NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan yang Mulai Berubah

“Kondisi mereka sudah stabil, namun saran saya cobalah melakukan pemeriksaan menyeluruh,” saran dokter jaga yang ada di klinik itu.

Safira dan Kaluna menghela napas lega, mereka sudah tidak tahan berada di tempat ini dan ingin segera kembali ke markas.

“Apa kami boleh pulang hari ini Dok?” tanya Kaluna antusias.

Sejenak dokter itu terdiam, menimbang-nimbang permintaan dua perwira cantik itu. “Apa kalian yakin ingin pulang?” ujarnya memastikan.

Kompak keduanya mengangguk cepat, membuat Kalvin dan Nakara menggelengkan kepala.

“Kami sudah baik-baik saja Dok,” sahut Kaluna.

“Baik, kalian boleh pulang, tapi kalau bisa tiga hari lagi kemari ya. Saya sudah meresepkan obat untuk tiga hari ke depan, obat ini sedikit susah dicari sebab harus ke kota, maka itu saya hanya bisa memberinya sedikit, dan besok saya baru membelinya,” jelas dokter itu panjang lebar.

“Baik Dok, tiga hari lagi kami akan kemari,” timpal Kalvin, membuat Kaluna dan Safira tersenyum lebar.

Usai mendapat persetujuan dari dokter, Nakara buru-buru menghubungi Anton untuk segera menjemput. Sementara Kalvin bergegas membayar semua biaya tagihan dua wanita cantik itu.

“Udah kamu bayar Vin?” tanya Nakara.

Kalvin mengangguk. “Sudah, tinggal pulang,” jawabnya.

“Ini serius kamu sendiri yang bayar Vin, nggak mau pakai uang dari Letkol Hardi?” tanya Nakara.

“Nggak usah, nggak seberapa juga,” sahut Kalvin.

“Iya deh percaya, anaknya Tuan Kaivan Wiratama gitu kan,” puji Nakara, namun menurut Kalvin itu seperti ledekan.

“Nggak usah mancing-mancing Nakara!” tekan Kalvin.

Obrolan keduanya berakhir manakala Kaluna dan Safira nampak menghampiri mereka setelah jarum infus terlepas dari pergelangan tangan keduanya.

“Tunggu ya, Sertu Anton masih di jalan,” ucap Kalvin yang kini tengah menatap wajah Kaluna, wanita itu terlihat sedang bercanda gurau bersama Safira.

“Udah Vin, gas lah... Aku ngalah nih.” Nakara berbisik di samping Kalvin, membuat Kalvin tersadar dan segera membuang pandangannya ke arah lain.

Setengah jam mereka menunggu kedatangan Anton, hingga akhirnya pria itu tiba di sana.

Nampak Tina pun turut keluar dari dalam mobil itu, membuat mereka tertegun. Buru-buru wanita itu mendekati Kaluna dan Safira, raut wajahnya terlihat sangat khawatir.

“Letda Kaluna, Letda Safira, kalian baik-baik saja kan?” tanya Tina.

Kaluna mengulum senyum, merespons dengan senang perhatian dari Tina.

“Kami baik-baik saja, Sertu Tina, berkat doa kalian semua,” sahut Kaluna.

“Syukurlah, saya sangat takut ketika kemarin mendengar berita tentang kalian. Andai saja Kapten Kalvin dan Lettu Nakara mau mengajak saya, pasti saya bisa membantu merawat kalian.”

Sontak ucapan Tina membuat Kaluna dan Safira saling tatap. Sementara Kalvin bergegas masuk ke dalam mobil dan enggan menanggapi perkataan tidak penting dari Tina.

“Tidak apa-apa, Sertu Tina juga kan kemarin baru patroli, pasti kamu juga lelah,” sahut Safira menimpali.

Suara klakson menghentikan obrolan mereka. Buru-buru mereka berjalan mendekati mobil itu.

“Lettu Nakara, boleh tidak kalau saya duduk di depan?” rayu Tina penuh harapan.

Anggukan kepala dipilih Nakara sebagai respons permintaan Tina. Walau setelah ini Nakara yakin jika Kalvin akan terus menggerutu padanya. Namun tidak mungkin pula ia menolak permintaan wanita itu.

