NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Ikan

...SELAMAT MEMBACA!...

Karena kesabaran Aprilio habis melihat Keyra terus menatap bukunya, Aprilio memaksa gadis itu untuk pergi ke luar.

Keyra menolak mentah-mentah, tetapi Aprilio menyeretnya paksa. Pada akhirnya, Keyra menurut dan ikut pergi.

Aprilio tidak mengatakan akan pergi ke mana, ia hanya melajukan motornya tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan Keyra. Gadis itu ikut kesal karena Aprilio tiba-tiba mencueki dirinya, ia melipat kedua tangannya di depan dada, enggan berpegangan.

"Awas jatuh!" seru Aprilio.

Keyra tidak menjawab, bibirnya mengerucut, dan wajahnya murung.

Aprilio tersenyum miring, muncul ide jahilnya. Lalu, lelaki itu menarik gas membuat Keyra terdorong angin hingga hampir terjatuh. Refleks, Keyra bergerak memeluk Aprilio karena terkejut.

Sesaat setelah itu, Aprilio tergelak tawa kencang, kemudian Keyra memukuli punggung Aprilio dengan kesal. "Makanya pegangan," tegur Aprilio.

Merasa dirinya dijahili, Keyra melepas pelukan itu dan memukul Aprilio dengan keras. Lalu, Keyra melepas pelukan itu dan memilih berpegangan dengan angin. "Malah dilepas," celetuk Aprilio. "Gue gas lagi, nih."

Keyra menggerutu. "Ih, iya-iya." Terpaksa, kedua tangannya melingkar di pinggan Aprilio.

Setelah menenpuh perjalanan selama 20 menit, Aprilio menghentikan motornya di sebuah tempat yang sangat ramai dan dipenuhi gemerlap lampu. Keyra langsung turun dari boncengan dan menatap ke arah pasar malam tersebut. "Lo jam 9 malem ngajakin gue keluar, buat lihat ini?" ucap Keyra.

Aprilio hanya membalas dengan senyum tipis. Lalu, ia menuntun motornya untuk diparkirkan. Salah seorang penjaga parkir mengenali Aprilio, orang itu langsung mengambil alih motor Aprilio. "Titip ya, Bro!" ujar Aprilio.

"Siap, Pak Ketua!" jawabnya, dengan membuat hormat. Dia melihat ketua geng itu datang bersama gadis, tentu saja merasa penasaran. "Sama pacar, Bos?"

Aprilio menoleh untuk melihat Keyra, gadis itu sedang melihat ke sekitar sembari menunggunya. "Tunangan," jawab Aprilio, sontak membuat orang itu menganga.

"Waduh! Saya jarang ngumpul jadi banyak ketinggalan berita." Orang itu menggaruk tengkuk lehernya.

"Lo sibuk kerja sih, Bang," ucap Aprilio. "Nanti gue kasih undangan, secepetnya, deh."

"Wah! Sat set banget deh, Si Bos."

Kedua lelaki itu tergelak tawa dengan lelucon yang mereka buat sendiri. Aprilio memang tidak jauh dari kata serius, kehidupannya sungguh menegangkan dan tak bermain-main.

"Beli makanan, aja. Gak usah main-main," ujar Aprilio, ketika mereka berjalan melihat-lihat.

Keyra terlihat antusias karena sudah lama tidak datang. Dia bahkan lupa kali terakhir sang ayah mengajaknya. Ia melihat sekelilingnya, banyak juga pasangan sepertinya. Tak ada banyak anak kecil, sebab hari sudah terlalu malam.

Sebuah gerai yang memajang ikan-ikan di dalam plastik, menghentikan langkah Keyra. Matanya membulat melihat itu. Aprilio tidak menyadarinya dan ia terus berjalan meninggalkan Keyra.

Keyra melamun di sana. Ikan-ikan yang berenang itu, terlihat cantik di matanya. "Ayah pernah beliin aku ikan, tapi Ayah juga bunuh ikan itu," gumam Keyra.

Keyra telah lupa di usia ke berapa ketika ayahnya tiba-tiba pulang. Saat itu, Keyra sedang belajar di kamarnya dan mendengar sesuatu yang pecah di ruang tengah. Sesegera mungkin, Keyra keluar dari kamarnya dan mendapati akuarium kecilnya pecah dan beling itu berserakan.

Keyra merasa sesak melihat dua ikan koi itu terbang-terbang, begitu Keyra menganggapnya dulu. Lebih terkejutnya lagi, sang ayah mendorong tubuh sang ibu hingga terjatuh. Keyra menghampiri ibunya, tetapi Erisa menyuruh Keyra kembali ke kamarnya. "Masuk ke kamar, Keyra!" pinta Erisa.

"Engga!" Keyra menggelengkan kepala. Lalu, ia berlari memeluk kaki sang ayah dan berujar, "Ayah, lihat! Wawa sama Wiwi terbang-terbang! Ayah harus tolong mereka!"

Tidak menggubris rengekan Keyra, pria itu mendorong putrinya hingga jatuh. Keyra langsung merasa sakit di dadanya tanpa ia tahu, padahal Keyra hanya ingin dua ikannya selamat. "I--ikan Keyra," lirih Keyra.

Dengan paksa, Erisa membawa putrinya ke kamar dan menguncinya dari luar. Agar Keyra tidak melihat pertengkarannya dengan sang suami. Namun, Keyra menggedor-gedor pintu tersebut. "Ibu! Ibu! Ayah! Tolong ikan Keyra!"

"Kasih air ke mereka, nanti Keyra tidak punya teman!"

