Abhi Athaillah. Seorang lelaki yang sedari kecil merawat ibu nya yang mengalami gangguan jiwa harus menikah dengan wanita yang juga mengalami gangguan jiwa. Siapakah wanita itu? Akankah Abhi mencintai wanita gila itu? Dan akankah wanita itu menerima Abhi sebagai suami nya setelah kembali sehat? Mohon like, and koment nya. Serta dukungannya ya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 Debaran Jantung Abhi
Abhi terpaksa menemani istrinya itu untuk tidur di atas satu kasur. Karena sedari kamar tadi Tania tidak melepaskan pelukannya.
Abhi berharap obat yang biasanya akan bereaksi pada Tania setengah jam setelah diminum itu segera menunjukan reaksinya.
Biasanya Tania akan terlelap setelah mengkonsumsi 2 pil yang rutin diminum. Satu hari 3 kali resep yang diberikan Abhi. Tania masih memeluk Abhi.
Abhi berusaha membelai rambut panjang istrinya itu. Rambut lurus dan panjang sebahu. Tania mulai memejamkan matanya. Suara nafasnya pun kian teratur.
Abhi menarik lengan yang menjadi bantal bagi Tania namun Tania membuka matanya karena merasakan ada pergerakan.
"Aabhii..."
Suara Tania terdengar sedikit parau dan merengek.
"Hhhhh.... Tidurlah. Aku akan tidur disini menjaga kamu."
******* napas panjang Abhi hembuskan karena merasa sia-sia usahanya dari tadi untuk membuat Tania tidur. Tania kembali memejam kan matanya dan kepalanya pun ia benamkan di dada Abhi. Abhi bisa merasakan aroma khas tubuh Tania.
"Glek. Kamu harus sabar Abhi. Jangan turuti nafsu mu."
"Kupetik bintang untuk kau simpan
Cahayanya tenang berikan kau perlindungan
Sebagai pengingat teman
Juga sbagai jawaban
Semua tantangan."
Nada dering yang berasal dari ponsel Abhi terdengar. Abhi berusaha cepat menggapai ponsel itu dari dalam saku nya. Hingga cepat ia mendial tombol hijau dilayar ponsel pintarnya itu.
"Halo"
Suara Abhi terdengar berbisik.
"Halo, ada apa tadi kau menelpon Bhi?"
"Tidak semua sudah beres."
"Oya satu Minggu lagi mungkin aku akan sibuk. jadi aku ga bisa sering menghubungi kamu. Oya ada kabar baik Bhi. Mama mu hari ini memainkan piano dan menyanyikan sebuah lagu. Perawat yang menemaninya di apartemen merekam nya tadi. Nanti ku kirim ke ponsel mu."
Tenggorokan Abhi tersekat. Sebuah kemajuan yang sangat pesat. Perubahan menuju dua kata sehat dan waras. Dua kata yang dinanti Abhi hampir belasan tahun untuk ibunya itu.
"Sungguh Sur?"
"Kau bangun tidur?"
"Tidak aku sedang menidurkan Tania."
"What!"
"Auuwhh.... Kuping ku sakit Suryo. Bisakah biasa saja?"
"Kenapa tidak subuh tadi kau tiduri Tania bregs*k!"
"Maksud mu??"
Abhi mengerutkan keningnya tak paham maksud nya. Abhi yang tak tahu jika Suryo mengawasi semua tindakannya melalu CCTV yang ia pasang secara tersembunyi di villa nya itu.
"Maksud ku jangan pagi begini."
"Disini malam Suryo."
Mereka terlibat obrolan yang tak mereka sadari jika mereka berada di dua negara yang berbeda. Dimana terdapat perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika terbilang cukup banyak yakni hingga 12 jam. Di mana Indonesia lebih dulu 12 jam dari Amerika.
Seperti saat ini di tempat Suryo baru jam 9 pagi namun di tempat Abhi sudah menunjukkan hampir jam 9 malam.
"Aku hanya berpesan satu hal Bhi. Jika memang kamu menyentuh Tania itu memang hak mu tetapi perlu kamu tahu untuk kelanjutan hubungan kalian ketika kondisi Tania membaik semua tergantung dirinya. Aku berharap kamu tak mengambil sesuatu yang tak seharusnya kamu ambil disaat Tania belum sehat."
"Lantas aku hanya kau anggap sebagai baby sitter nya?"
"Kau tidak tahu Tania Bi.... Istrinya pak Darman belum ada apa-apanya dibandingkan Tania jika ia dalam mode sehat nya."
"Terserah. Sekarang aku suaminya. Mau aku apakan dan mau apa aku dengan Tania itu hak ku. Kamu tidak berhak mengatur ku."
"Tut.Tut.Tut."
Abhi menutup telpon dengan men dial tombol merah di layar ponselnya.
"Rasakan pembalasan ku. Sekarang gantian tadi istri mu menutup telpon ku. Heh."
Abhi tersenyum menang dan memeluk Tania erat seperti guling dan refleks Abhi mencium kepala Tania selayaknya sepasang kekasih.
Dag.
Dig.
Dug.
"Kenapa Jantung ku berdebar seperti ini. Biasanya perasaan begini akan muncul kalau aku didekat Tina."
Abhi bermonolog dengan dirinya sendiri.
kka sebutir debu.. maa syaaAlloh rindu akan ilmumu.. kak /Sob/ gmna kbarnya kka?? sejak tahu novel yg kka belum up sya gak buka noteltoon lagi.. tp sekarng bbrpa hri tiba2 mau buka lagi ternyata kka bkin karya baru..
makasih kak../Rose/
alhamdulillah ibu kinan bener" sdh sembuh