NovelToon NovelToon
Our Fault

Our Fault

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:83.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_n99

Kiana Anuradha Widjaya.

Perempuan itu lebih baik menikah muda, daripada berpacaran. Prinsipnya seperti itu. Dia berani nikah muda sekalipun masih duduk di bangku SMA.

Kiana menikah dengan ararya Sadira Pratama atau yang biasa dipanggil Arya.

Dalam pernikahan itu, Kiana membuat kesepakatan dengan Arya untuk menunda punya anak terlebih dahulu.

Namun sayangnya kesepakatan yang sudah disetujui itu, Arya langgar karena khilaf.

Hingga akhirnya Kiana dinyatakan hamil.

Jika seperti ini kejadiannya? Lalu bagaimana dengan kehidupan pernikahan mereka? Bagaimana dengan anak mereka nanti juga dengan cita-cita Kiana?

"Kamu bajingan! Kamu itu... jahat! Kasar! Pemaksa! Kamu mirip monster. Dan bodohnya aku, malah terbuai percaya sama kamu. Aku benci kamu, mungkin untuk selamanya. Aku menyesal bersamamu."

"Maafkan aku, Ki. Semuanya karena aku. Aku yang salah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_n99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 18 - Maafkan Ayah

“Kamu gimana kabarnya, Kiana?” Arya menghentikan keterdiaman di antara mereka ketika sedang dalam perjalanan pulang.

“Kamu itu seminggu sekali suka ke rumah, jadi buat apa nanya kabar aku? Gak ada pertanyaan basa-basi yang lainnya emang?” Kening Kiana berkerut saking kesalnya.

Benar, Arya memang selalu ke rumahnya bersama Kinaya setiap seminggu sekali, dan Kiana begitu tidak suka dengan kedatangan ayah dan anak itu. Makanya di saat mereka datang, Kiana sering mengisolasikan dirinya di kamar. Daripada bertemu dengan mereka, Kiana lebih memilih berhibernasi saja di kamarnya.

Sebenarnya, pada awal mereka berpisah, Arya tidak lagi muncul ke rumahnya. Laki-laki itu tidak ingin menampakan wajahnya di hadapan Kiana.

Tapi semua itu berubah ketika perayaan ulang tahun Kinaya yang ke dua tahun diadakan di rumahnya terjadi.

Berarti kalau dihitung, Arya sudah sering ya datang ke rumahnya, bahkan sekarang umur Kinaya juga sudah menginjak tiga tahun. Waktu memang begitu cepat berlalunya.

Entah Kiana tidak tahu apa yang membuat laki-laki itu berubah. Apakah karena Nira yang membujuknya atau justru Fabian.

“Mana aku bisa tahu kabar kamu kalau kamunya juga sering menghindar kalau aku datang ke rumah. Bahkan dalam satu bulan ini aku sudah ke rumah kamu hampir 7 kali, tapi baru lihat kamunya sekarang di kampus.” Tutur Arya begitu panjang. Sejak mereka berpisah, baru kali ini Arya kembali berbicara begitu panjang pada Kiana.

Kiana mengabaikan saja dengan ocehan Arya itu dan sibuk saja memperhatikan pemandangan luar.

Arya memandangi Kiana sejenak lalu dia fokus menyetir kembali. Tak lama, laki-laki itu mengajukan pertanyaan lagi pada Kiana.

“Ki, kamu gak keberatan dengan adanya Kinaya di rumah?” Tanyanya.

“Biasa aja.” Jawabnya singkat karena sedang malas berbicara dengan Arya.

“Kalau gitu, hari ini aku sama Kinaya nginap ya? Toh kamu tidak merasa terganggu ini dengan kehadiran kita.” Arya tidak ingin percakapan mereka berhenti begitu saja, jadi dia sengaja berbicara seperti itu untuk membuat Kiana kesal dan berbicara lagi.

Benar saja. Rencana Arya berhasil ternyata. Kiana langsung memalingkan wajahnya tanpa Arya sadari. Perempuan itu memberikan tatapannya yang begitu dingin juga tajam.

“Kalau tidak punya tempat tinggal? Kalau begitu coba cari hotel atau apartemen. Rumahku bukan tempat penginapan Tuan Nararya Sadira Pratama yang terhormat.” Jawaban Kiana begitu ketus pada Arya dan mendelik sebal lalu kembali memandangi pemandangan luar.

