NovelToon NovelToon
Penghangat Ranjang Suami Orang

Penghangat Ranjang Suami Orang

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / PSK / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Sekelompok preman datang setelah acara pernikahan sederhana digelar oleh Aditya dan Syahnaz. Mereka mengancam akan menyita rumah itu jika Aditya tidak mampu melunasi hutang dalam waktu tiga hari.

Mendengar masalah yang menimpa menantunya, ibu Syahnaz jatuh pingsan. Ternyata dia terkena serangan jantung. Dokter menyarankan agar segera melakukan tindakan operasi agar penyakit ibu Syahnaz tidak semakin parah.

Aditya teringat perbincangan atasannya di kantor yang sedang mencari seorang wanita untuk dijadikan simpanan dan melahirkan seorang anak. Aditya dengan gilanya memaksa Syahnaz menjadi PSK demi melunasi hutangnya dan biaya perawatan ibu di rumah sakit.

Akibat tidak punya jalan keluar lain, Syahnaz terpaksa menyetujui. Ia dijual kepada Jendra, pengusaha kaya yang menginginkan seorang wanita untuk menjadi penghangat ranjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadiri Pesta

Syahnaz berdandan rapi mengenakan pakaian yang dibelikan Rania, sebuah gaun berwarna merah yang senada dengan sepatunya. Ia memulaskan make up sederhana namun tidak meninggalkan kesan elegan. Rambut panjangnya sengaja ia gerai dengan sedikit di-curly pada bagian bawah.

Jendra menatapnya dengan wajah datar. Lelaki itu juga sudah bersiap mengenakan kemeja dan setelan jas berwarna hitam. Jendra selalu terlihat maskulin serta tampan dalam balutan busana formal semacam itu. Tak bisa dipungkiri jika Syahnaz sebagai wanita biasa juga mengakui ketampanan lelaki itu.

"Ayo kita berangkat sekarang!" ajak Jendra.

Keduanya turun ke bawah dan berpamitan dengan Rania. Wanita itu tampak bahagia melihat putranya akhirnya mau menghadiri pesta. Apalagi ditemani oleh Syahnaz yang cantik.

"Tolong temani Jendra malam ini, ya! Pastikan tidak ada lagi orang yang menggosipkan kalau dia sudah tidak menyukai wanita. Aku sakit hati anakku selalu dikira tidak normal karena titak pernah memperkenalkan istrinya."

Ucapan Rania tadi sore masih terngiang-ngiang di pikiran Syahnaz. Ia tak bisa menolak permintaan wanita itu untuk pergi ke pesta.

Jendra dan Syahnaz menaiki mobil sedan yang dikendarai oleh sopir. Mereka duduk di bangku belakang berdampingan. Jarak rumah ke tempat acara tidaklah jauh, hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai.

Banyak orang berpakaian rapi dan elegan saat mereka tiba. Jendra menggandeng tangan Syahnaz melewati pintu masuk acara yang diamankan secara ketat dengan metal detektor dan perugas penerima tamu yang berjaga.

Suasana menjadi lebih ramai ketika mereka menapakkan kaki di dalam sana. Pesta itu didekorasi dengan sangat mewah, dengan dominasi warna biru dan pink salmon.

Jendra tetap tak melepaskan gandengan tangannya. Ia membawa Syahnaz berjalan menghampiri orang yang dikenalnya, Regi.

Sahabat Jendra itu terlihat kaget dengan kedatanganJendra. Apalagi Jendra membawa serta Syahnaz ke sana. Selama ini Jendra terkenal paling anti menghadiri pesta.

"Akhirnya kamu datang juga, Jendra. Aku kira kamu akan melewatkan pesta ini seperti biasa," ujar Regi.

"Mama memaksaku datang," jawab Jendra dengan ekspresi malas.

"Kamu sudah mengajak Syahnaz ke sini, jangan muram begitu. Kesannya kalian seperti orang yang sedang bertengkar," ujar Regi.

"Oh, Jendra juga datang, ya?" sapa seorang wanita cantik yang menghampiri mereka. Potongan rambutnya pendek, namun tetap terlihat feminim dengan gaun berwarna hitam mini yang dikenakan. Namanya Liana, dia adalah istri Regi.

"Apa kabar, Liana?" tanya Jendra.

"Baik. Lama juga ya, tidak bertemu," jawab Liana. Matanya melirik ke arah wanita yang tengah digandeng oleh Jendra.

"Dia siapa?" tanya Liana. Baru kali ini ia melihat wanita yang ada di samping Jendra.

Regi menarik tangan Liana agar mendekat kepadanya. Ia memang lupa tidak menceritakan hal itu kepada istrinya.

"Sayang, wanita yang datang bersama Jendra akan menjadi istrinya malam ini," ucap Regi mencoba menjelaskan dengan sederhana.

"Apa? Kamu sudah menceraikan Elisa, Jendra?" tanya Liana dengan penuh keterkejutan. Ia hanya tahu jika Jendra hanha punya satu istri, yaitu Elisa.

"Eh, maksudku bukan begitu, Sayang. Dia malam ini hanya menggantikan posisi Elisa saja. Kamu tahu kan kalau Elisa masih koma. Jendra hanya butuh pengakuan kalau ia sudah menikah di hadapan para rekan bisnisnya," kata Regi meluruskan perkataan yang sebelumnya.

Liana mengarahkan tatapannya kepada Syahnaz. Ia sungguh tidak suka melihat keberadaan wanita itu di sana. Apalagi dikatakan jika posisinya ingin menggantikan Elisa.

