NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Lestary

"Pernikahan kita palsu, Liam!" Hazel Elizabeth.

"Tergantung bagaimana kau menganggapnya!" Liam Xanders.

Berawal dari pernikahan palsu, Hazel dan Liam akhirnya bekerjasama untuk menciptakan kebohongan besar dalam hidup mereka. Tentu, dengan keuntungan masing-masing yang mereka dapat.

Bukankah tak ada yang gratis di dunia ini!

"My Fake Husband" adalah kisah tentang cinta yang terlahir dari kesepakatan, kepercayaan yang diuji oleh bayang-bayang masa lalu, dan perjuangan untuk menemukan cahaya di tengah kegelapan. Dapatkah Hazel dan Liam menemukan cara untuk mengatasi ketakutan dan menemukan kebahagiaan di antara badai yang mengancam? Bergabunglah dalam perjalanan mereka yang penuh emosi dan ketegangan, di mana setiap keputusan bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat yang Tak Terduga

Setelah Liam pergi, Hazel mencoba kembali fokus pada pekerjaannya. Namun, pikirannya masih berkeliaran, memikirkan interaksi antara Liam dan Rea tadi. Meskipun dia tahu seharusnya tak ada alasan untuk merasa cemburu, perasaan itu tetap menghantui benaknya. Berusaha mengalihkan pikiran, Hazel memutuskan untuk mengecek jadwal pertemuan dengan klien dan menyiapkan materi untuk presentasi yang akan datang.

Beberapa jam kemudian, Rea menghampiri meja Hazel. Ekspresi wajahnya tampak puas, dengan senyuman yang sulit diartikan.

"Kau tahu, Hazel," kata Rea dengan nada sinis. "Aku tidak menyangka Liam akan datang hari ini. Dia pria yang luar biasa, kan?"

Hazel hanya tersenyum tipis, menahan diri untuk tidak terpancing. "Tentu, dia sangat profesional."

Rea tertawa pelan, lalu mendekat sedikit, seakan ingin memastikan hanya Hazel yang mendengar ucapannya. "Sayang sekali pria seperti dia terjebak dalam pernikahan yang... ya, tidak seperti pernikahan yang sesungguhnya."

Ucapan Rea membuat Hazel mengernyit, tapi dia tetap tenang. "Apapun yang kau pikirkan, Rea, itu hanya asumsi."

Namun, Rea tidak berhenti di sana. Dia menatap Hazel dengan tatapan tajam, seolah menantang. “Kita lihat saja, Hazel. Ada kalanya yang palsu bisa terlihat lebih nyata dari yang seharusnya. Tidak semua orang bisa mempertahankan kebohongan selamanya.”

Hazel hanya menatapnya dingin, tanpa memberi jawaban apa pun. Dalam hati, ia merasa geram namun berusaha tetap tenang. Rea jelas mencoba mencari celah, dan Hazel tidak ingin memberinya kesempatan untuk merasa menang.

Seusai interaksi yang menegangkan itu, Hazel mengirim pesan singkat kepada Liam, memberitahunya tentang reaksi Rea. Ia merasa perlu memberitahukan situasinya, terutama karena Rea tampak sangat tertarik untuk menggali lebih dalam.

Liam membalas dengan cepat, "Jangan khawatir, Hazel. Aku akan mengurusnya. Tetap tenang, dan jangan biarkan dia membuatmu ragu."

Membaca pesannya, Hazel merasa lebih tenang. Liam selalu punya cara untuk meyakinkan dan mendukungnya, meski di tengah situasi sulit. Dia menatap layar ponsel sambil tersenyum tipis, merasakan kekuatan baru untuk menghadapi hari itu.

Di malam hari, saat Hazel akhirnya pulang ke apartemen, dia menemukan Liam sedang menunggu di ruang tamu. Dia membawa dua kotak makan malam yang terlihat lezat, jelas-jelas telah menyiapkannya dengan niat baik.

“Kau pasti lelah setelah hari yang panjang,” ujar Liam sambil menyodorkan kotak makan itu. "Aku pikir kita bisa makan malam bersama. Kau butuh sedikit waktu untuk bersantai."

Hazel tersenyum lembut, terkejut dengan perhatian kecilnya. Mereka duduk bersama, makan dengan nyaman di ruang tamu apartemen. Suasana malam itu terasa hangat dan santai, membuat Hazel merasa tenang setelah hari yang penuh ketegangan.

Di tengah makan malam, Hazel menatap Liam sejenak, berusaha menyeimbangkan keberanian dalam dirinya untuk bertanya. “Liam... kenapa kau begitu peduli? Maksudku, kau tak perlu repot-repot seperti ini.”

Liam menatapnya balik, dan sejenak suasana hening. “Karena aku mengerti betapa sulitnya apa yang kau alami, Hazel. Aku tahu ini hanya sandiwara, tapi bukan berarti aku akan membiarkanmu menghadapi semuanya sendirian.”

