NovelToon NovelToon
MY TEACHER GOT ME PREGNANT

MY TEACHER GOT ME PREGNANT

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:46.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tirtana Karya

"Pak ... Pak Artha mau ngapain?" tanya Chalinda ketika tubuh kekar guru bahasa di sekolahnya semakin mendekat.

Chalinda semakin memundurkan tubuhnya saat tubuh Artha semakin mendekati tubuh Chalinda yang terduduk di atas sofa panjang sebuah rumah kontrakan.

Di luar sedang hujan deras dengan petir dan guntur yang menggelegar. Hal itu membuat Chalinda harus menunda kepulangannya Sabtu sore ini setelah belajar bahasa Inggris dengan seorang guru tertampan dan menjadi idaman semua siswi di sekolah.

Masa depan yang sudah Chalinda rancang dan impikan seketika hancur saat itu. Artha dengan membabi buta menggarap Chalinda yang merupakan muridnya sendiri tanpa memikirkan apa resikonya.

Akankah Chalinda mendapat keadilan untuk hidupnya?

Pict by Pexels

Saling terhubung di sosial media yuk
IG: tirtanakarya
FB: Tirtana Karya

💖💖💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirtana Karya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sebenarnya

Chalinda melihat ke arah pintu masuk ruangan, di sana seorang wanita melangkah masuk ke dalam kamar inap Chalinda smbari membawa sebuah bungkusan plastik berwarna putih.

Isi dalam plastik tersebut tidak bisa Chalinda intip karena memang warna plastiknya terlalu pekat.

Dari atas ranjang tempat tidurnya, Chalinda menganggukkan kepala.

"Kenapa Ibu sudah ada di sini? Kemana Ibuku?" tanya Chalinda, sembari menyapukan pandang ke seluruh ruangan.

"Iya, Ibu, Ayah dan Artha sedang pulang terlebih dahulu. Aku menggantikan mereka," jawabnya, sembari tersenyum ramah.

"Apa Ibu di sini sendirian?" tanya Chalinda.

"Seperti yang kamu lihat, Cha. Tidak ada seorangpun di dalam ruangan ini selain aku dan kamu," jawabnya.

"Ayah nggak ikut?" tanya Chalinda.

"Ayah Artha harus berangkat bekerja. Dia adalah seorang wakil kepala sekolah. Maklum saja, pekerjaan dia memang membutuhkannya lebih banyak," jawabnya dengan begitu tenang.

Sedari tadi, Ibu Artha itu mengeluarkan isi dari dalam plastik putih yang dibawanya. Beberapa dipisahkan dari yang lain.

Chalinda kali ini bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada dalam bungkusan itu. Beberapa sepertinya adalah bungkusan makanan karena dibungkus menggunakan kertas minyak dan sebuah karet.

Sementara yang lainnya, Chalinda melihat beberapa gelas air mineral, buah-buahan beraneka jenis dan beberapa makanan ringan seperti keripik kentang kemasan.

"Kamu mau sarapan sekarang, Cha?" tanyanya.

Chalinda belum ingin menyantap makanan pagi ini. Membayangkan nasi putih dengan lauk rendang sekalipun Chalinda merasa perutnya langsung mual.

Kepala perempuan itu menggeleng. Chalinda kemudian kembali mengambil segelas teh hangat dan mulai menyesapnya kembali.

"Eh, mau kemana, Cha?" tanya Ibu Artha saat melihat Chalinda mulai menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang.

"Pengin jalan-jalan keluar sebentar, Chalinda merasa bosan di sini terus dari tadi malam," jawab Chalinda, sembari berusaha untuk berdiri.

"Biar Ibu bantu, pakai kursi roda, ya? Sebentar Ibu ambilkan dulu," ujarnya.

Belum juga Chalinda sempat menolak untuk tidak perlu mengambil kursi roda, tapi Ibu Artha sudah berlalu meninggalkan ruangan rawat Chalinda menginap.

Sembari menunggu Ibu Artha datang dengan kursi rodanya, Chalinda berusaha untuk berdiri.

Akhirnya Chalinda berhasil berdiri tanpa berpegangan pada ranjang rumah sakit, meskipun kedua lututnya bergetar seperti tidak mampu menopang berat badan Chalinda.