"Wawa sama Wiwi tidak boleh terbang-terbang! Kasihan mereka!"

"Ibu! Ibu! Ayah! Ayah!"

"Key! Keyra!" Aprilio menggoyang lengan Keyra, tetapi gadis itu masih menatap ke arah toko ikan. "Keyra!" teriak Aprilio, tepat di telinga Keyra, membuat Keyra langsung tersadar.

"Ha? Apa? Ada apa?" Keyra gelagapan.

Aprilio memegangi kedua pundak Keyra. "Lo kenapa? Sakit?"

Keyra menggeleng-gelengkan kepala. "Lo mau apa? Gue beliin," ujar Aprilio. "Bilang, aja! Jangan ngelamun kayak gini!"

Gadis itu menatap mata Aprilio, mengingat sekilas kejadian itu membuat tubuhnya menjadi lemas. Ia terdiam cukup lama, kemudian Keyra mengalihkan pandangannya ke arah ikan-ikan kecil itu. "Mau ikan koi. Dua," ucap Keyra.

Aprilio sontak mengusap kasar wajahnya. "Gue beliin lima!" Lelaki itu langsung memasuki toko.

.....

Keyra dan Aprilio membeli banyak makanan. Mereka tidak langsung pulang, melainkan berhenti di jembatan yang memperlihatkan aliran sungai dan pantulan dari langit di air.

Malam ini, air di sungai tersebut terlihat begitu ramai karena banyak bintang di langit. Mereka berdiri di sana, bersandar pada pembatas jembatan sambil menikmati pentol bakar yang dibeli di pasar tadi.

Tidak hanya membeli pentol bakar, tetapi juga ada telur gulung, cimol, dan kuah soto yang rencananya akan dijadikan lauk esok hari. "Bagus banget," ujar Keyra. "Lo tahu banyak tempat bagus, ya?" Keyra menatap Aprilio dari samping.

Aprilio tersenyum bangga. "Banyak. Nanti, gue ajakin lo ke sana, satu per satu," jawabnya.

Keyra mengangguk setuju. Aliran sungai yang deras itu, tidak menunjukkan ujungnya. Dia selalu ingin menaiki perahu dan mencari ujung sungai hingga ke sudut dunia. Namun, sepertinya tak pernah ada.

Wajah Aprilio berubah datar setelah memandang Keyra. Dia memutar tubuh, menyandarkan punggungnya ke pembatas jembatan. "Key," panggilnya.

"Apa?" sahut Keyra, sambil menikmati makanannya.

Tanpa berani menatap ke arah Keyra, sambil menimang perasannya dengan yakin. Aprilio menghembuskan napas panjang, kemudian ia mendongak. "Kita nikahnya kapan?" tanya Aprilio.

Suara yang terdengar berat itu, membuat Keyra berhenti mengunyah. Ia menoleh, memandang Aprilio dari samping. Wajah lelaki tersebut, terlihat sedang gelisah. "Terserah lo," jawab Keyra.

"Gue maunya nunggu lo lulus dulu. Tapi, itu terlalu lama, Key."

"Ya ... gue juga bingung sebenernya." Keyra memutar tubuhnya, ikut bersandar seperti Aprilio. Ia menunduk sejenak, kemudian melihat ke depan. "Kita jalani kayak gini dulu aja, gimana?"

"Kita juga baru kenal, belum mengerti satu sama lain juga."

"Perlahan, kita pendekatan biar nanti kalau ... nikah, kita udah bener-bener siap," kata Keyra.

Aprilio kemudian menoleh, menatap Keyra yang juga menatapnya. "Lo ada benernya," ucap Aprilio. "Buat sekarang, gue juga belum siap buat jadi kepala rumah tangga."

"Kan. Jadi, kita sambil belajar pelan-pelan, aja," imbuh Keyra.

Aprilio mengangguk setuju.

Tak ada suara lagi, hanya hembusan angin dan aliran sungai. Jarang kendaraan melalui jembatan ini, membuat suasana romantis lebih mudah tercipta.

"Key, lo sebenernya punya mimpi apa, sih?" ujar Aprilio.

"Pengen jadi guru bahasa inggris terus pergi ke luar negeri," jawab Keyra. "Kenapa tiba-tiba tanya soal itu?"

"Pengen tahu, aja." Aprilio mengambil pentol dari tangan Keyra, kemudian melahapnya. "Gue bantu wujudin, ya?" serunya.

Manik Keyra langsung membulat lebar.

"Gue mau bantuin lo biar bisa sekolah tinggi, terus nanti gue temenin ke luar negeri," kata Aprilio.

Keyra hampir tidak menyangka, Aprilio mengatakan hal tersebut. Sangat-sangat di luar dugaan Keyra. Seperti, itu adalah kelangkaan.

Pagi itu, Bumi menghampiri Keyra yang baru datang. Pria tersebut menghentikan Keyra dan mengajaknya mengobrol sebentar. "Tidak ditemukan bukti bahwa Simi mengalami perundungan."

"Juga, belum ada alasan mengapa Simi bunuh diri."

Keyra membulatkan mata. Ia berpikir bahwa Simi leleh karena dirundung Nadia, tetapi bukti itu semua ada di liar pemikirannya.

"Ini hari terakhir saya menyelidik di sini karena kasus akan ditutup," ucap Bumi. "Sampai bertemu di lain waktu ya, Keyra."

"Semangat belajarnya! Saya dengar kamu ingin menjadi guru bahasa Inggris."

Keyra menganggukkan kepala. "Iya, terima kasih. Kakak juga semangat!"

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!