NovelToon NovelToon
Dia Bernama Dea

Dia Bernama Dea

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dunia Lain / Roh Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:105.2k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Dikhianati pasangan yang telah lama bersama sejak sekolah & bahkan nyaris menikah membuat Reza memilih meninggalkan apartemen yang sebelumnya ia beli untuk nantinya bisa ditinggali bersama kekasihnya.

Pindah ke tempat baru dengan harapan akan memiliki takdir baru nyatanya memang terjadi pada diri Reza.

Ia bertemu dengan gadis ayu namun misterius.

Yuk, kita temani Reza mencari tahu siapa sosok gadis misterius itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tidak Mungkin

Setelah menimbang-nimbang beras, telor, dan tepung, maka, Reza akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Dea lebih dulu sebagaimana rencana awal,

Tak apalah, ia akan pergi ke tempat Maura setelahnya, sepulang dari rumah Dea, ia bisa langsung menuju rumah Mama dan kemudian ke tempat Maura dari sana,

Jika nantinya bisa pulang lebih awal, ia akan tetap pulang ke rumahnya sendiri,

Namun jika sudah larut, mungkin ia akan menginap saja di rumah Mamanya. Begitulah keputusan Reza pada akhirnya,

Reza membawa mobilnya meluncur cepat membelah jalanan yang cukup padat karena memang masuk jam pulang kantor dan juga jam pulang beberapa sekolah,

Ada beberapa sekolah yang memang pulang di jam sesore itu, dan itu hal biasa di Jakarta,

Kasihan sebetulnya, bagai robot anak-anak diharuskan menghabiskan separuh hidupnya di sekolah berkutat dengan hafalan, teori, hitung-hitungan, yang notabene tak semuanya bisa dimanfaatkan untuk sehari-hari,

Tapi, kalau tidak sekolah juga mereka mau apa, tidak ada kegiatan yang lebih positif daripada belajar untuk saat ini,

Mengajipun sekarang banyak anak tak melakukannya, selain orangtua yang tidak mementingkan, kegiatan mengaji untuk anak muda juga nyatanya sangatlah minim,

Tuiiiiing, tuiiing...

Reza di perjalanan terlihat celingak-celinguk, tiba-tiba ia ingat seharusnya ia membeli sesuatu untuk dibawa ke rumah Dea sebagai buah tangan,

Ah' kue saja. Batin Reza, manakala matanya menangkap tulisan besar toko kue yang cukup ternama,

Kalau tidak salah, Mama juga kadang membeli kue di sana jika akan berkunjung pada kerabat,

Reza pun membawa mobilnya ke toko kue tersebut, mencari kue yang enak pastinya untuk ia bawa ke tempat Dea,

Berharap bisa bertemu dan Dea menyukai apa yang ia bawa,

Toko kue yang cukup besar dan ternama itu, memberikan banyak sekali pilihan, bukan hanya jenis kuenya, namun juga bentuk, rasa dan lain sebagainya,

Cukup bingung juga Reza memilih kue mana yang sepertinya Dea sukai,

Hingga sang pelayan yang melayani Reza merasa tak sabar lagi menunggu Reza bisa memutuskan sendiri akan beli kue apa,

"Ini saja Mas,"

Kata si pelayan menunjukkan brownies dengan topping keju yang berhamburan,

Keju yang entah berapa jumlah pastinya itu terlihat memancarkan pesonanya yang menarik Reza pada akhirnya,

"Ya sudah itu juga tidak apa Mbak, sama satu lagi yang itu,"

Ujar Reza menunjuk kue pandan dengan topping keju pula,

Sang pelayan pun lantas mengambil pilihan Reza, membungkusnya dan mengantarkan ke kasir di mana Reza kini akan membayar,

Setelah membayar, Reza pun lantas membawa satu kantong berisi dua kotak kue tersebut,

Tampak ia berjalan cepat menuju mobilnya, karena tiba-tiba saja gerimis turun,

Tak mau membuang waktu hingga nantinya harus terjebak macet dan makin lama sampai ke tempat Dea, maka Reza pun langsung tancap gas,

