NovelToon NovelToon
A Lucky System

A Lucky System

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Sci-Fi / Si Mujur / Chicklit
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Black Rose

Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustrasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin itu untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul ‘My Kepet pet’. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.

“Keren nih game, bisa dapet duit beberan nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi.”

Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot!!

“What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?” Mila melongo melihat kegagalannya.

“Aaaa .... ini sungguh tidak adil!!” teriak Mila.



Bagaimanakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Mila terbangun ponsel di genggamannya. Ponsel itu memberikan getaran, tanda sebuah pesan masuk. Mila membuka pesan tersebut,

Misi 11: Mencari kebenaran.

"Misi tambahan?" Mila bermonolog.

Deon terkejut saat mendengar Mila bergumam. Ia bergegas kembali melalui teleportasi menuju Elvan. Tanpa permisi, Deon mencengkeram kerah baju Elvan.

"Apa maksudmu dengan misi tambahan!" Deon naik pitam.

"Tenang dulu, Abel telah melakukan sebuah perjanjian dengan Tuan Cosmo." Deon melepaskan cengkramannya.

"Saveri Abel, berusia 25tahun. Pemilik Saveri Entertaimen, dia juga seorang hacker handal. Dia bekerjasama dengan Cosmo untuk merebut Karmila. Kasus ini termasuk penculikan. Ia menyembunyikan Mila di dalam dunia virtual tidak sempurna buatannya yang telah dilindungi oleh Cosmo. Banyak kejanggalan di sana. Player tidak benar-benar dapat makan dan minum, tidak ada malam hari, juga waktu berputar lebih cepat dari dunia orang normal."

"Brengsek! jika kita terlalu lama akan membahayakan nyawa Mila."

"Tetapi jika kita memaksa melepas VR tersebut, akibatnya juga fatal. Di dalam sebuah game pasti terdapat kunci kemenangan. Oleh sebab itu, aku memberi Mila misi tambahan untuk mencari tahu."

"Oke, aku setuju. Berikan dia beberapa kemampuan untuk menyelesaikan misi."

"Maaf, itu juga tidak dapat dilakukan. Proteksi bukan hanya pelindung data, tetapi juga kita tidak dapat mengimpor skill atau kemampuan."

"****!! Kenapa kita menjadi lemah!" Deon seakan-akan siap menyemburkan api dari mulutnya.

"Mila adalah Wanita Mandiri yang cerdas. Mari kita tunggu. Setidaknya dia memiliki kemampuan beladiri permanen."

"Kamu benar. Kita pindah kerumah Mila, kamu ajak Jingga. Ada hal penting yang harus kita lakukan. Cepat!" Deon segera berteleportasi kembali ke rumah Mila. Elvan pun berteleportasi menuju kamar Jingga.

Didalam mimpi Jingga.

"Jingga ... Jingga ... " Jingga mendengar seseorang memanggil namanya di dalam mimpi.

"Mas Elvan ... Mas, kamu lama sekali." Jingga memeluk Elvan erat dengan mata yang masih terpejam.

"Maukah kamu ikut bersamaku?"

"Mau mas ... aku ikut," jawab Jingga dengan suara manja.

"Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu Mas Elvan." Jingga memonyongkan bibirnya.

*Realita*

"Jingga, Jingga." Elvan menepuk pipinya.

"Mas Elvan ... Mas, kamu lama sekali." Jingga memeluk Elvan erat dengan mata yang masih terpejam.

"Sadar! Ayo ikut aku menemui Tuan Deon, ini penting!" Elvan mendorong tubuh Jingga yang memeluk erat dirinya.

"Mau mas ... aku ikut," jawab Jingga dengan suara manja.

"Dasar wanita gila!"

"Aku juga mencintaimu Mas Elvan." Jingga memonyongkan bibirnya.

Bibir jingga menempel pada sesuatu yang berbulu. Rupanya Elvan berpindah tempat dan meletakkan seekor kucing di pelukan Jingga.

