NovelToon NovelToon
Kisah Hantu LESTARI

Kisah Hantu LESTARI

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor
Popularitas:363.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: cilamici

Nilam Dan Tomi yang baru saja menikah harus rela pindah dari Jakarta karena SK Tomi yang baru menempatkannya di salah satu kota kecil di Jawa Barat.

Sungguh sebetulnya itu adalah rejeki untuk Tomi, karena selain ia naik jabatan, ia juga mendapatkan rumah untuk ditempati secara cuma-cuma.

Tapi, sayangnya hal yang seharusnya membuat mereka bahagia itu, pada akhirnya justeru membuat mereka harus mendapatkan banyak masalah karena kehadiran LESTARI.

Lestari Doutzen, yang merupakan keturunan Indonesia - Belanda adalah hantu yang telah menempati tanah yang kemudian dijadikan rumah dan ditempati pasangan pengantin baru Nilam dan Tomi.

(Terinspirasi sebuah kisah pilu dari babat tanah jawa tentang cinta Adipati Anom Dan Roro Oyi)

Selamat menikmati 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Cinta Tak Butuh Alasan

Flashback 1942,

Damar dan Samsul pagi ini diminta Ki Gedhe Tirtayasa pergi ke kebun untuk melihat buah apa saja yang sudah bisa di panen.

Kebun itu cukup jauh dari padepokan. Damar dan Samsul untuk itu harus naik ke area bukit dan juga menyebrangi sungai yang jembatan bambunya baru saja terbawa arus banjir beberapa waktu lalu.

"Jembatannya belum dibangun lagi, warga di sini apa tidak ingin gotong royong?"

Tanya Damar pada Samsul saat susah payah menyebrangi sungai.

Sungai dengan bebatuan besar-besar itu arusnya cukup deras. Meskipun kedalamannya hanya sebatas lutut, namun tetap saja, jika tak hati-hati mereka bisa terpeleset dan kemudian terbawa arus sungai.

"Aku dengar banyak laki-laki mulai dikumpulkan untuk ikut pelatihan perang oleh Jepang."

Kata Samsul yang berjalan di belakang Damar.

"Benarkah?"

"Ya, Jepang sepertinya benar-benar serius membantu kita Mar, mereka juga sudah membebaskan Bung Karno, bahkan kabarnya Batavia akan diganti nama menjadi Jakarta, Jepang juga membolehkan bendera merah putih berkibar di mana-mana."

Kata Samsul.

Damar mendengarnya terdiam.

"Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya?"

Damar sedikit sinis.

"Kenapa kau seperti tak suka pada Jepang? Padahal jelas mereka sudah membantu bangsa ini mengusir penjajah. Beratus tahun Belanda menjajah kita, berapa banyak rakyat kita jadi korban, berapa banyak tokoh kita diberangus, berapa kerajaan kita yang besar dan gagah diruntuhkan? Mereka kini hengkang dalam hitungan hari Mar, Jepang luar biasa."

Samsul tampak begitu mengagumi Jepang.

Damar menghela nafas.

Entahlah, meski semua orang kini mengelukan Jepang, tapi hati kecil Damar tak bisa ikut-ikutan, ia merasakan hal yang sebaliknya.

Damar dan Samsul tanpa terasa akhirnya sampai di seberang sungai, mereka naik ke atas, dan kemudian berjalan di area pesawahan yang kini sudah jadi tegalan karena tidak ditanami padi.

Meski letaknya dekat dengan sungai, tapi tanah sawah itu rupanya memang tak ada yang mengelola.

Mungkin pemiliknya sudah mati, atau mungkin karena ada larangan dan sebagainya dari Belanda beberapa waktu silam.

Damar dan Samsul berjalan menyusuri tegalan yang kini terlihat tumbuh banyak bunga.

Damar melihat bunga-bunga yang cantik itu entah kenapa jadi ingat sosok Lestari di padepokan.

