Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab18
Malam semakin larut, karna asik bercanda ria dengan mama dan adiknya Anel sampai lupa dengan waktu. Tanpa terasa jam menunjukan pukul 11.15 malam.
"Anel, ini sudah sangat larut kamu menginap saja ya nak." cap Santi pada anak sulungnya itu
"Tidak bu, Anel kan harus mengurus suami Anel.Anel takut mas Nathan marah jika Anel tidak pulang, Ibuk tidak usah khawatir, Anel akan baik baik aja kok." ucap Anel menenangkan Ibu nya.
"Baik lah, hati hati di jalan ya nak kalo sudah sampai kabari Ibu." ucap Santi lagi
"Ibuk tidur saja, ini sudah hampir tengah malam, Anel akan menghubungi ibu besok." ucap Anel berpamitan kepada ibunya
Anel langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Suasana jalan cukup lengang karna memang ini sudah tengah malam, hanya ada beberapa motor dan mobil yang melintas.
Sekitar 1 jam perjalanan dari rumah Ibunya menuju ke rumah kediaman Sanjaya, Anel memasukan mobilnya ke dalam garase dan langsung masuk ke dalam rumah mewah itu. Keadaan rumah sedikit berbeda, lanpu di ruang tamu itu semua nya mati, hanya ada sedikit penerangan di sudut ruangan.
Anel berjalan berjalan dengan santai ke arah tangga, tapi baru saja Anel mengangkat kaki menginjak satu anak tangg, tiba-tiba ada yang menarik tangan nya dengan kasar.
"PLAKKKKKK
Satu tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Anel, hingga membuat Anel meringis memegangi pipinya yang terasa nyeri.
"APA INI RUMAH ORANG TUAMU, HINGGA KAU BISA PERGI DAN KEMBALI SESUKAMU HAHHHHHH." Suara Nathan terdengar menggelegar dan begitu murka. Dia sangat marah karna wanita di depan nya itu.
Anel menatap ke arah Nathan, terlihat wajahnya memerah karna amarah yang sudah menggebu gebu. Dia tidak manyangka jika laki laki di depan nya itu akan sangat marah.
"Ma'af pak Nathan tapi saya hanya pergi ke rumah orang tua saya." ucap Anel takut. Iya tidak pernah meliht Nathan semarah itu.
"Lalu jika kau ke rumah orang tua mu, apakah kau bisa se'enaknya juga pergi dan kembali ke rumah ini. Apa orang tuamu hanya kau jadikan alasan untuk menemui laki laki di luar sana dengan bebas hahhhh. Apa kau fikir aku ini bodohh." ucap Nathan dengan suara semakin meninggi.
"plakkkkk
Anel menampar wajah Nathan saat mendengar perkataan Nathan."Jaga bicara anda Tuan Jonathan Sanjaya, saya bukan wanita seperti yang anda fikirkan." cap Anel yang tak mau mengalah lagi
Nathan semakin murka, ia mencengkram leher Anel hingga gadis itu hampir kehabisan nafasnya. Nathan mendekatka wajahnya ke wajah Anel dengan jarak yang hanya seujung kuku
"Kau sangat berani menamparku wanita ja*ang.Jangan pernah menyentuh wajah ku dengan tangan kotor mu itu." ucap Nathan sarkas. Nathan pun melepaskan cengkraman tangan nya di leher Anel saat melihat wajah Anel yang sudah pucat dan air mata yang sudah membasahi pipi gadis itu
"uhukkkk uhukkk uhukkk
Anel terbatuk saat cengkraman di leher nya terlepas,air mata ketakutan Anel semakin deras mengalir.Kakinya lemas hingga membuat Anel terduduk lemas di lantai lehernya terlihat membiru bekas cengkraman tangan Nathan. Tapi sebelum nafas Anel kembali normal, Nathan sudah kembali menarik tangannya dengan kasar.