Kata-kata itu membuat Hazel terdiam, merasakan sesuatu yang hangat di hatinya. Mungkin ada batas tipis antara kebohongan dan kebenaran, namun dia bisa merasakan kejujuran dari perhatian Liam.

*

"Bukankah seharusnya Mama mu sudah sampai?" tanya Liam sambil menatap Hazel, mencoba menangkap ekspresi wajahnya yang tampak gelisah.

"Ya, mungkin saat ini dia sudah berada di rumah sakit," jawab Hazel sekenanya, tangannya mengaduk makanan di hadapannya tanpa semangat.

Liam menatapnya dengan penuh tanda tanya, merasakan ada sesuatu yang tidak beres. "Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa seakan kau menarik diri dari mereka?"

Hazel menghela napas dalam, menatap piringnya seakan-akan mencari jawaban di sana. "Entahlah, aku hanya ingin membuat Eva merasakan kasih sayang seutuhnya. Dia tidak pernah mendapatkan perhatian yang dia butuhkan dari Mama dan Papa."

"Tapi, bukankah kau juga butuh itu?" Liam bertanya dengan nada lembut, menyadari ada sesuatu yang lebih dalam di balik wajah tenang yang ditunjukkan Hazel. "Kau tidak bisa selalu mengabaikan dirimu sendiri demi orang lain."

Hazel menggeleng pelan, mengalihkan pandangan dari Liam. "Eva lebih membutuhkannya. Sejak kecil, dia selalu berada dalam bayang-bayangku. Aku tidak ingin dia merasa terasingkan hanya karena aku dianggap sebagai favorit orang tua. Dia berhak mendapatkan kasih sayang yang utuh."

Kata-kata Hazel membuat Liam terdiam. Dia bisa merasakan betapa berat beban yang ditanggung oleh wanita di hadapannya. "Hazel, kadang-kadang kita tidak bisa memilih perasaan. Tapi penting untuk diingat bahwa kau juga berhak merasakan kasih sayang yang sama."

Dia menghela napas lagi, menatap Liam dengan penuh kebingungan. "Tapi bagaimana aku bisa melakukan itu? Melihat Eva, aku merasa seperti dia lebih penting. Jika aku menginginkan kasih sayang itu, aku merasa seperti egois."

Liam menatapnya dengan lembut, berusaha memahami. "Kau bukan egois, Hazel. Merawat dirimu sendiri bukan berarti kau tidak peduli pada Eva. Sebaliknya, dengan mencintai dirimu sendiri, kau bisa lebih baik dalam mencintai orang lain."

Hazel terdiam, kata-kata Liam bergaung di benaknya. Dia tahu ada benarnya, tetapi rasa bersalah terus menghantuinya. “Kadang, aku merasa terjebak dalam peran ini. Sebagai kakak, sebagai anak, dan sekarang sebagai istri. Semua peran itu membebani.”

Liam meraih tangan Hazel, menggenggamnya lembut. "Kau tidak perlu merasa terjebak. Tidak ada yang mengharapkanmu untuk sempurna. Semua orang mengalami kekacauan dalam hidup mereka. Apa pun yang terjadi, aku ada di sini untuk mendukungmu."

Mendengar perkataan Liam, sebuah rasa hangat menjalar dalam diri Hazel. Dia merasakan dukungan yang tulus, sesuatu yang belum pernah benar-benar dia rasakan dari orang-orang terdekatnya. Mungkin, hanya mungkin, dia tidak perlu memikul semua beban itu sendirian.

"Terima kasih," ucapnya pelan, meskipun dia tahu itu tidak cukup untuk menggambarkan rasa syukurnya.

Malam itu, di antara makanan yang tidak tersentuh dan obrolan yang mendalam, Hazel mulai memahami bahwa mencintai bukan hanya tentang memberi. Kadang, mencintai juga berarti menerima—menerima bahwa dia pun layak untuk dicintai.

*

Sesampainya di depan perusahaan, suasana antara Hazel dan Liam terasa sedikit tegang. Hazel menatap Liam, yang tampak serius, namun ada sesuatu yang menggelitik di dalam dirinya. "Kau tidak berniat untuk masuk dulu? Mungkin ada hal yang ingin kau bicarakan dengan Rea," godanya, berusaha untuk mencairkan suasana.

Liam tertawa ringan, suaranya mengalir seperti musik di telinga Hazel. "Tidak, ada hal lain yang harus aku kerjakan, selain bertemu dengan Rea. Kami bisa mengatur pertemuan kami nanti." Ekspresi Liam tersenyum penuh arti, seakan berhasil membalas godaan Hazel.

Hazel langsung memasang ekspresi datarnya, "Hemm baiklah, sayang sekali. Mungkin Rea akan kecewa jika hari ini tidak bertemu denganmu," balas Hazel, berusaha menyembunyikan rasa cemburunya di balik lelucon.

