NovelToon NovelToon
Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:255.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nora Kastella

Kedua orang kaya yang tinggal di lingkungan sederhana ini menjadi bukti bahwa mereka pun bosan dengan hingar bingar kemewahan. Pernah merasa saling suka dan akhirnya ditinggal menikah oleh orang yang ia suka adalah sebuah mimpi buruk.

Bertemu kembali karena perjodohan adalah sebuah irama yang tak senada. Walaupun saling suka, kenangan masa lalu membuat mereka harus bekerja sama untuk saling menunjukkan rasa suka.

Trauma akan pernikahan pertamanya, membuat Rion jadi takut untuk mencintai seorang wanita. Sedangkan Neyza yang nyatanya suka dengan Rion saat Rion akan menikah, menaruh rasa sakit hati yang luar biasa. Bertemu kembali setelah Rion mengakhiri pernikahan adalah sebuah keputusan berat untuk Neyza.

Apakah mereka mampu bersama dan melewati banyak hari tanpa ada kekhawatiran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Kastella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Manji, ayo beli martabak.

Neyza melihat ke arah ruang tamu tempat asal suara berasal. Rion pun tak kalah kaget mendengar seseorang memanggil Neyza.

"Tumben datang, masuk", jawab Neyza. Tito masuk dengan membawa tas makanan. Nampaknya makanan itu memang sengaja diberikan kepada Neyza.

Rion segera menghabiskan makanan. Ia tahu bahwa tak mungkin ia berada diantara kita

Neyza dan Tito. " Eh, gue cabut dulu ya." pamit Rion. Neyza mengangguk. "Gak ganggu nih. Maaf ya. Gak usah balik. Santai aja dulu di sini." kata Tito.

Rion : "Gak papa. Ini juga lupa tadi ada janji sama bapak kontrakan. Yuk." Ia pun berdiri dan segera pulang.

Tito diam sambil menatap Neyza yang sedang menyantap makanan.

Tito : "Siapa tadi?"

Neyza : "Tetangga.Biasanya makan-makan gini sama Bili sama Weni. Ditunggu daritadi gak datang-datang." Neyza berbohong agar Tito tak merasa curiga.

Tito : "Ooh, pantes dari tadi cuma diam aja kalian. Canggung juga. Eh ini aku bawain makanan juga. Gak kemakan, dong."

Neyza : "Gak lah. Aku makan kalo agak malaman sambil ngerjain tugas."

Tito : "Lagi free, gak?"

Neyza : "Nungguin Weni. Minta diantar ke temannya."

Tito : "Kemana? Atau mau aku antar aja? Malam-malam gitu."

Neyza : "Eh gak usah. Nanti ada temen yang bawa mobil buat jemput kita. Gak enak kalo pakai dia mobil. Makasih ya."

Tito mengangguk sambil tersenyum. Karena merasa tidak ada lampu hijau untuk mengajak Neyza, maka ia pun segera undur diri. "Aku pamit, ya Ney. Jangan lupa dimakan. Jangan sampai telat makan." Neyza tersenyum. "Gak usah kirim makanan lagi. Aku juga masak kok. Takut gak kemakan. Dosa buang makanan. Tapi makasih banget sering kasih makanan."

Tito pun tersenyum dan akhirnya pergi dari rumah Neyza. Neyza menghela napas. Ia sengaja memakan makanan agak lama agar tak berada dalam percakapan yang 'aneh'. Tito orang baik dan penuh perhatian. Namun perhatiannya seakan-akan membuat Neyza risih. Ia tak ingin sikap berlebihan Tito menjadi harapan besar yang membuat ia kecewa karena Neyza pasti tak menerima perasaan Tito. Ia sudah menolak kala itu. Dan ia tak ingin menolak Tito untuk kedua kalinya. Biarlah ia menyembuhkan sendiri perasaannya dan mencari tambatan hati yang lain.

Neyza membersihkan ruang tamu. Ia mencuci piring dan kembali duduk di ruang tamu. Terkadang ia keluar rumah. Duduk di depan pintu. Kembali masuk lagi. Entah sedang melakukan apa. Namun sepertinya, ada yang ia tunggu.

"Lu ngapain mondar-mandir kayak setrikaan gak licin-licin?", suara Rion mengagetkan Neyza yang duduk di depan pintu. Mata Rion hanya nampak di pembatas antara rumahnya dan rumah Neyza.

