NovelToon NovelToon
Ajian Pelet Jaran Goyang

Ajian Pelet Jaran Goyang

Status: tamat
Genre:Spiritual / Selingkuh / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:60k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Rumah tangga Adrian terancam hancur saat kedatangan Bella sekretaris barunya. Bella yang sangat terobsesi ingin memiliki Rian. Bella selalu mencoba untuk mendekatinya namun selalu gagal karena cinta Rian kepada Alia istrinya sangat besar.

Bella pun pergi ke banyuwangi untuk menemui seorang dukun yang terkenal akan kehebatannya, sampai akhirnya Bella bertemu dengan Ki Kusno.

Ki Kusno pun membantu Bella dengan memberikan sebuah Ajian yang bernama Jaran Goyang, ilmu pelet yang terkenal sangat sakti ketika mengenai targetnya, untuk mendapatkan Ajina Jaran Goyang itu Bella harus melakukan ritual khusus yang di berika oleh Ki Kusno.

Setelah Bella berhasil mendapatkan ilmu pelet Ajian Jaran Goyang ia pun menggunakannya untuk bisa mendapatkan Rian.

Apakah Alia dapat menyadarkan Rian dan mempertahankan rumah tanggannya?
atau sebaliknya kata perpisahan yang harus ia dengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ritual terakhir

Tujuh hari telah berlalu Bella pun telah berhasil menjalankan puasa putihnya kini dirinya tinggal menjalankan satu puasa kembali yaitu puasa pati geni, 

Puasa pati geni sendiri adalah puasa yang tidak makan tidak tidur dan tidak keluar dari rumah dalam waktu satu hari satu malam, jika puasa ini dapat Bella lakukan maka ia pun telah berhasil mendapatkan Ajian jaran goyang.

Di pagi itu Bella yang telah menjalankan puasa pati geni sedang duduk bersila di atas tempat tidurnya dengan mata tertutup Bella terus-menerus membacakan mantra Ajian Jaran goyang tanpa henti.

Bi Inem yang melihat jam telah menunjukkan pukul 07.00 pun berinisiatif untuk mengetuk pintu kamar Bella, ia kira Bella belum terbangun sehingga Bi Inem mencoba untuk membangunkannya.

 “Non Bella, non tidak bekerja ini sudah jam 07.00,” kata bi Inem seraya mengetuk pintu kamar Bella.

Namun tidak ada tanggapan dari Bella. Bi Inem pun mengulangi kembali hasilnya tetap saja sama tidak ada tanggapan dari kamar Bella.

Bi Inem pun berjalan ke menuju teras rumah sesampainya di sana terlihat pak Anwar yang sedang memanasi mesin mobil.

“pak Anwar sini,” ucap bi Inem memanggil pak Anwar.

“Ada apa sih Bi?”

“Itu loh non Bella akhir-akhir ini sikapnya sangat aneh, masa hampir seminggu non Bella bilang sama Bibi, kalau di sedang puasa tapi waktu menjelang buka non Bella hanya meminta nasi dengan segelas air putih, selama enam hari berturut-turut ini juga begitu belum keluar-keluar dari kamar. Bibi hanya khawatir kepada dirinya,” ucap Bi In yang bercerita kepada Pak Anwar tentang keanehan Bella.

“Kalau saya menyimak cerita Bi Inem, itu berti non Bella sedang mengaji ilmu memang persyaratannya seperti itu harus puasa putih dan puasa apa gitu Bi, saya lupa,” ujar pak Anwar menjelaskan kepada Bi Inem.

“Mengaji ilmu? Serius ini pak?” bi Inem mencoba meyakinkan. 

“Iya Bi, ini beneran biasanya syaratnya seperti itu,” sahut pak Anwar.

“Apa jangan-jangan non Bella mengaji ilmu pesugihan,” sambung pak Anwar kembali.

“Hutzzz! Jangan ngomong yang aneh-aneh jika iya maka orang pertama yang akan di tumbalkan itu kamu,” ucap Bi Inem seraya meninggalkan pak Anwar pergi ke dapur.

“Bi Inem! Bi!” pekik pak Anwar.

‘Ini di bilangin malah nakut-nakutin,’ pak Anwar yang bermonolog.

Sementara di kantor Rian yang sedang memerlukan Bella mencoba meneleponnya, beberapa kali telepon kantor di meja Bella berdering sampai akhirnya pun di angkat oleh salah satu tempatnya.

“Hallo Bella, saya minta fail dokumen yang kemarin kirimkan ke email saya bis secepatnya.”

“Maaf pak Rian, ibu Bella sepertinya tidak masuk hari ini, dan ini saya Nadia.”

“Tidak masuk? Kenapa dia tidak ijin dengan saya?”

“Saya kurang tahu pak.”

“Ya sudah kamu bisa buka komputer di atas meja kerja Bella coba cari fail pengiriman PT Jaya, kalau sudah menemukannya nanti tolong kirimkan melalui email saya, saya butuh secepatnya Nadia apa kamu bisa?”

“Baik pak Rian, saya akan kirimkan secepatnya.”

“Oke Nadia saya tunggu,” ucap Rian seraya mematikan teleponnya.

 Nadia pun segera membuka komputer yang ada di meja Bella dan menemukannya ia pun langsung mengirim fail yang di minta oleh Rian.

Beberapa jam telah berlalu jam pun telah menunjukkan pukul 12.00 siang, Natan yang ingin mengajak Rian makan siang menghampiri Rian di ruangannya.

“Sepertinya kamu sibuk sekali!” tegur Natan yang langsung masuk ke ruangan Rian.

“Eh kamu Natan.”

“Ayo kita makan siang,” ajak Natan.

