Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.
Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18. Kisah Kehidupan Lama Part 2
Selyn masuk ke kamar membawa 3 botol ramuan jamu itu. Iya coba buka dan menciumnya.
"Wwueeeekk.... " Selyn mual mencium bau itu.
"Bagaimana mau minum, baunya luar biasa. Lagian, bagaimana pun mau seberapa pun ibu mau kasih minum aku satu tangki pun ga bakal tek dung bu. Won anak mu itu, itu nya ga bisa. Aku kan masih perawan. Anak mu itu kerja, kerja, kerja terus. Apa jangan-jangan dia impoten kali ya. "
Selyn bergumam sendirian sambil memandang tiga botol jamu dihadapannya.
"Aku buang kemana ya ini. " Selyn berfikir keras.
"Aah aku ada ide. " Ia dengan segera berlari membawa satu botol jamu ke dalam toilet. Dan ia pun membuangnya ke dalam toilet.
"Eyuuueeehhhhhh... Baunya, " Keluah Selyn sambil tangan satunya memencet hidung, tangan satunya masih menuang jamu itu ke dalam toilet.
Blupp... Blupp... Bluppp.... Braaassssss
Suara toilet itu membersihkan jamu dengan ludes tak bersisa.
"Akhirnya, Aman terkendali satu botol. Aku sangat bosan. Aku ingin jalan-jalan. Ah tunggu, aku telpon Rebecca saja. "
"Hallo, Becca kamu di mana? Kita jalan-jalan yuk. "
"Aah jangan , sstttt.... Maaf Sel. Aku ga bisa sekarang. Sorry yaa. "
"Jangan-jangan kamu lagi bersama pacar kamu ya? "
"Iya sayang Selyn. Pacar ku baru saja datang dari Amerika. Jadi Sorry ya, aku harus menemani dia. "
"Oh yaa. Baiklah, nanti pertemukan aku dengan pacar kamu ya, aku kan sahabat kamu. Sampaikan salam ku kepadanya. "
"Pasti Selyn. Bye bye ya."
"Uuhh , aku bosan sekali. Becca tidak bisa datang. Apa aku telpon Daniel saja ya. "
Tuuttttt.... Tuuttt....
"Iya Halo. Kenapa Selyn? " Suara Daniel tersengal sengal menjawab telpon Selyn.
"Kenapa kau kehabisan nafas? "
"Oh, aku habis berlari dari ruang rapat. Aku lagi rapat Selyn, ini aku keluar dulu baru bisa angkat telpon kamu. Ada apa? "
"Maaf, hanya kangen saja. Boleh aku jalan-jalan? "
"Emm boleh, tentu boleh sayang. Oiya, aku kangen kamu juga. Udah dulu ya, bye... "
Klik...
Telpon pun langsung ditutup Daniel tanpa mendengar kata-kata Selyn lagi.
"Hemm, semua pada sibuk. Aku sendirian di sini. Ibu mertua juga sudah jalan-jalan sendiri. Tanpa ngajak-ngajak aku. Sunyi sekali disini. Apa aku ajak bibi pelayan saja ya. Yup, betul sekali. "
Selyn pun langsung riang kembali dan langsung pergi ke kamar para pelayan.
"Mey, Mey, sini. "
"Ada apa Nona? "
"Ayo siap-siap. Temani aku jalan-jalan. Aku bosan. "
"Baik Nona, Tapi izinkan aku dulu Nona sama Kepala pelayan. "
"Beres itu mah. "
Lalu Setelah semuanya siap, Selyn dan Mey si pelayan paling termuda di keluarga Motiarga pun menemani Selyn.
Mereka pergi ke mall terbesar di Turki. Mereka makan dan berbelanja dengan senang hati.
"Hey, Selyn. Apa kabar ? "
"Hey, Almira. Baik sayang, kemana saja kamu? "
Selyn memeluk Almira dengan pelukan erat, "Oiya, Almira. Sebenarnya, aku ingin merahasiakan ini. Tapi ada kabar baik untuk mu. Kemaren suami mu datang ke sini. Dan dia membeli sebuah kalung lo. Upzzz... Tapi kamu diam saja ya. Jangan kasih tahu aku memberi tahu mu. "
"Sip dah Almira. Tenang saja. Makasih ya infonya. " Selyn senyum senyum sendiri.
"Gimana rasanya jadi Menantu Motiarga, Punya suami ganteng lagi. So cute. Dulu ga mau di jodohin sekarang asyik kaaann. "
"Ihh kamu ini. " Selyn senyum sendiri.
"Lihat. Selyn malu-malu. "
"Udah ah kamu ini, setiap aku kesini. Kamu suka sekali menggoda ku. Kami pergi dulu yaaa. Bye. " Selyn melambaikan tangannya kepada temannya.
