NovelToon NovelToon
Memiliki Anak Dengan Presdir

Memiliki Anak Dengan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Time Travel / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Chicklit
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ellani

Guan Lin adalah seorang alkemis yang paling berbakat di akademi. Suatu hari Guan Lin tiba-tiba saja dibunuh oleh seseorang dan saat terbangun Guan Lin sudah berada ditubuh orang lain.

“Li Mei kamu akan tamat sampai di sini.” Seorang wanita berbicara dengannya.

Guan Lin melihat sekeliling, banyak sekali pria yang mengelilinginya.

“kalian … lakukan sesuka kalian,” ucap wanita itu sambil berjalan keluar.

“hehe kami akan membuatmu merasa nyaman,” ucap seorang pria kepada Guan Lin dengan senyum bahaya.

Saat Guan Lin ingin melawan, Guan Lin merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Apa ini? Siapa mereka? Mengapa tubuhku merasa tidak nyaman? Sial.

Akankah Guan Lin bisa melepaskan diri?

*******************
Cover by pinterest

*******************
ini adalah novel keduaku, mohon dukungannya dan jangan lupa like, subcribe serta vote ya..

terimakasih ^^

baca juga novel pertamaku Menikah dengan penjahat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 menjadi Cinderella?

Setelah Li Mei menutup pintu kamar, dua kepala kecil keluar dari selimut.

“Aku rasa ibu menerima paman Jack karena kita,” ucap A Pei.

“Yah aku rasa juga begitu,” jawab A Ping.

Keesokan harinya Li Mei bersiap untuk menemui keluarga Jack. Li Mei berdandan dengan cantik, ini sudah lama sejak terakhir kali dia berdandan. Li Mei juga memilih baju yang pantas untuk pertemuan keluarga, kebetulan beberapa hari yang lalu Li Mei membeli baju.

“Tidak disangka baju ini akan aku pakai secepat ini,” ucap Li Mei menatap cermin.

“Ibu! Ibu cantik sekali hari ini,” teriak A Ping kagum.

“Ibu memang selalu cantik,” ucap A Pei.

“Terimakasih.” Li Mei mengusap kepala anak itu dan tersenyum bahagia.

“Ibu akan pergi, kalian jagalah rumah dan jangan nakal,” ucap Li Mei.

“Baiklah.” Jawab A Ping dan A Pei.

Li Mei berpamitan dan keluar menemui Jack yang sudah menunggu diluar. Jack saat ini sedang berdiri didepan mobil menunggu Li Mei. Saat mendengar suara pintu Jack berbalik dan terkejut melihat Li Mei.

“Apa kamu menunggu lama?” tanya Li Mei sambil berjalan menuju mobil.

“T-tidak ini tidak lama,” jawab Jack terbata – bata.

“Kamu cantik sekali hari ini,” ungkap Jack dengan mata yang tidak bisa berpaling dari Li Mei.

“Aku selalu cantik,” ucap Li Mei dengan senyum main – main.

“Ah! Iya maksudku kau selalu cantik tapi hari ini-“

“Hahaha … aku bercanda, ayo kita jalan.”

“Ba-baiklah.” Jack membuka pintu Li Mei dan masuk kedalam mobil.

Mobil melaju dengan tenang. “Siapa saja yang ada dikeluargamu?” tanya Li Mei.

“Untuk saat ini hanya ayah dan ibu,” jawab Jack.

“Begitu … aku tidak tahu apa mereka benar – benar akan menerimaku,” ucap Li Mei.

“Tentu saja harus, aku akan memperjuangkanmu,” ucap Jack dengan serius.

“Terimakasih,” ucap Li Mei dengan senyum lega.

Dirumah Li Mei.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya A Ping.

“Ini urusan orang dewasa,” jawab A Pei.

“Kau bahkan belum dewasa,” ucap A Ping duduk disebelah A Pei.

A Pei sibuk dengan laptop kecilnya. “Angka -angka apa ini?” tanya A Ping.

