mohon bijak 21+
cerita sederhana, tentang cinta yang butuh perjuangan, tentang wanita yang harus memilih antara cinta dan suaminya.
apa dia akan memilih cinta yang dia idamkan atau memilih cinta suaminya yang sudah bnyak memberinya luka, atau dia memilih jalan lain dari keduanya?
ini akan ada dua versi cerita, yang pertama Dila dan Andri, dan cerita kedua ada Diana dan Rusdy...
jadi simak ya gaes... karena ini tentang PIL yang di miliki oleh para wanita, meski tidak semua🤫🤫🤫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makin dingin
mobil Andi sudah sampai di sebuah vila di luar kota, hendra hanya menghela nafas karena pasti mereka akan menginap.
para wanita baya itu langsung menyambut kedatangan dari ketiga pria mereka, terlebih Hendra yang sengaja di ajak untuk pesta perpisahan.
saat masuk, Andi melihat Tante Wina yang ternyata juga mengajak beberapa pria muda lain.
dan keempat pria itu kaget saat melihat kedatangan ketiganya, "oh ... kamu mau benar-benar memanjakan teman-teman mu ya sayang,"
"tentu sayang, kita pesta sampai pagi, Weni lihat siapa yang datang," panggil Tante Wina.
Tante Weni langsung menghampiri Hendra dan langsung mengecup bibir pria itu.
akhirnya ketiganya masuk kedalam kamar untuk berganti baju, dan bergabung di pesta kolam renang itu.
hendra sudah di kerubunggi oleh dua orang Tante-tante, sedang Weni sedang bersama dua pria yang membawanya ke pinggir kolam.
Dila masih bisa tertawa dan bercanda dengan Vivi dan iim, dia benar-benar bisa melupakan masalahnya.
pukul setengah sembilan mereka memutuskan untuk pulang, Dila tau jika suaminya tak akan ada di kos.
Bayu yang melihat Dila, langsung ikut berpamitan, "eh ... aku pulang dulu ya, besok kita ketemu lagi ya bro, dan besok kita jadikan ke desa mu?" tanya Bayu sedikit panik.
"iya nanti aku kabari lagi, kita berangkat jam berapa, sudah pergi sana," usir Andri yang melihat temannya itu gelisah.
Andri memutuskan untuk melihat laporan tentang Resti miliknya itu, dia memang hanya bekerja di pabrik.
tapi Andri berani mencoba untuk membuka usaha dan kini semua berhasil berkat ketekunannya.
"halo cantik, butuh di antar?" kata Bayu yang menghadang Dila yang akan pergi
"eh pak Bayu disini juga, tak perlu pak, kos saya Deket ini," jawab Dila yang menolak dengan sopan
"ya sudah aku kawal sampai kos, karena kita satu arah, dan kamu tak boleh menolak," kata Bayu yang tak ingin di bantah.
Dila pun mengangguk lemah, kini keduanya beriringan tapi kos Dila memang sangat dekat.
Bayu hanya melihat Dila yang masuk ke area kos dan langsung pergi, Dila melihat motor suaminya tapi posisi kamar kosnya sepi.
Dila langsung memarkirkan sepeda motornya dan langsung masuk ke kamar kos.
dia langsung bersih-bersih dan menikmati perawatan tubuh miliknya, setelah itu Dila memesan martabak telur lewat aplikasi.
motor sports milik Andri datang dan langsung berhenti di rumah Bu Tantri, dia bertamu untuk memberikan bantuan untuk acara besok.
Dila sedang duduk di kamar saat pesanannya datang, Dila keluar dengan daster panjang dan sweater.
"ini bang, terima kasih ya," kata Dila pada pengantar makanan itu
"iya mbak, sama-sama,", jawab pria itu.
Dila tak sadar ada seseorang yang terpaku melihatnya, Bu Tantri heran melihat Andri.
saat Dila masuk kedalam kamar kosnya, Andri langsung menoleh ke arah Bu Tantri.
"dia Dila, dari desa sawiji, sejak kapan dia disini?" tanya Andri dengan suara bergetar tak percaya.
"hampir satu bulan ini mas, kenapa? dan apa mas mengenal Dila dan suaminya?" tanya Bu Tantri.