Dea, semoga kau di rumah De. Kata Reza dalam hati ketika mobil sudah mendekati depan komplek perumahan,

Dua satpam komplek terlihat menyambut datangnya mobil Reza ketika melewati pos jaga,

Reza terus meluncur, ia langsung menuju rumah Dea yang cukup jauh dari komplek rumah Reza sendiri,

Meskipun mereka masih berada di lingkup perumahan yang sama, tapi mereka memang tinggal di blok yang berbeda,

Sambil menuju rumah Dea, tampak Reza mencoba sekali lagi menghubungi nomor hp Dea yang sempat digunakan untuk menelfon Reza,

Nihil.

Jangankan mendapat jawaban, terdengar nada sambung pun sama sekali tidak.

Nomor itu seperti nomor yang tak pernah terdaftar, benar-benar tidak pernah terdaftar.

Hingga...

Reza memelankan laju mobilnya, ketika akhirnya rumah Dea kini sudah dekat.

Teringat tetangga samping rumah Dea yang malam itu agak rese, maka Reza memutuskan untuk tidak lagi parkir di sana,

Reza membawa mobilnya tepat di depan rumah Dea dan berhenti di sana,

Tak mau peduli jika nantinya Dea protes, Reza tetap saja memarkirkan mobil itu di depan rumah Dea.

Setelah sejenak merapikan bentuk rambutnya yang mirip Siwon Super Junior, Reza lantas meraih kantong berisi dua kotak kue yang ia beli untuk oleh-oleh,

Reza turun dari mobil, mengunci mobil sebentar, lalu cepat berjalan ke rumah Dea,

Beruntung, pintu pagar rumah Dea tidak tertutup rapat, bahkan pintu pagar tersebut sedikit terbuka hingga cukup untuk lewat satu orang,

Reza masuk halaman rumah Dea melewati pintu pagar itu, berjalan menuju pintu utama dengan percaya diri, meskipun jantungnya tetap berdetak lebih cepat dari biasanya,

Ya, tentu saja, hal yang selalu dialami para pemuda apabila akan pergi ke rumah seorang gadis yang ia sukai,

Ting tong bel, ting tong bel...

Reza menekan bel samping pintu utama rumah,

Dan, hanya sekitar menunggu satu menit, seseorang dari dalam rumah akhirnya membukakan pintu itu untuknya,

Seseorang yang membukakan pintu itu menatap Reza dengan tatapan menyelidik,

Siapa nih? Salesman apa? Batin seseorang itu,

Reza sendiri berusaha tersenyum seramah mungkin pada seseorang yang merupakan sosok perempuan yang sepertinya seusia dengan Mama Reza,

"Sore tante,"

Sapa Reza sok ramah,

Perempuan itu mengangguk kecil, lalu bertanya ada apa gerangan Reza datang,

"Mau cari siapa?"

Tanya sosok perempuan itu pula,

Reza tersenyum,

"Ngg... Saya cari Dea, tante,"

Jawab Reza,

Mendengar Reza menyebutkan nama Dea, tampak sosok perempuan itu seperti agak terkejut,

"Dea?"

Tanyanya pula, Reza pun tentu saja mengangguk,

Reza celingak-celinguk, tampaknya melihat ekspresi perempuan di depannya itu membuat Reza tiba-tiba ragu ia masuk rumah yang benar,

"Teman Dea?"

Tanya si perempuan itu lagi,

Reza yang sedang celingak-celinguk lantas menghadap si perempuan di depannya kembali untuk kemudian mengangguk dengan cepat,

"Betul tante, saya teman Dea, ngg, ya teman baru sih, baru beberapa hari,"

Kata Reza sambil nyengir tak enak,

Mendengar penuturan Reza, sosok perempuan itupun seolah makin terkaget-kaget,

"Beberapa hari? Maksudnya baru kenal beberapa hari?"

Tanya si perempuan,

Reza pun lagi-lagi mengangguk cepat,

"Betul sekali Tante, betul sekali,"

Sang perempuan terkesiap, ia menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak mau percaya,

"Tidak mungkin, itu jelas tidak mungkin,"

Kata si perempuan,

Melihat perempuan itu bersikap aneh, Reza pun jadi bingung,

"Kenapa Tante? Ada apa? Ini betul kan rumah Dea?"

