NovelToon NovelToon
Terjebak Wajah Tampan Billioner

Terjebak Wajah Tampan Billioner

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuqin Gennil G

Ayesha, kembali bertemu dengan teman lamanya yang dulu pernah ia sukai, pertemuan yang membuat dirinya terpaku akan ketampanan dan sikap baiknya, disitulah awal perasaanku semakin tumbuh
Siapakah lelaki itu?

Pertemanan yang berujung menjadi kekasih, namun siapa sangka Ayesha terjerumus karena kebodohan yang ia lakukan

Kebodohan seperti apa? Bagaimana kelanjutan kisah hubungan mereka?apakah mereka akan kembali merajut atau berhenti sampai disini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuqin Gennil G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Radika yang baru saja masuk rumah, mama Viani sudah berdiri tegas dengan bersendakap dada di ruang tamu yang menunggu kedatangan anaknya dari tadi namun tak kunjung pulang. satu alisnya terangkat seolah mengatakan "Dari mana saja? Kenapa baru pulang? tidak lihat sekarang jam berapa?!" Radika memilih pura-pura tidak tahu.

"Heem" mama Viani berdeham, Radika menghentian langkahnya.

"Eh mama, kenapa disitu? Kok belum tidur?" Radika berusaha mengalihkan mamanya agar tidak menyerangnya dengan banyak pertanyaan yang Radika sendiri tidak bisa memastikannya.

"Sok gak tahu kamu itu, mama berdiei tegak kayak gini masa gak kelihatan?! Kamu kira mama apaan disini hemm?!" ketus mamanya sambil berjalan kearah Radika. Anak laki satu-sayunya ditambah anak tunggal yang membuatnya amat kesal.

"Maafin Dika ma, namanya juga gak kelihatan ya mau gimana?" Radika pun menyalami mamanya.

"Bandel ya!" mama Viani menjewer telinga anaknya."mama sebenernya udah males bin lelah Dika. Kamu itu laki-laki, harusnya sekarang kamu mengenalkan calon istri atau gak calon pacar gitu ke mama. Manusiawi kan kalo mama menginginkan kamu punya pendamping? " mama Viani termenung, wajahnya menyendu seakan menggambarkan kesedihannya sebagai seorang mama yang mau anaknya bahagia.

"Padahal mama pun tidak mendesakmu agar cepat memberikan mama cucu. "mama Viani menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya. Namun, berbeda dibalik wajahnya yang tertutupi ada seringai kelicikan yang disembunyikan.

Radika belum memberikan respon satupun. Dia kan punya Ayesha tetapi belum ada ajakan darinya kepada wanita tercintanya untuk menemui bundanya.

"Sekarang mama tidak mau tahu ya ke kamu. Mama udah minta tolong ke papa kamu untuk mencarikan semua info tentang perwmpuan yang dulu mama segani. Dia wanita baik, simpel, dan firasat mama dia orangnya rasional dan dewasa dalam berpikir. Dia bekerja sebagai dosen di kampus swasta." ucap mama Viani lalu menyodorkan selembar kertas berisikan alamat cafe.

"Mama mau kamu bertemu dengan perempuan itu," Begitu Radika akan menyanggah tapi mama Viani mendahuluinya dengan penolakan tegas.

"Mama tidak menerima ucapanmu apapun itu untuk sekarang. Datanglah, meskipun sekedar berkenalan dan berbicang ria." Radika mengangguk pasrah.

Tanpa mengucapkan selamat malam atau apapun, Radika pergi ke kamarnya meninggalkan mama Viani sendirian.

......................

Hari sebelumnya, Anesha mendapatkan nomor togel ( nomor tanpa nama) ia menyebutnya begitu. Sebuah pesan mengatakan seseorang yang pernah Anesha temui dipasar dan sempat ia bantu mengambili belanjaan yang terjatuh. Anesha langsung mengingatnya.

"Ibu itu rupanya,"

Anesha balik membalas pesan itu.

"oh iya bu, saya Anesha orang yang membantu ibu, ada apa ya bu? "

Jauh disana mama Viani melihat notif diponselnya saat asyik bermain game solitaire. Tidak ia hiraukan, menekan pesan itu dan menjawabnya.

"Begini, anggap saja ini niat baik saya ya nak. Saya ingin bertemu denganmu besok saat makan siang jam 1. Saya tahu kamu juga kerja besok, kan?!

"Boleh saja bu. Saya menerima niat baik ibu. bertemu dimana ya bu!"

"saya pilihkan cafe dekat kampus kamu, disana sangat nyaman sekali."

Anesha berpikir cafe yang mana. Dan teringat sebuah cafe elegan, dia juga suka disana.

"Baik bu, besok saya akan datang."

"Terimakasih banyak ya nak Anesha!"