“Oh ya sedari tadi aku tidak melihat Bella, ke mana dia?” tanya Natan.

“Aku pun tidak tahu, seharusnya jika dia tidak masuk kerja dia harusnya meminta ijin denganku,” sahut Rian dengan kesal.

“Bella tidak masuk hari ini? Tumben sekali dia tidak masuk kerja.”

“Entahlah Natan, padahal aku sedang membutuhkan dirinya untuk hari ini.”

“Kamu butuh atau memang sedang rindu dengannya.”

“Sudahlah kita makan siang saja, dari pada pikiranmu malah semakin tidak jelas,” sahut Rian mengajak Natan keluar.

Natan pun tertawa melihat Rian yang kesal dengan dirinya.

Mereka berdua pun telah  berada di luar kantor bertemu dengan Siska yang sedang berjalan keluar kantor.

Natan pun berinisiatif menegur Siska untuk menanyakan tentang Bella.

“Siska!” pekik Natan.

Siska yang menoleh dari kejauhan pun melihat Natan serta Rian yang sedang menghampiri dirinya.

“Iya pak Natan, ada apa?” tanya Siska.

“Tumben kamu sendiri Bella mana aku tidak melihatnya sedari tadi,” kata Natan menanyakan tentang Bella kepada Siska.

‘Waduh, Bella pasti tidak meminta ijin terlebih dahulu ke kantor, ini dia pasti sedang menjalankan ritual terakhirnya,’  batin Siska.

Siska yang terdiam pun di tegur kembali oleh Natan.

“Kok malam melamun?”

“Eh iya pak Natan dan pak Rian tadi saya sempat meneleponnya katanya dia sedang sakit?” ucap Bella.

“Kapan kamu telepon tadi saya menelepon nomornya tidak aktif?” tanya Rian.

“Sebelum berangkat bekerja pak Rian,” sahut Siska.

“Baiklah jika begitu informasinya terima kasih Siska, apa kamu mau ikut makan siang bersama kami?” ujar Natan sekedar basa-basi kepada Siska.

“Tidak pak Natan terima kasih,” sahut Siska.

Mereka berdua pun meninggalkan Siska pergi menuju warung makan yang tidak jauh dari kantor mereka.

Natan beserta Rian pun berbincang-bincang santai di sembari menikmati makan siang mereka.

Sampai satu jam telah berlalu Natan berserta Rian pun kembali ke kantor mereka masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka kembali.

 Di sore harinya bi Inem kembali mengetuk kamar Bella.

“Non Bella, mari makan non, bibi sudah menyiapkan makanan ke sukaan non Bella. Sop daging,” ucap Bi Inem dengan nada sedikit kencang agar Bella mendengarnya.

Akan tetapi hal yang sama terjadi seperti jadi pagi Bella tidak menanggapi bi Inem.

Bi Inem kembali mengulami ucapannya, namun tetap saja Bella tidak keluar dari kamarnya. Bi Inem pun kembali ke dapur dan akan kembali mengetok kamar Bella di malam hari.

‘Sudahlah biarkan saja, nanti akan aku ketok kembali saat malam hari,’ gumam bi Inem seraya meninggalkan kamar Bella.

Bi Inem pun kembali menuju dapur, tidak lama kemudian pak Anwar mendatangi dirinya sembari membawa piring.

“Bagaimana apakah ada tanggapan dari non Bella?” tanya pak Anwar.

“Tidak ada masih sama seperti tadi pagi,” ujar bi Inem.

“Ya sudah kita biarkan saja, sampai besok pagi apakah non Bella akan keluar dari kamarnya,” ujar Pak Anwar seraya mengambil nasi dan juga lauk di piringnya.

“Ya sudahlah jika begitu bibi mengikuti apa katamu, lalu makanan ini yang bibi masak banyak siapa yang akan menghabiskannya?” 

“Tenang Bi, jika soal makanan serahkan saja sama saya, masakan Bibi Inem pun akan habis tanpa sisa,” kata pak Anwar sembari tertawa kepada bu Inem.

1
Irmha febyollah
kawan nya kek bab*
Ulun Jhava
marahx org yg lemah mmg menakutkam
Ulun Jhava
Aila pembunuh jena dan nathan..fix
Feb Febry
dari sinipun kita bisa belajar, bahwa apapun itu bisa berubah bahkan sifatnya pun/Smile/
Feb Febry
ngapa si, si rian engga peka bngttt padal kan natan uda bilang begitu, yahhh si rian selalu positif thingking memang, tidak seperti ku yang selalu negatif thingking ini/Frown/
Mary Bella
ada udang di sebalik Batu Nathan ini.sengaja
estycatwoman
not too bad
MasWan
ceritanya bagus banget, aku suka
MasWan
tak disangka, air yg tenang itu benar² mrnghanyutkan
MasWan
apa tomi tau jika alia dibalik pembunuhan itu???
Lintang Buana
Wah ternyata memang Natan masih bucin sama Alia,
padahal Alia udah jadi istri sahabatnya.
apa ini devinisi cinta dalam diam sesungguhnya 🤔
MasWan
kasihan
Heri Wibowo
akhir yang tragis
MasWan
Bener kan, natan musuh dlm selimut, dia yg mau menghancurkan keluarga rian dan merebut alia
MasWan
ih ngeri kali,, penampakan nya gak kenal waktu
MasWan
wah duitnya kebuang sia² dong... 3gepok lagi
MasWan
Alia deh yg susah disantet karena fikiran nya positif, beneran nih sibela mau nyantet orang²
MasWan
kyknya mau kedukun santet kali ya
Heri Wibowo
musuh dalam selimut
YuWie
gak percaya gaib..serius
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!