Neyza : "Kamu ngapain kayak hantu gitu? Malu?"

Rion melihatkan mukanya. "Gak.Gue takut dicerewetin sama lu. Galak."

"Cie cie... udah akrab.", suara anak kecil ikut menyaut.

Rion : " Eh, Manji. Sini sama abang sini."

Neyza : "Apanya yang akrab sih, ji. Usil gitu. Ogah ya kak Neyza."

Manji : "Awas suka loh, kak. Hahaha...'

Neyza : " Manji ya. Awas kamu ya. Kakak hukum."

Manji berlari ke arah Rion sambil tertawa. Rion memegang Manji.

Rion : "Sini.Dari pada diomelin nenek mending kitab pesen pizza. Mau apa? Abang beliin."

Neyza : "Kamu nih jajanin anak orang sembarangan."

Rion tertangkap basah Neyza karena kata-katanya yang belum satu jam diucapkan pada Neyza. Muka Rion memerah. Ia lalu membisiki Manji. "Bisik-bisik apa kamu?", kata Neyza. "Apaan sih, nek? Rahasia orang ini." Rion menggoda Neyza. Akhirnya Rion dan Manji berjalan keluar rumah menuju sebuah gerobak makanan.

Rion : "Bang. Martabak manis coklat keju satu."

Manji : "Waaa.... asik ini."

Neyza : "Tuh.. jajan."

Rion dan Manji terkejut dengan kehadiran Neyza. "Lho, nek. Ciee, diikutin kayak Detektif handal." goda Rion. "Aku pantau, ya. Enak aja Manji diajakin jajan."

"Hiiii... hiii.. huaaa...", seorang pria menangis. Rupanya pedagang Martabak pura-pura menangis.

Rion : "Kenapa, bang?"

Pedagang : "Kata mbaknya martabak jajanan. Gak sehat dong? Huaaa.."

Rion dan Manji tertawa sedangkan Neyza hanya menahan malu. Mukanya memerah hingga ia memalingkan wajahnya agar tak terlihat.

Neyza : "Gak, bang. Bercanda."

Pedagang : "Hehehe.. gak papa, Mbak. Tahu kok. Perhatian ya kayak gitu. Sampai hal-hal kecil."

"Cieeee....", Rion dan Manji kompak menggoda Neyza. Neyza yang sangat malu akhirnya berusaha menghindari situasi itu. Berjalan melewati Rion dan Manji. Rion pun memegang tangan Neyza. Sambil tertawa, Rion berusaha membuat Neyza tetap berada di situ. "Gak usah malu. Kita bertiga cuma bercanda. Duduk sini." Rion menarik tangan Neyza dan membuatnya duduk di samping Rion. "Lu suka martabak asin apa manis? Gue beli buat lu juga." tanya Rion. "Hih.. bikin malu aja kamu, nih." kata Neyza sebal. Rion hanya terkekeh melihat reaksi Neyza. "Udah apaan nih? Kita makan rame-rame di rumah lu." Neyza tak mendengar kata Rion. Ia malah asik melihat menu martabak yang ada di kaca gerobak. "Martabak manis nutella sama martabak asin telur 4 daging sapi ya, bang." Kata Neyza. "Waduh... rekor nih duit gue." canda Rion.

Neyza : "Yaudah. Punya Manji aja lah." Neyza cemberut.

Rion : "Idih... Manji kalah reaksi sama nenek. Bang bungkus sekalian apa kata dia ya."

Pedagang mengangguk tersenyum.

Manji : "Kak. Kakak tuh kenapa sih suka sebel sama Bang Rion? Kan dia baik. Suka bawain makanan."

Neyza : "Ha? Baru juga sekali, Ji."

Manji : "Ke rumah hampir sering lho, kak. Sama ke rumah lain. Kadang bawain donat sekotak gede. Terus itu apa yang aku suka? Ikan asap bumbu kecap. Pizza. Banyak deh."

Neyza melihat Rion. Tatapannya aneh.

Neyza : "Kamu kerja di restoran, Rion?"

Rion : "Ha? Nah... ini. Bisa bisa."

Neyza : "Jadi katering tadi? Menu restoran? "

Rion : "Eh.. kenapa sih nanya-nanya? Kepo banget sama gue. Lu mulai suka, nek?"