Pagi tadi ia menutupi rambutnya dengan kain yang digulung seperti para emban di padepokan.

Dia sangat cantik mengenakan kain dan atasan kebaya.

Ah...

Damar kembali merasakan jantungnya berdegup kencang.

Hanya membayangkan wajah Lestari saja, ia sudah tak karuan.

Damar kemudian meraih salah satu bunga yang tumbuh di sana.

Diciumnya bunga itu yang terasa mengeluarkan aroma harum yang khas.

"Bunga sedap malam."

Samsul tiba-tiba bersuara.

Damar menoleh ke arah Samsul.

"Dari wajahmu jelas sekali ingin memetiknya untuk None Belanda itu."

Ujar Samsul.

Damar mendengarnya jadi tergelak.

Sahabat nya itu memang tahu saja apa yang sedang Damar pikirkan.

"Nanti saja pulangnya kau ambil, bunga itu akan jauh lebih harum saat malam hari, itulah kenapa namanya sedap malam."

Ujar Samsul.

"Kau tahu banyak soal bunga rupanya, padahal tak punya kekasih."

Seloroh Damar.

"Yang benar saja Mar, hanya untuk tahu soal bunga harus punya kekasih lebih dulu."

Samsul tertawa.

Damar juga tertawa.

"Ya terlalu aneh laki-laki suka bunga."

Kata Damar.

"Beberapa orang di desa ini sering memakainya untuk ritual di hari tertentu. Kau tak tahu? Jika bunga ini kesukaan Ratu Kidul? Banyak yang percaya itu."

Kata Samsul.

"Ah kita tidak tinggal di wilayah kekuasaannya, kenapa harus memikirkan apa yang dia sukai?"

"Maksudku, para lelembut yang menyukainya, dan banyak yang percaya jadinya untuk meletakkannya di rumah agar banyak roh baik berdatangan membawa rejeki."

Damar kembali tertawa.

"Omong kosong, rejeki datang karena kita bekerja keras, dan Tuhan yang kasih."

Ujar Damar.

"Kan aku sedang cerita soal bunga sedap malam, kenapa kau ceramah."

"Hahaha sialan, ini bukan ceramah."

Damar terbahak.

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan yang masih setengah nya lagi untuk sampai ke kebun milik Ki Gedhe Tirtayasa.

Damar berniat, nanti pulangnya ia akan benar-benar memetik bunga-bunga itu untuk ia hadiahkan pada Lestari.

Ya...

Bunga adalah simbol kecantikan dan perasaan lembut serta indah.

Sampai di kebun, beberapa pohon sudah mulai berbuah namun belum siap dipanen.

Hanya tiga pohon Kelapa saja yang tampak sudah mulai tua buahnya.

"Kau naik lah yang ini, biar aku yang lebih tinggi."

Kata Damar pada Samsul.

Kepiawaiannya memanjat memang jauh lebih baik dibandingkan Samsul, maka Damar selalu mengalah untuk memanjat pohon yang lebih tinggi.

"Mau coba lihat Durian juga tidak Mar?"

Tanya Samsul sambil melepas ikatan sarung pinggangnya.

Naik ke atas pohon tentu lebih aman hanya menggunakan celana komprang saja, sarung yang diikat di pinggang bisa tersangkut atau bahkan membuat langkah kaki tersandung.

"Besok saja, hari ini bawa kelapa dulu. Sebagian bisa kita jual utuh, sebagian lagi dijadikan minyak."

Samsul mengangguk setuju.

Tak diragukan sosok Damar ini memang putra keturunan Tuan Ageng Parta Prawira, seorang pembisnis ulung, yang bisa melihat semua peluang untuk menghasilkan uang.

Di jaman orang kesulitan, keluarga mereka bisa berjaya, hidup di atas rata-rata manusia lain.

Bedanya, Damar sosok nya lebih Nasionalis, ia sangat terinspirasi perjuangan Insinyur Soekarno dan juga Mohammad Hatta.