"Aku rasa kamu sudah sangat berubah, Jendra," sindir Liana. Ia merasa kecewa dengan lelaki itu.

Jendra punya seorang istri yang sedang koma. Tidak etis rasanya dia menghadiri sebuah pesta membawa wanita lain lalu diakui sebagai istrinya.

"Kalau kamu tidak paham dengan kondisiku, lebih baik kamu diam saja, Liana," timpal Jendra. Ia memasang wajah kesal karena ada yang berani mengkritiknya. Ia juga sebenarnya tak terlalu ingin datang ke pesta itu kalau bukan kemauan ibunya.

"Jendra, sudahlah, jangan emosi. Liana memang tidak tahu apa-apa. Kamu juga harus memaklumi kalau istriku ini sahabat baik istrimu," tutur Regi. Ia kebingungan untuk menengahi antara sahabat dan istrinya sendiri. Regi bahkan memeluk istrinya agar tidak marah-marah.

"Apa bisa kita berkenalan? Aku Liana, istri. Regi. Siapa namamu?" tanya Liana. Ia mengulurkan tangan meminta berkenalan.

"Namaku Syahnaz," jawab Syahnaz menyambut jabat tangan itu. Meski ia tahu Liana tidak menyukainya, ia tetap berusaha untuk terlihat biasa.

"Apa kamu mau ikut denganku? Biarkan para lelaki bertemu dengan para koleganya untuk membahas bisnis. Kita bisa berbincang-bincang sambil menikmati pesta di sudut yang lain," ajak Liana.

Jendra melepaskan jabatan tangan kedua wanita itu. Ia merasa Liana punya niatan buruk terhadap Syahnaz sehingga ia tidak berani melepaskan wanitanya dari pengawasan.

"Syahnaz akan tetap ikut denganku," kata Jendra menegaskan.

"Biarkan saja Syahnaz ikut istriku, Jendra. Kamu tenang saja, dia akan aman dengan Liana. Kasihan Syahnaz kalau harus menemani kita, obrolannya kebanyakan dengan orang tua, nanti dia bisa kebosanan," ujar Regi.

"Kamu takut sekali kalau aku akan memakannya, Jendra," ucap Liana sembari terkekeh.

Jendra memikirkan sejenak ucapan Regi. Keberadaannya di sana memang untuk basa-basi bisnis yang membosankan. Ada banyak lelaki paruh baya yang akan berbincang-bincang dengannya.

"Ya sudah kalau begitu, jaga dia baik-baik, Liana. Awas kalau sampai nanti kamu buat dia menangis!" ancam Jendra dengan sorot mata elangnya yang tajam.

Liana mengabaikan ucapan Jendra. Ia menggandeng tangan Syahnaz dan membawa wanita itu pergi menjauh dari kedua lelaki itu.

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Meiriyana
bagus
|•n͜͡k͜͡`
maaf u/ sekelas penulis label platinum ending seperti ini mengecewakan🙏🙏 aslinya bagus cm langsung d hempas minus d endingnya
Katherina Ajawaila
Bener mm Rania, Syahnez ngk salah, udh bagus dapat calon ibu buat mengandung masih ori berpendidikan. malah SMP di buat pelayan. mmg nya Elisa waktu di nikahin juga mah ordinil
ribet aja 🥺 bener mm Rania 😲
Katherina Ajawaila
mesti Elisa sadar diri juga dr kekurangan dia selama 3 thn koma, mana ada laki" yg bisa setia selain laki" itu pastor atau biksu 🤭
Katherina Ajawaila
mau aja Jendar di perad sm adytia, laporin pemerasan biar msk prodeo🤑
Katherina Ajawaila
Syahnez tinggal aja sm mm Rania, toh Elisa ngk pernah kmm Rania dan mm Rania juga ngk suka sm Elisa 😣
Katherina Ajawaila
samgkingnan hot nya Hendra ngk pakai perasaan main tancap gas aja kejadian kan untungnngk keguguran dan gimana tuh Elisa🥺
Katherina Ajawaila
semoga Syahnez bisa tertolong ya thour, kasihan 🤭
Katherina Ajawaila
makanya jd org itu berfungsi apa aja Elsa. jd suami ngk nyimpamg🤑
Katherina Ajawaila
pasti Syahnez lg hamil, so pasti ya thour 🤭
Katherina Ajawaila
kasihan. Syahnez, minta berhenti aja Syan, liana kelewatan mulut nya ikut campur urusan rmh tangga org. ngk pantes x
Katherina Ajawaila
bagus lah Bian, tinggal Syahnez aja yg harus menyadari siapa sebenernya Afitya, kere tapi sombong, sok orkai pada hal mokondo 😡
Katherina Ajawaila
laki" Toxic pada ngk jelas 😲
Katherina Ajawaila
seperti Syahnez hamil makanya Hendra yg ngidam 🤭
Katherina Ajawaila
kamu. suami ngk tau diri enak" an. makan uang lendir ngk malu pecundang.rnjijikan 🤭
Katherina Ajawaila
aditya bangsa makan darah istri suami pecubdangb, kere aja belagu trima situ jablaiimu😡
Katherina Ajawaila
Aditya menang banyak foya" dgn jablai nya dia sama tujh uang" . Syahnez uangnya mending di ksh k. ibu mu aja yg 50 jt.
Katherina Ajawaila
dasar laku" pada buaya, pantes aja julikannya buaya buntung 😣
Katherina Ajawaila
suami durhaka bisa" nya uang hsl jual istri di buat maksiat main. perempuan nakal
😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!