NovelToon NovelToon
Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:218.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bhebz

Suzanne Sean Kingston, putri seorang Gengster Mongrel Mob New Zealand tak sengaja melihat sebuah peristiwa pembunuhan dan membuat nyawanya terancam.

Menjadi incaran pembunuh karena merupakan saksi kunci disaat sang kakak kandung harus meninggalkannya karena sebuah tugas negara.

Harry Sean Kingston terpaksa harus menyerahkan keamanan sang adik pada sahabatnya, Daniel Smith.

Akankah sang pengawal bisa melakukan tugasnya dengan baik ketika mereka berdua tidak pernah akur dan bisa bekerjasama?

Hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# Part 18 Asmara SP

Daniel Smith melajukan Range Rover Evoque milik Daddynya ke Bandara Alexander S. Pushin Moskow dengan kecepatan yang cukup tinggi. Rasa khawatir karena tidak bisa bertemu lagi dengan si gadis manja membuatnya panik.

Beberapa menit yang lalu pria itu baru saja bangun dari tidurnya dan mendapati pesan dan panggilan dari Elmira kalau Suzanne sudah bisa keluar dari Rumah Sakit.

Dan yang lebih mengejutkan adalah gadis itu akan langsung terbang ke New Zealand meninggalkan Moskow saat itu juga tanpa mampir ke Rumah keluarganya.

"Aku harap pesawatnya delay dan Aku masih bisa menyatakan perasaan sayangku pada gadis itu." ujarnya seraya melirik penanda waktu di pergelangan tangannya.

Terbayang kembali bagaimana gadis itu akan berteriak-teriak histeris jika ia mengemudikan mobilnya seperti saat sekarang ini.

Gadis itu begitu takut kalau kendaraan yang membawa mereka seperti sedang berada di atas awan. Terbang dengan laju kecepatan yang sangat tinggi.

Tanpa sadar, ia tersenyum dengan dada berdebar tak menentu. Tak diragukan lagi, ia sangat ingin memiliki gadis itu seutuhnya.

Ciiiiiit

Range Rover Evoquenya ia parkir di Valet Bandara kemudian berlari cukup kencang ke dalam Terminal Keberangkatan penumpang Internasional.

Ia masih sangat berharap bisa tepat waktu dan bertemu dengan Suzanne meskipun hanya beberapa saat sebelum gadis itu dibawa pergi oleh keluarganya.

Langkahnya ia hentikan tiba-tiba saat tak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang sangat mirip dengan sketsa wajah yang ia gambar atas kesaksian gadis itu.

Ya, pembunuh itu juga ada dan berkeliaran disini. Sedangkan polisi sampai sekarang belum berhasil meringkusnya.

"Suzanne kembali berada dalam bahaya." ujarnya dengan suara pelan bagaikan gumaman. Dengan cepat ia meraih handphonenya dan menghubungi polisi dan juga keluarganya.

Setelah itu Ia berpura-pura membuat masalah dengan orang itu agar ia bisa menahannya dan tidak pergi kemana-mana.

Bugh

Pria berperawakan tinggi dengan kacamata hitam itu menatap Daniel Smith dengan wajah garang. Ia paling tidak suka jika harinya yang cukup menyenangkan saat ini diganggu oleh orang lain.

"Hey, ada apa denganmu?" tanya pria itu karena tiba-tiba ditabrak oleh seorang pria muda dengan tampilan yang sangat tampan dan juga maskulin.

"Anda yang tidak bisa melihat jalan Tuan!" tantang Daniel dengan wajah terangkat. Pria itu mengerang kesal kemudian meninggalkan putra kedua Alexander Smith itu dengan langkah terburu-buru. Pembunuh itu sedang ingin memburu Suzanne yang sedang memasuki pintu utama Bandara.

Daniel Smith tidak tinggal diam. Ia langsung memburu langkah pria itu dan memukul bahunya dari belakang.

Bugh

"Brengsek kamu ya!" teriak pria itu karena merasakan bagian belakangnya sangat sakit oleh pukulan tangan kuat pria itu. Ia langsung memberikan serangan balasan dengan menggunakan tangan kosongnya.

Bugh

Bugh

Mereka berdua berduel dengan sengit. Kekuatan kedua pria itu sepertinya seimbang. Setiap Daniel menyerang bagian atas tubuhnya, maka pembunuh itu bisa menangkisnya dengan baik. Begitupun sebaliknya.

Polisi dan petugas Bandara yang bertugas di sana, entah kenapa tidak ingin merelai perkelahian itu. Mereka terpana dan terpukau oleh jurus-jurus yang sangat indah dari kedua orang itu.

Sampai terdengar Announcement Boarding bahwa pesawat yang akan berangkat dengan tujuan New Zealand terdengar. Mereka berdua berhenti saling menyerang dan saling bertatapan.

Pria itu berlari masuk ke dalam gate yang disebutkan oleh suara pengumuman itu tetapi langkahnya tertahan karena Daniel Smith melompat dan berhasil meraih jaket kulit yang sedang dipakai pria itu.

Bugh

Bugh

Mereka berdua berusaha kembali saling menjatuhkan hingga beberapa orang polisi Moskow tiba di tempat itu dan langsung meringkus residivis yang sudah lama menjadi buronan kepolisian Moskow itu.