“Diamlah.” A Pei memainkan keyboard dengan serius.

Beberapa menit kemudian. “Ah! Aku gagal,” teriak A Pei.

“Lawanku sangat hebat, aku harus lebih banyak berlatih lagi,” ucap A Pei.

A Ping yang melihat dengan dagu bersandar di kedua tangannya. “Apa itu tadi?” tanya A Ping dengan bosan.

“Aku berusaha meretas perusahaan Wingston.” Ucap A Pei.

“Wingston?” A Ping mengerutkan kening kecilnya.

“Itu adalah perusahaan yang kemungkinan adalah ayah kita,” ucap A Pei memperlihatkan foto Zhang Min.

“Waw ternyata paman raksasa besar,” ucap A Ping kagum.

“Aku sudah memeriksa identitasnya dan dia belum menikah.”

“Ada yang mengatakan kalau dia akan dijodohkan tetapi sampai sekarang itu tidak terbukti kebenarannya,” ucap A pei.

“Ini cukup memenuhi syarat untuk menjadi ayah kita,” ucap A Ping mengusap dagunya dengan senyum licik diwajahnya.

“Menurutmu mengapa ayah dan ibu tidak tinggal bersama?” tanya A Ping.

“Entah lah … mungkin terjadi sesuatu diantara mereka,” ucap A Pei.

“Hmmm … aku sepertinya mencium sesuatu,” ucap A Ping menyipitkan mata.

“Benarkah? Tapi aku rasa tidak bau sama sekali,” ucap A Pei panik sambil mengendus kebelakangnya.

“Apa? bukan itu maksudku. Tunggu! Apa kau buang angin?!” teriak A Ping.

“Kau tidak sopan!” A Ping memukul kepala A Pei dengan tangan kecilnya sambil menutup hidung.

Beberapa saat kemudian mereka mulai tenang. “Ehm … aku rasa ayah dan ibu mengalami cinta satu malam,” ucap A Ping dengan percaya diri.

“Apa itu?” tanya A Pei bingung.

“Tck … tck .. tck .. kau memang tidak banyak tahu hal ini, aku mendengar dari bibi sebelah bahwa wanita dan pria akan mengalami cinta satu malam,” ucap A Ping percaya diri.

“Begitu.” Ucap A Pei dengan serius.

“Jadi … apa artinya itu?” tanya A Pei lagi.

“Aku tidak tahu … tapi aku rasa ibu dan ayah bertemu satu malam dan melupakannya begitu saja,” ucap A Ping.

“Aku dengar anaknya teman bibi bertemu seorang pria saat mabuk dan beberapa hari kemudian dia hamil,” ucap A Ping.

“Aku rasa mereka pasti telah berpegangan tangan,” ucap A Ping.

“Paman Anton bilang jika memegang tangan pria maka kau akan hamil,” lanjutnya.

“…..” A Pei hanya bisa terdiam mendengar ini.

“ Lalu kenapa kau tidak ingin paman Jack menjadi ayah kita?” tanya A Ping.

“Apa kau bodoh? Orang tua paman Jack tidak menyukai ibu karena sudah punya anak dan paman Jack sepertinya bukan orang yang terlalu tegas,” ucap A Ping.

“Kita tunggu saja nanti apa yang akan terjadi kedepannya,” lanjut A Ping menaruh tangan kecilnya dipinggang.

KRUUUUUK~

“Aku lapar,” ucap A Ping sambil memegang perut kecilnya.

“…..” A Pei.

Di perusahaan Wingston.

“Tuan sepertinya anda dalam mood yang bagus,” ucap Asisten.

“Yah … aku menemukan seseorang yang menarik,” ucap Zhang Min memainkan Laptopnya.

Zhang Min menemukan bahwa ada orang yang mencari informasi tentang dirinya sendiri. Seharusnya dia marah, tetapi tanpa disangka saat dia ingin menyerang pencuri itu menyerang kembali dengan serangan yang tidak terduga.