“Rumah kamu? Serius? Bukannya itu rumah orang tua kamu ya?”

Kiana mendengus kesal. Kalau tidak ingat Arya sedang mengemudikan mobil, Kiana sudah menendang jauh laki-laki itu dari hadapannya lalu dia pulang sendiri ke rumah dengan membawa mobil Arya yang sepertinya masih baru ini.

“Iya iya. Itu rumah orang tuaku, bukan punyaku. Puas?!” Tatapan Kiana yang begitu kesal dengan Arya yang lembut juga tersenyum padanya.

“Tentu aku puaslah.” Arya menyombongkan kepuasannya itu sambil tersenyum dan berhenti menatap Kiana.

Setelah melihat wajah kesal itu, Arya akhirnya berhenti mengobrol dengan Kiana. Alasan dia berhenti juga karena Kiana malah tertidur dengan sendirinya.

Sampai 1 jam kemudian, tepat pada jam 9 malam, akhirnya mereka sampai di rumah.

Kedatangan mereka begitu disambut senang oleh seorang gadis mungil yang begitu menggemaskan. Siapa lagi kalau bukan si kecil Kinaya Sheeva Malayeka, anaknya atau lebih kasarnya anak yang tidak diharapkan Kiana.

Kinaya tertawa riang melihat orang tuanya. Dia berjalan pada mereka dengan tatapan polosnya sambil memegang permen yang ada di tangannya.

“Kak Anaaaaaaa.....” Kinaya bersorak bahagia dan berlari pada Kiana dengan langkah kakinya yang masih kecil.

Melihat tingkah anaknya itu, membuat Arya jadi bingung. Di sini kan yang setiap hari selalu ada bersama dengannya itu dia, tapi kenapa Kiana orang yang pertama dipanggil Kinaya? Aneh dan tidak adil.

Setelah jaraknya dekat dengan Kiana, Kinaya langsung menarik-narik ujung baju Kiana, “Kak Anaa ayo maeennn...” Gadis kecil itu merengek-rengek.

“Kakak capek, sana maen sama Ayah kamu.” Kiana melepaskan tangan Kinaya dari bajunya secara paksa lalu berjalan pergi meninggalkan Kinaya dan Arya berdua.

Kinaya seketika langsung menangis kencang begitu mendapatkan penolakan seperti itu dari Kiana dan mengikuti arah langkahnya.

Sementara Arya yang memperhatikan itu, hatinya begitu perih melihat anaknya diperlakukan begitu. Arya pun segera menghampiri Kinaya dan berjongkok, lalu menariknya ke dalam pelukan, untuk menenangkan gadis kecil yang menangis itu.

Maafin Ayah sayang, maaf. Semuanya salah Ayah, sampai kamu harus merasakan perlakuan yang kayak begini dari Bunda. Ayah menyesal.

Rasanya Arya ingin sekali memarahi Kiana, namun tak bisa karena Kinaya. Ditambah lagi saat ini dia bukan sedang berada di rumahnya, jadi dia tidak boleh bertindak semaunya.

“Naya mainnya sama Ayah ya sayang. Kita nonton Rainbow Ruby yuk.” Ajak Arya sambil tersenyum pada Kinaya.

“Kak Ana dahaaattt Ayaaahh hiks...”Kinaya menangis terisak.

“Enggak sayang, Kak Ana gak jahat, Kak Ana baik. Sekarang Kak Ananya lagi capek, mau istirahat dulu katanya, dia kan baru pulang kuliah. Besok juga dia mau kok main sama Naya.” Bujuk Arya dan menggendong Kinaya, kemudian berdiri.

“Naya mau nonton Tayo sekarang? Nontonnya sama Ayah yuk!”

Kinaya menggeleng, “Naya mau bobo.” Katanya, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Arya langsung.

“Ya udah sekarang bobo, udah gitu kita pulang ya ke rumah.”

Kinaya menatap Arya dan menggeleng, “ndak mau. Naya penen di tini maen.”

“Ya udah, ok.” Sesudah itu Arya berjalan menuju ruang keluarga. Dia duduk di sofa sambil menidurkan Kinaya dalam gendongannya juga menepuk punggungnya.

Kinaya tertidur sendiri hanya dengan tepukan tangan Arya.