Neyza : "Ish.. apaan sih kamu. Katering itu mahal ya. Gak udah buang-buang duit buat kasih makan aku. Kasihan kamunya."

Pedagang : "Gpp kali, mbak. Belajar jadi pemimpin rumah tangga."

Neyza menghela napas. Berbisik pada Rion. "Kontrakan udah mahal, ya. Kalo kamu habisin cuma di makanan aja kamu kapan nabungnya?"

Rion balik berbisik pada Neyza : "Tenang, nek. Semua sudah dikalkulasikan dengan baik. Duit makanan tadi udah masuk hitungan. Tabungan buat koade, KUA, sama katering buat resepsi juga uda ada. Apa lagi yg butuh gue tabung lagi? Hehehe..." Rion tertawa kecil.

Manji : "Kenapa sih bisik-bisik?"

Pedagang : "Masalah rumah tangga, Ji. Gak usah ikut sampur."

Manji : "Kok sampur sih? "

Pedagang : "Ya biar seksi gitu, Ji. Nih uda selesai." Dua plastik berisi makanan sudah siap dibawa pulang."

Rion memberikan dua lembar uang ratusan. "Sisanya gak usah, bang." Sang pedagang lalu tersenyum sambil mengangguk.

Neyza, Rion dan Manji sedang berjalan menuju ke rumah. Tiga makanan yang akan mereka bagikan dengan beberapa tetangga. Rion membuka ponselnya dan memainkan beberapa video edukasi yang akan lihatkan pada Manji.

Rion : "Nih, ji. Besok bang Rion mau belikan kamu mainan ini."

Manji : "Mana, bang? lihat." Rion memberikan ponselnya kepada Manji. Manji nampak senang dengan video yang ia lihat Namun beberapa saat setelah itu seseorang nampak merebut handphone yang dipegang Manji. Orang tersebut lantas berlari untuk menghindari kejaran.

Manji : "Hape.. bang hape dicuri.. copeeet."

Rion panik dan mulai mengejar pencuri itu.

1
Yana012
☺️💪
re
Itulah teman sejati
xteenteen
aq bacanya marathon.. gak kerasa udh Tamat aja.. mksh author udh kasih cerita yg ringan dibaca dan happy ending.. smpt sih ada part yg banyak bawangnya tuh.. tp so far bagus kok ceritanya.. sukses trs u/karya² selanjutnya.. sehat sll n ttp semangat thorrr 💪💖💞
Olan
udah like nih😊mampir keceritaku My Devil Husband juga ya😊
maura shi
rion g kyk cowok2 yg ada d novel2 lain yg kaya cakep trs bt pacarin cewek2 lainnya,sekali jatuh cinta eh bertepuk sebelah tangan,kasian juga sih masa remajanya untung dia rada konyol
maura shi
hani ge er,dia pikir rion masih cinta apa sama km,gila aja km
maura shi
baik bgt sih mereka kalo q jd neyza/rion mgkn q g kepikiran bt ngerawat ank dr org yg uda jahat ke q
maura shi
preeeeeetttt
maura shi
nih pengantin tp debat mulu ya,g capek apa debat dr abis akad tadi
hihihi
maura shi
nah kn
maura shi
tar kalo beneran pengantin cowoknya rion,abis km rion d hajar neysa
hhhhh
maura shi
jgn2 itu ortunya rion
maura shi
weni,bili best friend
maura shi
iiih rion g peka bgt,kebanyakan slenge'an sih
maura shi
karna harta manusia jd serakah&tamak tk pandang teman,kawan&keluarga
maura shi
benarkh hani mati thor??
misteri bgt cerita ini,q uda kyk detektif conan aja pusing mikir kasus yg menguras otak iiih
Verona Muse: Aku ngakak lhooo... makasih, Maura. yang nulis ikutan gemes sama Hani.
total 1 replies
maura shi
nah lo,kapok kn!
maura shi
lo lo lo katanya hani juga suka rion tp ini apa testpack???
garis 2,pula hamil sm sapa hani???
maura shi
ayo ney move on,km cantik,kaya,baik hati km pasti bisa dpt kebahagiaan d bali
maura shi
kasian ney,cewek itu emg suka main hati,d baikin dikit aja hatinya uda luluh,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!