“Sudah lama aku tidak merasa sebaik ini,” ucap Zhang Min.

Saat ini Li Mei telah tiba dirumah Jack. Itu adalah rumah mewah dengan design kerajaan Eropa, sangat megah dan terlihat sulit untuk dimasuki.

Jack mengajak Li Mei masuk dan berjalan keruang tamu. Saat Li Mei masuk, orang tua Jack telah duduk menunggu di ruang tamu.

“Selamat datang,” sambut nyonya Grace.

Keluarga Grace adalah salah satu keluarga yang cukup dipandang dimata dunia. Terutama dalam hal bisnis yang miliki membuat orang sangat ingin mendekati keluarga mereka. Hanya saja mereka masih dibawah dari keluarga Zhang yang berada di tiongkok.

“Halo … perkenalkan nama saya Li Mei,” ucap Li Mei.

“Kamu wanita yang sangat cantik,” ucap Nyonya Grace.

“Apa kamu sudah sarapan? Ayo nikmati camilan keluarga kami … kami memiliki koki yang sangat handal,” ucap Nyonya Grace.

“Baiklah.” Disini Li Mei merasa sangat diterima dan membuat Li Mei nyaman.

“Jack ada yang ingin ayah bicarakan kepadamu,” ucap Tuan Grace.

“Li Mei aku pergi sebentar … kamu mengobrol lah dulu dengan ibu,” ucap Jack dengan sedikit cemas.

“Baik … kamu pergilah, aku bisa menjaga diriku,” ucap Li Mei.

Setelah Jack meninggalkan ruangan, hanya tersisa Li Mei dan nyonya Grace.

“Apa kau senang?” tanya Nyonya Grace dengan dingin. Sifatnya berubah sangat banyak saat hanya mereka berdua saja berada diruangan.

“Apa?” tanya Li Mei bingung.

“Ibu … aku datang~” teriak seorang wanita.

“Eh? Aku tidak tahu kalau ada tamu lain.” Lanjutnya.

“Lucy masuklah,” ucap Nyonya Grace dengan senyum lembut diwajahnya. Senyum ini berbeda dengan senyum sopan yang Li Mei lihat saat dia datang.

“Apa kau sudah sarapan? Makanlah ini aku menyiapkan camilan kesukaanmu,” ucap Nyonya Grace.

“Terimakasih ibu,” ucap Lucy dengan gembira.

Mereka berdua asyik ngobrol sendiri dan meninggalkan Li Mei sendirian tanpa memperhatikannya.

“Oh! Maaf aku lupa kalau kau ada disini,” ucap Nyonya Grace.

“Haha … tidak masalah,” ucap Li Mei, dia mencoba untuk menahan emosinya.

“Aku lupa memperkenalkannya … ini adalah Lucy White, kau tahu kan keluarga White?” tanya Nyonya Grace.

“Halo … aku Lucy.” Lucy mengulurkan tangannya.

“Aku Li Mei.” Li Mei menjabat tangan Lucy. Keluarga White? Bagaimana mungkin dia tidak tahu. Keluarga itu salah satu keluarga yang memiliki perusahaan obat terbesar.

“Aku tahu kamu adalah wanita yang dibawa oleh Jack,” ucap Lucy.

“Tapi pada akhirnya hanya aku yang cocok berada disebelah Jack,” lanjut Lucy.

“Lalu?” tanya Li Mei dengan santai.

“Lalu? Kamu harusnya menyadarinya dari awal kalau kamu tidak pantas memasuki keluarga kami.”

“Wanita miskin dan kotor sepertimu ingin menjadi cinderella? Itu hanya angan – angan,” ucap Nyonya Grace.

“Ini adalah keputusan Jack,” ucap Li Mei sambil menyesap the.

“Kamu-“

“Ibu tenanglah,” ucap Lucy.

“Huh … aku yakin tidak hanya ibunya yang kotor tetapi anaknya jug-“

Tesss. Suara air mengalir menghentikan keributan.