“Tidak masalah, saya bisa duduk di jok belakang bersama Sertu Anton,” putus Nakara kemudian.

Tina mengulum senyum. Ia berjalan cepat membantu membuka pintu untuk Kaluna dan Safira, setelahnya membuka pintu depan, membuat Kalvin terbelalak.

“Kenapa Sertu Tina duduk di sini?” protes Kalvin.

“Iya, Lettu Nakara yang meminta,” bohong Tina.

Kalimat itu membuat Kalvin menatap tajam pada sahabatnya, namun Nakara yang berdiri jauh dari mereka hanya mengedikkan bahu. Ia tidak menyadari jika Tina sudah mengumpankannya untuk bisa bersama Kalvin.

Kalvin membuang napas kasar, melirik Kaluna sejenak. Wanita itu nampak biasa saja.

Apa yang kamu harapkan, Vin? Nggak mungkin dia peduli, batinnya kesal.

Tidak lama Anton dan Nakara menyusul masuk, melewati Safira dan duduk di jok belakang. Tatapan Kalvin begitu dingin dan tidak seramah pagi tadi.

Seketika suasana mobil itu menjadi hening. Tidak ada yang membuka suara, semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Ekor mata Kalvin terus memperhatikan Kaluna melalui kaca spion tengah. Seharusnya saat ini Nakara atau Kaluna yang duduk di sampingnya, namun malah Tina.

Ada rasa jengkel dalam hati Kalvin, kesal mengapa Tina harus turut serta menyusul mereka.

Sedangkan kini Kaluna nampak anteng dengan mata terpejam duduk di belakangnya, padahal pria yang tengah fokus di balik kemudi itu terus saja memikirkannya.

Nyatanya perilaku Kalvin tak luput dari perhatian Nakara dan Tina. Mereka sadar jika Kalvin terus menatap spion yang tergantung di sana. Pastilah pria itu memperhatikan seseorang yang duduk tepat di belakangnya.

Semalam suntuk Tina tidak bisa terpejam, membayangkan apa yang terjadi saat Kalvin menunggui Kaluna.

Dan benar saja, kini Kalvin nampak semakin perhatian pada Kaluna. Hal itu membuat Tina tak suka.

“Kapten Kalvin, apa Kapten butuh sesuatu?” tawar Tina lembut.

“Tidak perlu,” jawab Kalvin singkat.

Percakapan dua orang yang duduk di jok depan sampai ke indera pendengaran Kaluna. Sebenarnya ia tidak tidur, hanya saja Kaluna enggan mengganggu Tina dan Kalvin.

Walau jujur dalam hati Kaluna ada sedikit rasa ketidakrelaan. Namun Kaluna berusaha menepisnya. Jelas ia sangat tahu jika Tina menyukai Kalvin.

Lantas Kaluna siapa? Setitik rasa hanya karena mereka sering bicara dan terkadang pria itu usil serta tak jarang perhatian juga padanya.

Tina terdiam, menatap jalanan yang mereka lewati. Sakit rasanya terus mendapat penolakan dari Kalvin, namun ia juga tidak mau menyerah begitu saja.

Segala cara akan Tina lakukan demi bisa bersama Kalvin, meski itu membuat Kalvin semakin menganggap rendah dirinya.

Dalam hati Nakara terus merapalkan doa agar setibanya di markas, Kalvin tidak memakinya. Raut wajah sahabatnya yang dingin itu sudah membuat Nakara takut lebih dulu.

Kini ia mulai paham, jika sebenarnya wanita yang Kalvin sukai adalah Kaluna, bukan Tina yang terus bersikap manis dan memberikan perhatian padanya.

Hampir seluruh penumpang mobil itu terlelap. Begitu pun dengan Tina. Tubuhnya sangat lelah, belum lagi hatinya yang terus mendapat penolakan dari Kalvin, membuatnya memutuskan memejamkan mata.

Perjalanan dua jam mereka tempuh untuk tiba kembali di markas satuan. Kalvin kembali melirik kaca spion tengah, guna memastikan kondisi Kaluna, dan nampaknya kini wanita itu sudah membuka mata. Terlihat diam seraya memandangi jalanan yang dilewati.