Anesha heran, apa dia pernah memperkenalkan namanya saat dipasar dulu? Tidak mau berpikir berat Anesha bersiap masuk ke kelas yang akan diajarnya.

......................

Keesokan pagi di rumah Anesha, setelan baju sederhana masih ada kesan feminimnya terlihat cantik dan anggun.

"Kak mau kemana kok udah cantik? Biasanya juga masih kumus-kumus! Kemasukan setan apa kak?!" celetuk Ayesha. Jarang sekali Anesha mandi pukul set 8.

Anesha mendatarkan wajahnya, "Kakakmu ini akan bekerja dan berhenti mengejekku dek. Kamu membuat kakak kesal. " imbuhnya, ia duduk di kursi. Anesha pun mengambil sepiring nasi serta sayur juga lauk.

Disusul Ayesha yang sudah mandi namun jam kuliahnya masih pukul 9 nanti."Masakanmu memang enak banget dek!" Anesha memuji adeknya. usaha keras Ayesha perlahan-lahan membuahkan hasil.

Tanpa diketahui siapapun. Ayesha membuka bisnis kecil-kecilan sendiri. Dia memanfaatkan keunggulannya dalam membuat masakan sederhana dan juga kue mini yang ia bungkusi dengan mika lalu diedarkan di toko kecil.

"Iya dong enak, siapa gitu yang masak! hihi" Ayesha terkikik pelan. Mereka menghabiskan makan paginya sangat cepat.

Anesha memasang sepatu heels dan menaiki sepeda motornya setelah helm terpasang benar.

"Dek kakak berangkat dulu. Bapak jangan lupa disiapin minumnya sebelum berangkat!" Ayesha mengacungkan jempolnya menandakan semua beres. Anesha pun meninggalkan halaman rumah.

......................

Vandi menyiapkan sebuah rencana yang dimana akan menjadi awal yang bagus untuk menghancurkan Radika dan dia akan mendapatkan Ayesha-nya. Mata tajam Vandi menjadi kalem bertepatan pintu ruangannya terbuka tanpa izin masuk darinya.

Sosok wanita yang selalu Vandi hindari dan tak mau berurusan dengan kupu-kupu malam. Demi kelancaran rencananya Vandi pun menyuruh wanita itu mendekat.

"Sis, kemarilah!" ujarnya

"Emm...kamu terlihat kalem hari ini ya?" jalannya yang berlenggak-lenggok, tubuh ramping dan proporsional Siska terbentuk jelas karena pakaian mininya. Dimata laki-laki lain, semua itu tampak mempesona dan sek*si. Lain lagi dimata Vandi semua itu terlihat menjijikkan. Vandi ingin wanita yang berbeda bukan modelan yang seperti Siska.

Siska mendekat dan menjatuhkan tubuhnya di paha Vandi. Tangannya mengusap lembut rahang kokoh itu terlihat tampan dan jantan dari samping.

"Jujur saja, kamu itu cantik dan lihai." Vandi ganti menapakkan tangannya di paha putih mulus Siska. "Kamu juga menggai*rahkan. Kamu tahu selama ini aku menghindarimu agar tidak menyerangmu disembarang tempat. Aku ingin menggarapmu dengan manis dan panas."

Sentuhan menggelitik itu dari leher turun sampai kesebuah tempat lembah yang perlahan membas*ah. Vandi perlahan mencoba untuk mencuci otak Siska untuk tujuannya." Sebenarnya aku menginginkan sesuatu dari kamu Sis. Sebelum itu, Aku butuh bantuanmu. Lalu, aku akan memberikan keinginanmu sejak dulu. Tahu kan ?!"

Siska terbuai. Matanya terpejam karena bayangan antara dirinya dan Vandi melakukan hal gila. Siska sudah tidak sabar.

"Baiklah katakan saja, Honey!" Siska masih menikmati gerakan tangan Vandi yang menge*lus biji kacang pinus dilembah itu. Geraman dan lenguhan pelan itu terdengar.

"Aku ingin kamu mendekati Ayesha. Kamu kenal dia kan?" Siska mengangguk.

"Lalu, kamu cari tahu apapun tentang dia, apa yang dia lakukan, dengan siapa dia dekat dan kamu carikan mata-mata yang cocok dengan Ayesha" Siska yang mendengarkan itu merasa aneh. Kenapa dia harus memperhatikan setiap gerak-gerik Ayesha? Lalu tangannya menghentikan pergerakan jemari Vandi.

"Kamu menyukai wanita seperti dia?" Siska menatap kesal.

"Tentu saja aku tidak menyukai wanita miskin sepertinya! aku hanya ingin sedikit balas dendam karena dia sudah membuatku sial Siska!" jelas Vandi melanjutkan aktivitas jarinya.