"Mas, kok bibirnya berbulu?" tanya Jingga yang masih terpejam.

"Banguunn!!" Elvan berteriak keras ditelinga Jingga. Membuat kucing tadi melompat kaget dan memberikan salam tiga jarinya di pipi Jingga.

"Auww sakit." Jingga terbangun dan benar-benar melihat keberadaan Elvan.

"Eh Tuan Elvan. Ini masih dunia mimpi ya?" Jingga bingung.

"Ini realita, waktu kita tidak banyak. Ayo pegang tanganku." Elvan berteleportasi menuju rumah Mila.

"Wah hebat banget tuan Elvan." Jingga terkagum dengan kekuatan Elvan.

"Tak ada banyak waktu, sekarang Mila sedang memasak telur goreng. Dia hendak makan. Kamu! lekas bawa sepiring nasi dan telur goreng kemari!" perintah Deon.

"Si,siap Tuan!" Jingga bergegas menuju dapur, rumah kecil Mila tidak terlalu sulit untuk menemukan dapur.

"Hmm ... kali ini aku benar-benar dapat mencium aroma telur goreng," ucap Mila dari dalam dunia virtual.

Elvan berusaha memproyeksikan apa yang di lakukan Mila di dalam dunia virtual ke dalam tampilan gambar bergerak. Mila mulai menyuapkan nasi dan telur buatannya tadi kedalam mulutnya. Dia mengecap rasa itu, telur goreng asli.

Matanya membelalak saat dia merasakan sentuhan tangan lembut itu. Deon menyentuh tangan Mila yang ternyata dapat dirasakannya. "Aku sedang berusaha menyelamatkanmu. Berjuanglah untuk menyelesaikan misi." Deon berbicara di telinga Mila yang ternyata dapat ditangkapnya.

Mila mengangguk dan meneteskan air matanya. Abel yang baru saja terbangun bertanya kepada Mila, "mengapa kamu nangis?"

"Nggak papa, telur goreng ini rasanya enak sekali." Mila tersenyum haru, akhirnya ada seseorang yang menantikannya. Dia akan berjuang untuk mencari kebenaran.

Nafsu makan Mila sangat besar, ia menghabiskan 2 piring nasi dan telor hari ini. Abel kembali menghilang, mungkin ia pun tengah mengisi perutnya yang kelaparan. Mila menenggak air minumnya hingga tandas, ia kembali bersemangat.

Mila melakukan kebiasaannya, ia berdiri diambang pintu dan berteriak sangat keras, bahkan lebih keras dari biasanya. "SEMANGAT KARMILA!!!" Mila tertawa terbahak-bahak.

"Sepertinya Mila sudah gila," ucap Elvan.

Jingga masih tidak mengerti apa yang terjadi, sedangkan Deon tersenyum lebar melihat semangat Mila kembali berkobar. Elvan menjelaskan perihal dunia virtual kepada Jingga secara garis besar. Deon masih setia memperhatikan gerak gerik Mila.

Mila menjelajahi setiap daerah di tempat itu, beruntung dunia virtual milik Abel tidak seluas milik Deon. Mila berjalan lurus hingga ia membentur tembok transparan. Mila menyentuh dinding itu dan berjalan mengelilinginya.

Luas dunia virtual milik Abel hampir sama dengan alun-alun kota. Mila mengingat setiap detail tempat disana, kemudian ia pulang ke gubuk dan mencari kertas untuk menggambar. Mila tidak menemukan kertas di sana, dengan terpaksa dan tidak kehabisan ide, Mila mulai membuat kertas sendiri berbekal pengetahuannya dan seni yang mengalir dalam dirinya.

Dengan menggunakan sebuah pisau, Mila mulai mencari pohon pisang. Ia menebangnya dan kemudian memotongnya kecil-kecil. Mila mencacah dan menguleg pelepah pisang itu hingga benar-benar halus.