Dia membuka sabuk pengamannya, bersiap turun dari mobil. Namun, dengan cepat Liam mencegatnya. Sebuah kecupan lembut mendarat di puncak kepalanya, membuat Hazel tertegun sejenak. Saat itu, seolah waktu terhenti, dan dunia di sekitar mereka lenyap sejenak.

"Selamat bekerja, istriku," goda Liam dengan senyuman yang penuh arti, matanya berkilau seperti bintang di malam hari.

Kepala Hazel terasa bergetar, jantungnya berdegup kencang. Kecupan itu, meski sederhana, seakan menyentuh bagian terdalam dari hatinya yang selama ini tertutup. Dia terdiam, seolah patung, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

"Uh, terima kasih," balas Hazel, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya. Dia berusaha untuk tidak menunjukkan betapa terkejut dan senangnya dia merasakan momen kecil itu. Namun, di dalam dirinya, dia tahu bahwa ini bukan hanya sekadar lelucon. Ada kehangatan dan kedekatan yang baru mulai terbangun di antara mereka.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, Hazel akhirnya keluar dari mobil, berusaha menata kembali pikirannya. Dia melangkah menuju pintu masuk gedung, namun tidak bisa menahan senyuman yang menghiasi wajahnya. Saat dia melangkah pergi, dia mendengar suara Liam dari dalam mobil.

"Hati-hati, istri!" serunya, suaranya penuh dengan kehangatan.

Hazel menoleh, membalas tatapannya dengan senyuman yang lebih lebar. "Kau juga, suami!" jawabnya dengan nada yang ceria, meskipun dia merasa canggung setelah semua yang terjadi.

Ketika dia masuk ke dalam gedung, perasaan campur aduk melanda dirinya. Dia merasa semangat baru mengalir di dalamnya, tetapi di sisi lain, hatinya masih berdebar-debar memikirkan kecupan yang diberikan Liam.

Hari itu, saat dia menjalani rutinitas kerja, pikirannya tidak bisa berhenti memikirkan Liam dan momen kecil yang membuatnya merasa istimewa. Apakah ini semua hanya bagian dari sandiwara mereka, ataukah ada sesuatu yang lebih di antara mereka?

Hazel mencoba untuk tetap fokus pada pekerjaannya, tetapi perasaan bahagia itu terus menyelinap masuk ke dalam pikirannya, menghangatkan hatinya. Dia tahu bahwa pernikahan ini mungkin tidak sepenuhnya nyata, tetapi saat-saat kecil seperti itu membuatnya bertanya-tanya tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan—tentang kemungkinan cinta yang sebenarnya.

TO BE CONTINUE >>>

1
Na'key Atmodimbejo
Lumayan
Cevineine
Lanjut thorr👍👍
Fera Susanti
ambisius banget sech alan..
Faulinsa
kenapa juga Hazel nggak jujur dgn mama Anet jika dulunya ada hubungan dgn Alan.. pasti mm Anet bkal bantu nyari solusi
Fera Susanti
mana Liam nya nech..kok ga muncul...ayo2 dong jd seorang bayangan...
Aja Nisa
💞💞💞💞💞
Dewi Nuraeni
ko aku msh blm ngerti alur ceritanya ya thor/Facepalm/
Fera Susanti
Alan tuch kenapa sech??
Fera Susanti
pkknya karakter hazel nya harus tetap kuat.. semangat
Ayu_Lestary: Siap!!! di akhir bab ini ada sedikit revisi. tapi masih dalam proses review.
Othor merasa plotnya agar kurang cocok wkwk ..

bab selanjutnya menyusul ✍️
total 1 replies
Fera Susanti
masih membaca n meraba raba isi cerita...semangat
Ayu_Lestary: Terima kasih, jangan sungkan memberi masukan untuk membangun novelnya agar semakin menarik dan berkembang... 💞💞💞

Barangkali ada ide² yang bisa kita tuangkan dalam novel ini hehe 🥰🥰🥰
total 1 replies
Fera Susanti
lupa sama cerita nya..klo baca dr awal takutnya bulan depan or tahun depan lagi kelanjutan nya..
semangat thor
Ayu_Lestary: Terima kasih untuk dukungannya, setiap komentar kalian sangat berarti bagi Othor 🥰

Novelnya udah up beberapa bab nih, dan kedepannya akan daily update 🪄🪄🪄

Salam hangat dari Othor 💜💜💜
total 2 replies
🌟Ita undae MaMe🌟
up lagi dong..
Lesya💙
wahh cerita yg bakalan seru ini 😍😍😍😍 up lagi dong thor..
Nana Scott
/Heart/
Khafiza Achmad
up lagi dong, udah lama aku tunggu
Ayu_Lestary: siappp.. otw bab selanjutnya hehe ^^
total 1 replies
Praised93
jadi males bacanya terlalu lama update
Praised93
jarang update UNSUBSCRIBE saja
Any
next thorrr
Livy
Luar biasaaa 🫶🫶🫶
Livy
Oalah Boy, ternyata kau bermain api
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!