"Bangun, cepat bangun". ucap Nathan sambil menarik tangan Anel dengan kasar tanpa ada rasa kasiahan sama sekali . Rasa cemburu dan juga marah membuat Nathan tidak melihat rasa sakit yang Anel rasakan
"ma'af_ kan saya Tuan hikssss. Saya mohon Ma'af,saya tidak pernah bertemu dengan laki laki lain hiksss hiksss. Saya hanya pergi ke rumah orang tua saya." cap Anel sambil meronta ronta mencoba melepaskan cengkraman tangan Nathan yang sangat menyakiti pergelangan tangan nya. Air mata Anel semakin deras mengalir.
Nathan tidak perduli dengan permohonan maaf dari Anel, air matanya tidak meluluhkan keras hati Nathan. Iya terus saja menarik Anel ke atas menaiki anak tangga. Samapai di depan pintu kamar utama Nathan menarik Anel masuk ke dalam kamar nya dan melempar Anel di lantai dengan keras. Anel hanya bisa meringis menahan sakit yang tersa di seluruh tubuh nya.
Badan Anel bergetar hebat, tubuh nya merespon ketakutan yang belum pernah ia rasakan. Air matanya tak henti henti nya mengalir. Perlahan Nathan mendekat ke arah Anel dengan Tatapan yang terlihat menakutkan. Nathan menatap lekat tubuh wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu. Lebam di leher dan tangannya sangat jelas.Nathan kembali mencekram dagu Anel hingga membut nya kembali meringis.
"Ekting ketakutan yang kau perlihatkan sangat luar biasa sayang, sudah berapa laki laki yang menjamah tubuh indah mu ini." ucap Nathan dengan mode suara yang merendahkan.
Anel hanya bisa menangis memegangi tangan Nathan yang mencekram dagunya begitu kuat.Nathan kembali menarik paksa tubuh Anel dan melemparkannya lagi ke atas ranjang. Di situ lah titik ketakutan terbesar Anel. Anel menatap Nathan dengan wajah sendu berharap suaminya itu mempunyai belas kasih dan akan melepaskan nya.
"hiksss, hikssss, aku mohon, jangan lakukan ini, aku tidak pernah di sentuh laki laki lain. Tolong Lepaskan aku."
Anel sangat takut ia terus saja memohon pada Nathan, tangisan ketakutan Anel semakin menjadi saat badan kekar Nathan kini sudah berada di atas tubuh kecilnya
Nathan tidak memperdulikan rengekan yang keluar dari bibir mungil gadis di depan nya itu, Nathan merobek paksa baju yang di kenakan Anel dengan kasar.
"Tidak." mendorong tubuh besar Nathan, tapu sayangnya tenaga Anel kalah." Aku mohon, jangan lakukan ini Nathan. Tolong jangan lakukan ini" Triak Anel saat baju yang ia kenakan sudah terlepas dari tubuhnya.
Nathan hanya diam sambil menatap lekat wanita yang kini berada di bawahnya. Kemarahan Nathan yang tanpa alasan itu sudah membutakan matanya.cengkraman tangan Nathan semakin kuat mencengram kedua tangan Anel.
Anel terus berteriak memohon pada Nathan untuk tidak melakukan itu pada nya, tapi semua sia sia Nathan sudah di bakar api amarah.
"Tidakkkk, tolong jangan lakukan ini Nathan, tolong ampuni saya." ucap Anel sambil terus menangis
Kini tubuh keduanya sudah polos, tidak ada satu helai benang pun yang menutupi tubuh mereka,Nathan mencubui tubuh mungil Anel dengan gairah yang menggebu gebu. Nathan sama sekali tidak memperdulikan tangisan Anel. Tanpa Nathan sadari dia sudah mengambil paksa kecusian sang istri hanya karna rasa cemburunya yang tak beralasan.
****
Entah berapa kali Nathan melakukan nya di malam itu. Nathan tidak sadar jika sang istri sudah dalam keadaan tidak sadar. Nathan mengira gadis itu sedang tidur terlelap karna kelelahan. Ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil Anel dan Nathan pun ikut terlelap karna lelah.
.
.
Malam ini Nathan melakukan kesalahan besar,Ia tidak menyadari jika tindakannya sudah melukai fisik dan mental seorang wanita.
.
.
[Bersambung]
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?