Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab18
Bertemu dengan mantan pacar fandi part2
"s-saya" ucap zia
"siapa?!" tanya refa dengan nada tinggi
"s-saya istri dari mas fandi" ucap zia takut
'apa? istri? berarti fandi sudah menikah? hmm kalau begitu akan kubuat permainan ini semakin seru' batin refa tersenyum jahat. Kemudian refa menghampiri zia
"istri?? hahah" tawa refa
"perkenalkan, saya refa molanda. Saya adalah mantan pacar suami kamu" ucap refa dengan sengaja mendorong bahu zia dan zia pun terdorong ke belakang
"saya yakin, fandi masih mencintai saya, Dan bocah ingusan seperti kamu, tidak layak untuk menjadi nyonya dikeluarga alfandi" ucap refa
"enggak, gaa mungkin mas bimo masih mencintai mbak" ucap zia disertai air mata
"kalau kamu ga percaya, kamu bisa liat foto saya diruang kerja pribadi fandi. Disitu masih ada foto saya yang sengaja disimpan oleh suami kamu" ucap refa
"nggak gak mungkin" ucap zia yang berusaha buat positif
"seperti yang saya katakan tadi. Kalau kamu gak percaya, kamu bisa liat langsung diruang kerja alfandi. Dan satu hal yang kamu tau..." ucap refa menggantungkan ucapannya, kemudian berbisik ketelinga zia "saya pernah satu ranjang dengan suami kamu" bisik refa
deggg
jantung zia seakan berhenti berdetak saat mendengar ucapan tersebut. Kemudian zia pergi dari ruangan tersebut menuju mansion dengan air mata yang terus mengalir. Zia pun tak memperdulikan tatapan para karyawan yang dilewatinya.
Zia pun langsung memesan taksi. Setelah menunggu hampir lima menit, taksi tersebut pun datang
"mau kemana nona?" tanya supir taksi kepada zia saat duduk didalam mobil
"jalan pahlawajati, nomor 10 pak" ucap zia
"baik non" jawab supir taksi tersebut
saat didalam mobil, tak henti hentinya air mata zia mengalir, ia pun hanya menatap keluar jendela dan mengingat ucapan refa yang sangat menyakitikan
"ck ternyata sangat mudah" ucap refa yang kini tersenyum dengan penuh kemenangan.
...----------------...
meeting pun telah selesai, dan fandi keluar dari ruangan meeting tersebut menuju keruang pribadinya diikuti oleh sekretaris naufal. Namun keduanya kini terkejut saat mendapati refa diruangannya dan bukan zia
refa pun telah berganti baju menggunakan baju yang sedikit terbuka
"aaaa sayangg" ucap refa seraya memeluk fandi dan fandi pun langsung melepaskan pelukannya
"dimana ziaa?" tanya fandi
'oh jadi nama bocah ingusan itu, zia' batin refa
"ziaa? maksud kamu orang yang tadi duduk disini?" tanya refa namun tak ada jawaban dari fandi dan fandi pun hanya menatap datar
"aku tidak tau sayang, tadi setelah aku ganti baju, aku sudah tak melihat dia" ucap refa keceplosan
"ganti baju?" tanya fandi, lalu fandi melihat ada baju cleaning servis disofa
"kamu menyamar menjadi cleaning servis agar bisa masuk kekantor ini?" tanya fandi dengan tatapan tajam
"t-tidak, a-aku tidak menyamar" ucap refa bergetar
kemudian fandi mencengkram rahang refa dan berkata "apa saja yang sudah kamu katakan padanya?!!" tanya fandi dengan nada yang tinggi membuat refa semakin bergetar hebat
"s-sakittt" ucap refa meringis
"jawabbb!!!" bentak fandi
"a-aku tidak mengatakan apa-apaa" ucap refa
"naufal, keluarkan dia dari kantor ini dan jangan sampai ada yang tertipu daya oleh penyamaran dia. Tambahkan pengawal agar wanita sial ini tidak lagi menginjakkan kaki dikantor ini!!" ucap fandi tegas
"baik tuan" naufal pun menyeret paksa refa untuk keluar dari kantor
"lepasss!!!" ucap refa
"diamm!!!" bentak naufal
sesampainya diluar kantor, naufal pun langsung menyuruh refa keluar dari kantor
"keluar kamu, dan jangan sampai kembali lagi kekantor ini!!" ucap naufal tegas
"ck, jangan belagu jadi sekretaris" ucap refa
"saya jadi sekretaris masih punya harga diri dan urat malu. Coba kamu lihat diri kamu, udah gak punya malu, gak punya harga diri lagi, ck ck sangat menjijikkan" ucap naufal tajam menusuk
"pengawal" panggil naufal
"iya tuan" ucap pengawal tersebut
"seret wanita ini keluar, jangan mengizinkan wanita ini masuk kedalam kantor dan ketatkan penjagaan. Jangan sampai kalian tertipu oleh penyamaran yang dia lakukan!!" ucap naufal
"baik tuan. Mari nona" ucap pengawal
"lepaskan, saya bisa jalan sendiri. Dan saya akan membalas dendam atas apa yang sudah kalian lakukan!!!" ucap refa
"saya ga takut!! wanita sepertimu pantas untuk dimusnakan" balas naufal
refa pun pergi dari kantor tersebut dengan raut muka yang penuh kebencian