tautan mengenai profil Serena langsung muncul. Menampilkan foto-foto dan kegiatan yang di lakukan oleh gadis muda itu dalam kesehariannya. "Artis muda yang debut sebagai penyanyi pada tahun dua ribu lima belas dan actor pada tahun dua ribu dua puluh...."

Tuk tuk....

Tangan Glorya mengetuk sandaran kursi kayu sambil melihat artikel-artikel mengenai Serena sekali lagi. "Anak berbakat, Cantik, Pernah menjadi model majalah, Terkenal ramah, Penyanyi bersuara emas.... Pffft- hahaha... Bisa kubayangkan apa yang membuat idiot-idiot itu memilihnya sebagai target." sejak awal Glorya telah menebak bagaimana proses fitnah itu terjadi hanya dengan melihat background milik artis cantik Serena Mariana, membuatnya semakin sadar bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan keluarga itu lagi.

"Kalau sudah mendarah daging memang sulit untuk di hilangkan... Hahh... Mereka benar-benar mirip dengan ibunya, sangat dengki hati jika melihat orang lain lebih tinggi darinya."

"Hem? Kau bicara apa?." Sutradara Xian yang terbangun mendengar ucapan Glorya melepas handuknya. "Huhhh... Jangan bergumam yang aneh-aneh dan ayo kembali bekerja sampai rambutmu botak."

"...."

Artikel.

Klik.

[ Agensi Sky World yang menaungi Serena Mariana telah memutuskan hubungan kontrak dengan artis muda tersebut setelah tindakan kekerasan terkuak ke publik. "Tidak ada toleransi untuk pelaku kekerasan, pihak agensi telah mengambil keputusan mutlak mengenai kasus ini." ]

"...."

Tuk tuk tuk....

Artikel.

Klik.

[ Akun sosial media milik Serena di banjiri oleh kritikan dan makian dari para pengemar yang marah atas perilaku jahatnya yang terkuak.... ]

"Dapat satu." Glorya langsung berdiri dari tepat duduk ya dan berlari menuju sutradara Xian yang duduk dengan malas di depan kameramen yang sedang mengambil gambar.

Tap.

"Sutradara Xian."

"Hem? Ada apa? Adegan mu masih perlu dua jam lagi."

"Tidak bukan itu."

"Lalu?."

Glorya tersenyum misterius.

"Aku tahu aktor yang bisa kita gunakan tanpa mengeluarkan banyak biaya."

"Huh?."

".... Aku akan membantu film ini sukses besar lewat mereka." seringai misterius Glorya sekali lagi yang membuat Nicolas yang melihat itu dari jauh gemetar dan terjatuh di tanah karena semakin bersemangat tanpa alasan.

"Aku punya beberapa ide tapi pertama-tama kita harus....." Berkat ide yang di bagikan oleh Glorya sutradara Xian mengakhiri sesi syuting lebih cepat. Sehingga ketiganya dapat langsung pergi ketempat aktor yang Glorya maksud. Di butuhkan 36 menit untuk sampai ke kediaman sang actor bahkan setelah itu mereka harus menaiki tangga apartemen untuk sampai ke unit kamar yang di tuju.

"Glorya apa kau yakin dengan ini? Bagaimana jika kita gagal?."

"Jangan khawatir, aku bisa mengurus itu dengan cepat."

"...."

"...."

Sutradara Xian dan Produser Nic saling menatap dan melihat punggung Glorya yang menaiki tangga perlahan.

[ Unit 209.]

"Apa ini apartemennya?."

"Yah begitulah di artikel."

"Artikel? Kau mempercayai artikel?."

"Tentu... Terkadang itu membantuku."

"Ya ampun... Apa kau tahu kalau para artis sering mengunakan alamat samaran dalam bio mereka?."

"Tentu."

"Kalau begitu kenapa kau membawa kami kemari?!."

"Tentu saja untuk bertemu dengan dia."

Dingdong....

Glorya menekan bel apartemen.

Dingdong....

Sekali lagi glorya menekan tombol bel.

Ding-

TERBUKA.

"SIALAN!!! SUDAH KUBILANG AKU TIDAK MAU WAWANCARA DENGAN KALIAN!!!." dari dalam pintu yang terbuka seorang gadis muda yang terlihat berantakan muncul sambil marah-marah kepada Glorya dan temannya.

"KALIAN TIDAK MENGERTI JUGA HUH!!!."

"...."

Glorya diam saja saat menyaksikan makian dan teriakan dari gadis muda yang hidupnya terlihat sangat berantakan itu.

"Glorya lebih baik kita kembali saja."

"Benar sepertinya dia tidak suka akan kedatangan kit-."

"Bisa kita bicara sebentar."

"Glorya itu-."

"Tentu kalian bisa masuk."

"Huh????."

"Apa????."

Pemilik apartemen yang tadinya kelihatan sangat galak langsung menjadi normal seperti yang sering mereka lihat di televisi. Bahkan yang lebih aneh Nic dan Xian melihat dia mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumahnya dengan ramah. Apa sifatnya selalu berubah-ubah seperti itu, batin mereka.

Glorya melirik k arah keduanya lalu tersenyum kecil. "Sudah kubilang kan aku akan mengurusnya."

Melirik.

Keduanya saling melirik.

"K-kalau begitu kami akan masuk."

"Tentu mari kita berbicara di dalam."

"Benar."

Glorya masuk paling awal diikuti oleh Xian dan Nicolas kemudian.

Menutup pintu.

Begitu masuk ketiganya langsung di suguhi pemandangan yang tidak mengenakan mata. Barang-barang rusak berserakan di lantai, kertas-kertas dari majalah yang sobek juga terlihat menumpuk di bawah sofa yang berada di ruang tamu, kaca-kaca cermin yang pecah di atas meja berserakan.

"Anggap rumah sendiri."

"...."

"...."

"Hump, rumah sendiri yah."

Ketiganya duduk tidak berjauhan, di sofa yang berderit, rasa tidak nyaman benar-benar menguasai seluruh tempat di ruang tamu itu terutama suasana gelapnya. "Apa ada badai yang menghancurkan ruangan mu."

"Bukan badai tapi ulahku."

"Mau minum?."

"Tentu .. aku air putih saja."

"Lemon, kalian pasti suka aku sangat handal dalam membuat lemon." Serena tersenyum ramah, dia berjalan menuju dapur lalu menyiapkan minuman meninggalkan ketiganya sendiri dalam kecanggungan di ruang yang penuh dengan barang-barang rusak.

1
Anonim
lg baca
Ririn Santi
menarik
Ririn Santi
perjuangan yg menarik untuk diikuti.
masih lanjut kah Thor?
Ririn Santi
hihihi.....
Ririn Santi
lah selama 17 thn diam aja? katanya mau balas dendam
Afrendo Edo A
lanjut thor, seru alurnya

jangan lupa mampir juga di BEHIND THE CAMERA ya, saling dukung (like,komen dan subscribe)
Yunita Widiastuti
💪💪🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!