NovelToon NovelToon
Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: SyaSyi

AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA adalah ungkapan kata yang tepat untuk Melisa. Kebaikan yang selama ini Jihan lakukan kepada sahabatnya, justru dibalas perselingkuhan antara Melisa dan Wildan suaminya.

Jihan Anandita dan Wildan Prayudi sudah menikah selama lima tahun. Keduanya saling mencintai dan hidup dengan harmonis meski belum dikarunia seorang anak.

Namun, enam bulan belakangan Wildan berubah menjadi suami yang dingin dan kasar. Jihan yang penasaran mulai mencari tahu dan alangkah terkejutnya, saat dirinya mengetahui kalau suaminya selingkuh. Bahkan sahabatnya yang menjadi selingkuhan suaminya, dan keduanya telah menikah secara siri.

Apakah Jihan akan mempertahankan pernikahannya dan merebut kembali suaminya dari Melisa? Ataukah memilih bercerai dari Wildan? Ikuti Kisahnya dalam cerita "Sahabatku, Penggoda Suamiku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memiliki Rencana

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam."

"Sudah lama kamu?" Tanya Wildan yang baru saja datang. Dia langsung melabuhkan kecupan di pucuk kepala sang istri. Dia tak pernah malu menunjukkan kemesraannya kepada sang istri.

"Enggak kok. Baru beberapa menit saja," sahut Jihan.

"Kamu sudah pesan makanan belum?" Tanya Wildan sambil melihat-melihat daftar menu yang berada di atas meja.

Wildan memesan nasi goreng seafood dan juga teh tawar hangat. Sedangkan Jihan memesan bakmie goreng seafood dan juga es teh manis.

"Kamu itu kalau pergi selalu saja dadakan. Kalau bicara lebih awal, aku 'kan bisa ambil cuti. Jadi, kita bisa sekalian liburan," protes Wildan.

"Iya, Mas. Maaf ya. Aku juga 'kan enggak tahu. Sesuai perintah saja. Dari kantornya, yang beritahu aku dadakan. Kalau kamu izinnya sekarang bisa enggak?" Tanya Jihan.

"Kalau sekarang-sekarang ini, aku enggak bisa. Soalnya, pekerjaan di kantor lagi padat banget," jelas Wildan. Jihan mengerti. Dia ngerti kesibukan suaminya itu.

"Aku enggak lama kok. Setelah pekerjaan selesai, aku juga akan langsung pulang kok," ujar Jihan. dan Wildan mengiyakan.

Makanan datang. Mereka langsung menikmatinya sambil mengobrol. Setelah itu, mereka memilih untuk mengobrol dulu. Sebelum pulang ke rumah.

"Yang, kenapa ya sekarang-sekarang ini mama selalu berbicara ketus kepada aku? Aku sebenarnya enggak terima, dia bicara seperti itu padaku. Harusnya Mas ngomong dong, setiap bulan aku justru kasih uang untuk mama. Kalau mama seperti itu, aku bisa saja stop ngasih dia. Biar jadi urusan kamu saja, toh dia juga tahunya kamu yang ngasih," protes Jihan.

"Sabar! Nanti aku coba bicara pelan-pelan ya sama dia. Kalau di stop, mama akan tambah sensi sama kamu. Besok kalau kamu pergi, aku akan coba bicara sama mama ya," rayu Wildan akhirnya Jihan mengiyakan.

Setelah berbincang dan sholat berjamaah. Mereka memutuskan untuk pulang, karena besok pagi jam 04.30 WIB, Jihan harus berangkat di jemput supir kantor. Mereka ingin cepat-cepat sampai di rumah, untuk bisa berduaan.

Wildan meminta sang istri melajukan mobilnya lebih dulu, dan mobil dia mengekor di belakang mobil sang istri. Mereka baru saja sampai di rumah.

"Kok pulangnya bisa barengan gitu? Pasti sengaja, janjian dulu. Sengaja pasti si Jihan, menjauhkan aku sama Wildan," gerutu Mama Risma dalam hati.

Jihan dan Wildan turun dari mobil, kemudian Wildan tampak merangkul Jihan masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum," ucap Wildan dan juga Jihan bersamaan.

"Waalaikumsalam," sahut Mama Risma ketus.

Wildan dan Jihan langsung menghampiri Mama Risma untuk mencium tangan. Kali ini, Mama Risma mau menerima Jihan mencium tangannya. Wildan dan Jihan duduk di sebelah Mama Risma, untuk memberitahu rencana kepergian Jihan besok ke Yogyakarta.