Reza malah jadi khawatir matanya jereng salah masuk rumah,

Perempuan itu lantas tanpa bicara apa-apa, tiba-tiba menarik tangan Reza masuk ke dalam rumah,

Reza yang ditarik perempuan seusia Mamanya itu jadi panik,

Untungnya, perempuan itu hanya menarik Reza hingga ruang utama saja,

Perempuan itu menyuruh Reza melihat foto besar yang ada di dinding ruang utama tersebut,

Foto keluarga, di mana di sana, ada sosok perempuan itu duduk berdampingan dengan laki-laki yang meski sudah tak lagi muda tapi masih terlihat tampan,

Di kanan kiri perempuan dan laki-laki itu, terlihat dua gadis cantik berdiri sambil tersenyum manis sekali,

Dua gadis itu berwajah sama persis, seolah tak ada yang bisa dibedakan di antara keduanya,

Reza terperangah tak percaya,

"De... Dea,"

Gumam Reza ketika melihat foto itu,

"Itu... Siapa?"

Reza menunjuk dua gadis di dalam foto berwajah Dea,

"Dila, mereka Dea dan Dila,"

Ujar si perempuan,

"Kau mungkin bertemu dengan Dila, bukan Dea,"

Kata si perempuan menambahkan,

Reza menatap si perempuan di sebelahnya dengan tak yakin,

"Dila? Aku tidak pernah dengar nama itu,"

Ujar Reza,

Perempuan di samping Reza menghela nafas,

"Jika kau baru kenal beberapa hari dengan gadis di foto itu, maka pasti itu Dila, karena tidak mungkin kamu bisa berkenalan dengan Dea, sedangkan Dea sudah meninggal lebih dari sebulan yang lalu,"

Kata si perempuan dengan suara yang sebetulnya cukup tenang, namun rasanya bagi Reza jauh lebih menggelegar daripada suara petir di siang bolong.

JEGEEEERRR!!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Nur Bahagia
tapi kenapa arwah dea masuk ke tubuh Maura.. dia kan tukang selingkuh
Nur Bahagia
owalah ternyata Dea dan dila kembar toh.. salah paham nih aku, soalnya tadi di bilang nya "ibu tiri dea" 😅
Nur Bahagia
oh apakah dea dan dila saudara tiri ya?
Nur Bahagia
kenapa dila ga bisa liat dea.. padahal reza dan pak satpam bisa liat dea 🤔
Nur Bahagia
wahh ternyata dea hantuuu 👻
Nur Bahagia
atau mungkin dea di rasuki 🤔 ahh jadi penasaran 🤭
Nur Bahagia
apa jangan2 dea kembar 🤔
Nur Bahagia
oh kalo pak satpam bisa ngeliat dea, berarti dea bukan hantu yaaa.. tp kok dea misterius banget siy
Nur Bahagia
wkwkwk 🤣🤣🤣
Nur Bahagia
nanti kamu nyeseell lhoo gamau dengerin cerita nya Herman
Nur Bahagia
bukan agak lagi inimah 🤣
Nur Bahagia
semoga beneran ada yg nyekek 🤣🤣
Nur Bahagia
iya ih reza penakut banget.. aku pikir dia cowo macho yg ga takut apapun 🤭
Nur Bahagia
hello rezaa.. kamu kan cowok thoo.. masa listrik mati aja teriak2 begitu 🤦‍♀️😏
Nur Bahagia
kok Dea bisa tau nomer hp nya reza 🤔
Nur Bahagia
cewe asli apa hantuu niyy
Nur Bahagia
ya iyalah.. masa kamu dulu yg pulang 🤭
Nur Bahagia
baru baca bab 1 bagus cerita nya.. penggambaran suasananya detail banget, kerenn.. aku berasa lagi ikutan duduk di teras belakang itu 😁
Krisna Adhi
malahan dagang sembako 😭
Aishnina(✿ ♥‿♥)
si dea ikutan foto2 ya thor😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!