“Tidur yang nyenyak ya, Kinaya putri kesayangan Ayah.” Gumam Arya pelan sambil menepuk punggung Kinaya.

Bidadari kecil harus kuat ya. Ayah sayang sama Naya. Ayah bakal di dekat Naya selalu. Naya jangan nangis terus ya Nak. Arya mencium kening Kinaya dengan sangat lama juga penuh makna.

Kinaya sudah tertidur. Sekarang waktunya bagi Arya untuk pulang. Tapi sebelum itu, dia harus pamit dulu pada Nira.

Arya tak perlu mencari keberadaan Nira di mana. Baru saja dia akan mencari, Arya langsungvbertemu dengan Nira.

“Lho Arya, kenapa gakbtidurin Naya di kamar?” Seru Nira.

Arya tersenyum tipis, “enggak Mah, gak usah. Kita mau pulang aja.” Tolaknya dengan halus.

Meskipun hubungan Arya dan Kiana sudah berakhir, tetapi hubungan dia dan orang tua Kiana tidak berakhir. Justru Arya disuruh oleh Nira untuk tetap menganggapnya seperti orang tua kandungnya sendiri. Makanya, Arya masih memanggil Nira dengan sebutan 'Mamah'.

“Kok pulang sih? Kamu kan besok ngajar lagi. Udah nginep aja di sini. Mamah masih kangen sama Naya niiih.” Nira memelaskan wajahnya, ini triknya supaya Arya mau.

“Nanti ngerepotin Mah terus ngeganggu kalau nginep tuh. Apalagi sama Kiana. Naya maunya deket samavKiana terus.”

“Udah, si Kiana biarin aja, gak usah peduliin. Jadinya nginep ya? Udah malem sekarang juga, takutnya nanti di jalan kenapa-napa lagi.”

Karena dia tidak lagi bisa menolak kemauan mantan mertuanya itu, akhirnya Arya mengangguk setuju saja, “ya udah kita nginep sekarang.”

“Nah, gitu dong dari tadi. Kamu lama banget setujunya, kayaknya Mamah harus punya banyak alesan deh supaya kamu setuju.” Gurau Nira, “sini, Nayanya gendong sama Mamah. Biar Mamah pindahin ke kamar Kiana. Soalnya kamar Nayanya belum diberesin.” Nira hendak mengambil Kinaya dari gendongan Arya tapi ditolaknya.

“Gapapa Mah, tidurin di kamar Kinaya aja. Nanti Arya yang beresin kamarnya. Takut Kiana keganggu kalau mereka disatuin.” Tolak Arya.

“Ah kamu, kata Mamah kan abaikan dia, gak usah peduliin. Ini rumah Mamah, bukan rumah Kiana. Jadi ya yang ngaturnya Mamah, bukan Kiana.”

“Udah sini, Nayanya sama Mamah aja.” Nira memaksa dan mengambil Kinaya dari gendongan Arya.

“Naya sayang, pindah yuk tidurnya, sini gendong sama Nenek.” Nira terus mencoba agar Kinaya lepas dari Arya, tapi tidak bisa karena Kinaya memeluk leher Arya erat.

“Nah kan gak bisa, makanya sama Arya aja gendongnya.” Arya tertawa pelan, membuat Nira jadi mengalah.

“Hmm ya udah, tidurin Kinaya di kamar Kiana buruan. Kalau dia nanti nyinyir, udah lewatin aja.” Tutur Nira dengan santai, “ini cara Mamah supaya Kiana bisa menerima Kinaya. Mamah kasihan sama Kinaya kalau dianggap seperti ini terus sama ibunya sendiri.” Nira bersedih mengingat sikap anak perempuan sematawayannya itu, beda dengan Arya yang diam saja tidak membalas apapun pada penuturan Nira.

Percakapannya sudah berakhir, Arya pun membawa Kinaya ke kamar ibunya yang ternyata si pemilik kamar tersebut sedang tidak ada di kamarnya.