"Ma, Jihan mau pamit. Besok subuh, Jihan mau berangkat ke Yogyakarta. Kemungkinan tiga hari di sana," jelas Wildan kepada sang mama.

Mendengar Jihan mau pergi, tentu saja Mama Risma sangat senang. Saatnya dia dan Melisa melancarkan aksinya, untuk menjebak Wildan. Dia ingin, sang anak segera meninggalkan Jihan.

"Ya sudah," sahut Mama Risma singkat. Dia terlihat cuek di hadapan Jihan, padahal dalam hati dia bersorak gembira. Akhirnya, dia mendapatkan kesempatan emas.

Setelah mengatakan rencana kepergiannya Jihan, Wildan dan Jihan pamit untuk beristirahat ke kamarnya. Keduanya kini sudah berada di dalam kamar. Jihan langsung pamit mandi kepada sang suami.

"Yang, mandi bareng yuk! Mas minta jatah mas dulu dong, sebelum kamu pergi," rayu Wildan. Padahal, jika tak pergi pun sering kali meminta. Jihan tentu saja tak bisa menolak, meskipun dia merasa lelah. Hingga akhirnya mereka melakukannya.

"Jangan nakal ya! Ini hanya milik aku saja!" Ucap Jihan. Seperti sebuah pertanda, dia mengatakan seperti itu.

"Iyalah, hanya milik kamu. Aku tuh enggak pernah terpikir untuk selingkuh. Orang semuanya sudah ada di diri kamu. Untuk apalagi aku mencari kepuasan lain?" Sahut Wildan.

"Benar ya? Kalau kamu berbohong, dan ketahuan selingkuh. Kamu harus siap ya, aku tinggalkan! Karena aku paling benci sama laki-laki pengkhianat. Masalah ekonomi masih bisa di atasi, tapi kalau sudah selingkuh. Rumah tangga sudah tak baik," cerocos Jihan.

"Iya, sayang! Aku janji tak akan pernah selingkuh, karena aku hanya mencintai kamu. Jika aku ketahuan selingkuh, aku siap menerima konsekuensinya," jelas Wildan.

"Sudah ayo! Nanti keburu tidur lagi," ucap Wildan, dia sudah tak sabar. Dia meminta sang istri untuk memanjakan miliknya. Jihan langsung berjongkok dan mensejajarkan dengan milik suaminya. Dia ingin menuruti permintaan suaminya.

Imajinasi Wildan tentang bercinta memang sangat tinggi, dia kerap mencoba dengan berbagai gaya. Untungnya Jihan bisa mengimbangi sang suami.

"Terima kasih sayang. I love you," ucap Wildan dan Jihan menganggukkan kepalanya.

Setelah bercinta dan sholat berjamaah. Jihan langsung menyiapkan barang-barang untuk dia bawa besok. Setelah selesai menyiapkannya, Jihan langsung naik ke ranjang tidur di sebelah sang suami yang sedang asyik bermain game.

"Sudah dong, main gamenya!" protes Jihan. Hingga akhirnya Wildan menghentikannya dan meletakkan ponselnya di atas nakas.

Wildan tampak memeluk Jihan dengan erat.

"Aku sayang ... banget sama kamu. Kalau sudah selesai, cepat pulang ya!" Ujar Wildan. Kemudian melabuhkan kecupan di kening Jihan. Jihan hanya menganggukkan kepalanya.

Jihan dan Wildan sudah tertidur nyenyak. Sedangkan Mama Risma sengaja menunggu Melisa pulang, dia ingin memberitahu rencana kepergian Jihan besok.

Melisa baru saja sampai rumah. Mendengar Melisa datang, dan masuk ke dalam rumah. Mama Risma langsung keluar dari kamar, dia langsung memanggil Melisa, dan mengajaknya ke kamarnya. Kini Melisa sudah di dalam kamar Mama Risma.

"Ada apa, Bu? Ibu belum tidur?" Tanya Melisa kepada Mama Risma.

"Belum. Ibu sengaja menunggu kamu pulang. Ada hal penting yang ingin Ibu katakan. Besok subuh Jihan berangkat ke Yogya. Tadi dia pamit ke Ibu. Saatnya kamu melancarkan aksi kamu untuk menggoda Wildan. Jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini," ucap Mama Risma.

"Tapi, kalau Mas Wildan menolak aku gimana? Tak akan mungkin semudah itu, Bu?" Tanya Melisa.

