NovelToon NovelToon
Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / CEO / Tamat
Popularitas:523.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Perceraian orang tua membuatnya harus memiliki mental yang kuat, namun hati tidak ada yang tau. Mana kala cobaan datang silih berganti menggoyahkan keteguhan hatinya.

Akankah ia terjerumus ke dalam lubang penderitaan, atau akan ada CEO yang akan menikahinya... membawanya dalam kebahagiaan.

"Lo baru puas kalo gue gak bisa liet! Gue gak bisa jalan! Gue lenyap dari hadapan lo! Puas lo!" ucap Layla dengan penuh kemarahan.

Khusus cowok jangan komentar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru pengganti

...🥀🥀🥀...

"Ehem, lo ke sekolah bareng siapa La?" tanya Mery, dengan menyamakan langkah kakinya dengan ke dua teman satu kelasnya itu.

Tak

Nina menjitak kepala Mery dengan kepalan tangannya, berfikir jika Mery lupa.

"Awhh sakit bege lu!" sungut Mery dengan mengelusss kepalanya. "Kenapa kepala gue, lu jitak!" sungut Mery.

"Lah lu bege, udah tau Layla kalo ke sekolah pake motor, pake di tanya ke sekolah bareng siapa!" ucap Nina sok tau.

Tak.

Gantian Mery mendaratkan kepalan tangannya di kepala Nina.

"Awhhhh dasar bege, sakit onyonnn!" sungut Nina.

"Lu liet gak Layla turun dari motornya?" tanya Mery dengan tatapan menyelidik Nina.

Nina menggelengkan kepalanya.

Layla menatap Mery dengan tatapan menyelidik, jangan bilang kalo Mery tadi liet aku turun dari mobil ayah! Bisa makin salah paham ini mah.

"Layla itu tadi ---- " ucap Mery, yang belum selesai bicara, karena lengannya langsung di gandeng Layla dengan langkah kaki yang lebih cepat dari Nina, membuat Nina tertinggal di belakang ke duanya.

"Nanti gwe jelasin ya, tapi sekarang lo diem... jangan ngomong apa apa! Oke!" ucap Layla dengan suara sedikit pelan, dengan kerlingan mata pada Mery.

"Jujur lo sama gue!" pinta Mery.

"Iya bawel!" ucap Layla.

Layla langsung duduk di kursinya, mengeluarkan buku materi, dari mata pelajaran pertama. Begitu pun dengan yang lain.

"Ihs lo maen rahasia rahasiaan nih sama gue, La!" celetuk Nina dengan bibir mengerucut, mendaratkan bobot tubuhmya di kursinya.

"Kaga ada, terangin gue dong. Gue yang ini kurang ngerti nih!" Layla memperlihatkan bagian materi yang kurang ia mengerti pada Nina.

"Kalo ini mah gampang, begini cara ngertinya ..." Nina menjelaskan panjang lebar pada Layla.

Mery menatap Layla dengan tatapan penuh curiga, sebenarnya tadi itu Layla turun dari mobil siapa ya? Apa iya itu bokapnya Layla? Apa jangan jangan Layla jadi simpenannn om om? Anjimmm, masa iya Layla diem diem, anak kalem, jadi cewe begituan.

Teng teng teng.

Bel pun berbunyi, tanda jam pelajaran akan di mulai. Dari jendela kaca, nampak guru piket hari itu berjalan dengan di ikuti pria muda, yang berjalan di sampingnya. Ke duanya memasuki kelas Layla, murid putri mulai gaduh dan heboh.

"Aiihhh siapa itu pak? Ganteng bener!" ledek Nina dengan senyum senyum sendiri.

"Kenalin dong, pak!" seru Sopur.

"Guru yang kaya gini, buat betah di dalam kelas hahaha!" celetuk Mimi.

"Aduuh saingan buat para cowok ey!" gumam Tomi.

"Saingan lo kali Tom, bukan saingan gue!" ledek Juna.

"Anjimmm banget lo!" sungut Tomi.

Layla membola, buat apa Danu di sini? Gak mungkin mau nyuruh gue balik kan? Apa jangan bilang dia mau umumin perjodohan gue sama dia? Aihsss gila, mau di taro di mana ini muka gue!

"Tenang tenang anak anak, jadi begini... untuk beberapa bulan ke depan, bu Rini tidak bisa mengajar kalian. Jadi di gantikan guru sementara, yaitu pak Danu. Bapak harap kalian bisa menyerap pelajaran yang di berikan pak Danu dengan baik." ujar pak Asep.

"Nah gitu dong, ini baru keren." ucap Nina dengan senang.

"Bukan gurunya yang keren, gurunya apes dapetin murid kaya lu, Nina!" celetuk Sopur.

Membuat yang mendengarnya langsung tergelak.