Kemudian pelepah tadi di rendam di dalam air selama 1 jam. Setelah itu Mila menuangkan bubur pelepah tadi keatas sebuah batu datar, kemudian ia menimpanya dengan balok kayu yang ia temukan di dalam rumahnya. Kertas itu akan kering dalam 3-4 jam.

Sementara menunggu kertas itu kering, Mila mencari bahan yang dapat ia gunakan untuk menulis. Mila mencari sebatang kayu dan membakarnya hingga hangus dan kering, selagi menunggu kayu kecil itu terbakar habis Mila membuat pena dari bambu.

Arang telah ditumbuk dan diberi sedikit getah pohon. 4 jam berlalu, Mila mengumpulkan semua temuannya. Ia mulai membuat sketsa setiap daerah di dunia virtual ini. Mila sempat melihat seklebat bayangan robot melintasinya.

"Siapa?" panggil Mila.

Mila mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Ia bergegas menyembunyikan kertasnya di bawah kasur, hanya menyisakan selembar kertas. Mila berpura-pura sedang melukis sesuatu.

Abel melihat kegiatan Rose yang dapat melukis sesuatu dengan lumayan baik. "Gambar apa?" kata-kata itu berhasil mengagetkan Mila.

Walaupun ia tahu jika itu Abel, tetapi dirinya tetap kaget dan tidak ada rasa nyaman. Entah kenapa Mila justru merasa sangat waspada ketika berada di dekat Abel, yang baginya dahulu adalah seorang pahlawan.

1
Joko
hewan Kukang keluar cuma malam
Kiyz
alamak..bisa" mereka ciuman..untuk nih novel klaundi dalam kehidupan nyata sudah gue geplak TU pala masing" orang🤣🤣
Ryoka2
Lucu lucu serem😭🤣
Um_bell29: imut lah si Via, tapi nggak mulutnya🤣🤣
total 1 replies
Ryoka2
😂😂
Um_bell29: Semoga beneran ada alien tamvan🤣
total 1 replies
Ryoka2
Saya hadir lagi Thor 👍
Um_bell29: makasih
total 1 replies
Dewa Yunani
hwaaaa lanjut g thorrr...klo g aku nangisss亊亊
Um_bell29: sabar ya 😭
total 1 replies
LiveChic
Gak bisa tidur dehhh hayati!
Um_bell29: lanjut baca aja kak kalo nggak bs tdr😂
total 1 replies
salt sand and smoothies
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll昨沽
Um_bell29: semangat💪💪
total 1 replies
Ryoka2
Btw, aku juga ada cerita yang tentang sistem nih, judulnya Arabella dan sistem Kecantikan 🥰
Um_bell29: Cerita kakak bagus oiii😍😍👍
total 1 replies
Ryoka2
Menarik banget nih sistemnya, aku suka😂👍
Um_bell29: Jadi kagak suntuk bacanya kalo sistem seperti ini kan?😂😂
total 1 replies
Ryoka2
Wkwk ketawa Mulu aku😭
Um_bell29: Ketawa ape nangis? ketawa ampe bengek?😭😝
total 1 replies
Ryoka2
Buset
Ryoka2
Operator 😭🤣
Ryoka2
Ahahah😭
Ryoka2
Gaul amat sistemnya🤣
Ryoka2
Mampir Thor 👍
Um_bell29: makasih😍
total 1 replies
MALES NGETIK
System pake bahasa gaul bukan System namanya
Um_bell29: mungkin yang bikin programnya lagi eror atau dia mungkin juga alien😅
total 1 replies
Hustle Flyswat
Terhura banget Thor! Ini karya yang bikin aku enggak mau move!
Um_bell29: makasih😍
total 1 replies
Um_bell29
novel yang kocak beud sih ini
AdindaRa
Hai, salam kenal yaa. Aku mampir 😍
Um_bell29: Makasih kakak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!