"Kamu tenang saja! Ibu akan membantu kamu. Ibu akan meminta Wildan untuk menikahi kamu. Kita jebak dia. Nanti ibu pura-pura mergokin kamu di kamar Wildan. Saat dia tidur, kamu mengendap masuk ke kamar dia. Kamu langsung buka saja pakaian kamu. Masa iya, dia tak tergoda," Ujar Mama Risma.

"Gila banget mertuanya Jihan. Kayaknya dia benci banget sama Jihan. Sampai berpikir seperti ini. Menghalalkan segala cara untuk memisahkan anaknya dari Jihan. Maafin gue ya, Ta! Mas Wildan ternyata menggoda iman gue untuk merebut dia dari lo," ucap Melisa dalam hati.

"Mel ... Mel! Kok malah bengong si? Gimana?" tegur Mama Risma. Membuat Melisa akhirnya tersadar.

"Eh, iya Bu. Nanti aku coba ya. Aku coba pikirkan gimana caranya," ujar Melisa.

"Kok di coba si? Langsung jalanin saja! Ibu yakin, pasti Wildan tak akan berkutik," sahut Mama Risma dan Melisa akhirnya mengiyakan. Dia akan mencoba menjalankan rencana Mama Risma.

1
chika aprilia
dosa ibunya jihan juga, mendzolimi orang yg sedang kesusahan
chika aprilia
harusnya jgn disebutin nominal harganya, jk rumah mewah gak segitu harganya kak, diatas 5 M
Ais NSP
kisahnya puanjang banget beranak pinak mulai dari JihanWildan sampai akhirnya semua bahagia dari keturunan JihanAffan makasih kak othor ceritanya ringan tapi nyaman banget dibacanya semoga makin sukses dengan semua karyamu/Rose//Heart//Good/
Dewi Dama
pengen baca tapi episode nnya terlalu banyak..
Isna Vania
Arjuna sosok yg cuek , dingin seperti kulkas 2 pintu, apakah Fira bisa menaklukan hatinya Arjuna , semoga Arjuna nd Fira berjodoh /Kiss/
Isna Vania
Arjuna keen, sosok yg sederhana, walaupun keturunan orang tua kaya, tp Gk gengsi mkan diwarung nasi Padang 😚
Isna Vania
Hadeh Sarah masih ajj terobsesi dgn mantan suaminya Adi, Gk ada kapoknya berniat jahat nd menghancurkan keluarga baru suaminya Adi 🙄
Isna Vania
adi benar-benar mantu yg bertanggung jawab, bukan hanya kepada istri tp juga mertuanya , semoga rumah tangga Adi nd mawar bahagia selalu dijauhkan dr orang yg jahat nd pelakor ☺️
Isna Vania
mantan istri Adi yg berusaha untuk mengganggu rumah tangga Adi, Sarah hanya ingin kembali karena dya mngincar kekayaan semata , dasar pelakor yg Gk pernah jera, untuk merebut milik orang lain😏
Isna Vania
adel frustasi, niat menghancurkan hidup Affan, malah berbalik senjata makan tuan 😉
Isna Vania
Wildan oh Wildan jadi pusing deh, mikirin Mellisa , blom Jihan istrinya , kl sampai minta pisah 😏
Isna Vania
serapi-rapi nya Wildan menutupi perselingkuhan nya dgn Melisa, tp nnti juga ketauan Sm Jihan , tunggu ajj tanggal mainnya wildan nd Melisa, Kl sampai Jihan tw kebusukan mereka berdua /CoolGuy/
Isna Vania
lama-lama Wildan akhirnya melupakan Jihan , malah asyik selingkuh dan berbuat maksiat dgn Melisa, Wildan tidak takut Lg berbuat dosa, nd kehilangan Jihan 😔
Isna Vania
mertua salah kaprah, membuang istri berlian, hanya untuk mendapatkan kerikil /CoolGuy/
Isna Vania
kl mamah nya Wildan tw , gaji nya besaran istrinya Wildan , Jihan , mungkin mama Wildan bakalan malu, secara dya sering menghina nd merendahkan mantu nya 🙄
Isna Vania
mertua kolot, kl ngomong langsung ceplos, Gk mw tw orang tersinggung apa gk nya, padahal dr Sm dr kampung, tp sombong nya selangit 😏
Isna Vania
ipar adalah maut, apalgi sahabat atau orang lain 😏
Isna Vania
mampir Thor
awal cerita yg bikin penasaran 😊
SyaSyi: Siap kak. Semoga suka😘
total 1 replies
Alanna Th
lk" mandul, apalagi yg dharapkn darimu; lbh baik km adopsi tu anak
Alanna Th
aq juga ga tega, tapi sejarah masa lalu memang tak bisa dhapus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!