Chalinda berusaha untuk berjalan perlahan, kali ini kedua tangannya turut membantu langkah kedua kakinya.

Gadis itu benar-benar merasakan tubuhnya yang terasa begitu lemas. Padahal jika hanya duduk di atas ranjang saja, Chalinda tidak merasakan apapun. Tapi entah kenapa saat berjalan meskipun baru beberapa langkah saja, Chalinda sudah merasa begitu lelah.

"Eh, eh, eh, Chalinda ... kan udah Ibu bilang tunggu sebentar," ujar Ibu Artha, datang mendekat dengan kursi roda yang sudah dia ambil.

"Nggak papa kok, Bu. Chalinda masih bisa jalan, lagipula nggak bagus juga kan kalau cuma diam nggak gerak," ujar Chalinda, berpura-pura tetap terlihat kuat.

"Iya, tapikan kamu belum pulih banget, Cha. Masih kerasa lemas, kan?" tanya Ibu Artha.

Chalinda menganggukkan kepala sembari tersenyum simpul. Mengakui apa yang sedang dirasakannya sekarang.

Dengan menggunakan kursi roda dari rumah sakit tersebut, Chalinda akhirnya berhasil keluar dari ruangan dengan bantuan Ibu Artha yang mendorong kursi rodanya.

Seketika Chalinda merasa bersalah karena sudah berpikir buruk tentang orang tua Artha tadi malam. Ternyata jika sudah kenal semakin dekat, Chalinda bisa merasakan kebaikan dan keramahannya, terutama Ibu Artha.

Sepanjang koridor rumah sakit, wanita itu dengan sabar mendorong kursi dengan beban seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang mau tidak mau harus menjadi menantunya.

Chalinda sendiri sebenarnya merasa tidak enak dengan Ibu Artha. Wanita itu tidak seharusnya membantu dirinya untuk mendorong kursi roda dan menemaninya keluar dari ruangan hanya untuk sekedar penyegaran diri.

Terbesit rasa ingin kembali lagi ke ruangan agar Ibu Artha tidak perlu mendorong kursi roda itu lagi, namun jarak mereka sudah lebih dekat dengan taman.

Dua menit kemudian, Chalinda akhirnya sampai di taman bermain. Biasanya pada jam besuk, taman itu penuh dengan anak-anak ataupun orang-orang yang hendak dan telah menjenguk kerabatnya. Namun pagi ini, yang ada sepertinya hanya keluarga dari pasien saja.

Kursi roda itu berhenti di depan sebuah pancuran yang dibawahnya ada kolam ikan. Berpuluh-puluh ikan koi dari mulai ukuran kecil hingga besar ada di dalam kolam tersebut. Berenang ke sana ke mari entah apa yang mereka cari.

Mengedarkan pandangan ke seluruh taman rasanya begitu menyegarkan. Tumbuhan hijau ada di sekeliling taman bermain tersebut. Meskipun letaknya ada di dalam rumah sakit, namun Chalinda benar-benar relaks dan seakan tidak sadar jika dirinya ada di dalam rumah sakit tersebut.

Rasanya seperti Chalinda sedang berada di sebuah taman kota yang sepi dengan beberapa pengunjung saja. Tenang, ditambah lagi dengan semilir angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.

"Kamu mau dimana, Cha?" tanya Ibu Artha, dengan kedua tangan yang masih ada pada kursi roda, bersiap untuk mendorongnya lagi jika Chalinda ingin ke sesuatu tempat yang lain.

"Di sini saja, Bu. Adem banget, Chalinda suka," ujar Chalinda, sembari memejamkan kedua matanya.

Gadis itu menikmati suasana yang ada dalam taman rumah sakit itu. Hembusan angin pagi yang dingin menerpa wajahnya terasa begitu segar.

"Kamu mengingatkan aku dengan anak gadis Ibu," ujar Ibu Artha yang kini sudah duduk di bangku taman bersebelahan dengan kursi roda Chalinda.

Chalinda menoleh ke arah Ibu Artha, wajahnya terlihat bersedih, dengan pandangan mata yang kosong menatap ke depan.