Ia sangat berharap, kedua tokoh besar itu bisa bersatu dan menjadikan negara ini sebagai rumah untuk bangsa kita sendiri.

Sementara, Tuan Ageng Parta Prawira, terkenal kedekatannya dengan bangsa asing. Bahkan dia bersahabat baik dengan para Belanda.

Tapi...

Seberapapun Damar berbeda prinsip dengan Ayahnya, ia tetap memiliki darah sang Ayah. Ia tak cocok bergaul dengan bangsa yang ia anggap penjajah, namun kini hatinya jatuh pada gadis keturunan mereka.

Ya...

Cinta...

Kadang datang tak sesuai dengan prinsip manusia.

Aneh memang. Bahkan ia kadang jatuh pada orang yang sejatinya harus kita benci. Itulah kenapa mungkin banyak orang bilang cinta itu buta.

Butanya cinta, jauh lebih parah daripada buta huruf dan buta warna.

Damar kini tampak lincah naik merayap di pohon kelapa, gerakannya sangat gesit. Saat Samsul belum apa-apa, Damar sudah ada di atas dan mulai memilih buah kelapa yang akan ia petik.

Samsul menyusul naik di pohon yang satunya, yang tak terlalu tinggi dan buahnya tak terlalu banyak.

"Pohon ketiga aku saja nanti."

Teriak Damar.

"Yaaa..."

Samsul menyahut.

"Kau urus buah-buah yang di bawah nanti."

Teriak Damar lagi.

"Yaaaa..."

Samsul menyahut tak kalah keras.

Keduanya kemudian tampak mulai sibuk memetiki buah-buah kelapa yang sudah tua untuk nantinya bisa di bawa pulang.

**--------------**

1
Ati Purwati
iklannya kaya anjing yang volumenya gak bisa dikecilin..
aku beralih baca novel dari novel fuzzo karena banyak iklan dan volumenya gak bisa direm, ke novel toon in eeh malah itu iklan yang volumenya gak bisa direm malah nongol di sini,,
ganggu orang yang masih tidur aja kalo baca jam2 segini
Eby cantik: ya bayar lah perbulan kalau gk mau ada iklan kalau mau gratis cuma modal kuota gk usah bnyak ngeluhhh
total 1 replies
Afifa Syahira
karyanya bagus bangett kakkk😍👍
DIANA Mariana
waah sport jntung niihh🤭🤭
DIANA Mariana
gara2 leegoisan bapak x akhir kisah cinta mrk jd petaka
DIANA Mariana
serem2 seru nih crira x...kasian tomi dn keluarga
novita setya
para demit yg gabut..
novita setya
mundur teratooorr yo mas damar..sing enom ngalah
novita setya
nek wong urip ngono karuane tak jak gelud..lah iki demit jeeee lawane ampooon dijeee
novita setya
ngomong2 sampeyan mau punya mantu demit bu..?? ngeselin nih emaknya tomi
novita setya
lestari gatel ih..suami manusia hidoop loh itu. mbokya sadar diri..km bucin ke damar yg kena getah tomi nilam..hadeeh
novita setya
kali ini pelakornya demit..gmn coba ngelawannya. mw jambak2an ga bs donk/Grin/
Aishnina(✿ ♥‿♥)
seru2 semua karya kak othor
aku mampir disini thn 2024😘
Agus Wijaya
Luar biasa
estycatwoman
vwry nice 👍
estycatwoman
TOP BGT lah 👍💯😘
Thanks 🙏
Ersa Alfiani Septiningtyas
Ketanggungan-Brebes deket rumahku thor😆
Mariana Frutty
Alexa Juliana
Lestari ikut pulang nemplok di mobil, Tom...
Alexa Juliana
Lestari udh balik lg...tau jalan pulang juga diaaaa...
Alexa Juliana
Aku kasih tau ya Lestari...Damar menikammu sampai metong krn g rela kamu jd tawanan dan budak sex Nippon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!