Daniel Smith menarik nafas lega. Ia tersenyum lebar karena pada akhirnya dirinyalah yang menemukan orang itu tanpa sempat lagi mencelakai Suzanne Sean Kingston.

"Kenapa kamu berada di sini Daniel?" tanya Alex pada putranya saat residivis itu sudah dibawa pergi oleh beberapa petugas kepolisian.

Pria muda itu tersentak dan baru teringat kalau sebenarnya ia datang ke Bandara karena ingin menemui Suzanne Sean Kingston.

Daniel Smith tidak menjawab pertanyaan Daddynya dan langsung berlari ke arah petugas pemeriksa tiket pada gate 12 untuk penerbangan menuju ke New Zealand.

"Bisakah aku masuk Nona?' tanyanya dengan dada berdebar-debar.

"Perlihatkan tiket Anda Tuan." Daniel tersenyum meringis kemudian menggelengkan kepalanya.

"Mohon maaf Tuan. Kami tidak bisa memberikan izin untuk masuk bagi calon penumpang yang tidak mempunyai tiket. Dan lagi pula penumpang pesawat yang melalui gate ini juga sudah take off beberapa menit yang lalu." jelas pria berseragam biru itu.

"Mohon ulangi sekali lagi? Pesawat ke New Zealand sudah take off?" tanya Daniel Smith ingin memastikan pendengarannya.

"Iya Tuan. Anda benar sekali. Penerbangan ke negara itu masih akan ada pada malam hari pukul 22.00." Daniel Smith merasakan tubuhnya lemas tak bertenaga. Ia meninggalkan tempat itu dengan bahu menurun karena kecewa.

"Bagaimana Daniel, Apakah yang kamu cari sudah kamu temukan?" tanya Alex dengan senyum samar diwajahnya. Daniel menggelengkan kepalanya lesu. Ia sudah tidak bersemangat lagi kini.

Tubuhnya bagaikan kehilangan energi ribuan volt. Rasa kecewa dihatinya membuatnya tidak bersemangat lagi untuk mengendarai mobilnya pulang.

"Dad, Drive me please." pria itu menyerahkan kunci mobilnya ke telapak tangan sang Daddy. Rasanya untuk membuka pintu mobil pun ia sudah tak sanggup.

"Hahaha, as you wish my son." Alex tertawa kemudian segera melangkah mendahului putranya ke arah Valet Bandara. Mereka berdua pulang ke rumah dengan membawa hasil yang baik tetapi dengan rasa kecewa yang bersamaan hadir di dalam hati.

Sementara itu di dalam pesawat tujuan New Zealand. Suzanne Sean Kingston menyusut airmatanya yang terus menerus menetes membasahi pipinya.

Ia berusaha menyembunyikan kesedihan dan kekesalannya pada Daniel dengan memandang awan putih dari balik jendela pesawat.

"Ada apa?" tanya Harry seraya menyentuh lengan sang adik yang sejak tadi tidak menampakan wajah bahagia.

"Tidak apa-apa kak."

"Kamu yakin Suzanne?" tanya Harry tidak percaya dengan jawaban adiknya itu.

"Iya. Kak."

"Lalu kenapa kamu menangis?"

"Aku tidak menangis kak Harry. Aku hanya menyesal karena datang dan pergi dari Moskow dengan perasaan yang sama." jawab Suzanne dengan rasa kesal yang kembali memuncak.

"Hahaha," Haryy tertawa garing. Pria itu juga merasa hal yang sama saat ini. Ia menyesal pergi ke Kashmir. Karena di negara itu ia merasakan sedih dan gembira secara bersamaan. Dan ia sangat tidak suka itu.

Tawa dan tangis Zara Mukesh kembali terbayang di pelupuk matanya. Yang justru membuat hatinya sangat nyeri dan sesak.

Kedua orang bersaudara itu saling merasakan perasaan yang sama. Sama-sama menderita dalam kerinduan.

🍀

*Bersambung.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

1
ayu cantik
panas
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
sangat bagus ceritanya. tidak bertele tele.
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
hahahha.. ternyata tantenya elmira org bulukumba. knp bukan org takalar?
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
ahhayyy...
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
kayak otor ini jago bhs india 😄
yuliati sumantri
Luar biasa
fian widy
👍🏻
Sita Sit
paling ngeprank Suzanne ni,soalnya Suzanne ngeyel diomongin sih
Sita Sit
deg2 an
Sita Sit
seru nih
Sita Sit
keren keren bgt
Sita Sit
hm hmm ,jatuh cinta barengan nih kakak adik
Sita Sit
suzanne hati2 kamu ya,itu Javier penjahat lo
Sita Sit
cie cieee
Sita Sit
jodoh pasti ketemu lagi nanti Daniel suzanne
Sita Sit
ada bunga2 dihatinya Suzanne nih
Sita Sit
Hary jodohnya Elmira ni,sepupunya Daniel
Sita Sit
dih Daniel kesempatan dalam kesempitan tuh ,nyuri2 kiss
Sita Sit
awas hati2 ya kalian berdua,benci pasti jd bucin nih bentar lagi
Sita Sit
suzane duh kamu kok ngeyel dibilangin Daniel,Javier itu penjahat sesungguhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!