"Apa Pak Artha punya saudara perempuan?" tanya Chalinda.

Seketika Ibu Artha menoleh ke arah Chalinda. Wanita itu juga menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ti--tidak, Cha. Lupakan saja."

"Ada apa, Bu? Apa yang terjadi dengan saudara Pak Artha? Kalau bisa ceritakan saja kepadaku, Bu," ujar Chalinda, memaksa ingin tahu dengan apa maksud dari kalimat yang diucapkan wanita tersebut.

"Lupakan saja, Cha. Tidak ada apapun. Artha juga tidak punya saudara perempuan. Dia anak kami satu-satunya," jelas Ibu Artha.

"Lalu kenapa tadi Ibu bilang jika aku membuat Ibu teringat anak gadis Ibu? Anak gadis yang mana?" tanya Chalinda, penasaran.

"Anak gadis ... dulu Ibu sempat bertemu dengan anak gadis dan merawatnya beberapa hari, Cha. Sudahlah, lupakan saja," ujarnya.

"Tidak, Bu. Aku yakin Ibu pasti berbohong," ujar Chalinda begitu saja.

"Kok kamu berani menuduh Ibu begitu, Cha? Tega kamu, ya," ujarnya, tampak kesal.

"Ibu bukan orang tua asli Pak Artha, kan?" tanya Chalinda begitu saja, menghiraukan kalimat yang dikatakan oleh Ibu Artha barusan.

Wanita itu terdiam, membuat Chalinda semakin yakin dengan pemikirannya. Entah kenapa Chalinda bisa seberani ini. Mungkin jika Liya ada di dekatnya juga, Chalinda akan memilih terus memendam rasa penasarannya terus menerus.

"Kamu ini sembarang ya, Cha. Mana mungkin Artha bukan anak kami. Dia itu anak laki-laki kami satu-satunya."

1
Sesye Pattiasina
lanjut thor
Imas Maslahah
Luar biasa
ßĕvïňă
thor jangan sampai berhenti di jalan membuat ceritanya thor plissssss harus lanjut updatenya thor 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
ßĕvïňă
lama kali updatenya thor 😭😭😭😭😭😭
keanna zahira aprillia
kapan mau up lagi
Lili Aprilia
jangan bilang si arthoosss gak mau tanggung jawab thor
Lili Aprilia
waduhhh.... jangan jangan chalinda hamil thor
Adyit Oleng
lanjut
keanna zahira aprillia
gregetan sama sikapnya daphnie... jual persahabatan demi nilai dari lampir. dh gitu gak ngerasa bersalah pulak... ato paling tidak bilang maaf gitu sama chalinda
floufrouu
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Tirtana Karya: Thank you💖
total 1 replies
thesunriseshack
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Tirtana Karya: maaciw, xixixi.
total 1 replies
theseafiles
semngat selalu wokee kak
Tirtana Karya: ngoghey
total 1 replies
Girl Moon Maker
makin penasaran ni lanjutn nya...
Tirtana Karya: Udah update lho, Kak.💖
total 1 replies
infintesoul
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Tirtana Karya: Udah pagi ya nggak bisa tidur dong, kan udah tidur malam, xixixi.
total 2 replies
Grace Shower
Mantap ceritanya thor総 Like&5 検 mendarat untukmu... Semangat terus潮
Tirtana Karya: Thank you.💖
total 1 replies
Garden Rose
Halo author-nim, aku bisa kok nginep gelar tiker disini buat nungguin thornim update haha
Tirtana Karya: Huhuhu, aku bisanya update satu bab perhari. Soalnya lagi mau memulai karir di fizzi juga, hihi.
total 1 replies
blush.and.ochre
Yok jangan kasih kendor updatenya!
Tirtana Karya: Kadang lupa update:( maapin yak.
total 1 replies
Tirtana Karya
thank you.❤️❤️❤️
dwi alfiah
awal cerita yg bgus kak semangat buat authornya
Tirtana Karya: thank you❤️❤️❤️
total 1 replies
Prabu Marbun
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget  minta tanda tangan dong
Tirtana Karya: terima kasih banyak.❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!