“Letda Kaluna butuh sesuatu?” tawar Kalvin.

Mendengar seseorang menyebut namanya membuat perhatian Kaluna terarah ke depan, di mana Kalvin duduk anteng di balik kemudi.

Kaluna cukup terkejut karena Kalvin tahu ia tidak tidur. Mungkinkah pria itu memperhatikannya? Seketika Kaluna menjadi salah tingkah sendiri.

“Tidak, Kapten,” sahut Kaluna singkat, takut Tina bangun dan mendengar mereka bicara. Pastilah wanita itu akan menegurnya lagi.

Terkadang Kaluna merasa di balik nada bicara Kalvin yang pedas tersimpan kelembutan di dalamnya. Seperti saat ia tidak sadar, masih terekam jelas jika Kalvin mengusap wajahnya, membisikkan kata-kata yang membuat Kaluna gelisah.

Walau hanya sebuah ucapan biasa, namun sebagai seorang wanita, perhatian itu terasa aneh untuknya.

“Sebentar lagi kita sampai. Letda Kaluna pasti lelah, kan? Lebih baik istirahat untuk beberapa hari ke depan,” usul Kalvin.

Perkataan Kalvin membuat Tina mengepalkan tangan. Haruskah ia mengalami situasi seperti Kaluna, sehingga Kalvin akan perhatian padanya?

Semudah itu Kaluna membuat Kalvin bicara lembut padanya. Entah mantra apa yang Kaluna berikan sehingga Kalvin kini begitu lembut padanya.

...----------------...

1
Aii Flow🌷
Nggak bisa, bawaannya sedih kalau lihat Raynand sekarang😭😭
arsyila putri
papa kaluna ingin, kaluna dapat pria yang baik menurutnya
Nyai Aksara 👩‍🦯
Masa sih nggak akan tertarik sama siapa-siapa
Agatha soul
smangat thor nulisnya
CORTIS
kisah penuh perjuangan nih
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baru kali ini aku baca novel tokoh dan temanya tentang kehidupan tentara RI
arsyila putri
kayaknya Kalvin yang bakal sama kaluna
Aii Flow🌷
Raynand pasti takut banget. Rasa kehilangan ditinggal orang tersayang itu bisa jadi luka yang dalam banget🤧😌
DreamXimaginatioN😴
permasalahan yang rumit bagi sang MC. tapi aku dukung bapak nya yang ngelarang dinas.
Elsa Sefia
mampir kak😁
Alfatia🌷
Nahh, itu namanya cemburu ya, Bang Kalvin. Itu baru sama adiknya Kaluna. Nanti yang kamu hadapi cemburunya sama Abangmu sendiri🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Loh kirain meninggalnya di medan perang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Loh, kirain meninggal di medan perang
mama Al
mantap kak
mama Al
hmmm apakah Kaluna bakal sama Kalvin atau kevan
mama Al
anaknya Kirana ya
kirain anaknya Ravela dan kaivan
Mutia Kim🍑: Iya kak, tapi tokoh yg cowok baru anaknya Ravela sama Kaivan
total 1 replies
zoya
harus nya kalune jgn mengundurkan diri kan sayang karir nya
Mutia Kim🍑: Bener bgt. Tapi dia udah janji sama Bapaknya🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Uluh-uluhhhh... titisan kutub es udah mulai cair noh kayaknya. Awas cintanya kebanjiran, nanti Kakakmu gak kebagian🤣🤣
Alfatia🌷
Udahlahh, kalian aja yang dijodohkan. Kakaknya Kalvin ini belum tahu juga Kaluna, kan🤣 sama-sama anak Ravela Kaivan ini😭
Niken Dwi Handayani
Hanya demi menjaga perasaan orang tua masing-masing, mereka mengorbankan perasaannya sendiri. padahal yang menjalani pertunangan , pernikahan adalah Luna dan kevan, bukan orang tua masing-masing. Orang tua senang disisi lain anak menderita.
Mutia Kim🍑: Iya, Kak. Kadang demi orang tua, seseorang rela mengorbankan perasaannya sendiri🥹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!