Li Mei mengguyur Nyonya Grace dengan air teh yang sudah dingin.

“Kamu! Berani – beraninya!” teriak Nyonya Grace dengan wajah yang menakutkan.

“Jangan pernah berbicara buruk tentang anakku,” ucap Li Mei dingin.

Li Mei menaruh gelas yang dipegangnya dan melihat kedua wanita didepannya dengan dingin. “Sepertinya hubungan ini tidak berhasil.” Li Mei berjalan keluar ruangan.

“Kamu! Tunggu dulu … apa kamu pikir ini sudah selesai?!” teriak Nyonya Grace.

“Ibu ayo kita bersihkan diri ibu dulu,” ucap Lucy cemas.

“Ada apa ini?” Jack yang telah kembali setelah berbicara dengna ayahnya. Dia tidak menyangka akan membutuhkan waktu lama. Saat dia kembali, dia melihat pemandangan yang kacau ini.

“Dimana Li Mei?” tanya Jack.

“Lihat apa yang perempuan liar itu lakukan pada ibumu!” teriak Nyonya Grace.

Jack berlari keluar ruangan mencari Li Mei. “Li Mei!” panggil Jack.

Li Mei berhenti dan berbalik. “Maaf aku telah membuat kekacauan,” ucap Li Mei.

“Tidak … aku yang harus meminta maaf, seharusnya aku tahu bahwa ibu tidak akan setuju dengan mudah,” ucap Jack sedih.

Li Mei tersenyum dan melepaskan kalung yanga da dilehernya. “Aku rasa hubungan kita tidak akan berhasil.” Li Mei memberikan kalung itu kepada Jack.

“Li Mei-“

“Ibumu benar … tidak mungkin ada cinderella dikehidupan nyata,” ucap Li Mei lagi.

“Aku tahu kamu tidak bisa meninggalkan orang tuamu … bahkan saat kau membuka Cafee di china kau masih memperdulikan ibumu.” Li Mei sangat mengingatnya, walaupun dia kabur dari rumah dia masih tetap menghubungi ibunya.

“Aku-“

“Aku salah karena terlalu berharap untuk anak – anak … seharusnya sejak awal aku tahu cintamu tidak sebesar itu kepadaku,” ucap Li Mei.

“Maafkan aku,” ucap Jack dengan wajah sedih.

Akhir dari Bab 18

Penulis disini....

Li Mei pangeranmu belum tiba tunggulah sebentar (T^T)

menurut kalian bagaimana dengan karakter Jack? ○(●_•)○

1
Lhina Bright
yuhuuuu aku mampir yah thor
twilight aetheria
lanjut kak
twilight aetheria
kak terima kasih sudah up🥳🥳🥳
twilight aetheria
kak bener up lagi ya
zkiafslll
Biasa
zkiafslll
Kecewa
Maysa
lanjut donk thoorr
Pandagabut🐼
novelnya gak ada yg jelek. bagus semua karya author ini👍👍🤲
Anindya Fauziah Abidin
Kecewa
Anindya Fauziah Abidin
Buruk
Alfatih Cell
Up lagi thor jangan lama2 semangat
Koesianingsih Ing
Lumayan
Nora♡~
Tetap 💪💪💪thor... lanjut ke bab2 seterusnya..
Sri Wahyuningsih
jgn lm2 thor apdetx
Krislin Meeilin
ceritanya begus 🥰🥰🥰🥰
Nora♡~
💪💪💪terus thor... lanjut... ke bab2 seterusnya..
Nora♡~
lanjut... ke bab2 seterusnya..
ELLANI: terimakasih telah membaca novel ini ^^)/

bab terbaru sudah update ..
maaf atas keterlambatan update >_<)
total 1 replies
Anita Anita
hahaha....kasian Zhang min dikerjain🤭
Anita Anita
kapan ketemuannya
Anita Anita
perkenalan pertama dengan ayah mereka 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!