Karena suaminya menderita gangguan pada organ reproduksinya, membuat Jenna dan suaminya memutuskan untuk melakukan inseminasi. Namun, setelah Jenna hamil, ia justru di minta untuk menggugurkan kandungannya tersebut atau ia akan ceraikan oleh suaminya tersebut. Bahkan Jenna di tuduh selingkuh oleh keluarga suaminya.
Jenna memilih mempertahankan kehamilannya meski pada akhirnya ia di ceraikan dan di buang oleh suaminya.
Bertahun-tahun berlalu, Jenna menjelma menjadi ibu muda yang tangguh dan mandiri. Jenna baru saja kehilangan pekerjaan dan Ia mendaftar menjadi seorang perawat pria lumpuh yang dingin dan kejam demi menyambung hidup bersama kedua anaknya.
Meski tidak mudah awalnya, Jenna tetap bertahan hingga cinta itu perlahan mulai tumbuh diantara mereka. Saat itulah sebuah fakta besar terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
"Kenapa pulang kesini? "tanya Arion. Jenna tak mungkin memberi alasan jika ia merindukan anaknya.
" Di sana sepi. Lagian kemarin aku ketemu ibu kamu, kayaknya gak mungkin di datang ke mansion saat kamu pergi. Jadi aku pulang," jelas Jenna.
" Katanya beberapa hari, ini baru tiga hari udah pulang. Tuan kangen ya sama saya?" goda Jenna . Ia masih merasa canggung saat bicara empat mata seperti ini dengan Arion.
"Kenapa , tidak suka saya kembali lebih awal?" tanya Arion.
"iyalah, kalau tuan pergi, jadi nggak ada yang mengomeli saya, bebas kadinya nggak ada beban. Telinga juga aman!," jawab Jenna. Tapi, sebenarnya ia lebih senang jika di omeli setiap hari oleh Arion. Aneh memang.
"Keenakan kamu jadinya, makan gaji buta," ujar Arion.
"ck, sama istri sendiri perhitungan," balas Jenna mencebik.
Diam-diam si kembar mengintip orang tuanya dari balik jendela kamar. Mereka layaknya anak muda yang sedang pacaran saja.
......
Setelah Arion kembali dari kota X, Jenna kembali melanjutkan pekerjaannya dalam rehabilitasi harian Arion pada kakinya.
Baik Jenna maupun Arion merasa senang karena perkembangan kaki Arion semakin hari semakin membaik. Mereka berharap secepatnya Arion benar-benar bisa berjalan normal tanpa alat bantu lagi.
Kerja sama antara perusahaan ayah Jenna dengan beberapa klien pun tetap berlanjut dengan baik. Pun dengan perusahaan mertua Kevin, mereka tetap melanjutkan kerja sama kedua perusahaan. Biarlah urusan pribadi menjadi urusan keduanya, tidak akan Jenna campurkan dengan masalah pekerjaan selama iti tak merugikan perusahaan. Jenna juga sempat mengunjungi ayahnya yang kini dalam keadaan memprihatinkan. Ibu tiri dan suadara tirinya belum juga kembali, entah kemana perginya mereka. Jenna geram sendiri jika mengingat mereka. Di saat sang ayah sakit seperti ini mereka malah pergi meningglakannya.
Jenna pun kini bisa bernapas lega soal perusahaan. Ia tetap menjalankan kedua perannya di perusahaan dan juga kepada Arion. Meski kini ia tak harus datang setiap hari ke kantor karena urusan kantor ia percayakan kepada Anton.
Namun, ternyata itu tak berlangsung lama. Kini terjadi lagi masalah pada perusahaan ayahnya tersebut, yaitu masalah kuotasi.
Jenna benar-benar tak habis pikir, kenapa masalah perusahaan seakan tiada habisnya. Datang silih berganti. Satu masalah selesai timbul masalah baru. Apakah memang ada yang sengaja ingin menjatuhkan.
.....
Hari ini Jenna datang ke kantor untuk mengatasi masalah kuotasi ini.
Dalam penyelidikannya, Jenna menyadari ada salah satu spy yang mengungkapakan soal harga kuotasi tersebut.
Kevin datang dengan keadaan marah-marah. Laki-laki itu membawa beberapa orang yang bekerja sama dengan perusahaan. membuat Jenna semakin pusing di buatnya, "Apalagi ini, orang!" gerammya dalam hati.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Atau jangan-jangan kamu sengaja melakukannya, supaya kami menderita kerugian besar, iya? Sejak awal aku udah curiga, pasti kamu memiliki niat tertentu bukan?" tuduh Kevin secara sarkasme.
Beberapa orang yang datang bersama Kevin pun ikut menyalahkan Jenna. Mereka ikut menyuarakan kecurigaan terhadap Jenna.
Jenna benar-benar merasa tertekan dalam masalah ini. Semua kliennya menuntut keadilan dan kebenaran jika benar Jenna tidak melakukan kecurangan.
Dalam tekanan berat tersebut, Jenna mengingat kembali apa yang sudah ia dan Arion bicarakan sebelumnya. Arion memberitahunya kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam perusahaan setelah kejadian waktu itu. Arionoun memberikan sebuah rencana jika saja di perlukan.
Dan benar saja, kini Jenna harus menerapkan rencana itu.
"Maafkan saya, saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang. Aaplagi saya juga tidak menemukan adanya spy. Ini benar-benar membuat saya pusing," Jenna mukai berakting seolah ia tak berdaya kali ini dan serasa ingin menyerah.
Setelah menerima cacian dan hinaaan atas provokator Kevin, akhirnya mereka bubar karena Jenna terus saja berpura-pura tak berdaya meski ia di serang bagaimanapun juga.
Setelah keadaan sepi, barulah Jenna bernapas lega. Ia lekas menghubungi Arion dan meminta bantuannya.
"Aku butuh orang-orang tuan untuk memasang kamera pengawas diam-diam," ucapnya melalui telepon.
"Baiklah, akan segera saya kirim orang-orangku ke sana. Kamu tetaplah tenang dan pura-pura tidak tahu apapun juga!" pesan Arion sebelum panggilan berakhir.
"Hem," Jenna mengangguk lalu menyimpan ponselnya ke dalam tas.
Tak lama kemudian, datanglah orang-orangnya arion yang menyamar. Mereka yang akan memasang kamera pengawas untuk menjebak spy. Jenna ingin spy tersebut datang sendiri sebagai bukti dari kamera tersebut.
...----------------...
semangat up lagi yok sampe tamat kisah Jenna dan Arion kak jangan lama-lama ya up selanjutnya🥰