Pak Asep langsung undur diri, pamit dari kelas itu. Dan meninggalkan Danu dengan murid yang akan ia isi mata pelajarannya.

Danu mendapati Layla yang tengah menatapnya dengan keterkejutannya, sedangkan Layla langsung memalingkan wajahnya saat ia di tatap Danu.

Oooh jadi Layla ada di kelas ini, gue bakal sering sering ketemu ini anak. Kenapa juga kebetulan kaya gini sih! Apa ini papa yang atur dengan kepala sekolah?

"Ehem, kita langsung saja ya, ke materi yang akan kita bahas." ucap Danu setelah berdehem, duduk di meja guru dengan membuka buku tebal yang ada di hadapannya.

Dengan kompaknya satu kelas berseru. "Yaaaaah."

Danu mengerutkan keningnya, "Ada apa lagi? Apa ada yang keberatan?" tanya Danu dengan datarnya.

"Ya elah pak, perkenalan dulu apa!" celetuk Mimi.

"Tau nih sih bapak! Kirain mukanya doang yang datar, gak taunya orangnya juga gak asik nih!" celetuk Sopur.

Danu mengerutkan keningnya, menggaruk keningnya, sebenarnya apa yang di inginkan bocah bocah nakal ini?

"Pak, kenalan dulu napa! Bapak namanya siapa? Umurnya berapa? Udah punya pacar apa belom?" cecar Mimi dengan menjabarkan jari telunjuknya.

"Bisa kali daftar pak, jadi pacar!" celetuk Nina.

"Ahahaha daftar jadi art bae lu mah, Nina!" ejek Tomi.

"Kampret lu, Tom! Lu sekalian daftar jadi kang bersih bersih di rumah pak Danu!" sungut Nina.

Layla menatap Danu dengan tanda tanya besar, jawaban apa yang Danu kasih soal pacar? Apa dia bakal ngaku... kalo dia udah punya gue yang tunangannya?

"Saya Danu, usia saya 21 tahun, saya tidak punya pacar." terang Danu dengan ke dua matanya yang sesekali menatap Layla.

"Akhirnya ada peluang juga buat gue deketin pak Danu." ledek Nina dengan ke dua tangan yang bertautan.

"Uhuk uhuk." Layla tersendak salivanya sendiri.

Mery yang sedari tadi diam, memperhatikan arah pandangan Danu, menatap curiga guru pengganti itu dengan tatapan tajam.

Ada maen nih, apa mungkin Layla maenannya pak guru Danu?

"Kenapa, La?" tanya Nina dengan alis yang naik turun.

"Gak." ucap Layla dengan ketus.

"Saya memang tidak punya pacar, tapi saya sudah bertunangan." terang Danu, menarik sudut bibirnya saat melihat Layla mengelusss dadanya. Gurat wajah lega, nampak di perlihatkan Layla.

"Huh kirain Danu gak mau ngakuin statusnya. Ternyata gue salah." gumam Layla pelan.

"Lu ngomong apaan, La?" tanya Nina, samar samar telinganya mendengar Layla bergumam nama Danu.

Bersambung...

...🥀🥀🥀...

Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....

...Makasih yooo ☺️☺️...

1
Ara Aulia
org kalo dasarnya iri, susah.
Ara Aulia
saingannya mery dateng 🤣🤣
Ara Aulia
ternak ternak yg banyak, biar kbar 🤣
Ara Aulia
udah mulai jago gombal s Arsandi 🤣🤣
Ara Aulia
tuh kan, sadar dong Arsandi bneran cinta sama u, bagen mau ninggalin u tp balik lag kan, ada d saat u butuh
Ara Aulia
bukan menguji kesabaran itu mah, bikin emosi iya
Ima Ika WarsidiKiki
lanjut Thor
lina: insyaallah besok k
total 1 replies
Sumarni Pelangi
luadan ndk sambunganya kah
lina: ada ka, belum sempat aku buat lanjut update
total 1 replies
visi Sembiring
aleta hrs di buat lbh menderita donk di penjara agar dy tmbh menyesal berurusan ssma danu
lina: ide bagus k, makasih masukannya
total 1 replies
Ara Aulia
ayo updat tor, udah ta ksih vote m kembang
Ara Aulia
masuk akal dong.kn dendam. mungkin sakit ht
Ara Aulia
doni, typo tor
Ara Aulia
masih ja mikirin org laen
Ara Aulia
iya lah kecil
Ara Aulia
dlm mimpi
Ara Aulia
kirain berdesir apeh 🤭🤭
Sumarni Pelangi
kog lama amat update nya
lina: nunggu ada yg komenk k 🤭
total 1 replies
Ara Aulia
yAaaaaaah kurang bnyk
lina: makasih
total 1 replies
Ara Aulia
🤣🤣 mao mandi la
lina: makasih
total 1 replies
Ara Aulia
udh ilng urat malu nya y der 🤭
lina: makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!