Andri pun menutup matanya, kini dia ingat jika Dila sudah menikah dan hatinya hancur tapi setidaknya dia bisa melihat Dila baik-baik saja.
"tidak dekat, hanya sekedar tetangga, Bu aku titip Dila ya, jika terjadi apa-apa tolong langsung telpon aku," pesan Andri.
"iya mas," jawab Bu Tantri.
Dila menonton tv sampai malam, tapi Hendra tak kunjung pulang, bahkan ponsel pria itu tak aktif.
Dila menghubungi berkali-kali tapi percuma, pesan juga tak di balas, dia pun memutuskan untuk tidur.
sedang Andri pergi dengan perasaan campur aduk, ingin dia lari dan memeluk Dila, tapi dia ingat jika Dila sudah jadi istri orang.
tin.. tin ...
"woi kalau mau mati, jangan nyusahin orang!" bentak seorang pengendara truk yang hampir di tabrak oleh Andri yang melamun.
Andri pun berhenti di pinggir jalan sambil menangis, dia ingat pesan Dila yang terakhir.
"apa dia sudah kau singkirkan, kamu terlihat seperti gadis biasa dan tak nampak sedang hamil," lirih Andri dengan suara sedih.
Dila pun mimpi buruk, dia melihat Andri pergi dengan seorang anak yang tak jelas terlihat.
"jangan tinggalkan aku, kumohon ..." tangis Dila ingin meraih Andri tapi tak bisa ada sebuah rantai yang menjeratnya.
"jangan tinggalkan aku!" teriak Dila terbangun dari tidurnya.
Dila pun berkeringat di gin dan nafasnya ngos-ngosan, terlebih saat melihat jam ini masih jam dua pagi.
Dila langsung menangis sesenggukan, pasalnya itu mimpi buruk yang begitu nyata.
Dila pun mencoba menelpon Andri, terdengar suara sambungan telepon dan kemudian terdengar suara.
"iya, ini siapa? orang gila nelpon pukul dua dini hari," ketus Andri dengan suara parau.
"mas Andri ..." tangis Dila yang mendengar suara Andri.
"Dila, dek kamu kenapa!" panik Andri yang langsung sadar dengan suara itu.
"maafkan aku, aku tak bisa menjaganya, dia gugur mas ..."
Andri pun menutup matanya, dia tak mengira jika Dila mengatakan itu setelah selama ini.
"bagaimana bisa?" tanya Andri.
"dia memaksaku, dan aku kehilangannya," jawab Dila sambil sesenggukan.
"ya sudah mungkin ini takdir Allah dek, kamu tak boleh sedih, ingat sekarang kamu punya keluarga dan suami yang harus kamu bahagiakan," kata Andri.
"tapi ..." lirih Dila yang masih sesenggukan.
Andri berusaha menenangkan Dila di atas kekacauan hatinya juga, sedang di vila.
Hendra dan yang lain sedang bersenang-senang tanpa ingat istrinya.
bahkan mereka juga mabuk bersama, Weni begitu senang pasalnya hebdra sangat kasar saat mabuk, tapi ini yang menjadi keunggulan pria itu.
dua pria, dua kepribadian, akhirnya malam itu Dila tertidur setelah melakukan panggilan video call bersama Andri.
bahkan Andri sedikit tersenyum karena bisa melihat Dila, tapi dia merasa aneh, bagaimana bisa dila menghubunginya di jam seperti ini.
bahkan melakukan video call, tapi tak dimarahi suaminya, bahkan dari tadi Andri tak melihat batang hidung suami dari Dila
"apa yang kamu sembunyikan dek, aku ingin bertemu dan bicara tentang semuanya, jika dia melukaimu, maka aku akan membunuhnya jika perlu, dan aku bisa melawan dunia untuk melihat senyum mu yang dulu," gumam Andri yang mencium layar ponselnya yang menampakkan Dila yang tidur dengan nyenyak.
sukses
semangat
mksh
udah tahan nafas nih bacanya dr tadiiii
hamil gak yaa dia???
tp klo fatin uda lupa ingat.an bkalan susah.
mending mahi sam husna ajj.
kasian husna nya sdah tdak perawan di tnggl calon nya meninggal