"Benarkah begitu? Jangan sampai kamu menyukai wanita itu, atau aku tak segan membunuhmu Honey!" ancam Siska. hati Vandi mendidik ingin mencekik wanita sinting ini sampai mati. Beraninya dia mengancamnya. Dia belum ambil langkah menyerang Vandi akan menghabisinya.

"Baiklah Siska." Vandi mengecup pipi Siska.

......................

Anesha kini membereskan mejanya sebelum pergi untuk menepati janjinya dengan seorang ibu yang belum jelas ia ketahui namanya. Sesampainya, dengan ragu Anesha membuka pintu cafe.

"Ada yang bisa saya bantu mbak!" seoran pelayan cafe bsrtanya sambil.menyambutnya penuh senyum ramah.

"Ah saya ada janji dengan seseorang di cafe ini."

pelayan itu, memeriksa tabletnya."Oh baik mbak, mari saya antarkan ke meja anda." Anesha mengikuti pelayan itu ke lantai dua.

Mata Anesha menyipit kala melihat punggung lelaki yang familiar sekali.

"Silakan mbak!" ucap pelayan itu dan Anesha sangat terkejut didepannya Radika dengan setelan jas kerjanya sedang duduk disitu.

"Kak?!"

"Dika?!" ujar mereka bersamaan.

"Sedang apa kamu disini, kak?" tanya Radika

"Aku mau menemui seseorang. Kamu?!" jawab Anesha masih berdiri disamping meja.

"Aku juga sama Kak, apa orangnya sudah datang kak?!"

Anesha menggeleng "Duduk saja dulu disini, aku juga sedang menunggu seseorang."

Mereka menunggu kurang lebih 15 menit namun tak kunjung datang orang yang ingin mereka temui.

"Kenapa sangat lama, dikira kerjaanku gak banyak apa! ya tuhan!" gerutu Radika.

"Memang siapa yang akan kamu temui?!" tanya Anesha.

"Entahlah! Aku tidak tahu wajahnya bagaimana"

Anesha kaget,"hah...yang benar saja kamu tuh Dik!"

Keduanya terkejut. Suara deringan dari ponsel Radika berbunyi sangat keras.

"Angkatlah," ucap Anesha. Radika beranjak dari duduknya dan menjauh dari Anesha.

"Halo ma, "

"Halo nak, apa kamu sudah bertemu?"

"Ma, aku saja tidak tahu wajahnya, mama tidak menunjukkkan wajahnya padaku!" Radika mulai kesal. Dia kira mamanya juga akan datang.

"Loh iya ta? Maaf ya mama kirim fotonya ke hp mu."

Ting....

Radika menghela nafas supaya sabar menghadapi tingkah absurd mama Viani. Dibukanya foto kiriman mamanya. Radika tersentak kaget dengan mata membelalak. Di sebelah sana Anesha juga menoleh kearahnya juga sebab mama Viani juga mengirimkan seseorang untuk mewakili niat baiknya.

1
🟡řæĺővɛ
seruuuu kaya abg
🟡řæĺővɛ
kocak...
Xiin Chan
mampir
lineg boboo: makasih byk ya🤗
total 1 replies
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
lanjut kak
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
next
🟡řæĺővɛ
semangat thor....
lineg boboo: mohon dukungannya ya🤭
total 1 replies
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
sukses sllu 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢: insyaallah kak
total 2 replies
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
mampir lagi kak nanti dibaca ya
Wichan606
hy kak. aku balik lagi untuk like karya kak. jangan lupa like kembali karya aku ya Alice's Magic Privalige 👋

semnagat nulisnya kak
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
for you author
Zanora
hy Thor aku udah mampir ya, semangat ya thor, cerita nya keren, nanti aku mampir baca lagi ya
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
aku mampir kak, semangat ya up nya
Not Found
keren 🔥
Alya_Aziz
Ceritanya keren, semangat update
lineg boboo: terimakasih thor🤭
total 1 replies
Mommy Lingling
good story' Thor👍
Mommy Lingling
Ini kisah pribadi author yaa??😆👍 Thor jangan lupa mampir di karyaku juga yang berjudul SHADOW OF YOUR LOVE iyaa.. sudah aku like dan ku beri bintang 5 karyamu Thor. folback iyaa😆🤗
yrputri
mau dooong dapet ttm kayak bos Radika
yrputri
Radika pasti jenius udah jadi cEo ajaa
lineg boboo: khayalanku tinggi bgt ya😂
total 1 replies
yrputri
Pasti authornyaa anak yang pernah nunggu hasil pkkmb yaaaa, penulis zaman minuman boba jugaa
lineg boboo: bener banget tebakannya🤣hbs lulusan mau kuliah,
total 1 replies
taniratari
tipe2 cowok tampan ini mah 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!