Almira pun hanya senyum senyum dan geleng-geleng kepala.
"Itu teman kamu yang dijodohkan dengan pengusaha tampan itu kan? "
"Ah, iya Bos. Beruntung sekali dia. Dia adalah teman aku yang paling baik Bos. Meski dia kaya, dia tetap mau berteman dengan ku. Yang lain mah lewat aja. "
"Ya, ku lihat anak itu memang baik dan humble kepada setiap orang. Jelas terlihat pribadi dan hatinya tulus. "
"Ya Bos. Syukurlah dia sudah bahagia. Kami sempat khawatir dia tidak bertahan, karena pernikahan mereka hasil perjodohan bisnis. "
"Oh ya, syukurlah mereka saling melengkapi. Semoga kehidupannya bahagia. Begitupula dengan mu Almira. Semoga kau cepat mendapatkan jodoh mu. "
"Yaa Bos, ujung pembicaraan nya pasti ke jodoh ku. Aku masih ingin bekerja Bos. Masih banyak mimpi. Mau beli rumah dan mobil. Hahahahaha! " Almira tertawa terkekeh.
"Siapa tahu habis menikah kamu langsung dapat suami, rumah dan mobil! "
"Amen! "
...✧༺♥༻✧...
Hati Selyn beberapa hari pun berbunga-bunga. Karena ia akan mendapatkan kabar bahwa ia akan diberi surprise oleh suaminya. Namun 2 hari sudah dari ia mendapatkan kabar itu, belum juga ada tanda-tanda Daniel memberikan kejutan itu.
"Ah mungkin dia sengaja lupa, dia bikin aku menunggu, " Fikir Selyn. Namun sebenarnya hati nya sudah lah tidak sabar.
Dia pun senyum-senyum sendiri di dalam kamar sambil berbaring menatap langit langit dan lampu hias nan cantik.
"Selyn. Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah menghabiskan jamu mu? " Ibu mertua nya masuk tanpa mengetuk pintu kamarnya.
Dengan terkejut Selyn pun bangkit dari kasurnya.
"Ibu, aku kaget sekali! " pekik Selyn terkejut dan membuyarkan lamunannya.
"Kamu ini! Memang nya aku tidak boleh masuk. Lihat, jamu kamu ini masih tinggal 2 botol. Harusnya hanya tinggal 1 botol. Cepat habiskan. "
"Iya Bu. " Dengan pelan Selyn duduk dipinggir kasur.
"Cepat minum di hadapan ku sekarang! "
"Tapi Bu! "
"Tapi apa? Cepat. "
Mendengar itu dan melihat Ibu mertua nya sudah bekecak pinggang. Ia pun dengan pelan mengambil botol itu dan menuangkan nya ke cangkir. Dengan perlahan ia mulai meminumnya.
"Nahh kan enak. Ya sudah, Sebelum Daniel datang. Cepat ke dapur untuk memasak makan malam. "
"Baik Bu, " Sahut Selyn dengan lesu.
"Dasar anak muda sekarang, minum jamu saja susah, di suruh bantu bantu dapur juga langsung lemas. Ya gini nih kalo anak dijodohkan sama anak manja, " omelan Ibu mertua Selyn setelah keluar kamar Selyn. Saking nyaringnya, kosa kata yang terkeluar dari mulutnya pun sangat jelas sampai ke telinga Selyn.
Selyn yang mendengar pun hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Dan mencoba tidak mengambil hati dengan perkataan tajam Ibu Mertuanya.
Malam hari.
Daniel meletakkan jas nya ditempat gantungan, dia mulai melepas kemejanya. Dibantu oleh Selyn.
"Bagaimana pekerjaan mu sayang? "
"Baik ko. "
"Apa kamu tidak ada yang ingin kamu bicarakan dengan ku? " tanya Selyn.
"Maksudnya? Tidak ada sih. Kenapa? aku ngantuk. "
Selyn meletakkan kemeja Daniel dan meraba raba kantong suaminya. Dan ia mendapati sebuah kotak perhiasan.
"Ini apa sayang? "
Seketika Daniel langsung berbalik dan melihat ke arah Selyn yang sudah memegang kotak perhiasan berwarna biru.
"Oh astaga. Kenapa aku lupa menyimpan kotak itu. Apa yang harus ku katakan kepada nya. Sesuatu hal yang masuk akal. Aduh... Ayo otak ku. "
"Kok kamu diam sayang? Punya siapa ini? " Tanya Selyn kembali bertanya. Senyumnya terus mengembang sambil menunggu jawaban pasti suaminya.
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