Tidak di restui oleh sang ibu mertua membuat Nayla harus mengalami banyak tekanan selama tinggal di rumah suaminya yang bernama Robert. Tekanan batin yang di rasakan oleh Nayla semakin berat lantaran sang ibu mertua pandai menyembunyikan keburukannya di hadapan putranya Robert, sehingga sering terjadi salah paham antara Robert dan Nayla mengenai ibunya.
Derita apa sajakah yang di alami oleh Nayla selama tinggal bersama keluarga mertua yang tidak menyukai kehadirannya? Simak kisahnya di sini😘
Follow ig @t_l_handayani 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persalinan
Kehadiran Angel di rumah itu semakin membuat Nayla tertekan, apalagi jika Robert berusaha membelanya. Pekerjaan Nayla di pagi hari juga semakin bertambah karena Nyonya Indri juga meminta Nayla untuk mencuci baju Angel serta melayaninya seperti seorang ratu.
"Apa kita tidak berlebihan Ma?" tanya Angel kepada mertuanya karena sempat merasa bahwa perlakuan yang di terima oleh Nayla itu berlebihan, apalagi Nayla tengah hamil besar.
"Sudahlah, kamu jangan berpikir seperti itu. Itu sudah jadi resiko dia yang lancang menjebak Robert hingga akhirnya dia dinikahi." jawab Nyonya Indri.
Satu bulan telah berlalu dan tiba waktunya Nayla mendekati waktu persalinan. Setiap hari Nayla berdoa agar ketika dia mulai merasa sakit hendak melahirkan, Robert ada di rumah. Karena tidak bisa dia bayangkan jika saat dia kesakitan tetapi Robert tidak ada di rumah, bisa bisa keselamatan bayinya akan terancam di tangan Nyonya Indri.
Dan benar saja, doa Indri di kabulkan oleh Tuhan. Malam itu ketika sedang bersama menikmati makan malam, mendadak perut Nayla mengalami kontraksi hingga membuatnya merintih kesakitan.
"Kamu kenapa? Apa kamu mau melahirkan?" tanya Robert dengan panik.
"Sepertinya iya, " jawab Nayla sambil menahan sakit. Robert segera membawa Nayla pergi ke Rumah Sakit agar segera mendapat pertolongan. Dan benar saja, malam itu Nayla akan melahirkan.
Proses persalinan yang di alami oleh Nayla tergolong cepat, tidak butuh waktu lama pembukaan pun telah sempurna dan Nayla melakukan persalinan dengan normal.
Robert merasa begitu lega setelah melihat bayi laki lakinya telah lahir, bahkan wajahnya sangat mirip sekali dengan dirinya. Hal itu cukup menjadi bukti untuk Nyonya Indri bahwa bayi itu benar-benar anak Robert.
Karena kondisi tubuhnya yang cepat pulih, maka cukup dua malam saja Nayla bermalam di Rumah Sakit. Setibanya di rumah, Robert berniat membuat acara syukuran untuk kelahiran putranya, tetapi Nyonya Indri melarangnya. Karena tidak ingin terjadi perdebatan, Robert memilih untuk menggelar syukuran si panti asuhan.
Di hari pertama Nayla pulang bersama bayinya, Nyonya Indri sudah memberikan satu pernyataan pahit.
"Robert, sekarang bayi kamu sudah lahir. Jadi tanggung jawab kamu sudah selesai dan kamu bisa menceraikan Nayla sekarang juga." ujar Nyonya Indri yang membuat Nayla tercengang.
"Tidak bisa Ma, bayiku masih membutuhkan ASI. Jadi Nayla harus tetap berada di sini." bantah Robert.
"ASInya kan bisa di ganti dengan susu formula bayi." jawab Nyonya Indri.
"Sudahlah Ma, jangan berdebat. Aku tidak akan menceraikan Nayla." dengan begitu tegas Robert menjawab pertanyaan Mamanya.
"Apa maksud kamu Robert? Mama akan beri kamu waktu satu tahun sampai Nayla sudah tidak menyusui. Dan pada saat itu kamu harus menceraikan dia." cecar Nyonya Indri.
Sejak saat itu Robert baru menyadari bahwa niat Mamanya menikahkan dirinya dengan Angel itu adalah untuk mengusir Nayla. Rasa penyesalan atas keputusan yang di ambil oleh Robert membuatnya diam termenung di depan tirai jendela yang masih terbuka.
Robert mengambil cuti selama satu pekan demi menemani Nayla dan buah hatinya. Namun, Angel merasa tidak senang dengan sikap Robert yang terlalu berlebihan memperhatikan Nayla. Mendengar keluh kesah yang di sampaikan oleh Angel, Nyonya Indri tentu saja tidak tinggal diam. Di saat Robert berada di kamar mandi, Nyonya Indri menyempatkan diri untuk memaki Nayla.
"Heh, kamu jangan ngelunjak ya... Kalau Robert sudah kembali bekerja, maka kamu harus kembali mengerjakan tugas tugas kamu. Jika tidak, maka aku akan mengambil putra kamu lalu menjualnya." Ancam Nyonya Indri kepada Nayla.
Seperti biasanya, Nayla hanya menganggukkan kepala meski hati dan jiwanya begitu hancur. Akan tetapi dia tidak ingin terlalu larut meratapi nasibnya. Yang saat ini dia rasakan adalah bahagia dan lega kerena bayinya sudah keluar. Jika memang pada akhirnya nanti dia akan di usir, Nayla tidak ingin melakukan perlawanan.Dia akan pergi bersama putranya dengan suka rela.