1
Lina Erlawati
ktny dosen
kavena ayunda
peran utama.di sni.bodoh semua
kavena ayunda
arya uda.pernah tdr lom.ma afriani.dlaam.artian nafkah batin
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
kavena ayunda
benci bgt ma peran utama menjijikan masak anak sndiri di benci.dasar.bodoh
kavena ayunda
ibuk durhaka mati aja lu sebel.liat cwek sok cantik kayak lu
Rina Wardani
aq jadi penasaran seperti apa hubungan suami istri arya dan afri thor?arya hanya menemani tidur dan sebatas hanya bertanggung jawab aja atau arya juga memberikan nafkah batin buat afri yaitu melakukan hubungan suami juga thor?panasaran soalnya 🤭
RY
udah tau orang mabok tapi koq dekat dekat, harusnya di biarin aja sendiri biar nga kejadian
Yulia Assyifa
yah tamat kan.. kok aku gk sadar klok dah tamag😭😭
Sunshine_n99: Tamat untuk cerita arya kiana. Kalo buat cerita Eshan anita, belum tamat kok
total 1 replies
Antyrahmawati
thor kan kisah adik nya arya blm tuntas gimn mereka sekarang thor
Sunshine_n99: iya, ini lagi diproses kok buat cerita adiknya. ditunggu ya 😊🙏
total 1 replies
Yulia Assyifa
thor mau dong satu yg kayak arya😘😘
Sunshine_n99: kenapa kamu mau laki2 yg kayak dia sih? orang lain mah pd gak mau da 😅😂
total 1 replies
Mariani Sitepu
Waduh Anita kasian banget lihat nya thor... tega banget dilgituin Ayo Anita kamu kuat Paso bisa kalo mmg sudah Keras Hati. u lbh baik pisah kalo itu membuat mu bahagia Dari pada makan Hati
Sunshine_n99: nanti lihat gimana kelanjutannya yaaa 😁
total 1 replies
Ranhi Yahya Pallawa
ihhh....resek banget sihh...si ehsan pengen bejek2 dehh...😂😂😂 lebih milih si ilsa....tp sama ajah sih dengan arya...seandainya enggak mati tuhh si afriani...pasti kiana masih di duain jg tu...😢😢😢
Sunshine_n99: Huhuhu... iya, kamu betul sekali 😭😭
total 1 replies
Antyrahmawati
lanjut ya thor...pengen liat anita ama ehsan gimn ke depan nya
Sunshine_n99: siiiaaap 👍👍👌👌
total 1 replies
Alifah Salsabila
kesel banget sama Arya ..pisahin aja lah Thor... biarkan kiana bahagia.. kasihan ngebatin mulu
Hestin Sartika
lah anak sama istrinya gk jadi prioritas nih thor,yg jadi prioritas kok malah afriani yg udah jelas hamil anak orang.ini mah bukan kemanusiaan,tapi suka beneran thor
Tia Alina
tho,yg kisahnya eshan sm anita kok g di lanjutin lg?pd hal tinggak sdkit lg,sdh lama g ada lanjutannya 😂
rini andrnn
thor ceritanya buat kesel.tp bagus sih.ya cma itu jalan ceritany buat sakit hati.masa arya lebih milih afriyani jd istriny.padahal kan jelas dr dulu susah banget mau ngambil hati kiana,sampe bertahun tahun pula.terus cma gara² afriyani hamil sm org lain,dia mau tanggung jawab tu anak.seharusny sih arya berfikir jernih,kan dia dosen,masa jalan pikirny gitu.arya gak mau kasih tau kaivan krn dia baru nikah.lah terus sih arya,malah udah punya 2 anak.masa gak mikir istri anak thor.yg masuk akal dong.kan aku jd kesel thor,terbawa suasana sih.tp aku bukannya mau jelek² in karya author kok.calm down thor.jangan masuk hati yaaa thor:).tp kalo bisa jalan ceritany jangan buat kiana sm anita tersakiti dong thor,jd kayak sinetron d channel ikan terbang hehehee.yaudah sekian thor.semangat 💪
Sunshine_n99: efek keseringan nonton channel itu jd begini nih otaknya.😐😐
total 1 replies
Antyrahmawati
kaya nya banyak yng kecewa thor arya lebih milih afriani ketimbang kiana...
Claudia Suoth
Nyesek banget ceritanya.....
Siapasih yg naruh bawang dsni..?
Buat air mata jatuh tau😭😭
Sunshine_n99: Aku gk naruh bawang 🙈🙈
total 1 replies
Melisa Agustina Chendutzz
di tungu kelanjutanya thor
Sunshine_n99: syiaappp 👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!